Category: Penyakit

Obat Sariawan Anak

Setiap orang perlu menjaga kesehatan supaya terhindar dari berbagai risiko seperti sariawan. Sariawan bisa terjadi pada siapapun, termasuk anak-anak. Jika anak mengalami sariawan, obat sariawan anak bisa digunakan.

Sariawan, atau istilah medisnya disebut sebagai stomatitis aphtosa, adalah luka kecil berwarna putih yang terjadi di bagian mulut manapun. Sariawan tidak hanya terjadi di bagian mulut, namun juga bisa terjadi di sekitar mulut seperti sisi dalam pipi.

Gejala Sariawan

Seseorang yang mengalami sariawan bisa menunjukkan berbagai gejala, termasuk:

  • Kemerahan.
  • Nyeri.
  • Sakit tenggorokan.

Seseorang juga bisa mengalami gejala yang lebih serius. Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala yang lebih serius, Anda sebaiknya temui dokter supaya kondisinya bisa segera ditangani.

Penyebab Sariawan

Sariawan bisa disebabkan oleh faktor berikut:

  • Kurang menjaga kesehatan mulut.
  • Sistem imun di dalam tubuh lemah.
  • Infeksi virus atau bakteri.
  • Kekurangan nutrisi seperti zat besi dan vitamin B12.
  • Alergi terhadap makanan atau minuman.
  • Iritasi di mulut atau sekitarnya.
  • Stres.
  • Efek samping obat.

Jika Gejalanya Serius

Jika Anda atau anak Anda mengalami kondisi yang lebih serius, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang timbul.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang digunakan (jika dokter memerlukannya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda atau anak Anda dengan menanyakan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala tersebut dialami?
  • Berapa lama gejala kondisi terjadi?
  • Apakah Anda atau anak Anda menggunakan obat-obatan tertentu?

Setelah mengetahui kondisi anak Anda, dokter akan melakukan diagnosis seperti pemeriksaan fisik.

Pada umumnya, sariawan tidak perlu diobati karena sariawan akan hilang dalam waktu paling singkat beberapa hari. Obat sariawan anak mungkin juga diperlukan untuk anak.

Pengobatan Sariawan Melalui Obat

Jika pasien ingin menggunakan obat, berikut adalah pilihan yang bisa digunakan:

  1. Obat pereda nyeri

Contoh obat pereda nyeri yang bisa digunakan pasien adalah paracetamol dan ibuprofen. Kedua obat tersebut tidak perlu menggunakan resep dokter, namun obat tersebut perlu digunakan sesuai anjuran dokter.

  1. Obat antiseptik

Obat antiseptik seperti chlorhexidine gluconate juga bisa digunakan pasien jika mereka ingin mengatasi sariawan. Obat tersebut dapat mencegah pertumbuhan bakteri jahat dan meringankan gejala seperti pembengkakan di mulut.

Chlorhexidine tersedia dalam bentuk obat kumur. Obat tersebut perlu digunakan setelah menggosok gigi. Pasien juga jangan menelan chlorhexidine supaya terhindar dari risiko lain pada tubuh. Pasien sebaiknya jangan langsung makan atau minum setelah kumur dengan chlorhexidine, karena obat tersebut membutuhkan waktu untuk bekerja secara maksimal.

  1. Obat kortikosteroid

Jika pasien mengalami sariawan dalam ukuran yang besar, pasien sebaiknya gunakan obat kortikosteroid. Obat tersebut tersedia dalam kemasan salep. Contoh obat kortikosteroid yang bisa dibeli pasien adalah triamcinolone acetonide. Triamcinolone acetonide perlu digunakan sesuai anjuran dokter.

  1. Obat topikal

Obat tersebut tersedia dalam bentuk pasta, krim, gel, atau cairan. Obat tersebut bisa meringankan rasa nyeri di mulut. Obat tersebut terdiri dari berbagai kandungan seperti benzocaine dan fluoxinonide.

Pengobatan Sariawan Melalui Bahan Alami

Pasien juga bisa menggunakan bahan alami seperti:

  • Kompres dingin

Kompres dingin bisa digunakan untuk meredakan peradangan dan pembengkakan di mulut. Pasien perlu menggunakan beberapa butir es dan kain atau handuk untuk melakukan hal tersebut.

  • Madu

Madu yang tidak dipasteurisasi adalah madu yang cocok untuk mengatasi sariawan, karena madu tersebut memiliki nutrisi alami yang bisa mencegah bakteri dan peradangan di mulut.

