Category: Kulit & Kecantikan

Manfaat Masker Wortel Bagi Kesehatan Kulit

Siapa tak kenal wortel. Sayur berwarna jingga ini tidak hanya memiliki rasa yang lezat, tetapi juga mengandung banyak nutrisi yang menyehatkan. Sayur ini juga sangat “versatile”, dapat dimakan langsung, dijadikan bahan masakan seperti salad, sup, atau smoothies, dan bahkan kulit bisa mendapatkan manfaat masker wortel. Wortel kaya kandungan vitamin, mineral, dan serat. Wortel juga merupakan sumber antioksidan yang sangat baik. Antioksidan merupakan nutrisi yang tersedia dari tumbuhan. Zat ini membantu tubuh membersihkan radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan sel apabila dibiarkan terlalu banyak menumpuk di dalam tubuh.

Wortel rendah kalori dan karbohidrat. Manfaat masker wortel dan produk olahan wortel lain ada akibat berbagai nutrisi yang menyehatkan di dalamnya. Misalnya, dalam 240 ml jus wortel mengandung kalori sebanyak 96, 2 gram protein, kurang dari 1 gram lemak, 22 gram karbohidrat, 9 gram gula, 2 gram serat, vitamin A sebesar 255% dari nilai harian, 23% nilai harian vitamin C, 31% nilai harian vitamin K, dan 15% nilai harian potassium. Jus wortel juga mengandung carotenoid pigmen lutein dan zeaxanthin, yang mana bertindak sebagai antioksidan utama di tubuh. Carotenoid utama di jus wortel adalah beta carotene, yang bertanggung jawab atas warna jingga wortel. Tubuh mengubahnya menjadi antioksidan vitamin A. Dengan berbagai nutrisi tersebut, bukan menjadi hal yang mengherankan apabila manfaat masker wortel bagi kulit sangat melimpah. Adapun beberapa manfaat tersebut di antaranya adalah:

  • Mengatasi kulit yang terbakar sinar matahari

Bagi Anda yang gemar berjemur di bawah sinar matahari atau melakukan aktivitas di luar ruangan, masker wortel dapat mengatasi luka terbakar akibat paparan sinar matahari berbahaya. Wortel mengandung beta carotene, yang akan diubah menjadi retinol, salah satu bahan alami dalam membuat vitamin A. Vitamin A sangat dibutuhkan untuk kembali meremajakan dan menangkan kulit.

  • Mempercepat proses penyembuhan luka

Wortel mengandung sifat anti-peradangan dan vitamin E yang dapat mempercepat penyembuhan luka pada wajah, baik diakibatkan karena jerawat ataupun bekas luka.

  • Menutup noda hitam

Tak perlu lagi memakai makeup mahal apabila Anda hendak menutupi noda hitam di wajah. Cukup dapat manfaat masker wortel ataupun mengonsumsinya dengan teratur. Anda bisa mengurangi noda hitam membandel serta meratakan warna kulit.

  • Membuat kulit menjadi lebih “glowing”

Wortel mengandung vitamin C yang berfungsi untuk membuat kulit tampak bersinar dan “glowing”. Selain menggunakan masker wortel, Anda disarankan untuk mengonsumsi wortel dengan teratur untuk mendapatkan hasil kulit yang lembut dan sehat.

  • Menstimulasi produksi kolagen

Saat seseorang bertambah usia, produksi kolagen di dalam tubuh akan menurun. Kolagen merupakan zat yang membuat kulit kencang, elastis, dan sehat. Wortel merupakan salah satu sayuran yang dapat membantu meningkatkan produksi kolagen. Vitamin C yang tinggi di dalam wortel akan bekerja untuk menstimulasi produksi kolagen di kulit dan menjaga elastisitas kulit.

  • Mencegah jerawat

Wortel mengandung banyak nutrisi dan vitamin yang memiliki sifat antijamur dan antibakteri. Wortel dapat mengatur produksi minyak berlebih di wajah, di saat yang bersamaan mencegah tumbuhnya jerawat. 

Manfaat masker wortel di atas ada berkat kandungan nutrisi di dalam wortel yang beragam. Potassium, carotenoid, vitamin A, C, dan K berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kelembutan kulit. Selain menggunakan wortel untuk dijadikan masker wajah, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi sayur ini dengan teratur, agar mendapatkan manfaat kesehatan lain.

Ketahui Cara Menghilangkan Kurap Berikut Ini

Kurap, atau dikenal dengan nama ringworm, merupakan ruam yang disebabkan oleh infeksi jamur. Ruam tersebut biasanya berwarna merah, bersisik, dan terasa gatal. Kurap di tubuh dapat menyebar lewat hubungan langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi. Kurap ringan biasanya mudah diobati hanya dengan menggunakan obat-obatan antijamur yang dioleskan pada bagian kulit yang terinfeksi. Namun, untuk kasus kurap yang lebih parah, cara menghilangkan kurap adalah dengan mengonsumsi obat antijamur selama beberapa minggu.

Perawatan

Anda memiliki risiko lebih tinggi menderita kurap di tubuh apabila tinggal di daerah dengan iklim yang hangat, melakukan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, memakai baju atau handuk milik orang yang terinfeksi jamur, berpartisipasi dalam olahraga yang melibatkan hubungan kontak seperti gulat, memakai pakaian yang ketat, dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Adapun cara menghilangkan kurap di antaranya adalah:

  • Mengoleskan obat antijamur topikal

Kebanyakan kasus kurap dapat dirawat di rumah. Antijamur OTC dapat membunuh jamur dan mendukung proses penyembuhan. Obat-obatan yang efektif dalam menghilangkan kurap di antaranya adalah miconazole, terbinafine, dan clotrimazole. Cara menghilangkan kurap dengan obat-obatan tersebut adalah membersihkan ruam kurap terlebih dahulu sebelum mengoleskan antijamur pada daerah yang terinfeksi 2 hingga 3 kali sehari, atau seusai anjuran penggunaan obat. Biarkan obat-obatan menyerap ke dalam kulit.

  • Biarkan bernapas

Anda mungkin ingin terus menutupi kurap dengan perban untuk mencegah penyebaran infeksi. Akan tetapi, menutup kurap dengan perban terus menerus dapat menjebak kelembapan dan malah memperlambat proses penyembuhan. Gunakan pakaian yang nyaman dan “breathable” untuk mempercepat proses penyembuhan dan menghindari penularan kurap kepada orang lain.

  • Cuci seprai dan sarung bantal setiap hari

Karena kurap merupakan sebuah kondisi yang sangat menular, Anda perlu mencuci seprai dan sarung bantal setiap hari guna mencegah infeksi menyebar. Spora jamur dapat menyebar di seprai dan sarung bantal, sehingga saat Anda tidur di atasnya, kurap akan sembuh dalam waktu yang lama dan infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Seprai dan sarung bantal yang terkontaminasi juga dapat menular ke pasangan Anda. Gunakan air panas dan detergen saat mencuci seprai dan sarung bantal. Hanya menggunakan air panas saja tidak cukup untuk membunuh jamur.

  • Menggunakan sampo antijamur

Terkadang, kurap dapat berkembang di kulit kepala. Gejala infeksi kulit kepala di antaranya adalah rasa gatal parah, adanya kebotakan pada daerah tertentu, dan ketombe parah. Apabila Anda memiliki kurap di kulit kepala, keramas menggunakan sampo obat antijamur OTC. Sampo jenis ini dapat membunuh bakteri dan jamur di kulit kepala dan menghentikan peradangan. Anda bisa membeli sampo antijamur di apotek. Carilah sampo dengan bahan aktif antijamur, seperti selenium sulphide, ketoconazole, dan pyrithione zinc. Gunakan sampo sesuai dengan petunjuk penggunaan.

  • Perawatan antijamur yang diresepkan

Cara menghilangkan kurap yang terakhir adalah dengan menggunakan krim, bubuk, atau salep antijamur hingga ruam benar-benar hilang. Infeksi dapat datang kembali apabila Anda menghentikan perawatan terlalu dini. Hubungi dokter apabila ruam tidak hilang setelah 2 minggu dengan perawatan tersebut di atas.

Jangan pernah remehkan kurap. Meskipun kurap merupakan infeksi kulit yang umum terjadi, tindakan cepat dan segera dibutuhkan untuk mengobati sekaligus mencegah kurap menyebar ke bagian tubuh lain. Lakukan cara menghilangkan kurap di atas dan hubungi dokter apabila kurap tidak sembuh setelah 2 minggu.

Menggunakan Pasta Gigi untuk Jerawat, Baik atau Tidak?

Ketika jerawat muncul di wajah, Anda mungkin berusaha menghilangkannya dengan berbagai cara. Salah satu cara yang umum dilakukan oleh banyak orang untuk menghilangkan jerawat adalah menggunakan pasta gigi. Namun, baikkah menggunakan pasta gigi untuk jerawat?

Sebenarnya, dibandingkan dengan memberikan efek penghilang jerawat, pasta gigi membawa lebih banyak dampak negatif pada kulit wajah Anda. Karena itu, mengobati jerawat sebaiknya dilakukan menggunakan bahan-bahan alami atau produk khusus masalah kulit berjerawat.

Dampak negatif penggunaan pasta gigi untuk jerawat

Pada dasarnya, sebuah pasta gigi mengandung beragam campuran zat kimia. Beberapa zat kimia yang umum digunakan meliputi gliserin, sorbitol, kalsium karbonat, natrium lauril sulfat, dan natrium bikarbonat yang ditemukan pada baking soda.

Seluruh kandungan tersebut merupakan zat-zat aktif yang terlalu keras untuk digunakan langsung di permukaan kulit. Ini membuat pasta gigi tidak bisa dijadikan pilihan yang tepat untuk mengobati jerawat.

Secara umum, dampak negatif penggunaan pasta gigi untuk jerawat meliputi:

  • Menjadikan kulit lebih kering
  • Tidak membunuh bakteri penyebab jerawat
  • Menyebabkan iritasi dan nyeri pada kulit
  • Memicu masalah kulit lainnya
  • Menyebabkan luka bakar akibat zat kimia

Beberapa kandungan yang digunakan dalam pasta gigi serupa dengan kandungan dalam sebuah produk obat jerawat. Karena itu, banyak orang mengira pasta gigi memiliki efek yang sama dalam menyembuhkan jerawat.

Akan tetapi, pemakaian kandungan dalam pasta gigi dan produk jerawat sebenarnya memiliki komposisi yang berbeda dan dikombinasikan dengan zat-zat kimia yang berbeda juga. Menggunakan pasta gigi pada jerawat tidak akan membuat jerawat Anda mudah kering, melainkan membuat kulit mengalami kemerahan dan iritasi.

Kandungan triclosan dalam pasta gigi

Triclosan merupakan salah satu bahan yang digunakan di pasta gigi dan dapat ditemukan juga dalam beberapa produk perawatan kulit. Triclosan memiliki peran dalam membunuh bakteri, khususnya bakteri di mulut saat menyikat gigi.

Akan tetapi, belum ada penelitian yang bisa memastikan efektivitas triclosan dalam membunuh bakteri penyebab jerawat. Hal ini terjadi karena triclosan yang terkandung dalam pasta gigi memiliki kadar yang berbeda dengan triclosan yang seharusnya ada di produk perawatan kulit berjerawat.

Triclosan sendiri merupakan zat yang cukup aktif, dan penggunaannya bisa berbahaya apabila tidak dilaksanakan dengan tepat. Zat ini sudah lama dilarang untuk dimasukkan dalam sabun mandi dan sabun cuci tangan, karena tidak dapat dipastikan efektivitasnya dalam membunuh bakteri.

Meski begitu, triclosan masih diperbolehkan untuk digunakan di pasta gigi karena sudah terbukti mampu mengurangi radang gusi dan kerak gigi.

Alternatif pengobatan jerawat di wajah

Daripada menggunakan pasta gigi untuk jerawat, lebih baik Anda mengatasi masalah jerawat di kulit wajah Anda dengan menggunakan pengobatan alami. Pengobatan alami bisa dilakukan melalui:

  • Lidah buaya

Lidah buaya memiliki kandungan mineral, asam amino, dan vitamin yang mendukung proses penyembuhan dan meredakan iritas. Anda bisa menggunakan gel dari lidah buaya dan mengoleskannya langsung ke permukaan jerawat.

  • Tea tree oil

Kandungan dalam tea tree oil memiliki fungsi anti-inflamasi serta membunuh bakteri penyebab jerawat. Dengan begitu, jerawat akan lebih cepat mereda dan tidak memiliki resiko kemunculan banyak jerawat baru di kemudian hari.

Jika Anda menginginkan hasil yang lebih cepat dan maksimal, Anda mungkin bisa menggunakan obat-obatan tertentu untuk mengatasi jerawat. Perlu diingat, mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter lebih baik daripada menggunakan pasta gigi untuk jerawat.