Category: Bayi & Menyusui

Sabun Sebamed Baby Cleansing Bar, Bagaimana Cara Pakainya?

Penggunaan sabun mandi pada bayi diperlukan untuk melindungi kulit agar tetap sehat, bersih, dan lembab. Di antara banyaknya pilihan sabun bayi, Anda mungkin bisa menjatuhkan pilihan pada sabun Sebamed Baby Cleansing Bar.

Sabun ini hadir dalam bentuk sabun batang atau cleansing bar. Karena dikhususkan untuk bayi, maka formulasi di dalamnya pun sangat aman untuk kulit bayi yang cenderung masih sensitif. 

Cara memakaikan sabun Sebamed Baby pada bayi

Sebagai orang tua yang akan memandikan bayi, Anda perlu mempersiapkan diri terlebih dahulu. Berikut ini beberapa persiapan yang sebaiknya dilakukan ketika akan memandikan dan mengaplikasikan sabun Sebamed Baby pada bayi Anda:

  • Pastikan tangan dalam keadaan bersih

Ketika akan memandikan bayi, pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih. Cuci tangan Anda terlebih dahulu menggunakan air bersih dan sabun, kemudian bilas sampai tidak ada lagi sisa sabun dan kotoran di tangan Anda. 

Hal ini penting, karena jika tangan Anda tidak bersih, maka kotoran dan bakteri yang ada pada tangan Anda berpotensi terpapar ke kulit bayi saat Anda memandikan mereka. 

  • Cek suhu air 

Memandikan bayi sebaiknya tidak dengan air yang terlalu dingin maupun terlalu panas. Anda dianjurkan untuk menggunakan air yang sedikit hangat ketika memandikan bayi Anda. 

Pastikan suhu air sudah tepat sebelum memasukkan bayi Anda ke dalam bak mandi. Jangan sampai air yang terlalu dingin atau terlalu panas malah melukai kulit bayi Anda. 

  • Jangan terlalu sering memandikan bayi

Tidak seperti orang dewasa, bayi tidak perlu dimandikan dengan intensitas yang terlalu sering. Bayi berusia di bawah satu tahun tidak perlu dimandikan setiap hari, melainkan hanya tiga kali saja dalam seminggu.

Ketika memandikan bayi pun, Anda tidak harus selalu menggunakan sabun di seluruh tubuh bayi. Cukup aplikasikan sabun Sebamed Baby Cleansing Bar hanya pada area kulit bayi yang kotor dan berkeringat. 

Pertimbangan saat memilih sabun untuk bayi

Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan ketika akan memilih sabun mandi untuk bayi Anda, seperti: 

  • Komposisi bahan

Ini adalah hal utama yang perlu Anda perhatikan ketika memilih sabun mandi untuk bayi. Kulit bayi sangatlah sensitif, sehingga bahan-bahan kimia tertentu bisa memicu iritasi kulit dengan mudah. 

Perhatikan lebih dulu daftar komposisi sabun sebelum menggunakannya. Sebaiknya, pilihlah sabun bayi yang mengandung bahan-bahan alami serta bahan yang hypoallergenic, yaitu bahan yang tidak menimbulkan alergi seperti sabun Sebamed Baby.

  • Tidak berwarna dan berbau

Sabun bayi yang baik adalah sabun yang tidak berwarna dan tidak berbau. Adanya pewarna atau aroma tambahan menandakan bahwa sabun itu telah menggunakan zat kimia pewarna dan pewangi. 

Zat ini tidaklah aman untuk bayi Anda. Jadi, jangan gunakan sabun mandi bayi yang mengandung pewarna atau parfum untuk penambah aroma. 

  • Perhatikan kedaluwarsa

Sabun bayi umumnya memiliki masa kedaluwarsa yang tidak terlalu lama. Hal ini wajar, karena sabun jenis ini tidak dilengkapi dengan pengawet seperti pada sabun mandi orang dewasa.

Perhatikan kedaluwarsa sabun sebelum menggunakannya pada bayi Anda. Jangan sampai Anda secara tidak sadar memakai sabun yang sudah melewati masa kedaluwarsa kepada bayi Anda. 

Penggunaan sabun Sebamed Baby sangatlah aman untuk bayi Anda. Apabila Anda ingin memakai sabun tersebut dengan cara yang lebih aman, Anda bisa juga berkonsultasi lebih dulu dengan dokter Anda.

Cegah Virus dan Bakteri, Yuk Pakai Disinfektan dari Dear Mom

Memilih disinfentan terbaik untuk keluarga tidaklah mudah. Apalagi jika di dalam rumah Anda ada anak-anak dan lansia. Kita harus memastikan kandungannya aman untuk si Kecil. Salah satu rekomendasi disinfektan terbaik yang aman untuk anak adalah Dear Mom. 

Dear Mom Sanitizer Everything Disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk bisa mencegah terjadinya infeksi atau obat untuk membasmi kuman penyakit. 

Menjaga kebersihan rumah dari berbagai kuman, termasuk virus corona, tidaklah cukup dengan hanya mengelap barang-brang, menyapu lantai, atau sekadar menyiram lantai toilet.

