Benarkah Minyak Kalonji Bermanfaat untuk Penderita Asma?

Minyak kalonji atau lebih dikenal sebagai habbatussaudaribuan tahun lalu masih dikenal hanya sebagai pengawet makanan. Namun, saat ini telah dikenal lebih luas karena khasiatnya yang mampu meringankan berbagai macam penyakit. Minyak kalonji juga dipercaya dapat mengurangi gejala batuk, mengi, dan membantu memperbaiki fungsi paru-paru pada penderita asma.

Minyak kalonji dan asma

Asma merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia, sedangkan di Indonesia asma termasuk ke dalam 10 besar penyakit yang mengakibatkan kematian. Peradangan atau inflamasi menjadi penyebab terjadinya asma. Inflamasi bisa dipicu oleh faktor lingkungan seperti debu, cuaca dingin, bulu hewan, makanan dan minuman. Saat ini, penduduk Arab menggunakan minyak kalonji sebagai pengobatan batuk tradisional.

Minyak kalonji memiliki kandungan utama thymoquinone yakni sebagai anti inflamasi. Pada penderita asma, epitel bronkus mengalami penebalan karena telah terjadi kerusakan. Efek anti inflamasi minyak kalonji mampu menurunkan ketebalan epitel bronkus.

Bebarapa pemicu kambuhnya asma pada anak-anak maupun orang dewasa yaitu infeksi rhinovirus, atau virus umum seperti parainfluenza. Minyak kalonji terbukti memiliki kemampuan dalam melawan virus karena mampu memperkuat sistem imun tubuh. Minyak kalonji dapat meningkatkan aktivitas sel-sel pembunuh alami pada sistem imun tubuh.

Akan tetapi yang perlu digarisbawahi, minyak kalonji tidak bisa dijadikan sarana penyembuhan utama untuk penderita asma. Efeknya bisa bekerja dengan baik dalam meringankan gejala asma apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan medis. Khasiat minyak kalonji hanya akan optimal bagi penderita asma level rendah. Efek dan fungsinya juga tidak akan sebaik obat asma salbutamol atau theophylline.   

Dosis

Minyak kalonji atau produk sejenisnya disarankan untuk dikonsumsi secara rutin dengan jumlah dosis tertentu agar mendapatkan hasil terbaik:

  • Minyak kalonji: 500 mg dua kali sehari selama 4 minggu
  • Biji kalonji utuh: 2 gram selama 12 minggu
  • Ekstrak kalonji: 15 mL setiap hari selama 3 bulan

Efek samping

Bagi ibu hamil dan menyusui, konsumsi minyak kalonji tergolong cukup aman, namun tidak disarankan mengonsumsinya dalam jumlah besar. Hal ini disebabkan karena konsumsi jumlah besar minyak kalobji berpotensi memperlambat atau menghentikan kontraksi rahim ibu hamil.

Sementara, sampai saat ini belum ada penelitian yang cukup dan bisa dipercaya mengenai keamanan minyak kalonji untuk ibu menyusui. Oleh karena itu, hindari konsumsinya agar meminimalisir dampak buruk yang belum diketahui.

Mengonsumi minyak kalonji dalam jumlah banyak juga bisa menggangu fungsi hati dan ginjal. Terlebih jika Anda memiliki gangguan atau penyakit di kedua organ ini. Sebaiknya konsultasikan ke dokter mengenai dosis yang aman (jika ada).

Secara teori, minyak kalonji mampu meningkatkan risiko pendarahan, mengganggu pengontrolan gula darah, serta mengganggu kerja anastesi saat proses operasi. Selain itu, efek serotonin dalam darah juga bisa meningkat setelah mengonsumsi minyak kalonji.

Bagaimana cara mengonsumsinya?

Minyak kalonji tersedia dalam bentuk suplemen pil atau cair. Saat membelinya, pilih produk yang memiliki kualitas tinggi tanpa bahan tambahan lain. Minyak kalonji memiliki rasa khas yang kuat, sedikit pahit, dan pedas jika dikonsumsi langsung tanpa dilapisi kapsul.

Cara penyimpanan minyak kalonji agar menjaga kualitasnya tetap baik yakni dengan menyimpan di tempat gelap dan sejuk, serta hindari meletakkan di bawah sinar matahari dan panas secara langsung.  

Jika Anda sedang mengalami penyakit lainnya dan sedang dalam pengobatan, sebaiknya konsultasikan ke dokter terkait konsumsi minyak kalonji agar menghindari interaksi obat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *