Alasan Anda Sebaiknya Lakukan Pencabutan Gigi

Ada kalanya dimana Anda merasa gigi terasa sangat sakit dan nyeri, hingga membuat nafsu makan hilang dan kepala menjadi pusing. Hal ini kerap terjadi ketika Anda mengalami sakit gigi yang menyebabkan gusi menjadi bengkak.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan ketika mengalami sakit gigi, salah satunya adalah melakukan pencabutan gigi. Impaksi, kerusakan gigi, penyakit periodontal dan gusi, trauma, atau kepadatan gigi adalah alasan mengapa dokter gigi merekomendasikan pencabutan gigi.

Tetapi sebelum Anda memutuskan untuk melakukan pencabutan gigi, ada baiknya untuk luangkan waktu berpikir sejenak. Gigi permanen setelah dicabut akan hilang selamanya, tidak seperti gigi susu.

Apa itu pencabutan gigi?

Pencabutan gigi adalah suatu proses dimana dokter gigi melakukan operasi dengan mencabut gigi dari soket atau alveolus gigi. Proses pencabutan gigi tersebut tidak akan menyebabkan trauma pada jaringan di sekitarnya.

Ada dua jenis pencabutan gigi, yaitu pencabutan sederhana dan pencabutan yang lebih rumit dan dilakukan secara bedah. Dokter gigi akan melakukan pencabutan gigi sederhana jika gigi yang rusak terlihat di dalam mulut.

Namun, dokter gigi akan melakukan ekstraksi bedah jika gigi tidak dapat diakses dengan mudah atau terlihat. Proses yang lebih rumit ini memerlukan setidaknya sinar-X digital dan kamera intra-oral untuk melaksanakan pencabutan gigi.

Kapan sebaiknya Anda lakukan pencabutan gigi?

Ada lima alasan yang membuat Anda sebaiknya melakukan pencabutan gigi, yaitu:

  1. impaksi

Impaksi gigi terjadi ketika pertumbuhan satu gigi mendorong gigi yang lain. Kondisi ini menyebabkan gigi rentan terhadap infeksi, gusi merah, bengkak, lunak, atau berdarah. Orang yang mengalami kondisi ini sering melaporkan rasa sakit dan bengkak di sekitar rahang dan kesulitan membuka mulut.

Penyebab utama kondisi impaksi ini adalah gigi bungsu, yaitu gigi geraham ketiga yang tidak memiliki cukup ruang di mulut untuk tumbuh dengan tegak. Kondisi ini menyebabkan gigi geraham malah tumbuh ke bagian dalam.

Dalam kasus ini, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pencabutan gigi gigi bungsu sesegera mungkin untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada gigi lainnya.

  1. Kerusakan gigi

Penumpukan karang gigi dan plak merupakan salah satu hal yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada gigi. Endapan ini menggerogoti enamel gigi sehingga membuatnya menjadi lebih lemah dan rapuh.

Jika kerusakan gigi yang terjadi cukup parah, maka infeksi dapat berkembang dan menyebabkan rasa sakit yang tidak tertahankan. Gejala lain yang mungkin akan muncul juga seperti gusi bengkak dan kemerahan.

Setelah gigi sudah mengalami kerusakan yang sangat parah, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan pencabutan gigi untuk menghindari masalah kesehatan lebih lanjut.

  1. Penyakit gusi

Mirip dengan kerusakan gigi, penyakit periodontal dan gusi sering disebabkan oleh adanya penumpukan plak dan karang gigi pada gigi yang berlebihan. Meskipun ada banyak kondisi berbeda yang dapat terjadi pada gusi dan tulang di sekitar gigi, dua yang paling umum adalah gingivitis dan periodontitis.

Gingivitis adalah peradangan pada gusi yang terjadi di sekitar gigi, sedangkan periodontitis adalah peradangan pada tulang dan jaringan di sekitar gigi.

  1. Kepadatan gigi

Selain rasa sakit, impaksi gigi juga dapat menyebabkan gigi berjejal atau mengalami kepadatan gigi yang selanjutnya dapat menyebabkan senyum yang lurus dan rata menjadi bengkok. 

Mencabut gigi yang bermasalah di bagian belakang mulut dapat membuka ruang kosong bagi sisa gigi untuk menyebar dengan lebih baik dan membuat gigi menjadi lurus tanpa berjejal atau bertumpuk.

Untuk pemeriksaan, pengobatan, dan pencabutan gigi lebih lanjut, Anda bisa melakukan konsultasi secara online dengan tenaga medis profesional yang tersedia di aplikasi SehatQ yang bisa Anda download dari Google Play Store / App Store sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *