Category: Kesehatan Mental

Dampak Kekurangan dan Kelebihan Hormon Adrenalin

Hormon adrenalin adalah hormon yang dihasilkan oleh tubuh pada saat Anda mengalami beberapa kondisi, seperti kondisi bahaya, takut, stres, terlalu bersemangat, dan lainnya. Hormon yang juga dikenal dengan epinefrin ini berasal dari kelenjar adrenal yang dikelola oleh otak.

Oleh karena itu, ketika Anda menonton film horor, bungee jumping, panjat tebing, muncul perasaan gugup dan lainnya, maka Anda akan menyadari bahwa ada perubahan pada Anda, baik terlihat secara fisik maupun tidak.

Beberapa reaksi tubuh akibat adanya hormon adrenalin yang meningkat adalah,

  • Meningkatnya detak jantung
  • Berkeringat
  • Badan gemetar
  • Merasa lebih gelisah
  • Pupil mata membesar
  • Napas lebih cepat, dan lainnya.

Efek adrenalin yang telah disebutkan di atas akan mereda ketika hormon adrenalin juga ikut menurun.

Dengan adanya hormon adrenalin di dalam tubuh, artinya tubuh Anda membutuhkan hormon tersebut untuk menjaga fungsi organ, namun harus dalam jumlah yang seimbang. Sebab, jika Anda mengalami kekurangan atau kelebihan hormon adrenalin, maka bisa membahayakan kesehatan tubuh.

Hormon adrenalin menyebabkan jantung berdebar saat olahraga ekstrem

Manfaat hormon adrenalin

Hormon adrenalin atau epinefrin ini memiliki peran penting bagi tubuh. Beberapa di antaranya:

  • Melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah ke otak dan otot meningkat
  • Menajamkan fungsi pendengaran dan penglihatan
  • Mengurangi rasa nyeri
  • Menghalangi produksi insulin karena mengikat reseptor di pankreas
  • Meningkatkan kontraksi otot sehingga lebih merangsang produksi keringat

Dampak kelebihan hormon adrenalin

Meskipun Anda sedang tidak berada di dalam kondisi yang menyebabkan meningkatnya hormon adrenalin, ada beberapa faktor yang tetap membuat Anda memicu produksi adrenalin, biasanya hal ini disebabkan karena adanya suatu penyakit, seperti obesitas, penyakit Addison, dan tumor pada kelenjar adrenalin.

Beberapa faktor tersebut bisa menyebabkan naiknya kadar hormon adrenalin yang bisa menimbulkan masalah pada kesehatan tubuh, seperti:

  • Rusaknya pembuluh darah
  • Tekanan darah tinggi
  • Pusing atau sakit kepala
  • Gelisah dan gampang marah
  • Keringat keluar secara berlebihan
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Jantung berdebar kencang
  • Berat badan naik
  • Risiko serangan jantung dan stroke meningkat

Selain itu, apabila ditambah dengan stres yang Anda rasakan setiap hari khususnya pada malam hari, maka hal tersebut juga bisa menimbulkan insomnia dan semakin memperburuk kondisi kesehatan Anda.

Fakta lainnya mengenai hormon adrenalin adalah bahwa hormon ini bisa dilepaskan apabila mendapatkan rangsangan suhu tinggi, suara keras, dan cahaya menyilaukan. Itulah sebabnya mengapa Anda mengalami susah tidur jika sesudah menonton TV atau bermain gadget terlalu lama.

Dampak kekurangan hormon adrenalin

Sedangkan pada saat tubuh mengalami kekurangan hormon adrenalin juga bisa merusak tubuh. Kondisi tersebut membuat tubuh Anda tidak bisa memberikan reaksi dengan baik pada saat menghadapi ancaman. Beberapa kondisi yang bisa Anda alami karena kekurangan hormon adrenalin yaitu:

  • Gangguan tidur
  • Depresi
  • Mudah lelah
  • Mudah migrain
  • Turunnya kadar gula darah
  • Sindrom kaki gelisah
  • Fibromyalgia 

Jadi, baik kekurangan atau kelebihan hormon adrenalin, keduanya tidak memberikan dampak yang baik bagi tubuh Anda. oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga agar hormon tersebut selalu dalam kondisi yang seimbang.

Cara menjaga keseimbangan hormon adrenalin

Dengan menjaga kesimbangan hormon adrenalin, artinya Anda telah menjaga keseimbangan fungsi tubuh pula. 

Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan cara mengaktifkan sistem saraf parasimpatis. Tujuan dari mengaktifkan saraf parasimpatis ini untuk meningkatkan kesimbangan yang memungkinkan tubuh untuk melakukan istirahat dan memulihkan diri.

Selain itu, beberapa cara lainnya juga bisa Anda lakukan untuk membatasi frekuensi hormon adrenalin sekaligus mengurangi stres.

  • Rajin berolahraga
  • Melakukan meditasi
  • Latihan pernapasan dalam
  • Istirahat yang cukup
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi
  • Mengurangi konsumsi alkohol dan kafein
  • Mengurangi intensitas merokok
  • Menghindari penggunaan gadget sebelum tidur malam
  • Tidak menyalakan lampu terang saat sedang tidur di malam hari.

Apabila Anda mengalami gangguan kekurangan atau kelebihan hormon adrenalin, maka Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter agar tidak menimbulkan efek jangka panjang yang bisa merusak tubuh.

Selain itu, jika hormon adrenalin Anda muncul karena stres berlebih, Anda juga bisa langsung berkonsultasi dengan psikolog agar Anda mendapatkan solusi dan perawatan yang tepat.

Penyebab Utama Munculnya Rasa Ingin Bunuh Diri

Rasa ingin bunuh diri adalah kematian yang disebabkan karena adanya luka yang ditimbulkan oleh diri sendiri dengan maksud untuk mati. Penyebab kematian kesepuluh di AS adalah bunuh diri. Tercatat setidaknya satu orang meninggal karena bunuh diri setiap 11 menit. Ini adalah penyebab kematian kedua di antara orang-orang berusia 10 hingga 34 tahun, penyebab kematian utama keempat di antara orang-orang berusia 34 hingga 54 tahun, dan penyebab utama kematian kelima di antara orang-orang berusia di antara mereka yang berusia 45 hingga 54 tahun.

