Tips Seputar Kilasan Kesehatan

Mengenal Silikon Payudara dan Penggunaannya Saat Operasi Payudara

Mengenal Silikon Payudara dan Penggunaannya Saat Operasi Payudara

Saat seorang wanita memutuskan untuk menjalani operasi pembesaran payudara, mereka bisa memilih untuk menggunakan implan berbahan silikon ataupun garam. Dibandingkan dengan implan berbahan garam, silikon payudara lebih umum digunakan.

Ada banyak pertanyaan yang muncul terkait penggunaan silikon sebagai bahan implan payudara. Beberapa orang meragukan kesehatan penggunaan silikon sebagai implan. Tetapi, pada kenyataannya, implan berbahan silikon masih banyak digunakan. 

Keamanan penggunaan implan silikon payudara

Silikon payudara merupakan implan yang diisi dengan gel silikon. Gel silikon tersebut berupa cairan kental dan lengket yang sangat mirip dengan tekstur lemak manusia. 

Karena tekstur tersebut, implan berbahan silikon dipercaya mampu memberikan hasil yang lebih natural dan memuaskan. Bahkan, beberapa wanita merasa implan berbahan silikon terasa seperti jaringan payudara alami. 

Bagi wanita yang ingin melakukan pembesaran payudara, implan silikon payudara hanya disediakan untuk mereka yang telah melalui usia 22 tahun. Akan tetapi, jika rekonstruksi payudara diperlukan untuk keperluan medis, wanita dari segala usia diperbolehkan untuk menggunakan implan tersebut. 

Pada dasarnya, silikon termasuk sebagai senyawa kimiawi yang cenderung stabil. Oleh sebab itu, penggunaannya sebagai bahan dasar implan dianggap aman dan tidak membahayakan kesehatan.

Akan tetapi, keamanan ini hanya berlaku untuk penggunaan silikon sebagai implan. Cairan silikon yang disuntikkan langsung ke tubuh dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan yang sangat serius, bahkan mengancam jiwa. 

Oleh sebab itu, jangan sembarang menggunakan silikon secara langsung pada bagian-bagian tubuh Anda. Selama silikon digunakan untuk implan, Anda tidak perlu mengkhawatirkan keamanannya. 

Resiko berbahaya penggunaan silikon payudara

Meskipun silikon dipercaya aman dan tidak membahayakan kesehatan Anda, tetap ada resiko dan efek samping negatif yang ditimbulkan. Beberapa resiko yang mungkin muncul meliputi: 

  • Jaringan parut yang tumbuh di sekitar implan dan merusak implan
  • Infeksi
  • Nyeri di payudara
  • Perubahan sensasi pada puting payudara, umumnya bersifat sementara
  • Kebocoran atau pecahnya implan

Pecahnya implan merupakan salah satu resiko utama dari penggunaan silikon payudara sebagai upaya memperbesar payudara. Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan pecahnya implan, seperti kesalahan operasi, jatuh dan cedera, serta tekanan yang dialami saat menjalani mammogram.

Implan berbahan silikon yang pecah akan lebih sulit untuk dideteksi. Saat implan rusak, silikon yang bocor dari implan tersebut akan menetap di dalam tubuh. Terkadang, silikon ini bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya di luar payudara dan kelenjar getah bening. 

Hal ini mungkin terkesan mengerikan. Akan tetapi, belum ada penelitian yang bisa membuktikan apa resiko dari kebocoran silikon yang menyebar ke bagian tubuh lainnya ini.

Implan silikon yang pecah hanya bisa dideteksi melalui tes pencitraan berupa MRI. Karena itu, wanita yang pernah menjalani operasi dan memiliki implan silikon dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan MRI tiga tahun setelah operasi dan setiap dua tahun sekali setelahnya.

Karena MRI harus dilakukan secara rutin, bisa dibilang akumulasi biaya yang perlu Anda keluarkan untuk menjalani MRI lebih besar dari operasi pemasangan implan.

Berbeda dengan implan silikon, implan berbahan garam lebih mudah dideteksi bila mengalami sobekan. Implan yang sobek akan membuat bentuk payudara berubah dan cairan garam yang bocor akan meresap ke dalam tubuh Anda. 

Sebelum memutuskan untuk menggunakan implan silikon payudara, konsultasikan dulu dengan dokter mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing implan. Pertimbangkan juga keamanan dan resikonya serta kondisi ekonomi Anda. 

Manfaat Masker Wortel Bagi Kesehatan Kulit

Siapa tak kenal wortel. Sayur berwarna jingga ini tidak hanya memiliki rasa yang lezat, tetapi juga mengandung banyak nutrisi yang menyehatkan. Sayur ini juga sangat “versatile”, dapat dimakan langsung, dijadikan bahan masakan seperti salad, sup, atau smoothies, dan bahkan kulit bisa mendapatkan manfaat masker wortel. Wortel kaya kandungan vitamin, mineral, dan serat. Wortel juga merupakan sumber antioksidan yang sangat baik. Antioksidan merupakan nutrisi yang tersedia dari tumbuhan. Zat ini membantu tubuh membersihkan radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan sel apabila dibiarkan terlalu banyak menumpuk di dalam tubuh.

Wortel rendah kalori dan karbohidrat. Manfaat masker wortel dan produk olahan wortel lain ada akibat berbagai nutrisi yang menyehatkan di dalamnya. Misalnya, dalam 240 ml jus wortel mengandung kalori sebanyak 96, 2 gram protein, kurang dari 1 gram lemak, 22 gram karbohidrat, 9 gram gula, 2 gram serat, vitamin A sebesar 255% dari nilai harian, 23% nilai harian vitamin C, 31% nilai harian vitamin K, dan 15% nilai harian potassium. Jus wortel juga mengandung carotenoid pigmen lutein dan zeaxanthin, yang mana bertindak sebagai antioksidan utama di tubuh. Carotenoid utama di jus wortel adalah beta carotene, yang bertanggung jawab atas warna jingga wortel. Tubuh mengubahnya menjadi antioksidan vitamin A. Dengan berbagai nutrisi tersebut, bukan menjadi hal yang mengherankan apabila manfaat masker wortel bagi kulit sangat melimpah. Adapun beberapa manfaat tersebut di antaranya adalah:

  • Mengatasi kulit yang terbakar sinar matahari

Bagi Anda yang gemar berjemur di bawah sinar matahari atau melakukan aktivitas di luar ruangan, masker wortel dapat mengatasi luka terbakar akibat paparan sinar matahari berbahaya. Wortel mengandung beta carotene, yang akan diubah menjadi retinol, salah satu bahan alami dalam membuat vitamin A. Vitamin A sangat dibutuhkan untuk kembali meremajakan dan menangkan kulit.

  • Mempercepat proses penyembuhan luka

Wortel mengandung sifat anti-peradangan dan vitamin E yang dapat mempercepat penyembuhan luka pada wajah, baik diakibatkan karena jerawat ataupun bekas luka.

  • Menutup noda hitam

Tak perlu lagi memakai makeup mahal apabila Anda hendak menutupi noda hitam di wajah. Cukup dapat manfaat masker wortel ataupun mengonsumsinya dengan teratur. Anda bisa mengurangi noda hitam membandel serta meratakan warna kulit.

  • Membuat kulit menjadi lebih “glowing”

Wortel mengandung vitamin C yang berfungsi untuk membuat kulit tampak bersinar dan “glowing”. Selain menggunakan masker wortel, Anda disarankan untuk mengonsumsi wortel dengan teratur untuk mendapatkan hasil kulit yang lembut dan sehat.

  • Menstimulasi produksi kolagen

Saat seseorang bertambah usia, produksi kolagen di dalam tubuh akan menurun. Kolagen merupakan zat yang membuat kulit kencang, elastis, dan sehat. Wortel merupakan salah satu sayuran yang dapat membantu meningkatkan produksi kolagen. Vitamin C yang tinggi di dalam wortel akan bekerja untuk menstimulasi produksi kolagen di kulit dan menjaga elastisitas kulit.

  • Mencegah jerawat

Wortel mengandung banyak nutrisi dan vitamin yang memiliki sifat antijamur dan antibakteri. Wortel dapat mengatur produksi minyak berlebih di wajah, di saat yang bersamaan mencegah tumbuhnya jerawat. 

Manfaat masker wortel di atas ada berkat kandungan nutrisi di dalam wortel yang beragam. Potassium, carotenoid, vitamin A, C, dan K berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kelembutan kulit. Selain menggunakan wortel untuk dijadikan masker wajah, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi sayur ini dengan teratur, agar mendapatkan manfaat kesehatan lain.

Prosedur dan Hal yang Diperhatikan pada IVA Test

IVA test adalah pemeriksaan visual serviks uterus setelah pemberian asam asetat 3 sampai 5%. IVA test ada wanita positif HPV adalah pilihan skrining yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).  

Karena program pencegahan kanker serviks tidak ada atau dijalankan dengan buruk, sekitar 80% dari semua kasus kanker serviks secara global terjadi di negara-negara kurang berkembang

Untuk mengatasi masalah tersebut, IVA test, sebuah prosedur skrining yang terjangkau namun efektif telah disahkan oleh WHO, telah dikembangkan untuk berbagai pengaturan. 

IVA test mencakup menyikat asam asetat (cuka) pada serviks wanita yang membuat bintik prakanker menjadi berwarna putih. Mereka dapat segera dibekukan menggunakan metode cryotherapy.

Meskipun spesifisitas tes untuk skrining IVA test sedang, indikator ini menentukan kejadian lesi prakanker, yang merupakan informasi penting untuk program pencegahan kanker serviks. 

IVA test juga termasuk skrining yang tidak membutuhkan banyak alat medis, namun berikut beberapa hal yang biasanya dibutuhkan tenaga kesehatan untuk melakukan prosedur:

  • Meja pemeriksaan dengan kruk lutut atau sandaran kaki atau sanggurdi;
  • Sumber cahaya yang baik (sebaiknya lampu halogen yang terang yang dapat dengan mudah diarahkan ke serviks atau lampu senter halogen yang terang);
  • Spekulum bivalvia steril
  • Sepasang sarung tangan;
  • Penyeka kapas, tunas berujung kapas, kain kasa;
  • Tang cincin, tang penjepit;
  • 5% asam asetat atau cuka yang baru disiapkan (periksa kekuatan asam asetat dalam cuka);
  • Wadah baja / plastik dengan larutan klorin 0,5% untuk merendam sarung tangan;
  • Ember atau wadah plastik dengan larutan klorin 0,5% untuk dekontaminasi instrumen;
  • Ember plastik dengan kantong plastik untuk membuang penyeka yang terkontaminasi dan barang limbah lainnya.

Pembuatan 5% asam asetat encer dibuat dengan menambahkan 5 ml asam asetat glasial ke dalam 95 ml air yang sudah disterilisasi.

Pada umumnya, tenaga kesehatan yang melakukan IVA test harus memiliki pengetahuan yang baik tentang anatomi, fisiologi, dan patologi serviks sehubungan dengan pemeriksaan visualnya. Mereka harus mengetahui gambaran klinis dari kondisi jinak, peradangan, lesi prakanker dan kanker serviks invasif.

Hasil IVA test dalam satu menit setelah aplikasi asam asetat biasanya akan dilaporkan. Tenaga kesehatan juga harus memperhatikan seberapa cepat lesi asetowhite muncul dan kemudian menghilang, seperti:

  1. Intensitas warna putih pada lesi acetowhite: bila putih mengkilat, putih keruh, putih pucat, putih kusam;
  2. Perbatasan dan demarkasi lesi putih: tepi difus yang jelas dan tajam atau tidak jelas;  margin terangkat atau datar;  margin biasa atau tidak teratur;
  3. Apakah lesi berwarna putih seragam, atau intensitas warna bervariasi di seluruh lesi, atau jika ada area erosi di dalam lesi;
  4. Lokasi lesi
  5. Apakah ini melibatkan seluruh serviks (yang biasanya menunjukkan kanker invasif praklinis dini)?
  6. Ukuran (luas atau dimensi) dan jumlah lesi.

IVA test termasuk aman untuk diulang beberapa kali, namun Anda perlu berhati-hati agar tidak menyebabkan pendarahan. Wanita dengan dugaan kanker invasif akan segera dirujuk untuk penyelidikan dan pengobatan lebih lanjut.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Pada Penggunaan Furosemide

Bagi penderita darah tinggi, tentu sudah tidak asing dengan obat furosemide. Obat ini bisa mengobati berbagai penyakit lain seperti gagal jantung, ginjal, dan penyakit hati. Furosemide adalah obat diuretik untuk mengatasi edema. Fungsi furosemide bagi tubuh adalah untuk membuang kelebihan garam dan air. Meski demikian penggunaan furosemide perlu diperhatikan dengan seksama guna meminimalisir efek samping yang ditimbulkan. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Efek samping furosemide

Furosemide dapat menimbulkan berbagai jenis efek samping. Efek samping tersebut terbagi menjadi efek samping yang ringan dan efek samping berat. Berikut penjelasan lengkapnya.

  • Efek samping ringan

Efek samping ringan yang muncul di antaranya adalah pusing, mual, diare, sakit kepala, kram perut, penglihatan kabur, gatal, ruam kulit, serin buang air kecil, vertigo. Selain itu, reaksi alergi tergolong sebagai efek samping ringan dengan gejala seperti ruam, gatal, kulit menjadi bengkak. Pada efek samping ringan nantinya akan bisa sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari atau maksim 14 hari.

  • Efek samping berat

Pada efek samping berat, beberapa hal yang bisa timbul yaitu gangguan hati, penurunan kadar hormon tiroid, kekurangan cairan, peradangan pankreas, kehilangan pendengaran dan penglihatan, kulit melepuh, dan reaksi alergi hebat. Reaksi alergi yang ditandai dengan kesulitan bernapas, mengi, sesak di tenggorokan, serta ruam kullit parah perlu ditangani segera. Semua efek samping berat membutuhkan penanganan dari dokter dan penggunaan furosemide harus dihentikan total.

Kondisi dilarang menggunakan furosemide

Berikut ini akan dijelaskan beberapa kondisi tertentu yang sebaiknya menghindari penggunaan furosemide. Meski furosemide dapat dikonsumsi oleh orang dewasa maupun anak-anak, namun penderita penyait tertentu dilarang mengonsumsi furosemide.

  1. Tekanan darah rendah
  2. Kondisi penumpukan asam urat
  3. Sulit buang air kecil
  4. Diabetes atau gangguan hati
  5. Adanya riwayat alergi furosemide
  6. Gejala dehidrasi
  7. Gangguan pada keljar adrenal (penyakit Addison)
  8. Intoleransi tubuh terhadap laktosa dalam susu, maltitol dalam sirup jagung, serta berbagai jenis gula lainnya.

Interaksi dengan obat lain

Terdapat banyak jenis obat yang berinteraksi dengan furosemide sehingga Anda perlu mewaspadai penggunaan obat yang bersamaan. Berikut ini merupakan beberapa jenis obat yang meningkatkan efek samping atau mengubah kinerja obat saat tercampur dengan furosemide. Selain daftar obat yang nantinya disebutkan, bisa saja ada obat lain yang dapat berinteraksi dengan furosemide sehingga penggunaannya bersama obat lain perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

  1. Laksatif seperti Dulcolax, Epsom salt, Metamucil, Milk of Magnesia, dan lainnya.
  2. Steroids seperti Prednisone.
  3. Antibiotik termasuk jenis amikacin, gentamicin, kanamycin, cefprozil, cefuromixe, dan lainnya.
  4. Lithium seperti Edkalith dan Lithobid.
  5. Phenytoin seperti Dilantin.
  6. Cisplatin seperti Platinol.
  7. Ethacrynic acid seperti Edecrin.
  8. Obat jantung atau tekanan darah termasuk jenis ramipil, candesartan, amiodarone, benazepril, olmesartan, telmisatran, dan lainnya.
  9. Cyclosporine seperti Neoral, Gengraf, dan Sandimmune.