Sebab, virus ini tidak akan mati hanya dengan dibersihkan dengan air biasa. Untuk itulah, Anda membutuhkan larutan disinfektan untuk membunuh kuman-kuman tak kasat mata pada permukaan benda-benda mati. 

Dalam disinfektan terdapat  Ethyl alcohol atau ethanol (62-71 persen), Iodine in iodophor (50 ppm), Isopropanol atau 2-propanol (50 persen), Pine oil (0,23 persen), Povidone-iodine (1 persen), Sodium hypochlorite (0,05–0,5%), Sodium chlorite (0,23 persen), dan Sodium dichloroisocyanurate (0,1-0,5 persen).

Lalu, apa saja keunggulan Dear Mom Sanitizer Everything Disinfektan? Yuk simak informasinya berikut ini.

1. Berteknologi Nano Shield Antimicrobial

Seluruh produk Dear Mom memiliki kandungan berupa bahan aktif Quaternary Ammonium  Compound dengan Nano Shield Antimicrobial Technology. 

Kandungan ini berfungsi untuk menghentikan penyebaran kuman, bakteri, dan virus dengan memberikan lapisan pada permukaan. Setelah digunakan, disinfektan ini dapat melindungi selama 28 hari, selama tidak terkena  sabun atau bahan surfaktan lainnya. 

2. Aman Digunakan pada Peralatan Makan 

Kebersihan rumah, haruslah dijaga secara menyeluruh. Tidak hanya lantai saja tetapi semua benda yang di dalamnya. 

Nah, Dear Mom Disinfectant Sanitize Everything ini merupakan produk multifungsi yang tak hanya digunakan untuk bagian tertentu saja, tapi juga dapat diaplikasikan pada peralatan makan.

Tak hanya itu, produk ini juga bisa dipakai sebagai cairan isi alat fogging yang sering digunakan untuk pembersihan multiguna.

Rutin membersihkan rumah Anda dengan menggunakan larutan disinfektan bisa membantu membasmi virus corona, sehingga virus ini tidak lagi dapat menyebabkan penyakit bagi Anda dan keluarga.

3. Cara Kerja yang Canggih dalam Membunuh Kuman 

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, produk ini mengandung Quaternary Ammonium Compound. Saat bahan aktif ini menyentuh permukaan atau  kulit, maka secara langsung akan membentuk lapisan pelindung berupa jarum microscopic.

Lapisan ini bekerja untuk menarik patogen-patogen di udara berupa  kuman, bakteri, dan virus. Pada saat pathogen menyentuh jarum microspic, mereka akan pecah seperti efek balon yang ditusuk jarum. 

Lapisan ini akan bertahan selama 28 hari pada permukaan benda atau selama tidak terkena sabun (bahan yang mengandung surfaktan), dan pada tangan akan terlapisi dalam perlindungan maksimal selama tangan tidak terkena cairan yang mengandung surfaktan atau sabun.

4. Pemakaian yang Mudah

Agar keluarga terhindar dari virus, cukup semprotkan Dear Mom  Sanitizer Everything Disinfektan pada bagian yang diinginkan.

Selain itu, Anda juga bisa mengaplikasikan cairan Sanitize Everything menggunakan alat semprot ke permukaan benda atau barang. Lebih efektif pada permukaan padat dan tidak berpori. Kemudian keringkan menggunakan lap bersih, lalu tunggu selama sekitar 10 menit..

Harap diingat, larutan disinfektan ini hanya diperuntukkan untuk permukaan benda mati dan tidak untuk kulit Anda. Sebab, cairan ini dapat mengiritasi kulit dan jika berlangsung lama dapat menyebabkan bertumbuhnya kanker. Untuk kulit, Anda bisa menggunakan larutan antiseptik.

Tips Memilih Food Processor Bayi untuk Membuat MPASI

Saat buah hati memasuki usia 6 bulan, maka Ibu perlu menyiapkan kebutuhan MPASI sang anak. Untuk mempersingkat waktu, diperlukan alat-alat yang mendukung agar Ibu bisa  MPASI berkualitas yang disukai anak. 

Food processor bayi menjadi andalan karena praktis dan mudah digunakan. Lalu apa bedanya dengan blender dan bagaimana cara memilih food processor yang tepat?

food processor bayi bisa membuat proses pembuatan makanan lebih cepat dan praktis

Food processor, chopper, atau blender: Apa bedanya?

Di usia 6 bulan, anak sudah mulai bisa diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bertekstur lembek. Dahulu, Ibu biasa membuat bubur bayi dengan cara mengukus makanan hingga lembut lalu menghancurkannya. Sayangnya cara tersebut memakan waktu cukup lama. Kini dengan alat yang tepat, Ibu bisa membuat MPASI dengan waktu yang lebih ringkas dan mudah. 

Dengan mengandalkan blender, Ibu bisa menghaluskan makanan hingga mendapat tekstur yang diinginkan. Namun hadirnya chopper dan food processor pasti membuat Ibu bingung mana alat yang tepat untuk membuat makanan si kecil. 

Berikut adalah perbedaan ketiganya.

  1. Blender

Terdapat dua jenis blender, yaitu blender dan hand blender. Blender biasa berbentuk seperti tabung tinggi dan dilengkapi dengan pisau tajam di bagian dasarnya. Alat ini memiliki kecepatan yang berbeda-beda. 

Cara menggunakannya dengan memasukkan semua bahan yang ingin dihaluskan ke dalam wadah, lalu haluskan. Setelah bahan tercampur rata, toples bisa dilepas agar mudah dituang ke wadah. Blender paling cocok digunakan untuk bahan makanan yang mengandung banyak air. 

Sedangkan penggunaan hand blender harus dipegang dengan tangan. Bentuknya seperti tongkat memanjang dengan pisau tajam di bagian ujungnya. Hand blender bisa untuk menghaluskan bahan di wadah langsung pakai, sehingga tak perlu memindahkan makanan. 

Beberapa Ibu mungkin tidak bisa membuat bubur bayi dengan blender karena hasilnya akan terlalu halus. 

  1. Chopper

Chopper atau pemotong makanan hanya dilengkapi satu bilah untuk memproses satu jenis produk. Alat ini menggunakan cara manual, dimana Ibu memasukkan bahan makanan ke dalam tabung lalu didorong dengan pendorong agar makanan bisa terpotong sama rata. 

Chopper hanya bisa digunakan untuk makanan padat, tidak untuk menghaluskan makanan. Maka bisa dikatakan chopper bukan pilihan yang cocok untuk membuat MPASI.

  1. Food processor

Food processor atau pengolah makanan memiliki bentuk hampir sama seperti blender, namun memiliki wadah atau mangkuk yang berukuran lebih besar. Food processor dilengkapi dengan bilah yang bisa melakukan banyak tugas, seperti memotong, memarut, menghaluskan, mencampur adonan, dan mengemulsi. 

Jika dilihat dari kegunaannya, maka alat yang tepat untuk membantu Ibu membuat MPASI adalah food processor. Food processor memberi Anda kontrol lebih besar untuk membuat makanan. Kini juga banyak tersedia food processor bayi yang dikhususkan untuk membuat makanan si kecil.

Tips memilih food processor bayi

Sebelum membeli food processor bayi, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan antara lain:

  1. Jenis pisau

Kemampuan suatu food processor bayi dilihat dari pisaunya. Food processor yang baik dilengkapi dengan berbagai pisau untuk melakukan fungsi yang berbeda seperti memotong, menggiling, menghaluskan, dan sebagainya. 

Selain itu pilihlah pisau yang terbuat dari stainless steel. Pisau tersebut memiliki daya tahan dan kinerja yang baik. 

  1. Daya (watt) listrik

Food processor bayi multifungsi biasanya membutuhkan watt yang cukup tinggi. Pilihlah alat yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Food processor lebih dari 700 watt mampu menyelesaikan pekerjaan yang lebih berat.

  1. Keamanan

Ketika mencuci food processor, maka Anda akan melepas setiap bagiannya. Pastikan setiap bagian aman dan tidak memiliki tepi tajam atau rongga yang sulit dijangkau. Bagaimana stabilitas ketika digunakan, dan apakah tutup wadah kencang dan tertutup rapat. 

  1. Manual atau elektrik

Sebagian besar food processor membutuhkan tenaga listrik, namun ada juga food processor manual yang tidak terlalu mahal. Food processor elektrik tentu lebih praktis dan aman dibandingkan manual.

  1. Harga

Setelah menemukan food processor yang terbaik, jangan lupa pertimbangkan harganya. Alat dengan merek tertentu dan kontrol lengkap biasanya dibandrol dengan harga yang lebih mahal. 

CatatanKini,  food processor bayi seperti menjadi barang wajib yang harus dibeli ketika memasuki fase MPASI si kecil. Agar tidak bingung, baca artikel berikut untuk mengetahui rekomendasi food processor bayi yang praktis dan multifungsi.

FOS Dalam Milna Biskuit Bayi, Apa Zat Ini?

Fructooligosaccharide, sering disingkat FOS, terbuat dari rantai-rantai fruktosa pendek. Zat tersebut adalah sejenis karbohidrat yang disebut oligosaccharide. FOS dapat terjadi secara alami di banyak tumbuhan, seperti akar yacon, bawang, bawang bombai, daun bawang, asparagus, dan pisang. Sebagai sebauh prebiotic, FOS juga dapat ditemukan di MPASI seperti Milna biskuit bayi. FOS memiliki rasa sedikit manis dan rendah kalori. Zat ini tidak dapat dicerna, sehingga tidak akan memengaruhi level gula darah. FOS juga dapat memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan. 