Kelompok orang yang memiliki tingkat bunuh diri yang lebih tinggi meliputi:

  • Orang Indian Amerika/Alaska Asli dan orang kulit putih non-Hispanik.
  • Veteran.
  • Penduduk pedesaan.
  • Kaum muda yang memiliki orientasi seksual lesbian, gay, biseksual, transgender.

Situasi atau faktor risiko yang membuat seseorang memiliki hasrat ingin bunuh diri

Meskipun Anda mungkin tidak tahu apa yang menyebabkan teman atau orang yang Anda cintai mencoba bunuh diri, setidaknya ada beberapa karakteristik umum yang harus diperhatikan.

Faktor-faktor yang diketahui meningkatkan risiko bunuh diri seseorang meliputi:

Faktor individu

  • Pernah mencoba untuk bunuh diri atau ada keinginan tersebut.
  • Memiliki kondisi kesehatan mental, seperti depresi dan gangguan mood, skizofrenia, gangguan kecemasan.
  • Memiliki rasa sakit jangka panjang atau penyakit yang melumpuhkan atau mematikan.
  • Mengungkapkan perasaan putus asa.
  • Punya masalah uang atau hukum.
  • Memiliki perilaku kekerasan atau impulsif.
  • Memiliki alkohol atau masalah penyalahgunaan zat lainnya.
  • Memiliki akses mudah ke metode melukai diri sendiri, seperti senjata api atau obat-obatan.

Faktor hubungan

  • Memiliki riwayat kekerasan fisik, emosional atau seksual; atau penelantaran atau bullying.
  • Telah kehilangan hubungan karena putus, perceraian atau kematian.
  • Memiliki riwayat keluarga meninggal karena bunuh diri.
  • Terisolasi secara sosial; tidak memiliki dukungan.
  • Faktor masyarakat, budaya, masyarakat.

Faktor eksternal

  • Malu untuk meminta bantuan, terutama bantuan untuk kondisi kesehatan mental.
  • Kurangnya akses ke layanan kesehatan, terutama perawatan kesehatan mental dan penyalahgunaan zat.
  • Memegang keyakinan budaya atau agama bahwa bunuh diri adalah pilihan mulia untuk menyelesaikan dilema pribadi.
  • Telah menyadari peningkatan jumlah bunuh diri lokal atau peningkatan liputan media tentang kematian akibat bunuh diri.

Apa saja tanda peringatan bunuh diri yang paling umum?

Beberapa tanda peringatan yang lebih umum bahwa seseorang mungkin berpikir untuk mengakhiri hidup mereka meliputi:

Orang tersebut menjadi sedih atau murung

Orang tersebut memiliki kesedihan dan perubahan suasana hati yang cukup lama. 

Ketenangan mendadak

Orang tersebut tiba-tiba menjadi tenang setelah periode depresi atau kemurungan.

Menarik diri dari orang lain

Orang tersebut memilih untuk menyendiri dan menghindari teman atau kegiatan sosial. Mereka juga kehilangan minat atau kesenangan dalam aktivitas yang sebelumnya mereka nikmati.

Perubahan kepribadian, penampilan, pola tidur

Sikap atau perilaku orang tersebut berubah, seperti berbicara atau bergerak dengan kecepatan atau kelambatan yang tidak biasa. Selain itu, mereka Juga, tiba-tiba menjadi kurang peduli dengan penampilan pribadi. Mereka tidur lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya.

Menunjukkan perilaku berbahaya atau merugikan diri sendiri

Orang tersebut terlibat dalam perilaku yang berpotensi berbahaya, seperti mengemudi dengan sembrono, melakukan hubungan seks yang tidak aman atau meningkatkan penggunaan obat-obatan dan/atau alkohol.

Mengalami trauma atau krisis kehidupan baru-baru ini

Contoh krisis termasuk kematian orang yang dicintai, perceraian atau putusnya suatu hubungan, diagnosis penyakit utama, kehilangan pekerjaan atau masalah keuangan yang serius.

Merasa putus asa secara mendalam

Orang tersebut berbicara tentang perasaan putus asa, tidak memiliki alasan untuk hidup, menjadi beban bagi orang lain, merasa terjebak atau berada dalam rasa sakit emosional yang parah.

Membuat persiapan

Orang tersebut mulai menertibkan urusan pribadinya. Ini mungkin termasuk mengunjungi teman dan anggota keluarga, memberikan barang-barang pribadi, membuat surat wasiat, dan membersihkan kamar atau rumah mereka. Seringkali orang tersebut akan mencari secara online cara untuk mati atau membeli senjata. Beberapa orang akan menulis catatan sebelum mencoba dan ingin bunuh diri.

Mengancam bunuh diri atau berbicara tentang keinginan untuk mati

Beberapa orang yang ingin bunuh diri mungkin melakukan ancaman, namun, sebagiannya tidak. Akan tetapi hal ini perlu Anda tanggapi secara serius. Jika Anda mengalami rasa ingin bunuh diri seperti di atas atau memiliki teman dengan gejala tersebut, sebaiknya segera hubungi psikolog atau dokter ahli untuk memberikan penanganan yang tepat sebelum terlambat.

Iritabilitas: 7 Tips agar Tidak Jadi Pemarah

Iritabilitas: 7 Tips agar Tidak Jadi Pemarah

Tahukah kamu, saat kita melepaskan emosi negatif, seperti marah, orang-orang disekitarnya ikut merasakan hawa yang tidak enak. Memang, marah termasuk emosi dasar manusia. Ada banyak penyebab seseorang jadi lebih mudah tersinggung. Tapi iritabilitas atau sangat mudah marah memiliki dampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. 

Dampak suka marah-marah

Marah merupakan respon terhadap suatu kondisi dan tindakan dari stres yang kita alami. Marah terhadap suatu hal berarti sesuatu tersebut mengganggu kita sampai membuat kita stres. 

Iritabilitas atau perasaan marah yang tidak dikeluarkan bisa menyebabkan stres. Daripada menahan amarah, lebih baik mengeluarkan emosi tersebut. 

Tapi, orang yang suka marah-marah akan merasakan lelah yang sangat luar biasa. Iritabilitas juga akan mempengaruhi harga diri. Mereka yang memiliki iritabilitas merasa bersalah atas sikap mereka, dan saat mereka merasa marah dan melampiaskannya itu bisa merusak hubungan mereka dengan orang lain. Karena itu banyak orang yang lebih suka menghindari orang yang mudah marah, terutama anak-anak. 

Jika sifat lekas marah bertahan dalam jangka panjang dan merupakan masalah yang konsisten, itu bisa menjadi tanda masalah kesehatan mental. Hal ini harus segera diatasi karena dapat membuat kondisi semakin memburuk. 

Tips jadi orang yang tidak mudah marah

Mengeluarkan perasaan marah dengan meledak-ledak bukan satu-satunya cara agar Anda bisa terbebas dari emosi negatif tersebut. 

Berikut ini 7 cara agar bisa mengelola perasaan marah dengan baik:

  1. Cari tahu sumbernya

Untuk mengurangi sifat mudah marah dimulai dari mencari tahu apa yang membuat Anda mudah tersinggung. Anda bisa menggunakan jurnal emosi untuk mengidentifikasi situasi apa yang memicu kemarahan, serta reaksi yang Anda keluarkan termasuk perasaan dan tindakan Anda pada saat itu. 

Dengan jurnal tersebut, Anda bisa mencari cara mengelola emosi dan mengatasi kemarahan di masa mendatang.  

  1. Kurangi konsumsi kafein dan alkohol

Kafein dan alkohol adalah dua penyebab iritabilitas yang jarang disadari oleh banyak orang. Keduanya dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. Mengonsumsi kafein dan alkohol terlalu banyak bisa menimbulkan perasaan gelisah, khawatir, dan mudah tersinggung.

  1. Akui apa yang membuat Anda tersinggung

Kita sering mengabaikan hal-hal kecil yang mungkin membuat kesal. Misalnya, kalah dalam permainan kecil yang dimainkan dengan teman. Anda mungkin kesal tapi karena itu adalah hal yang sepele jadi Anda mengabaikan perasaan tersebut. 

Jujur pada diri sendiri mengenai hal-hal yang menyinggung Anda bisa membantu mengurangi perasaan negatif tersebut.

  1. Kasih sayang dengan diri sendiri

Mengasihi diri sendiri bisa jadi cara yang ampuh untuk menenangkan emosi. Mencintai diri sendiri dimulai dengan menerima kekurangan Anda. 

Akui bahwa Anda memang mudah tersinggung dan betapa itu sangat tidak menyenangkan. Kemudian bayangkan Anda mendapat pelukan dari seseorang yang peduli dengan Anda. 

Setelah merasa lebih baik, gunakan belas kasih kepada orang lain. Pikirkan betapa senangnya mereka jika mendapat kasih sayang seperti itu.

  1. Buat perspektif baru

Hal-hal kecil yang mengganggu bisa membuat Anda sulit melihat kebaikan lainnya. Luangkan beberapa menit untuk melihat suatu hal dari perspektif yang lebih besar, yang berjalan baik dalam hidup Anda dan bisa disyukuri, seperti kesehatan. 

  1. Menyingkir dari hawa negatif 

Iritabilitas mengaktifkan rangkaian respon negatif dalam tubuh kita, sehingga akan lebih baik untuk menghindar saat gejala itu muncul. Misalnya, saat Anda mulai gelisah atau marah, coba lakukan push-up atau sit-up untuk merilis emosi. Berjalan-jalan santai di pagi hari juga bisa membuat pikiran dan perasaanmu lebih tenang.   

  1. Menyendiri

Mengambil waktu sendiri untuk melepaskan diri dari aktivitas adalah waktu yang baik unuk memulihkan energi positif. Lakukan hal-hal yang bisa meredakan amarah, seperti mendengarkan musik, melakukan peregangan, yoga, atau sekedar mandi busa. 

Catatan 

Jika hal-hal diatas belum bisa meredakan iritabilitas, coba konsultasi ke psikolog atau psikiater. Pertimbangkan juga untuk menemui dokter untuk memastikan sifat mudah marah Anda bukan disebabkan oleh kondisi medis.

Cara Penyembuhan dalam Metode Pranic Healing, Memperbaiki Energi Tubuh

Dalam keberlangsungan kehidupan manusia, dibutuhkan makanan, air, udara, dan energi kehidupan atau disebut Prana. Ketika aliran Prana baik, maka setiap organ pun akan berfungsi dengan baik. Berlaku pula sebaliknya yang dapat menyebabkan penyakit pada organ. Inilah metode yang disebut Pranic healing. 

Pranic healing adalah salah satu metode pengobatan menggunakan energi positif

Metode Pranic healing ini bisa menyembuhkan diri sendiri maupun orang lain dari berbagai penyakit fisik, psikologis, dan emosi.

Apa Itu Prana dalam Metode Penyembuhan Pranic Healing?

Prana merupakan istilah dalam berbagai kebudayaan. Jika di China dikenal dengan istilah Chi, di Jepang dikenal Ki, dan dalam budaya Sansekerta disebut Prana. 

Namun, kebudayaan kuno umumnya belum mengenal konsep energi, sehingga kebanyakan dalam praktiknya masih abstrak dan ritualnya pun berkonotasi mistis. Akan lebih mudah dipahami oleh masyarakat modern yang akrab dengan tenaga listrik dan ilmu pengetahuan. Sehingga konsep dari Prana atau energi ini lebih mudah dipahami.

Ketika aliran Prana mengalir dengan baik, maka organ tubuh manusia akan bekerja dengan baik. Tapi, jika aliran energi ini terganggu, maka asupan Prana yang mengalir ke organ juga terganggu. Hal ini akan menyebabkan organ pada tubuh menjadi sakit.

Perlu diingat bahwa apapun yang dilakukan, baik aktif atau pasif, semuanya adalah Prana. Seperti menjalani diet yang tepat, memiliki hubungan yang baik, latihan fisi yang sesuai, dan sebagainya, semua itu akan meningkatkan kemampuan kita untuk memanfaatkan Prana yang ada di sekeliling kita. 

Energi kehidupan ini sebenarnya ada di sekitar kita, bahkan tempat kita hidup ini ada di samudera energi. Kesadaran merupakan kunci untuk menyadari keberadaan yang lebih berdaya. Seperti bernapas dengan sadar setidaknya 5-10 menit menjadi salah satu cara yang bagus untuk meningkatkan konsentrasi. Ketika Anda menyadari sedang bernapas, maka Anda juga lebih sadar setiap Prana yang diserap oleh sel-sel dalam tubuh.

Prana ini ada banyak sumbernya. Prana yang memancar dari tubuh dikenal dengan istilah aura. Sedangkan prana dari alam ada berbagai sumber, yaitu prana udara, prana matahari, dan prana bumi. 

Semua Prana yang ada ini saling berinteraksi dengan harmonis dalam mewujudkan kesehatan tubuh manusia. 

Lewat aura, kita bisa bertukar pikiran dan emosi. Lihat saja saat dua orang yang sedang jatuh cinta, mereka dapat saling mengerti apa yang dibutuhkan oleh pasangannya tanpa perlu terucap dari kata.

Dengan metode penyembuhan Prana atau Pranic healing ini, bisa memperbaiki hubungan keluarga, menyembuhkan berbagai kecanduan, mengurangi stres, hingga mampu meningkatkan kemampuan otak.

Cara Penyembuhan dengan Metode Pranic Healing

Seperti yang dijelaskan bahwa metode penyembuhan Prana ini bisa untuk menyembuhkan tubuh dari berbagai penyakit, dari yang ringan hingga penyakit berat. Energi tubuh akan diperbaiki dengan memanfaatkan sumber energi yang ada dari alam, misalnya.

Tubuh energi punya bagian-bagian selayaknya tubuh fisik yang terbagi atas otak, kepala, jantung, sistem pencernaan, dan lainnya. Sedangkan tubuh energi terbagi dalam berbagai bagian yang dikenal dengan cakra. 

Jadi, energi dalam tubuh akan diratakan, diseimbangkan, dan juga dirawat. Pengobatan ini tanpa sentuhan, tanpa obat, melainkan dirasakan oleh pasien. Saat energi tubuh berfungsi dengan baik, akan akan memengaruhi ke semua tubuh.

Metode penyembuhan energi ini bisa dengan tangan kosong, bisa juga dengan bantuan kristal untuk mempercepat penyembuhan. Ini bukanlah pengobatan alternatif, namun penyembuhan tambahan yang mendampingi pengobatan secara medis. Dokter akan menyembuhkan fisik, sedangkan Pranic healing bekerja menyembuhkan tubuh energi.

Misalnya, saat seseorang terkena penyakit kanker, metode penyembuhan Prana ini bukan untuk menghilangkan sel kanker, tetapi sebagai pengobatan tambahan agar mengurangi rasa sakit dan penderitaan yang dialami pasien.

Kenali Obat Aripiprazole untuk Gangguan Mental

Aripiprazole

Aripiprazole merupakan jenis obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan mental. Obat tersebut dapat membantu pasien supaya dapat berpikir lebih jernih.

Aripiprazole juga merupakan salah satu obat yang digolongkan sebagai obat antipsikotik dimana obat tersebut perlu diperoleh melalui resep dokter, karena obat tersebut perlu digunakan dengan hati-hati. Obat tersebut tersedia dalam bentuk tablet, larutan, dan suntikan. Obat tersebut dapat digunakan oleh anak-anak berusia di atas 13 tahun dan dewasa.

Aturan Pakai

Jika Anda mengalami gangguan mental dan ingin menggunakan aripiprazole, Anda sebaiknya pahami aturan pakainya terlebih dahulu:

  • Oral

Aripiprazole dalam bentuk oral dapat digunakan oleh pasien yang mengalami skizofrenia dan bipolar. Berikut adalah penjelasannya:

  • Skizofrenia

Dosis awal (khusus dewasa) adalah 10 hingga 15 mg per hari. Dosisnya dapat diubah setiap 2 minggu, namun dosis maksimal sebanyak 30 mg per hari.

Dosis awal untuk anak di atas 15 tahun adalah 2 mg selama 2 hari. Dosisnya dapat ditambah menjadi 5 mg per hari (selama 2 hari tambahan). Dosis maksimal sebanyak 30 mg per hari.

  • Bipolar

Dosis awal (khusus dewasa) adalah 15 mg per hari. Pasien dapat menambahkan dosisnya menjadi 30 mg per hari.

Dosis awal untuk anak diatas 13 tahun adalah 2 mg selama 2 hari. Dosisnya dapat ditambah menjadi 5 mg per hari (selama 2 hari tambahan). Dosis maksimal sebanyak 30 mg per hari.

  • Suntikan

Aripiprazole dalam bentuk suntikan digunakan oleh pasien yang mengalami skizofrenia. Penggunaannya (khusus dewasa) adalah 9,75 mg per hari (dosis awal). Jika perlu, pasien dapat mengulanginya setelah 2 jam. Maksimal penggunaannya sebanyak 3 kali per hari, atau setara dengan 30 mg per hari.

Efek Samping

Aripiprazole sama seperti obat lain dimana obat tersebut dapat menimbulkan berbagai efek samping, antara lain merasa lelah, sakit kepala, pusing, mual, muntah, sembelit, kesulitan tidur, dan mengeluarkan air liur secara berlebihan. Efek sampingnya bisa lebih serius, antara lain tremor, gangguan pernafasan, dan sindrom ganas neuroleptic. Jika pasien mengalami kondisi yang parah, pasien sebaiknya temui dokter supaya kondisinya segera ditangani.

Perhatian Khusus

Sebelum menggunakan aripiprazole, Anda sebaiknya beritahu dokter jika Anda (atau pernah) mengalami kondisi berikut:

  • Alergi terhadap aripiprazole.
  • Penyakit jantung.
  • Penyakit serebrovaskular.
  • Penyakit Parkinson.
  • Kejang.
  • Trauma kepala.
  • Kerusakan otak.
  • Kerusakan hati.
  • Kehamilan.
  • Menyusui.

Efek Dengan Obat Lain

Aripiprazole tidak dapat digunakan secara bersamaan dengan obat atau kandungan lain karena kondisi berikut:

  • Alkohol

Mengkonsumsi aripiprazole dengan alkohol dapat meningkatkan efek antihipertensi.

  • Antikolinergik

Mengkonsumsi aripiprazole dengan antikolinergik dapat mengganggu regulasi temporer.

  • Lorazepam dan benzodiazepine

Mengkonsumsi aripiprazole dengan lorazepam atau benzodiazepine dapat meningkatkan efek hipotensi sedatif dan ortostatik.

  • Obat untuk sistem saraf pusat

Mengkonsumsi aripiprazole dengan obat untuk sistem saraf pusat dapat menimbulkan reaksi tumpang tindih seperti sedasi.

Jika Kondisi Anda Memburuk

Jika kondisi Anda memburuk, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi Anda.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda menggunakan obat lain?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan yang lebih baik untuk Anda. Anda mungkin diminta untuk menggunakan obat lain untuk mengatasi kondisi yang Anda alami.

Kesimpulan

Aripiprazole merupakan salah satu pengobatan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental. Meskipun demikian, obat tersebut perlu digunakan dengan hati-hati dan dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat tersebut.

Mengenal Lebih Dekat Dokter Rehabilitas Medis

tanya dokter rehabilitasi medis

Dokter spesialis yang memiliki peran membantu mengembalikan fungsi tubuh pasien yang mengalami gangguan fungsi atau cacat disebut dengan dokter rehabilitasi medis. Beberapa kondisi yang disebabkan karena cedera, kecelakaan atau terkena penyakit, pasien dengan leluasa bisa tanya dokter rehabilitasi medis mengenai proses penyembuhan.

Dokter ini bisa memberikan perawatan kepada pasien berdasarkan riwayat kesehatan yang dimiliki atau sedang dialami. Beberapa macam terapi akan dilakukan bersama dokter ini untuk memulihkan kesehatan fisik dan emosional dari pasien, tujuan utama proses penyembuhan dengan bantuan dokter ini nantinya pasien diharapkan mendapat kualitas hidup yang lebih baik

Tanya Dokter Rehabilitasi Medis

Bukan sembarang pasien yang bisa mengajukan pertanyaan ke dokter spesialis ini, hanya para pasien yang mengalami proses pemulihan. Berikut ini beberapa kondisi yang ditangani oleh dokter rehabilitasi medis dan secara otomatis bisa mengajukan pertanyaan sekaligus konsultasi seputar proses pemulihannya.

  • Pasien korban kecelakaan dan menderita cedera sehingga mengalami keterbatasan fungsi dalam tubuh.
  • Pasien yang menjalani perawatan penyakit yang menyebabkan kelemahan anggota gerak tubuh, seperti stroke.
  • Pasien dengan penyakit nyeri kronis, seperti artritis, nyeri punggung dan cedera berulang karena kondisi tertentu.
  • Pasien dengan berat badan berlebih, sehingga sulit untuk bergerak atau melakukan kegiatan olahraga.
  • Perubahan fase kehidupan, bisa seperti pasca melahirkan atau menopause suatu kondisi yang memengaruhi kemampuan fisik seseorang.

Macam Terapi Dokter

Dalam memulihkan kondisi pasien, berbagai macam terapi dilakukan oleh dokter rehabilitasi, jenisnya yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien. Berikut ini beberapa jenis terapi yang dilakukan.

  1. Terapi Okupasi

Merupakan perawatan khusus yang dilakukan dokter rehabilitasi medis untuk membantu pasien yang mengalami keterbatasan fisik, mental dan kognitif. Terapi okupasi membuat pasien bisa lebih mandiri dalam menjalani berbagai macam aktivitas sehari-hari, ketika terapi ini dilakukan, dokter akan memerhatikan dan menilai kesulitan pasien dalam melakukan aktivitas.

  1. Terapi Fisik

Perawatan yang dianjurkan atau diberikan dokter dengan tujuan meningkatkan fungsi atau kekuatan sendiri dan otot. Ketika melakukan terapi ini, keterbatasan gerak yang dialami pasien bisa teratasi sehingga kemampuan pasien dalam berdiri, bergerak dan berjalan bisa menjadi lebih baik ketimbang sebelumnya.

  1. Terapi Bicara

Terapi ini diberikan dokter rehabilitasi medis pada pasien dengan gangguan bicara dan sulit untuk merangkai kata. Seperti pasien yang menderita gagap, nantinya disarankan untuk menjalani terapi ini dan termasuk bagi penderita apraksia dan disartria. Terapi akan diberikan sesuai dengan gangguan bicara yang diderita pasien dan tujuannya memperkuat otot di wajah dan tenggorokan.

  1. Rehabilitasi Sosial

Dilakukan dengan tujuan membantu pasien dalam beradaptasi dengan perubahan yang dialami sebagai akibat dari penyakit tertentu, cedera hingga kecacatan. Adanya rehabilitasi sosial diharapkan pasien kembali bisa bersosialisasi atau membaur dengan masyarakat dengan lebih percaya diri, biasanya dilakukan oleh fisioterapis.

Kapan ke Dokter Rehabilitasi Medis

Terdapat beberapa waktu yang disarankan bagi seseorang untuk berkonsultasi atau sekedar tanya dokter rehabilitasi medis. Disamping juga telah disarankan dokter umum karena kondisi yang dialami, berikut beberapa saran untuk mengunjungi dokter spesialis ini.

  • Ketika pasien menderita penyakit tertentu atau cedera yang menyebabkan gangguan fisik, seperti kelumpuhan atau hilangnya fungsi normal pada bagian tubuh tertentu.
  • Menderita cacat fisik yang menyebabkan ruang gerak untuk melakukan aktivitas normal menjadi terbatas atau terhambat.
  • Ketika pasien memiliki keterbatasan fisik atau disabilitas.

Yuk, Ketahui Penyebab Stres dan Cara Mengatasinya!

Semua orang tentu pernah mengalami stres dengan penyebab berbeda. Kondisi tersebut bisa menimpa siapa saja, baik anak-anak maupun orang tua. Stres yang dialami terus menerus bisa membawa pengaruh buruk bagi kesehatan baik fisik maupun mental. Terdapat beberapa jenis gejala yang muncul ketika seseorang mengalami stres baik dari segi emosi, fisik, kognitif, hingga perilaku. Lalu, apa saja penyebab stres? Serta bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini. 

Berbagai penyebab stres

Stres yang dirasakan dapat berbeda-beda pada masing-masing orang. Hal itu wajar karena penyebab stres cukup banyak dan bisa dipicu oleh berbagai hal. Beberapa penyebab stres yang sering terjadi yaitu:

  • Mengkhawatirkan sesuatu dan berhadapan dengan ketidakpastian.
  • Menghadapi perubahan besar dalam hidup seperti pindah rumah, diberhentikan dari pekerjaan secara mendadak, atau putus cinta. 
  • Berada di bawah tekanan baik dari lingkungan keluarga maupun pekerjaan.
  • Tidak memiliki kedali dari sebuah situasi misalnya anak yang sedang sakit dan Anda sangat ingin menghilangkan rasa sakit tersebut. 
  • Tidak memiliki aktivitas, pekerjaan, atau perubahan dalam hidup. Hal ini merupakan fase ketika Anda berada dalam keadaan stagnan. 

Cara mengatasi stres

Stres yang dialami tidak boleh dibiarkan secara berlarut-larut sebab akan membawa dampak buruk bagi kesehatan. Anda perlu segera mengidentifikasi penyebab stres yang dialami agar langkah penanganan yang dilakukan dapat lebih spesifik. Beberapa hal dapat Anda lakukan secara mandiri untuk mengatasi stres yang dialami seperti: 

  • Mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur. Membatasi konsumsi kafein juga dapat membantu mengatasi stres. 
  • Beristirahat dengan cukup terutama di malam hari. Anda dapat menggunakan bantuan musik klasik, minyak aromaterapi, atau mencoba mandi air hangat sebelum tidur. 
  • Menjalankan hobi dapat menjadi hal terapheutic seperti menjahit, menyulam, berkebuh, atau sekadar bersih-bersih rumah.
  • Memperluas pertemanan sehingga tidak merasa kesepian dan sendiri.
  • Rutin berolahraga akan membantu tubuh melepaskan hormon endorphin yang dapat membuat suasana hati menjadi baik, senang, dan rileks. 
  • Rileksasi dan me time penting untuk dilakukan seperti piknik atau sekadar makan di restoran favorit.

Selain berbagai cara di atas, jalur medis juga dapat dipilih apabila stres yang dialami dirasa cukup berat dan sulit diatasi secara mandiri. Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau psikiater. Beberapa penanganan yang umumnya akan direkomendasikan yaitu:

  • Pemberian obat hanya disarankan ketika berbagai cara lain tidak membantu. Obat yang diberikan akan disesuaikan kondisi stres yang dalami, namun umumnya obat yang diberikan berupa antidepresan. 
  • Terapi perilaku kognitif digunakan terutama pada pasien yang memiliki masalah kejiwaan untuk membantu mengurangi rasa cemas yang dialami.
  • Terapi meditasi bertujuan untuk membuat seseorang merasa lebih rileks, menjalin hubungan dengan lebih baik, melatih pengendalian emosi, serta belajar lebih fokus. 

Dampak buruk stres

Stres yang dialami dalam jangka waktu panjang dan tidak ditangani dengan baik dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Beberapa dampak buruk akibat stres di antaranya yaitu: 

  • Masalah kulit seperti jerawat atau eksim mungkin muncul dan sulit dihilangkan. 
  • Diabetes sebab ketika stres seseorang cenderung mengonsumsi lebih banyak gula untuk membantu dirinya merasa rileks.
  • Risiko terkena penyakit jantung akan meningkat tajam ketika seseorang mengalami stres berat.
  • Hipertensi atau darah tinggi dapat terjadi karena tekanan psikologis. 
  • Masalah kesuburan sehingga sulit untuk hamil. 
  • Gangguan makan yang dapat membuat seseorang mengalami penurunan berat badan secara drastis atau obesitas. 
  • Depresi atau gangguan kecemasan.

Meski sulit, stres dapat Anda cegah agar tidak terjadi. Meski beberapa penyebab stres seperti pekerjaan tidak dapat dihindari, Anda dapat meminimalkan tingkat stres yang dialami. Beberapa usaha pencegahan yang mungkin dicoba yaitu berlatih pernapasan, yoga, memelihara hewan atau tanaman, mengurangi konsumsi kafein, berhenti merokok, menulis diary, serta lebih banyak tertawa. Apabila Anda masih memiliki pertanyaan seputar penyebab stres dan cara mengatasinya, tanyakan secara langsung pada dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga melalui App Store atau Google Play.

Stereotip

Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda. Sebagian orang menghargai orang lain tanpa memandang latar belakang mereka. Namun, sebagian orang tidak suka terhadap orang lain walaupun hanya melihat dari penampilannya dan mungkin tidak kenal dengan orang tersebut. Orang-orang yang memiliki karakteristik seperti ini memiliki sikap stereotip.

Stereotip dapat diketahui melalui reaksi seseorang terhadap orang lain. Jika orang tersebut tidak suka dengan orang lain, maka mereka kemungkinan memiliki sikap stereotip. Jika masalah tersebut terus dibiarkan, maka mereka akan terus tidak suka terhadap orang tersebut sampai kapanpun. Walaupun hanya terjadi di pikiran manusia, hal tersebut juga bisa menunjukkan sikap diskriminatif.

Jenis Stereotip

Stereotip tidak hanya terjadi berdasarkan penampilan seseorang, namun juga bisa terjadi berdasarkan jenis stereotip berikut:

  1. Rasisme

Rasisme merupakan jenis stereotip yang terjadi berdasarkan ras. Pada umumnya, orang-orang cenderung berprasangka terhadap orang lain berdasarkan warna kulit yang dimiliki. Jika kulit mereka berbeda, mereka mungkin bisa menjadi korban diskriminasi. Masalah tersebut juga bisa terjadi jika mereka memiliki warna kulit yang sama, namun memiliki latar belakang etnis lain seperti bahasa.

  1. Seksisme

Seksisme merupakan jenis stereotip yang terjadi berdasarkan jenis kelamin. Hal tersebut bisa terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan, namun perempuan yang lebih sering menjadi korban seksisme.

Ada berbagai faktor yang dapat memicu hal tersebut, salah satunya termasuk pekerjaan. Sebagian pekerja lebih memilih untuk menerima orang-orang dengan jenis kelamin tertentu.

  1. Ageism

Ageism merupakan jenis stereotip yang terjadi berdasarkan usia. Hal tersebut terjadi baik pada orang-orang yang berusia muda maupun tua. Pekerjaan merupakan salah satu konflik yang berkaitan dengan usia. Sebagian orang memilih orang yang lebih tua karena pengalamannya, namun sebagian orang memilih orang yang lebih muda karena mereka berada di usia produktif.

  1. Classism

Classism merupakan jenis stereotip yang terjadi berdasarkan kelas sosial. Sebagian orang yang kaya cenderung berpikir bahwa orang-orang yang miskin dapat memberikan dampak yang buruk bagi mereka, atau sebaliknya. Hal tersebut juga merupakan hal yang sering dibicarakan oleh sebagian orang.

  1. Nasionalisme

Nasionalisme merupakan jenis stereotip yang terjadi berdasarkan ide dan gerakan untuk mendukung kelompok tertentu. Sebagian orang berpikir bahwa kelompok yang didirikan merupakan kelompok yang bertindak dengan benar, namun tidak demikian. Hal tersebut merupakan pandangan dari orang-orang yang berada di kelompok tertentu.

  1. Homophobia

Homophobia merupakan jenis stereotip yang terjadi berdasarkan homoseksual. Sebagian orang merasa takut terhadap orang-orang yang homo, baik gay maupun lesbian. Tidak hanya ketakutan, masalah tersebut juga dapat menimbulkan intoleransi bagi sebagian orang.

  1. Xenophobia

Xenophobia merupakan jenis stereotip yang terjadi berdasarkan orang asing. Sebagian orang merasa takut terhadap orang asing, karena orang asing terlihat berbeda dengan diri mereka.

  1. Agama

Sebagian orang juga memiliki sikap stereotip terhadap agama dan kepercayaan tertentu. Sebagian orang merasa obsesif terhadap agama yang dianuti sehingga mereka berpikir bahwa agama lain dapat menimbulkan hal negatif dalam kehidupan mereka.

Cara Menyikapi Perbedaan Terhadap Orang Lain

Stereotip merupakan sikap yang sulit dihindari. Oleh karena itu, jika Anda memiliki sikap tersebut dan ingin membuat perubahan, Anda bisa melakukan beberapa cara di bawah:

  • Memiliki rasa empati terhadap hal-hal yang membedakan diri Anda seperti ras.
  • Meningkatkan interaksi dengan orang lain yang memiliki latar belakang yang berbeda dengan Anda.
  • Membantu membuat orang lain sadar akan perbedaan yang dimiliki dalam kehidupan.
  • Menerapkan keadilan bagi orang-orang di semua kelompok.

Kesimpulan

Stereotip merupakan sikap yang dapat menentukan apakah seseorang suka terhadap orang lain atau tidak. Jika tidak suka terhadap orang lain karena faktor tertentu, maka mereka bisa menambah rasa benci terhadap kelompok tersebut. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menerapkan cara-cara yang disebutkan di atas supaya tidak menimbulkan perselisihan terhadap kaum-kaum tertentu.

Siklotimia, Bisa Menyebabkan Bipolar

Siklotimia, Bisa Menyebabkan Bipolar

Siklotimia atau gangguan siklotimik, adalah gangguan mood ringan dengan gejala yang mirip dengan gangguan bipolar II. Baik siklotimia dan gangguan bipolar menyebabkan naik turunnya emosi, dari manic high ke depressive low.

Siklotimia ditandai dengan gejala depresi tingkat rendah yang berfluktuasi bersama dengan periode mania ringan (hipomania). Gejala harus ada setidaknya dua tahun sebelum diagnosis siklotimia dapat dibuat (satu tahun pada anak-anak). Perubahan mood ini cenderung terjadi dalam siklus, mencapai pasang surut. Di antara pasang surut ini, Anda mungkin merasa suasana hati Anda stabil.

Perbedaan utama antara siklotimia dan bipolar adalah intensitas. Perubahan suasana hati yang terkait dengan siklotimia tidak seekstrim yang terjadi pada gangguan bipolar. Mereka yang mengalami gangguan bipolar mengalami gejala intens yang memenuhi kriteria klinis untuk diagnosis mania dan depresi berat, sedangkan mereka yang mengalami siklotimia mengalami “naik turun” yang lebih ringan, digambarkan sebagai hipomania dan depresi ringan. Jika tidak diobati, siklotimia dapat meningkatkan resiko Anda mengembangkan gangguan bipolar.

Kondisi siklotimia biasanya berkembang pada masa remaja. Orang dengan penyakit ini sering terlihat berfungsi dengan normal, meskipun mereka tampak “murung” atau “sulit” bagi orang lain. Orang sering tidak mencari pengobatan karena perubahan suasana hati tidak tampak parah. Orang dengan siklotimia kadang-kadang bahkan bisa menjadi sangat produktif.

Penderita siklotimia biasanya mengalami depresi tingkat rendah selama berminggu-minggu yang diikuti dengan episode mania ringan yang berlangsung selama beberapa hari. Gejala depresi siklotimia mungkin termasuk:

  • Sifat cepat marah
  • Agresivitas
  • Insomnia atau hipersomnia (tidur terlalu banyak)
  • Perubahan nafsu makan
  • Penurunan atau kenaikan berat badan
  • Kelelahan atau energi rendah
  • Hasrat dan fungsi seksual rendah
  • Perasaan putus asa, tidak berharga, atau bersalah
  • Kurang perhatian, kurang konsentrasi, atau kelupaan
  • Gejala fisik yang tidak dapat dijelaskan

Gejala manik siklotimia mungkin termasuk:

  • Harga diri yang sangat tinggi
  • Berbicara berlebihan atau berbicara dengan sangat cepat, terkadang begitu cepat sehingga orang lain kesulitan mengikuti apa yang dikatakan orang tersebut
  • Balap pikiran (kacau dan tidak teratur)
  • Kurang fokus
  • Kegelisahan dan hiperaktif
  • Kecemasan meningkat
  • Pergi berhari-hari dengan sedikit atau tanpa tidur (tanpa merasa lelah)
  • Argumentatif
  • Hiper seksualitas
  • Perilaku sembrono atau impulsif

Beberapa orang mengalami “periode campuran”, di mana kombinasi gejala manik dan depresi terjadi dalam waktu yang sangat singkat, yang satu diikuti segera oleh yang lain. Peneliti tidak yakin apa yang menyebabkan atau memicu gejala siklotimia. Kondisi tersebut, bagaimanapun, diketahui diturunkan dalam keluarga.