Furosemide perlu disimpan dalam suhu ruangan dan tidak di area lembab. Obat ini juga sebaiknya tidak disimpan di area yang terkena matahari langsung. Agar lebih rinci dan jelas, Anda dapat memperhatikan instruksi yang terdapat pada kemasan. Bertanya langsung pada dokter juga dapat dilakukan melalui aplikasi SehatQ. Selain itu, furosemide sebaiknya tidak dibuang sembarangan apalagi disiram ke dalam toilet tanpa instruksi jelas dari petugas medis.

Benarkah Minyak Kalonji Bermanfaat untuk Penderita Asma?

Minyak kalonji atau lebih dikenal sebagai habbatussaudaribuan tahun lalu masih dikenal hanya sebagai pengawet makanan. Namun, saat ini telah dikenal lebih luas karena khasiatnya yang mampu meringankan berbagai macam penyakit. Minyak kalonji juga dipercaya dapat mengurangi gejala batuk, mengi, dan membantu memperbaiki fungsi paru-paru pada penderita asma.

Minyak kalonji dan asma

Asma merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia, sedangkan di Indonesia asma termasuk ke dalam 10 besar penyakit yang mengakibatkan kematian. Peradangan atau inflamasi menjadi penyebab terjadinya asma. Inflamasi bisa dipicu oleh faktor lingkungan seperti debu, cuaca dingin, bulu hewan, makanan dan minuman. Saat ini, penduduk Arab menggunakan minyak kalonji sebagai pengobatan batuk tradisional.

Minyak kalonji memiliki kandungan utama thymoquinone yakni sebagai anti inflamasi. Pada penderita asma, epitel bronkus mengalami penebalan karena telah terjadi kerusakan. Efek anti inflamasi minyak kalonji mampu menurunkan ketebalan epitel bronkus.

Bebarapa pemicu kambuhnya asma pada anak-anak maupun orang dewasa yaitu infeksi rhinovirus, atau virus umum seperti parainfluenza. Minyak kalonji terbukti memiliki kemampuan dalam melawan virus karena mampu memperkuat sistem imun tubuh. Minyak kalonji dapat meningkatkan aktivitas sel-sel pembunuh alami pada sistem imun tubuh.

Akan tetapi yang perlu digarisbawahi, minyak kalonji tidak bisa dijadikan sarana penyembuhan utama untuk penderita asma. Efeknya bisa bekerja dengan baik dalam meringankan gejala asma apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan medis. Khasiat minyak kalonji hanya akan optimal bagi penderita asma level rendah. Efek dan fungsinya juga tidak akan sebaik obat asma salbutamol atau theophylline.   

Dosis

Minyak kalonji atau produk sejenisnya disarankan untuk dikonsumsi secara rutin dengan jumlah dosis tertentu agar mendapatkan hasil terbaik:

  • Minyak kalonji: 500 mg dua kali sehari selama 4 minggu
  • Biji kalonji utuh: 2 gram selama 12 minggu
  • Ekstrak kalonji: 15 mL setiap hari selama 3 bulan

Efek samping

Bagi ibu hamil dan menyusui, konsumsi minyak kalonji tergolong cukup aman, namun tidak disarankan mengonsumsinya dalam jumlah besar. Hal ini disebabkan karena konsumsi jumlah besar minyak kalobji berpotensi memperlambat atau menghentikan kontraksi rahim ibu hamil.

Sementara, sampai saat ini belum ada penelitian yang cukup dan bisa dipercaya mengenai keamanan minyak kalonji untuk ibu menyusui. Oleh karena itu, hindari konsumsinya agar meminimalisir dampak buruk yang belum diketahui.

Mengonsumi minyak kalonji dalam jumlah banyak juga bisa menggangu fungsi hati dan ginjal. Terlebih jika Anda memiliki gangguan atau penyakit di kedua organ ini. Sebaiknya konsultasikan ke dokter mengenai dosis yang aman (jika ada).

Secara teori, minyak kalonji mampu meningkatkan risiko pendarahan, mengganggu pengontrolan gula darah, serta mengganggu kerja anastesi saat proses operasi. Selain itu, efek serotonin dalam darah juga bisa meningkat setelah mengonsumsi minyak kalonji.

Bagaimana cara mengonsumsinya?

Minyak kalonji tersedia dalam bentuk suplemen pil atau cair. Saat membelinya, pilih produk yang memiliki kualitas tinggi tanpa bahan tambahan lain. Minyak kalonji memiliki rasa khas yang kuat, sedikit pahit, dan pedas jika dikonsumsi langsung tanpa dilapisi kapsul.

Cara penyimpanan minyak kalonji agar menjaga kualitasnya tetap baik yakni dengan menyimpan di tempat gelap dan sejuk, serta hindari meletakkan di bawah sinar matahari dan panas secara langsung.  

Jika Anda sedang mengalami penyakit lainnya dan sedang dalam pengobatan, sebaiknya konsultasikan ke dokter terkait konsumsi minyak kalonji agar menghindari interaksi obat.

Ketahui Cara Menghilangkan Kurap Berikut Ini

Kurap, atau dikenal dengan nama ringworm, merupakan ruam yang disebabkan oleh infeksi jamur. Ruam tersebut biasanya berwarna merah, bersisik, dan terasa gatal. Kurap di tubuh dapat menyebar lewat hubungan langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi. Kurap ringan biasanya mudah diobati hanya dengan menggunakan obat-obatan antijamur yang dioleskan pada bagian kulit yang terinfeksi. Namun, untuk kasus kurap yang lebih parah, cara menghilangkan kurap adalah dengan mengonsumsi obat antijamur selama beberapa minggu.

Perawatan

Anda memiliki risiko lebih tinggi menderita kurap di tubuh apabila tinggal di daerah dengan iklim yang hangat, melakukan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, memakai baju atau handuk milik orang yang terinfeksi jamur, berpartisipasi dalam olahraga yang melibatkan hubungan kontak seperti gulat, memakai pakaian yang ketat, dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Adapun cara menghilangkan kurap di antaranya adalah:

  • Mengoleskan obat antijamur topikal

Kebanyakan kasus kurap dapat dirawat di rumah. Antijamur OTC dapat membunuh jamur dan mendukung proses penyembuhan. Obat-obatan yang efektif dalam menghilangkan kurap di antaranya adalah miconazole, terbinafine, dan clotrimazole. Cara menghilangkan kurap dengan obat-obatan tersebut adalah membersihkan ruam kurap terlebih dahulu sebelum mengoleskan antijamur pada daerah yang terinfeksi 2 hingga 3 kali sehari, atau seusai anjuran penggunaan obat. Biarkan obat-obatan menyerap ke dalam kulit.

  • Biarkan bernapas

Anda mungkin ingin terus menutupi kurap dengan perban untuk mencegah penyebaran infeksi. Akan tetapi, menutup kurap dengan perban terus menerus dapat menjebak kelembapan dan malah memperlambat proses penyembuhan. Gunakan pakaian yang nyaman dan “breathable” untuk mempercepat proses penyembuhan dan menghindari penularan kurap kepada orang lain.

  • Cuci seprai dan sarung bantal setiap hari

Karena kurap merupakan sebuah kondisi yang sangat menular, Anda perlu mencuci seprai dan sarung bantal setiap hari guna mencegah infeksi menyebar. Spora jamur dapat menyebar di seprai dan sarung bantal, sehingga saat Anda tidur di atasnya, kurap akan sembuh dalam waktu yang lama dan infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Seprai dan sarung bantal yang terkontaminasi juga dapat menular ke pasangan Anda. Gunakan air panas dan detergen saat mencuci seprai dan sarung bantal. Hanya menggunakan air panas saja tidak cukup untuk membunuh jamur.

  • Menggunakan sampo antijamur

Terkadang, kurap dapat berkembang di kulit kepala. Gejala infeksi kulit kepala di antaranya adalah rasa gatal parah, adanya kebotakan pada daerah tertentu, dan ketombe parah. Apabila Anda memiliki kurap di kulit kepala, keramas menggunakan sampo obat antijamur OTC. Sampo jenis ini dapat membunuh bakteri dan jamur di kulit kepala dan menghentikan peradangan. Anda bisa membeli sampo antijamur di apotek. Carilah sampo dengan bahan aktif antijamur, seperti selenium sulphide, ketoconazole, dan pyrithione zinc. Gunakan sampo sesuai dengan petunjuk penggunaan.

  • Perawatan antijamur yang diresepkan

Cara menghilangkan kurap yang terakhir adalah dengan menggunakan krim, bubuk, atau salep antijamur hingga ruam benar-benar hilang. Infeksi dapat datang kembali apabila Anda menghentikan perawatan terlalu dini. Hubungi dokter apabila ruam tidak hilang setelah 2 minggu dengan perawatan tersebut di atas.

Jangan pernah remehkan kurap. Meskipun kurap merupakan infeksi kulit yang umum terjadi, tindakan cepat dan segera dibutuhkan untuk mengobati sekaligus mencegah kurap menyebar ke bagian tubuh lain. Lakukan cara menghilangkan kurap di atas dan hubungi dokter apabila kurap tidak sembuh setelah 2 minggu.

Cara Mengobati Gangguan Kecemasa Umum

Merasa cemas itu wajar. Namun, jika kecemasan terlalu sering terjadi, tanpa alasa, dan berlebihan, mungkin Anda mengidap gangguan kecemasan umum.  Gangguan mental ini bisa dialami oleh siapa saja, baik dewasa maupun anak-anak.

Generalized anxiety disorder (GAD) atau gangguan kecemasan umum akan membuat penderitanya cenderung selalu memikirkan hal-hal yang negatif dan buruk. Bahkan kecemasan tersebut tidak realistis.

Orang yang mengalami GAD ini bahkan merasa akan terjadi sesuatu yang buruk padanya. Dia juga akan mengkhawatirkan aspek-aspek kehidupannya seperti pekerjaan, sekolah, kesehatan, dan lainnya. Dan akan mengganggu kehidupan sehari-harinya.

Orang dengan gangguan kecemasan umum biasanya tidak bisa menjelaskan apa yang membuatnya merasa sangat khawatir berlebihan pada orang lain.

Penyebab Gangguan Kecemasan Umum

Sebenarnya hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab seseorang mengalami gangguan kecemasan umum. Namun, diduga kondisi ini muncul karena dipicu oleh fungsi bagian otak yang tidak normal untuk mengontrol emosi, tingkah laku, dan juga pola pikir.

Ada juga faktor-faktor yang disebut berkontribusi memicu munculnya gangguan kecemasan umum ini, yaitu:

  • Mempunyai keluarga dengan riwayat gangguan kecemasan umum
  • Memiliki riwayat pernah mengalami kejadian traumatis yang membuat seseorang mengalami stres, misalnya pernah mengalami bullying
  • Memiliki riwayat adanya gangguan pada sistem saraf
  • Memiliki riwayat penyakit yang butuh pengobatan jangka panjang
  • Memiliki riwayat pengguna obat-obatan terlarang atau pecandu minuam beralkohol
  • Selain itu, ditemukan ternyata wanita dua kali lebih rentang mengalami GAD dibanding pria.