FOS umumnya digunakan untuk pemanis alternatif rendah kalori dan MPASI seperti Milna biskuit bayi. Orang-orang dapat makan dan minum produk yang dibuat menggunakan FOS sebagai pengganti gula, yang mana dapat meningkatkan level glukosa darah dan menyebabkan pertambahan berat badan. FOS dapat ditemukan di banyak makanan, dengan konsentrasi paling tinggi ditemukan di akar chicory, bawang putih, bawang bombai, dan artichoke Yerusalem. FOS juga tersedia dalam bentuk bubuk sebagai suplemen. Mereka juga digunakan sebagai bahan tambahan pada suplemen prebiotic dalam bentuk pil atau kapsul. FOS biasanya dimasukkan dalam label makanan sebagai bagian serat diet, di bawah angka karbohidrat total. Ini adalah sebuah bahan di beberapa merek yogurt, bar nutrisi, soda diet, dan produk lainnya. Namun, FOS hadir dengan efek sampingnya sendiri. Penggunaan, atau penggunaan berlebih, FOS dapat menyebabkan gangguan perut bagi beberapa orang, seperti diare, gas, perut kembung, dan kram perut. 

Potensi manfaat kesehatan

FOS dapat memiliki manfaat kesehatan yang menyediakan nilai penting selain kemampuannya dalam memberikan rasa manis pada makanan. Beberapa potensi kesehatan tersebut di antaranya adalah:

  • Sebagai prebiotic

Karena FOS tidak dapat dicerna, zat ini akan berjalan melewati usus kecil ke usus besar tanpa diserap tubuh. Di usus besar, FOS akan mendukung pertumbuhan bakteri sehat untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan. 

  • Dapat melindungi dari bakteri yang tidak sehat

Seperti yang dilaporkan dalam Penyakit Hati dan Pencernaan, FOS dapat membantu menekan Clostridium perfringens, bakteri beracun yang dihubungkan dengan keracunan makanan. Sebuah studi hewan melaporkan dalam Jurnal Nutrisi mengindikasikan bahwa FOS juga dapat menyediakan perlindungan terhadap salmonella, penyebab lain penyakit yang berhubungan dengan makanan. 

  • Dapat menurunkan kadar kolesterol

Sebuah tinjauan pada studi hewan mengindikasikan bahwa FOS dapat mengurangi level kolesterol dan berat badan pada tikus dan anjing, dan temuan ini dapat relevan untuk manusia. 

  • Noncarcinogenic

Menurut sebuah review atau tinjauan yang diterbitkan dalam Vetenerary and Human Toxicology, FOS tidak dihubungkan dengan kanker, dan tidak beracun untuk hewan dan manusia. 

  • Sumber serat yang baik

FOS merupakan sumber serat diet yang larut. Menurut sebuah studi yang dilaporkan dalam jurnal Nutrisi, FOS telah ditunjukkan mampu mengurangi dan mengatasi konstipasi. 

Namun, di balik potensi manfaat kesehatan tersebut, ada risiko efek samping yang menghantui penggunaan FOS. Salah satunya adalah gangguan perut. Menurut sebuah studi yang dilaporkan dalam Gastroenterology & Heaptology, FOS dapat meningkatkan gejala pada orang-orang yang memiliki toleransi terbatas terhadap segala bentuk fruktosa, seperti kembung perut, kram, diare, dan kotoran yang encer. Selain itu, FOS juga dapat memberi efek negatif terhadap orang-orang yang menderita sindrom radang usus (IBS) dan mereka yang memiliki sindrom pertumbuhan bakteri berlebih di usus (SIBO). FOS dapat dijumpai di MPASI seperti Milna biskuit bayi dan formula. Meskipun memiliki manfaat bagi kesehatan, penggunaan berlebih dapat menyebabkan risiko gejala efek samping tertentu yang perlu diwaspadai. 

5 Jenis Makanan Bayi 9 Bulan yang Bisa Anda Coba!

5 Jenis Makanan Bayi 9 Bulan yang Bisa Anda Coba!

Mempersiapkan makanan bayi 9 bulan untuk MPASI merupakan tantangan lain untuk para orangtua. Maka dari itu, Anda harus siap dengan strategi terbaru dalam menyiapkan menu MPASI sehingga bayi relatif terhindar dari gerakan tutup mulut (GTM).

Memasuki usia 9 bulan ke atas, bayi akan lebih ahli dalam mengunyah sehingga tekstur makanan berupa puree mungkin tidak lagi menarik. Anda dapat meningkatkan tekstur menjadi makanan yang dilumatkan (mashed).

Bayi juga mungkin menolak untuk disuapi menggunakan sendok. Oleh karena itu, Anda juga harus memutar otak dalam menyiapkan makanan yang bisa digenggam bayi (finger food) yang tidak membuatnya tersedak.

Sama seperti orang dewasa, bayi juga membutuhkan makanan yang bervariasi agar tidak bosan. Namun orangtua perlu memerhatikan jenis makanan yang akan diberikan. Nah, berikut ini adalah jenis makanan bayi 9 bulan yang bisa Anda berikan kepada si Kecil. 

  1. Sayuran

Pada usia 9 bulan, makanan bayi tidak perlu dihaluskan dengan blender lagi. Anda cukup menghaluskan makanan dengan menumbuk atau menyaringnya agar tetap bertekstur namun mudah dimakan dan dicerna. Khusus untuk sayuran, bahan pangan ini harus dimasak terlebih dulu agar lembut dan mudah ditelan. Setelah itu, Anda bisa menumbuknya agar halus atau menjadikannya sebagai finger food. Jenis-jenis sayuran yang baik untuk bayi dan cocok dijadikan sebagai makanan bayi 9 bulan meliputi brokoli, bayam, paprika, kembang kol, kacang hijau, asparagus, wortel, kubis, dan kale. 

  1. Buah-buahan

Untuk buah yang lembut, lumatkan terlebih dulu sebelum diberikan pada Si Kecil. Anda juga bisa menjadikannya sebagai finger food. Contohnya, kiwi, pisang, buah jeruk yang kaya akan vitamin C, mangga, melon, serta pepaya. Sementara untuk buah yang lebih keras, Anda harus mengukusnya lebih dulu supaya teksturnya lembut. Misalnya, apel dan pir. Pastikan Anda mencuci buah sebelum memberikannya pada buah hati. Jangan lupa pula untuk membuang biji dan mengupas kulitnya. 

  1. Makanan yang mengandung karbohidrat pati

Terdapat berbagai makanan mengandung karbohidrat pati yang bisa menjadi pilihan. Mulai dari nasi, sereal, kentang, ubi jalar, roti, pasta, serta quinoa. Tergantung dari jenisnya, Anda dapat memasak makanan berkarbohidrat pati terlebih dulu dan menghaluskannya, atau mencampurnya dengan susu formula maupun air susu ibu (ASI). 

  1. Makanan yang mengandung protein

Mulai dari usia 6 bulan, makanan berprotein sudah bisa diberikan pada bayi. Salah satu contohnya yakni daging merah. Begitu pula dengan sumber protein lain, seperti ikan, telur, tempe, tahu, dan kacang-kacangan. Anda dapat mencampur daging sapi cincang dengan nasi tim sebagai makanan bayi 9 bulan yang padat gizi. Protein kaya akan zat besi dan zinc yang penting untuk tumbuh kembang bayi.

Namun perhatikan bahwa telur (terutama bagian putih telur), sering memicu alergi pada bayi. Oleh karena itu, disarankan Anda memperhatikan reaksi anak ketika sedang dan setelah mengonsumsi telur. Demikian pula dengan ikan dan kacang kedelai. Sementara itu, Anda bisa mencoba mengenalkan kuning telur saat bayi memasuki usia 9 bulan. Makanan ini termasuk mudah diolah dan cocok sebagai campuran bahan pangan lainnya. 

  1. Produk susu

Susu dan produk turunannya yang telah melewati proses pasteurisasi boleh diberikan pada bayi sejak usia 6 bulan. Yoghurt dan keju merupakan contoh produk turunan susu.  Jenis yoghurt yang bisa menjadi pilihan meliputi full-fat dan plain. Sementara susu sapi jenis full-fat boleh dicampur ke dalam makanan bayi 9 bulan, tetapi tidak untuk diminum secara langsung. Bayi dianjurkan minum susu sapi setelah berusia 12 bulan.

Itulah 5 jenis makanan bayi 9 bulan yang bisa Anda berikan kepada si Kecil. Anda bisa mengkombinasikan dari jenis-jenis berikut untuk mengetahui makanan mana yang menjadi favorit si Kecil. Selamat mencoba!

7 Cara Mengatasi Bayi Susah BAB Umur 1 Bulan

Bayi Anda sudah berhari-hari susah buang air besar (BAB)? Anda mungkin curiga bahwa si kecil mengalami sembelit. Rasa panik pun bisa-bisa langsung meningkat karena takut bayi merasa tidak nyaman dan sakit. 

Penyebab bayi susah BAB dan rewel adalah dehidrasi

Meskipun demikian, pikiran harus tetap jernih, apalagi jika menghadapi susah BAB pada bayi newborn. Anda tidak bisa langsung serta-merta memberikannya obat atau air putih untuk memperlancar BAB-nya. Pasalnya, pemberian obat dan air putih memang bisa menjadi cara mengatasi bayi susah BAB umur 1 bulan ke atas, namun akan membuatnya tidak lagi mengalami ASI eksklusif. 

Tenang dahulu, jika memang bayi Anda susah BAB hingga berhari-hari, berbagai cara mengatasi bayi susah BAB umur 1 bulan lainnya bisa Anda jajal. Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi bayi baru lahir susah BAB, tanpa harus membatalkan ASI eksklusifnya. 

Beri Lebih Banyak ASI 

Bayi yang baru lahir atau berumur satu bulan hanya perlu air susu ibu (ASI) untuk memperlancar buang air mereka. Jika memang Anda merasa bayi mengalami sembelit atau buang buang air besar, cara mengatasinya sebenarnya sangat mudah. Anda hanya perlu memberi ASI lebih banyak kepada si kecil agar proses pembuangan fesesnya menjadi lebih lancar. Feses bayi ASI pun cenderung hanya bersifat cairan sehingga lebih mudah disalurkan. 

Pijat Perut Bayi 

Sering kejadian, pijatan lembut dan sederhana di perut dapat menjadi cara mengatasi bayi susah BAB umur 1 bulan. Tentu bukan sembarangan gerakan memijat. Pijatan di perut bayi yang bisa melancarkan dan mempermudah buang air besar adalah dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Anda juga bisa melakukan pijatan berbentuk huruf I, L, dan U untuk membuat perut bayi lebih nyaman dan proses buang air lebih gampang. Biasakanlah lakukan pijatan bayi ini setiap kali si kecil habis mandi agar ia tidak pernah kesulitan buang air besar. 

Gerakkan Kaki Bayi 

Beberapa gerakan kaki bisa sangat membantu bayi untuk buang air besar. Gerakan-gerakan tertentu juga mampu mengatasi perut kembung si kecil. Gerakan kaki yang efektif untuk membantu proses buang air besar si kecil adalah menekuk lutut bayi Anda ke arah dada. Ini membuat si kecil seperti dalam posisi jongkok, namun berbaring, sehingga proses BAB menjadi lebih mudah. Gerakan kaki lainnya yang bisa menjadi cara mengatasi bayi susah BAB umur 1 bulan adalah mengayuh sepeda. Buatlah kedua kaki bayi memutar seperti sedang mengendarai sepeda dan lihatlah hasilnya bahwa sang buah hati akan lebih lancar dalam membuang fesesnya.  

Mandikan dengan Air Hangat 

Memandikan bayi dengan air hangat bukan hanya menjadi antisipasi supaya tubuhnya tidak kaget dan tidak sakit. Mandi air hangat nyatanya juga mampu merangsang keaktifan otot-otot pencernaan bayi. Jadinya saat terbiasa mandi dengan air hangat, bayi pun akan lebih mudah mengeluarkan fesesnya tanpa kesulitan. 

Ajak Bayi Aktif Bergerak 

Bayi yang cenderung diam akan lebih rentan mengalami susah BAB. Anda bisa menanganinya dengan membuat si kecil lebih aktif bergerak. Jangan hanya menggendong si kecil, melainkan ajaklah ia bermain dengan benda-benda yang Anda di sekitarnya. 

Ukur Suhu dengan Termometer Rektal 

Termometer rektal merupakan jenis termometer yang digunakan melalui rektum atau anus. Jenis thermometer ini tidak hanya paling akurat untuk mengecek suhu tubuh si kecil. Nyatanya, termometer rektal juga bisa dijadikan cara mengatasi bayi susah BAB umur 1 bulan. Tidak percaya? Coba saja gunakan termometer rektal saat si kecil susah BAB. Anda pasti akan kaget karena bayi bisa langsung BAB atau tidak perlu waktu lama untuk BAB setelah memasukkan jenis termometer ini ke anusnya. 

Ubah Pola Makan

Jika masih menyusui secara eksklusif, masalah buang air besar yang si kecil alami bisa jadi sangat berhubungan dengan apa yang Anda makan. Coba ubah pola makan Anda menjadi lebih banyak buah dan sayur. Jika pencernaan Anda lancar, pencernaan si kecil umumnya juga tidak akan bermasalah. 

Kunci cara mengatasi bayi susah BAB umur 1 bulan adalah tidak panik. Pasalnya jika bayi memang masih mendapat ASI eksklusif, ini bisa tidak buang BAB sampai 14 hari dan hal tersebut tidak masalah selama perutnya tidak kembung dan bayi tidak rewel karena kesakitan.

Begini Cara Perawatan untuk Hidrosefalus pada Bayi Bawaan

Begini Cara Perawatan untuk Hidrosefalus pada Bayi Bawaan

Hidrosefalus pada bayi adalah suatu kondisi di mana terlalu banyak cairan menumpuk di otak. Nama tersebut berasal dari kombinasi dari kata Yunani yang berarti “air” dan “kepala.” “Bawaan” berarti seseorang yang lahir dengan itu.

Cairan yang menumpuk bukanlah air. Itu adalah cairan serebrospinal. Ini bersirkulasi melalui otak, membawa nutrisi penting dan membuang produk limbah dari jaringan. Biasanya, itu diserap ke dalam aliran darah.

Hidrosefalus, ada ketidakseimbangan antara seberapa cepat cairan dibuat dan seberapa cepat cairan itu diserap. Hasilnya adalah itu menumpuk. Ini bisa menyebabkan kepala membesar dan meningkatkan tekanan di sekitar otak.

Ada perawatan untuk membantu, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Alasan umum hidrosefalus bawaan meliputi:

  • Stenosis saluran air, sejenis penyumbatan. Lintasan antara dua ventrikel di otak sempit atau tersumbat, dan cairan tidak dapat bersirkulasi. Jalannya mungkin terputus karena infeksi, tumor, atau perdarahan.
  • Cacat tabung saraf. Di antaranya adalah spina bifida, di mana bayi lahir dengan sebagian sumsum tulang belakang terbuka. Dalam beberapa kasus, aliran CSF keluar dari tengkorak mungkin terhalang.
  • Kista arachnoid, sejenis pertumbuhan di otak yang dapat menghalangi aliran cairan.
  • Dandy-Walker syndrome, suatu kondisi di mana bagian otak tidak berkembang sebagaimana mestinya. Di antara masalah lainnya, salah satu ventrikel otak membesar karena jalur keluar sangat sempit atau tertutup.
  • Malformasi Chiari, kondisi yang memengaruhi tempat otak dan sumsum tulang belakang bergabung. Bagian bawah otak mendorong ke bawah ke dalam tulang belakang, menyebabkan penyumbatan.

Cairan serebrospinal adalah cairan yang bersirkulasi melalui otak. Ventrikel (bilik) di dalam otak membuat cairan. Biasanya, cairan keluar dari otak melalui ventrikel dan masuk ke tulang belakang. Tubuh kemudian menyerap cairan tersebut. Jika cairan serebrospinal  kembali ke otak, masalahnya disebut hidrosefalus. Penumpukan tersebut menyebabkan ventrikel membengkak dan memberi tekanan pada bagian lain di otak. Kepala bisa membengkak saat cairan dan tekanan terbentuk. Tekanan tersebut dapat merusak jaringan otak. Dalam beberapa kasus, penyedia layanan kesehatan menguras cairan dan melindungi otak. Perawatan umum dijelaskan di lembar ini. Bayi tersebut tinggal di unit perawatan intensif neonatal (NICU) selama perawatan.

Mengobati hidrosefalus pada bayi 

Penyedia layanan kesehatan Anda mungkin meresepkan obat untuk memperlambat aliran serebrospinal sementara, sampai penyumbatan hilang. Jika ini berhasil, bayi Anda mungkin tidak memerlukan perawatan lain. Jika bayi Anda membutuhkan perawatan lebih lanjut, penyedia layanan kesehatan Anda mungkin melakukan salah satu prosedur yang dijelaskan di bawah ini.

Prosedur untuk mengeluarkan cairan

Berikut ini adalah prosedur yang memungkinkan:

  • Ketukan tulang belakang dapat dilakukan jika bukaan antara ventrikel bayi dan sumsum tulang belakang tersumbat sebagian. Penyumbatan sering kali disebabkan oleh perdarahan intraventrikular. Dokter juga dapat melakukan spinal tap jika tubuh bayi mengeluarkan terlalu banyak serebrospinal. Dokter Anda memasukkan jarum kecil ke punggung bayi Anda, ke dalam ruang berisi cairan yang mengelilingi sumsum tulang belakang. Beberapa serebrospinal ditarik keluar dengan jarum ini. Hal ini dapat mengurangi sebagian tekanan pada ventrikel, sehingga sisa cairan dapat mengalir.
  • Keran ventrikel dapat dilakukan jika bukaan antara ventrikel dan sumsum tulang belakang benar-benar tersumbat. Penyedia layanan kesehatan menempatkan perangkat yang mirip dengan sumbat karet ke tengkorak bayi Anda. Ini memungkinkan akses ke ventrikel. Penyedia layanan kesehatan kemudian dapat mengeluarkan cairan dari ventrikel dengan jarum. Ini dapat dilakukan sebagai solusi sementara sambil menunggu penyumbatan hilang.
  • Ventricular peritoneal (VP) shunt adalah tabung yang ditempatkan penyedia layanan kesehatan Anda di dalam otak bayi Anda. Tabung terhubung ke kateter (tabung tipis dan fleksibel) yang disalurkan melalui tubuh ke perut. Saluran pintas menarik cairan dari otak. Cairan kemudian mengalir melalui kateter dan mengalir ke perut, lalu diserap oleh tubuh. Shunt dan kateter ditutup di bawah kulit. Mereka tidak bisa dilihat dari luar. Mereka bersifat permanen, tetapi perlu diganti saat bayi tumbuh.

Ventrikulostomi ketiga endoskopi

Ventrikulostomi ketiga endoskopi adalah prosedur pembedahan yang dapat dilakukan pada beberapa orang. Dalam prosedurnya, dokter bedah Anda menggunakan kamera video kecil untuk melihat langsung ke dalam otak. Dokter bedah Anda membuat lubang di bagian bawah salah satu ventrikel atau di antara ventrikel untuk memungkinkan cairan serebrospinal mengalir keluar dari otak.

Komplikasi pembedahan

Kedua prosedur pembedahan tersebut dapat mengakibatkan komplikasi. Sistem shunt dapat menghentikan pengurasan cairan serebrospinal atau mengatur drainase dengan buruk karena kerusakan mekanis, penyumbatan, atau infeksi. Komplikasi ventrikulostomi termasuk perdarahan dan infeksi.

Setiap kegagalan membutuhkan perhatian segera, revisi bedah atau intervensi lainnya. Tanda dan gejala masalah mungkin termasuk:

  • Demam
  • Sifat lekas marah
  • Kantuk
  • Mual atau muntah
  • Sakit kepala
  • Masalah penglihatan
  • Kemerahan, nyeri atau nyeri pada kulit di sepanjang jalur selang shunt
  • Sakit perut saat katup shunt ada di perut
  • Kambuhnya gejala awal hidrosefalus

Perawatan lainnya

Beberapa orang dengan hidrosefalus pada bayi, mungkin memerlukan perawatan tambahan, tergantung pada tingkat keparahan komplikasi hidrosefalus jangka panjang.

Tim perawatan bayi mungkin termasuk:

  • Dokter anak atau ahli fisioterapi, yang mengawasi rencana perawatan dan perawatan medis
  • Ahli saraf anak, yang mengkhususkan diri dalam diagnosis dan pengobatan gangguan saraf pada anak-anak
  • Terapis okupasi, yang berspesialisasi dalam terapi untuk mengembangkan keterampilan sehari-hari
  • Terapis perkembangan, yang berspesialisasi dalam terapi untuk membantu anak Anda mengembangkan perilaku yang sesuai dengan usia, keterampilan sosial, dan keterampilan interpersonal
  • Penyedia kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater
  • Pekerja sosial, yang membantu keluarga dalam mengakses layanan dan merencanakan transisi dalam perawatan
  • Guru pendidikan khusus, yang menangani ketidakmampuan belajar, menentukan kebutuhan pendidikan dan mengidentifikasi sumber pendidikan yang sesuai.

Ini Syarat Memberikan Susu Formula untuk Bayi Prematur

Susu Formula untuk Bayi Prematur

Pemberian susu formula untuk bayi prematur sangatlah penting karena bayi prematur membutuhkan nutrisi lebih agar bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat.  

Hal ini karena proses pematangan organ pada bayi prematur belum sempurna. Di luar pemberian ASI, biasanya dokter akan menyarankan bayi prematur diberikan susu formula yang memiliki kandungan kalori tinggi atau susu khusus untuk BBLR. 

Namun, sebaiknya mengonsumsi susu formula untuk bayi prematur tidak bisa sembarang. Anda melakukan konsultasi dengan dokter anak untuk penanganan yang tepat.

Yuk simak syarat memberikan susu formula untuk bayi prematur berikut ini. 

Waktu Tepat Memberikan Susu untuk Bayi Prematur 

Sebenarnya, fase tumbuh kembang bayi prematur sama saja dengan bayi normal. Namun, pada bayi prematur ada kondisi medis yang memaksa bayi harus mendapatkan nutrisi tambahan dari susu formula. Hal inilah yang biasanya juga terjadi pada bayi BBLR. 

Selama enam bulan pertama, ASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi baik itu bayi lahir normal maupun prematur. Jika produksi ASI kurang mencukupi atau ibu mengalami kendala menyusui, bayi masih bisa dicarikan alternatif ibu susu (donor ASI). 

Saat donor ASI belum dapat menjadi solusi alternatif yang cocok, barulah pertimbangkan untuk memberi susu formula untuk bayi prematur. 

Selalu konsultasikan kondisi bayi dengan dokter untuk membantu menentukan solusi yang terbaik. 

Sesuaikan dengan Kondisi Medis 

Susu formula memang sudah diformulasikan dengan kandungan gizi yang mirip dengan ASI. Namun, nutrisi terbaik memang hanya bisa didapatkan dari ASI yang mengandung antibodi alami. 

Jika bayi lahir dalam kondisi prematur dengan usia kurang dari 32 minggu, biasanya komponen ASI belum optimal. 

Hal ini bisa diatasi dengan memberikan susu formula sebagai pelengkap nutrisi anak.  Selain itu, produksi ASI yang lambat juga mengharuskan bayi untuk diberikan susu formula. Hal ini biasanya ditandai jika si kecil mengalami penurunan berat badan atau kesulitan buang air besar.

Bayi BBLR juga membutuhkan nutrisi yang lebih banyak sehingga susu formula bisa diberikan sesuai dengan saran dokter.

Sesuaikan Dosis dengan Saran Dokter 

Frekuensi dan dosis ASI yang diberikan untuk anak harus sesuai dengan usianya. Biasanya, bayi menyusu setiap 3 – 4 jam sekali sebanyak 45 – 90 mililiter di minggu pertamanya. Hal ini harus diperhatikan karena ukuran lambung anak masih terus berkembang.

Mengenai sampai kapan bayi prematur perlu diberi susu BBLR, maka semuanya tergantung dari perkembangan dan berat badan bayi itu sendiri. 

Artinya, jika bayi sudah mencapai berat badan yang sesuai dengan usia koreksinya, maka penggunaan susu BBLR bisa dihentikan dan beralih ke susu formula biasa.

Selalu Berkonsultasi dengan Dokter

Untuk menangani bayi prematur, harus selalu berkonsultasi dengan dokter. Hal ini termasuk dalam konsumsi susu formula untuk bayi prematur. 

Menurut WHO selaku badan kesehatan dunia, bayi prematur yang mengalami BBLR perlu mendapatkan susu formula dengan standar khusus sampai usianya genap 6 bulan.

Kandungan nutrisi di dalam susu tersebut umumnya sudah dirancang sesuai kebutuhan bayi prematur yang mengalami BBLR.

Bayi prematur dengan BBLR butuh asupan susu formula yang bagus atau sesuai standar untuk memenuhi kebutuhannya. 

Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan saran susu formula untuk bayi prematur dan BBLR yang bagus dan tepat untuk si kecil.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai tips mengonsumsi susu formula untuk bayi prematur. Saat ini mendapatkan susu formula untuk bayi prematur cukup mudah. Banyak e-commerce yang menjualnya dengan merk dan harga terbaik. Semoga bermanfaat!