Seseorang tidak menderita siklotimia jika merasa bebas dari gejala selama lebih dari dua bulan. Untuk membedakan siklotimia dari kemurungan biasa, dokter Anda akan membandingkan gejala Anda dengan beberapa kriteria klinis.

Siklotimia adalah kondisi kronis yang membutuhkan pengobatan seumur hidup. Jika Anda berhenti minum obat, bahkan selama periode remisi gejala Anda akan kembali. Karena siklotimia dapat berkembang menjadi gangguan bipolar, Anda harus menerima perawatan yang tepat. Penggunaan alkohol dan obat-obatan juga dapat meningkatkan gejala Anda.

Tidak ada obat untuk siklotimia, tetapi ada perawatan yang akan membantu Anda mengelola gejala Anda. Dokter Anda akan membantu Anda membuat rencana perawatan yang kemungkinan besar akan mencakup kombinasi pengobatan dan terapi. Anda mungkin tergoda untuk berhenti minum obat atau menghadiri sesi terapi selama episode hipomania. Tetapi sangat penting bagi Anda untuk tetap berpegang pada rencana perawatan Anda.

Cara Mengobati Gangguan Kecemasa Umum

Merasa cemas itu wajar. Namun, jika kecemasan terlalu sering terjadi, tanpa alasa, dan berlebihan, mungkin Anda mengidap gangguan kecemasan umum.  Gangguan mental ini bisa dialami oleh siapa saja, baik dewasa maupun anak-anak.

Generalized anxiety disorder (GAD) atau gangguan kecemasan umum akan membuat penderitanya cenderung selalu memikirkan hal-hal yang negatif dan buruk. Bahkan kecemasan tersebut tidak realistis.

Orang yang mengalami GAD ini bahkan merasa akan terjadi sesuatu yang buruk padanya. Dia juga akan mengkhawatirkan aspek-aspek kehidupannya seperti pekerjaan, sekolah, kesehatan, dan lainnya. Dan akan mengganggu kehidupan sehari-harinya.

Orang dengan gangguan kecemasan umum biasanya tidak bisa menjelaskan apa yang membuatnya merasa sangat khawatir berlebihan pada orang lain.

Penyebab Gangguan Kecemasan Umum

Sebenarnya hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab seseorang mengalami gangguan kecemasan umum. Namun, diduga kondisi ini muncul karena dipicu oleh fungsi bagian otak yang tidak normal untuk mengontrol emosi, tingkah laku, dan juga pola pikir.

Ada juga faktor-faktor yang disebut berkontribusi memicu munculnya gangguan kecemasan umum ini, yaitu:

  • Mempunyai keluarga dengan riwayat gangguan kecemasan umum
  • Memiliki riwayat pernah mengalami kejadian traumatis yang membuat seseorang mengalami stres, misalnya pernah mengalami bullying
  • Memiliki riwayat adanya gangguan pada sistem saraf
  • Memiliki riwayat penyakit yang butuh pengobatan jangka panjang
  • Memiliki riwayat pengguna obat-obatan terlarang atau pecandu minuam beralkohol
  • Selain itu, ditemukan ternyata wanita dua kali lebih rentang mengalami GAD dibanding pria.

Apa Gejala dan Tanda Gangguan Kecemasan Umum?

Anxiety atau kecemasan merupakan hal wajar jika seseorang berada di situasi tertekan atau kondisi tertentu. Namun ada juga orang yang mengalami rasa cemas yang berlebihan dan tanpa alasan. Untuk mengetahui seseornag mengalami gangguan kecemasan umum, berikut gejala dan tanda-tandanya:

  • Sulit mengendalikan rasa kecemasan dan bisa berpindah dari satu topik ke topik yang lain
  • Mengalami kecemasan yang terlihat jelas dan berlebihan akan berbagai hal atau topik, aktivitas, ataupun kejadian selama enam bulan atau lebih
  • Kecemasan yang dibarengi dengan gejala-gejala fisik dan kognitif seperti lebih mudah cemas dan gelisah, cepat capek atau lebih lelah, meningkatkan nyeri otot, kesulitan tidur, terganggunya konsentrasi, serta mudah kesal.

Cara Mengobati Ganggaun Kecemasan Umum

Menangani dan mengobati gangguan kecemasan umum ini bisa dilakukan dengan psikoterapi dan obat-obatan. Tentu saja penanganannya berdasarkan tingkat dampak dari gangguan kecemasan pada kehidupan sehari-hari penderitanya.

  1. Psikoterapi

Jenis psikoterapi yang paling efektif untuk penderita gangguan kecemasan umum adalah terapi perilaku kognitif yang termasuk lini pengobatan pertama pasien GAD.

Tujuan dari terapi kognitif ini adalah untuk mengubah perilaku dan pemikiran yang membuat penderita sering merasa kecemasan. Terapis akan membantu pasien bagaimana caranya mengendalikan kecemasan dan menenangkan pikiran.

  • Obat-obatan

Pengobatan memang bukan pilihan pertama untuk mengobati kondisi GAD ini, namun bisa membantu mengurangi gejala pasien GAD. Ada obat-obatan yang digunakan jangka pendek dan jangka panjang, berdasarkan tingkat keparahan dampak GAD yang dialami pasien.

  • Pengobatan jangka pendek, bertujuan untuk mengurangi beberapa gejala fisik seperti kram perut atau pun ketegangan otot. Obat untuk jangka pendek ini berupa clonazepam, lorazepam, ataupun alprazolam.
  • Pengobatan jangka panjang, seperti obat antidepresan dari golongan selective serotonin reptake inhibitor (SSRI) dan norepinephrine reuptake inhibitor (SNRI). Ada juga obat antikecemasan atau ansiolitik yang berguna untuk mengurangi rasa mudah gelisah, susah tidur, dan gejala lainnya.

3. Mengatur Gaya Hidup

Mengatur gaya hidup juga bisa mengurangi gejala gangguan kecemasan yang dialamioleh pasien.

  • Menghindari obat-obatan terlarang dan zat yang memicu cemas
  • Menerapkan pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, dan berolahraga secara teratur
  • Membicarakan masalah yang dihadapi pada orang terdekat
  • Menerapkan teknik relaksasi agar stres yang dialami bisa teratasi.