Category: Parenting

4 Cara Mengatasi Sesak Nafas Saat Hamil

Apakah saat ini sedang dalam kondisi hamil dan sering merasakan sesak nafas? Keluhan sesak nafas ini sering dialami oleh bumil saat usia kehamilannya memasuki trimester ketiga. Kondisi ini dapat menandakan hal yang serius jika tidak diatasi dengan cepat, meskipun memang sangat jarang terjadi. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika Anda mempelajari cara mengatasi sesak nafas saat hamil di trimester ketiga untuk berjaga-jaga dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Penyebab sesak nafas dan edema pada ibu hamil

Munculnya sesak nafas pada ibu hamil disebabakan oleh pengaruh dari perkembangan bayi di dalam rahim Anda. Bayi yang semakin bertambah ukurannya akan mendorong rahim Anda ke arah diafragma. Akibatnya, diafragma bergeser ke atas sekitar 4 cm dari posisi sebelumnya. Hal ini akan membuat paru-paru Anda jadi sedikit tertekan, sehingga tidak dapat menghirup udara sebanyak biasanya.

Anda tidak perlu panik berlebihan jika mengalami hal ini. Paru-paru Anda pada saat yang sama akan menurunkan kapasitasnya. Hormon progesteron yang meningkat saat hamil akan memberikan sinyal ke sistem pernafasan di otak untuk bernafas lebih lambat. Setiap hembusan nafas Anda mungkin membawa lebih sedikit udara, tapi keberadaan udara di paru-paru jadi lebih lama, sehingga suplai oksigen tetap terjaga untuk Anda dan bayi Anda.

4 Cara mengatasi sesak nafas saat hamil

Jika sesak nafas yang dirasakan sampai membuat Anda tidak nyaman, cobalah lakukan beberapa cara mengatasi sesak nafas di bawah ini.

  • Latihan postur tubuh.

Saat sesak nafas muncul, cobalah untuk berdiri tegak dengan bahu ke belakang dan kepala terangkat. Postur tubuh ini akan membuat bagian dada Anda terangkat, sehingga aliran nafas Anda terasa lebih mudah.

Selain itu, saat Anda tidur, letakkan beberapa bantal di bawah bagian tubuh atas, sehingga posisi tubuh Anda setengah duduk. Hal ini dapat mengurangi tekanan rahim pada paru-paru Anda. 

  • Olahraga.

Olahraga seperti latihan aerobik dapat meningkatkan fungsi pernafasan dan menurunkan denyut nadi Anda. Selain itu, jenis olahraga saat hamil lainnya adalah yoga prenatal. Namun, pastikan juga ya, olahraga yang akan Anda lakukan tidak berlebihan dan sesuai dengan saran dari dokter.

  • Tetap tenang dan santai.

Meskipun terlihat sepele, tapi hal ini merupakan cara mengatasi sesak nafas yang cukup ampuh saat hamil. Kecemasan hanya akan memicu pernafasan Anda semakin sesak. Pastikan pula Anda cukup tidur dan beristirahat, ya.

  • Tidak memaksakan diri.

Terkadang, Anda mungkin terlalu memaksakan aktivitas sehari-hari hingga lupa bahwa tubuh Anda lelah dan butuh istirahat. Oleh sebab itu, cobalah untuk membatasi aktivitas sehari-hari yang mungkin bisa diselesaikan nanti, sehingga Anda bisa fokus menjaga kesehatan Anda dan calon bayi di kandungan.

Kenali tanda peringatan sesak nafas ini

Dalam beberapa kasus, ada pula sesak nafas pada ibu hamil berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu, baik itu telah terjadi sebelum atau saat hamil. Ini patut Anda waspadai, sebab berisiko lebih tinggi alami sesak nafas saat hamil.

  • Asma.

Asma mungkin saja bertambah parah selama kehamilan. Pastikan Anda selalu rutin periksakan diri ke dokter. Jika asma muncul dan membuat sesak nafas Anda semakin parah selama trimester ketiga, maka segera temui dokter untuk diberikan penanganan segera.

  • Anemia.