Apa Gejala dan Tanda Gangguan Kecemasan Umum?

Anxiety atau kecemasan merupakan hal wajar jika seseorang berada di situasi tertekan atau kondisi tertentu. Namun ada juga orang yang mengalami rasa cemas yang berlebihan dan tanpa alasan. Untuk mengetahui seseornag mengalami gangguan kecemasan umum, berikut gejala dan tanda-tandanya:

  • Sulit mengendalikan rasa kecemasan dan bisa berpindah dari satu topik ke topik yang lain
  • Mengalami kecemasan yang terlihat jelas dan berlebihan akan berbagai hal atau topik, aktivitas, ataupun kejadian selama enam bulan atau lebih
  • Kecemasan yang dibarengi dengan gejala-gejala fisik dan kognitif seperti lebih mudah cemas dan gelisah, cepat capek atau lebih lelah, meningkatkan nyeri otot, kesulitan tidur, terganggunya konsentrasi, serta mudah kesal.

Cara Mengobati Ganggaun Kecemasan Umum

Menangani dan mengobati gangguan kecemasan umum ini bisa dilakukan dengan psikoterapi dan obat-obatan. Tentu saja penanganannya berdasarkan tingkat dampak dari gangguan kecemasan pada kehidupan sehari-hari penderitanya.

  1. Psikoterapi

Jenis psikoterapi yang paling efektif untuk penderita gangguan kecemasan umum adalah terapi perilaku kognitif yang termasuk lini pengobatan pertama pasien GAD.

Tujuan dari terapi kognitif ini adalah untuk mengubah perilaku dan pemikiran yang membuat penderita sering merasa kecemasan. Terapis akan membantu pasien bagaimana caranya mengendalikan kecemasan dan menenangkan pikiran.

  • Obat-obatan

Pengobatan memang bukan pilihan pertama untuk mengobati kondisi GAD ini, namun bisa membantu mengurangi gejala pasien GAD. Ada obat-obatan yang digunakan jangka pendek dan jangka panjang, berdasarkan tingkat keparahan dampak GAD yang dialami pasien.

  • Pengobatan jangka pendek, bertujuan untuk mengurangi beberapa gejala fisik seperti kram perut atau pun ketegangan otot. Obat untuk jangka pendek ini berupa clonazepam, lorazepam, ataupun alprazolam.
  • Pengobatan jangka panjang, seperti obat antidepresan dari golongan selective serotonin reptake inhibitor (SSRI) dan norepinephrine reuptake inhibitor (SNRI). Ada juga obat antikecemasan atau ansiolitik yang berguna untuk mengurangi rasa mudah gelisah, susah tidur, dan gejala lainnya.

3. Mengatur Gaya Hidup

Mengatur gaya hidup juga bisa mengurangi gejala gangguan kecemasan yang dialamioleh pasien.

  • Menghindari obat-obatan terlarang dan zat yang memicu cemas
  • Menerapkan pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, dan berolahraga secara teratur
  • Membicarakan masalah yang dihadapi pada orang terdekat
  • Menerapkan teknik relaksasi agar stres yang dialami bisa teratasi.

Meski Bermanfaat, Ini Efek Samping Seledri yang Berlebihan

Seledri merupakan salah satu jenis sayuran yang dipercaya kaya akan segudan manfaat. Akan tetapi, meski menyehatkan, ada juga efek samping seledri yang dikonsumsi secara berlebihan. 

seledri

Sebaiknya, sebelum memutuskan untuk mengonsumsi seledri secara terus menerus setiap hari, kenali dulu efek samping yang akan ditimbulkannya. 

Macam-macam efek samping seledri

Bila dikonsumsi atau digunakan secara berlebihan, seledri bisa menimbulkan efek samping berupa: 

  • Reaksi alergi

Beberapa orang mungkin memiliki alergi terhadap seledri. Hal ini bisa memicu kemunclan berbagai gejala alergi, seperti reaksi pada kulit, masalah pencernaan, dan gangguan pernapasan.

Terkadang, reaksi alergi dari konsumsi seledri cenderung ringan. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, reaksi ini juga menimbulkan reaksi parah seperti anaphylaxis, yaitu reaksi alergi yang membuat tubuh menjadi sangat sensitif.

  • Gangguan kehamilan

Bagi wanita hamil, konsumsi seledri juga sebaiknya diperhatikan. Menurut penelitian, seledri dapat memicu kontraksi rahim dan menyebabkan keguguran. Dampak ini tidak hanya akan dirasakan setelah konsumsi seledri dalam wujud sayur, tapi juga dalam bentuk minyak seledri dan jus.

Sebenarnya, konsumsi seledri tidak terlalu berbahaya bagi wanita hamil apabila tidak berlebihan. Perhatikan juga komposisi seledri yang terdapat dalam beberapa jenis obat-obatan tertentu. 

  • Memicu penyakit gondok

Efek samping seledri lainnya adalah kemungkinan terkena penyakit gondok atau tiroid. Menurt penelitian, seledri yang tidak dimasak dan dimakan dalam jumlah besar secara terus menerusa bisa menyebabkan gondok.

Seledri mentah yang dikonsumsi dalam jumlah besar akan mempengaruhi proses fungsi yodium di tiroid. Hal ini akan menyebabkan gondok, lalu berujung pada masalah pernapasan dan kemungkinan hipotiroidisme. 