Dalam beberapa kasus, anemia defisiensi zat besi dapat menyebabkan sesak nafas. Gejala lainnya termasuk kelelahan, sakit kepala, serta bibir dan ujung jari Anda berwarna kebiruan. Untuk mencegahnya, dokter mungkin akan meresepkan suplemen zat besi untuk mencukupi asupan zat besi selama hamil.

  • Emboli paru.

Jika Anda merasakan nyeri saat menarik nafas, laju nafas terlalu cepat, atau denyut nadi meningkat, maka segeralah hubungi dokter. Mungkin saja, hal ini menandakan adanya pembekuan darah di sekitar paru-paru Anda atau emboli paru.

Adapun cara mengatasi sesak nafas ini mungkin lebih efektif jika tingkat keparahannya masih ringan. Sesak nafas akan berkurang bahkan hilang ketika mendekati hari perkiraan lahir (HPL). Ini disebabkan posisi bayi di rahim sudah turun ke panggul, sehingga tekanan pada diafragma dan paru-paru pun berkurang.

Jika sesak nafas masih terjadi, mengalami nyeri di dada yang sulit dihentikan, hingga muncul gejala bibir dan jari kebiruan, maka segera temui dokter untuk mendapat pemeriksaan secara menyeluruh.

Cara Periksa Dot Bayi, Apakah Masih Layak Digunakan

Botol susu merupakan benda yang paling sering digunakan bayi. Oleh karena itu, orang tua perlu memeriksa kondisi bot bayi secara rutin agar kesehatan bayi pun tetap terjaga. Banyak jenis botol susu yang puting dot yang dijual di pasaran, mulai dari harga yang mahal hingga yang terjangkau. Namun perlu diketahui, selain menjaga kebersihannya setiap waktu, botol bayi juga memiliki masa pakai atau expired date.

Namun banyak orang tua yang tidak menyadari hal ini, lantaran masa expired botol bayi tidak berbanding lurus dengan perubahan bentuk fisiknya. Padahal kualitas botol susu pasti berkurang karena sering dipakai, dicuci atau selalu masuk alat sterilisasi yang menggunakan suhu panas. Botol plastik pun memiliki masa pakai yang lebih pendek daripada botol kaca.

Idealnya, botol susu hanya dipakai hingga enam bulan, Namun, Anda jangan bergantung pada patokan waktu, lihat juga kondisi dari bot bayi dan tanda-tanda kerusakan pada putting karet maupun ruang botolnya. Jika botol sudah berubah warna atau bentuk puting dot sudah rusak, Anda sebaiknya menggantinya dengan yang baru.

Selain itu, botol pun tidak luput dari ancaman jamur. Jika kaca atau plastik botol dipenuhi lapisan semacam kerak susu, namun sulit untuk dibersihkan, waspadai jika itu jamur dan sebaiknya jangan dipakai lagi. Pasalnya, jamur bisa muncul karena pencucian dan pengeringan botol yang tidak sempurna dan kondisinya lembap.

Lakukan cara ini untuk periksa dot bayi

Jangan sepelekan penggantian botol susu atau dot bayi! Pasalnya, jika kondisi dot bayi sudah tidak layak pakai, bayi Anda bisa saja terserang penyakit pencernaan seperti diare hingga gangguan usus atau gangguan kesehatan lain akibat kerusakan botol atau dot yang tidak kelihatan. Berikut beberapa tanda saat Anda perlu mengganti botol susu bayi.

  1. Periksa puting dot setiap dua hingga tiga bulan, biasanya muncul tanda-tanda aus seperti aliran susu yang terlalu cepat karena lubangnya membesar.
  2. Dot menjadi lengket atau membesar. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa dot sudah jelek
  3. Dot retak, robek, atau pecah. Ganti saja karena bisa menyebabkan bayi tersedak
  4. Cari tanda-tanda keretakan pada botol. Keretakan terutama pada boto kaca sangat berbahaya karena bisa melukai bayi.
  5. Cek lapisan jamur dan kerak susu. Jika muncul lapisan yang sulit dibersihkan, Anda perlu membuang botolnya.