  • Membuat kulit sensitif

Di dalam seledri, terdapat kandungan bahan kimia, yaitu psoralen, yang bereaksi terhadap sinar matahari. Kadar psoralen yang terlalu tinggi bisa menyebabkan kulit menjadi semakin sensitif, khususnya terhadap papar sinar matahari. 

Kulit yang terlalu sensitif pada sinar UV bisa lebih mudah mengalami penyakit dermatitis, iritasi, kerusakan kulit, serta photoaging

  • Reaksi saat operasi

Ketika akan melakukan operasi atau pembedahan, Anda akan dianjurkan untuk berhenti menggunakan seledri setidaknya dua minggu sebelum operasi berjalan. Kandungan seledri dalam tubuh akan menimbulkan reaksi negatif bila dikombinasikan dengan anestesi dan obat-obatan lain saat operasi.

Dampak negatif tersebut dapat berupa kerusakan sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat Anda berpotensi mengalami kelambatan pasca operasi bila Anda tidak menghentikan konsumsi dan penggunaan seledri tepat waktu. 

  • Reaksi dengan obat-obatan 

Anda akan merasakan efek samping seledri bila dikombinasikan dengan obat-obatan tertentu. Biji seledri dapat menunjukkan reaksi negatif jika terpapar oleh beberapa jenis obat, seperti obat pengencer darah, obat diuretik, litium, dan obat tiroid.

Karena itu, ketika Anda akan mengonsumsi obat-obatan ini, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai reaksi negatif yang bisa ditimbulkan bila dikombinasikan dengan seledri. 

  • Tekanan darah rendah

Efek samping seledri yang lainnya adalah kemungkinan menyebabkan tekanan darah rendah. Bila seledri dikonsumsi terlalu berlebihan, tekanan darah Anda akan berangsur-angsur menurun.

Oleh sebab itu, seledri sangat tidak direkomendasikan untuk Anda yang pada dasarnya sudah memiliki kondisi tekanan darah rendah. Konsumsi seledri hanya akan membuat tekanan darah Anda semakin rendah dan membahayakan kesehatan.

Sebagai sayuran, seledri memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Meski begitu, seledri juga bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Karena itu, waspadai konsumsi seledri pada batas yang wajar. 

Mengenal Bisinosis, Penyakit Paru Langka Yang Perlu DIwaspadai

Bisinosis merupakan sebuah penyakit paru-paru langka yang disebabkan karena menghirup partikel rami, linen, dan katun. Bisinosis juga disebut penyakit paru coklat, dan merupakan salah satu bentuk asma okupasi. Bisinosis umum dijumpai pada para pekerja industri tekstil. Di Amerika, panduan dan hukum telah membantu menurunkan angka bisinosis pada industri ini. Namun, bisinosis masih sering dijumpai di negara-negara berkembang di mana tindakan keamanan tidak ditegakkan. Merokok dapat meningkatkan risiko perkembangan bisinosis. Riwayat medis menderita asma dan alergi juga dapat meningkatkan risiko seseorang. Artikel ini akan membahas penyakit paru langka ini dengan lebih mendalam.

Gejala bisinosis

Bisinosis memiliki gejala dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Ini merupakan sebuah penyakit yang umum dijumpai pada pekerja yang terpapr serat atau debu katun atau serat tekstil lain. Gejala biasanya sering dijumpai pada hari-hari kerja dan akan berkurang pada akhir minggu atau hari libur. Gejala bisinosis mirip asma dan melibatkan rasa sesak di dada, mengi, dan batuk. Apabila Anda memiliki kasus yang parah, Anda bisa memiliki gejala mirip flu seperti demam, sakit otot dan persendian, menggigil, tubuh terasa lelah, dan batuk kering. Gejala bisinosis umumnya akan mereda saat Anda berhenti terpapar debu tekstil. Namun, fungsi paru dapat cacat permanen jika paparan terus berlangsung selama waktu yang lama.

Diagnosa dan perawatan bisinosis

Sebelum mendiagnosa bisinosis dokter akan bertanya seputar aktivitas yang Anda lakukan serta pekerjaan guna memastikan apakah Anda terpapar debu tekstil. Dokter juga akan memeriksa paru-paru dan meminta Anda melakukan pemindaian sinar-X dan CT pada paru-paru. Dokter juga akan menggunakan “peak flow meter” untuk menguji paru-paru pada saat bekerja. Alat tersebut dapat mengukur seberapa cepat Anda dapat menghembuskan udara dari paru-paru. Apabila pernapasan Anda berubah pada waktu-waktu tertentu pada suatu hari atau minggu, alat tersebut dapat membantu dokter menentukan kapan dan di mana Anda terpapar debu tekstil.

Perawatan utama bisinosis adalah dengan menghindari paparan debu berbahaya. Untuk meringankan gejala ringan hingga sedang, dokter biasanya akan meresepkan bronchodilator, sebuah obat yang dapat membantu membuka saluran udara yang menyempit. Dalam kasus-kasus yang lebih parah, corticosteroid yang dihirup dapat diresepkan. Obat ini dapat mengurangi peradangan paru-paru. Akan tetapi, obat ini dapat menyebabkan infeksi jamur di mulut dan tenggorokan. Anda bisa mengurangi risiko terbentuknya infeksi dengan mencuci mulut setelah menghirup obat.

Apabila kadar oksigen Anda rendah, Anda bisa mendapatkan terapi oksigen tambahan. Sementara itu, untuk bisinosis kronis, sebuah nebulizer atau perawatan pernapasan lain dapat direkomendasikan. Latihan bernapas dan aktivitas fisik juga dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang dan meredakan gejala yang ditimbulkan. Namun, bisinosis akan terus terjadi apabila Anda tidak merubah paparan aktivitas sehari-hari. Dalam hal ini, berhenti bekerja di industri tekstil perlu dilakukan.

Meskipun gejala bisinosis mereda pada akhir pekan saat Anda tidak bekerja, paru-paru masih terus rusak dengan perlahan. Paparan terhadap debuh katun dan tekstil lainnya selama bertahun-tahun dapat menyebabkan kerusakan permanen pada paru-paru. Bisinosis umumnya akan hilang setelah paparan terhadap debu tekstil dihentikan. Bisinosis juga tidak dianggap sebagai penyakit kronis yang mengancam nyawa. Namun, penting untuk mengidentifikasi penyebab penyakit bisinosis Anda. Dengan mengetahui penyebab utama kondisi Anda, Anda bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan agar bisinosis tidak datang kembali di kemudian hari.

Mengenal Anemia Hemolitik, Penyakit Kekurangan Darah yang Berbahaya

Anemia adalah kondisi yang terjadi ketika jumlah sel darah merah dalah tubuh terlalu rendah. Ketika sel darah merah mengalami kerusakan, tubuh secara otomatis akan bekerja untuk kembali memproduksi sel darah merah baru yang lebih sehat. Anemia hemolitik terjadi saat jumlah sel darah merah yang rusak melebihi kecepatan tubuh untuk menghasilkan sel darah merah baru.

Sel darah merah memiliki peran penting untuk membawa oksigen ke paru-paru. Oksigen ini dibawa melalui hemoglobin, yaitu protein yang terdapat dalam sel darah merah. Sel darah merah akan diproduksi oleh organ sumsum tulang belakang.

Terdapat beberapa jenis anemia hemolitik yang dapat terjadi. Gejala yang dialami pasien pun berbeda-beda, sesuai dengan jenis yang diderita.

Penyebab anemia hemolitik berdasarkan faktor ekstrinsik dan intrinsik

Saat seseorang menderita anemia hemolitik, dokter akan melakukan diagnosa dengan menentukan sifatnya. Sifat ini menentukan faktor penyebab seseorang mengalami anemia hemolitik.

Terdapat dua sifat atau jenis anemia hemolitik yang bisa menyerang Anda, yaitu anemia yang bersifat ekstrinsik dan intrinsik.

  • Anemia hemolitik ekstrinsik

Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa metode, salah satunya adalah kesalahan fungsi limpa, ketika limpa menjebak dan menghancurkan sel darah merah yang sehat. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi karena reaksi penyakit autoimun.

Dalam beberapa kasus, kerusakan sel darah merah yang menyebabkan anemia hemolitik ekstrinsik terjadi karena adanya infeksi, tumor, efek samping pengobatan, leukimia, dan penyakit limfoma

  • Anemia hemolitik intrinsik

Berbeda dengan anemia hemolitik ekstrinsik, jenis instrinsik berkembang ketika sel darah merah yang diproduksi oleh sumsum tulang belakang tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini umumnya diturunkan secara genetik dari orang tua yang mengalami talasemia atau hemoglobin abnormal.

Dalam beberapa kasus, kelainan metabolisme tubuh akibat faktor keturunan juga bisa menyebabkan kondisi ini. Kondisi ini bisa menyerang siapa pun dalam segala kelompok usia.

Gejala yang muncul saat menderita anemia hemolitik

Setiap penderita anemia hemolitik bisa saja merasakan perkembangan gejala yang berbeda-beda. Beberapa pasien pernah mengalami perkembangan gejala yang menjadi parah dalam waktu sangat cepat. Tapi, ada juga pasien yang mengalami gejalanya sedikit demi sedikit dan menjadi parah secara perlahan.

Ketika Anda menderita kondisi ini, Anda mungkin akan mengalami:

  • Wajah pucat dan tampak murung
  • Mudah merasa lelah
  • Pusing dan peningkatan detak jantung menjadi sangat cepat
  • Kesulitan bernapas
  • Mengalami penyakit kuning, khususnya kulit dan mata menguning
  • Warna urin yang sangat gelap menyerupai teh
  • Pembesaran limpa

Terkadang, anemia hemolitik juga bisa terjadi pada bayi yang baru lahir. Hal ini bisa terjadi apabila bayi dan sang ibu memiliki golongan darah yang tidak cocok.

Efek yang ditimbulkan akan serupa dengan proses transfusi darah ketika darah yang disalurkan tidak cocok dengan golongna darah penerima. Secara tidak langsung, tubuh sang ibu akan menyerang bayi, membuat bayi menderita anemia hemolitik.

Pada bayi yang baru lahir, kondisi ini menimbulkan gejala yang tidak jauh berbeda dengan gejala pada orang dewasa. Bedanya, kondisi ini menjadi jauh lebih berbahay adan bisa menyebabkan komplikasi serius pada bayi.

Kondisi ini biasanya diatasi dengan menggunakan suntikan kepada sang ibu di minggu ke-28 kehamilan. Penanganannya dilakukan sedini mungkin bahkan sebelum bayi dilahirkan.

Bila Anda mengalami gejala anemia hemolitik, segera lakukan konsultasi sedini mungkin dengan dokter. Jangan biarkan gejala tersebut semakin memburuk sampai menimbulkan komplikasi yang berbahaya.