  • Garam

Garam juga bisa menjadi pilihan lain untuk mengatasi sariawan. Pasien perlu mencampurkan satu sendok teh garam dengan air gelas hangat. Setelah itu, pasien kumur selama 15 sampai 30 detik. Pasien perlu kumur dengan garam sebanyak 2 sampai 3 kali.

Kesimpulan

Ada berbagai obat yang bisa digunakan, termasuk obat sariawan anak, untuk mengatasi sariawan. Sebelum menggunakan obat sariawan, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apakah aman bagi Anda dan anak Anda atau tidak.

Sering Alami Kaki Kesemutan, Apa Penyebabnya?

kaki kesemutan

Semua orang mungkin pernah merasakan yang namanya kesemutan, baik di tangan, kaki, atau bagian tubuh manapun. Seringkali, kaki kesemutan terjadi ketika Anda duduk, berdiri, atau berdiam dalam satu posisi dalam waktu yang terlalu lama. 

Perlu diketahui, rasa kesemutan yang muncul berhubungan dengan kondisi saraf Anda. Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi hal ini. Faktor penyebabnya bisa ringan, namun bisa juga cukup berat. 

Faktor yang menyebabkan kaki kesemutan

Pada dasarnya, tidak mudah untuk mendeteksi apa yang membuat Anda mengalami kaki kesemutan. Bila kesemutan terjadi hanya sementara, kemungkinan besar disebabkan oleh tekanan pada saraf atau sirkulasi darah yang buruk.

Namun, dalam kasus kesemutan yang lebih parah, bisa saja kesemutan muncul karena adanya kerusakan pada saraf Anda. Ada dua jenis kerusakan saraf yang bisa membuat kaki Anda jadi kesemutan, yaitu radiculopathy dan neuropathy.

  • Radiculophaty

Kondisi ini terjadi ketika akar saraf menjadi terkompresi, teriritasi, atau mengalami peradangan. Hal ini lebih mungkin terjadi pada Anda yang memiliki kondisi disk hernia yang menekan saraf, atau mengalami penyempitan saluran saraf dari sumsum tulang belakang.

  • Neuropathy

Kondisi neuropathy terjadi karena adanya kerusakan saraf kronis. Penyebab yang paling umum adalah hiperglikemia atau kadar gula darah yang terlalu tinggi. 

Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi ketika Anda mengalami tumor, penyakit autoimun, stroke, penyakit ginjal dan hati, memiliki vitamin D terlalu banyak, hipotiroidisme, dan lain sebagainya.

Bagaimana cara tepat mengatasi kaki kesemutan?

Apabila kaki kesemutan yang dirasakan hanya sementara, Anda tidak memerlukan perawatan medis khusus. Akan tetapi, jika dokter mendiagnosa adanya kerusakan saraf parah yang mengakibatkan hal ini, Anda mungkin akan menjalani perawatan dengan:

  • Terapi fisik

Terapi fisik digunakan untuk membangun kekuatan pada otot di sekitar saraf yang mengalami kerusakan. Ketika otot Anda menjadi lebih kuat, otot bisa membantu meredakan kompresi jaringan. 

Dengan begitu, kompresi jaringan saraf yang menyebabkan kesemutan bisa dihindari agar tidak terulang kembali. Selain itu, otot yang kuat juga bisa meningkatkan kelenturan, rentang gerak, dan mobilitas.

  • Obat-obatan

Beberapa jenis obat bisa bekerja untuk menghilangkan rasa sakit sekaligus mengurangi pembengkakan dan peradangan. Ini bisa berkontribusi dalam meredakan kaki kesemutan. 

Obat-obatan yang digunakan biasanya adalah obat berjenis ibuprofen, naproxen sodium, dan bahan suntikan steroid. Apabila kesemutan yang diderita terjadi jangka panjang, obat yang digunakan bisa lebih bervariasi, meliputi duloxetine atau pregabalin.  

  • Operasi

Operasi atau pengobatan dengan pembedahan dilakukan jika masalah pada saraf Anda sudah cukup parah. Khususnya, operasi dilakukan apabila berbagai macam perawatan lainnya tidak berhasil mengatasi gejala.

Prosedur operasi dilakukan dengan mengangkat ligamen carpal, menghilangkan taji tulang, atau mengangkat bagian dari disk hernia di punggung. Semua itu tergantung dari kondisi masing-masing penderita. 

  • Istirahat

Istirahat mungkin bukan merupakan perawatan medis, tapi selalu dianjurkan oleh dokter bagi penderita kesemutan kronis. Istirahat adalah cara yang paling dianjurkan untuk masalah saraf terjepit. 

Penting bagi Anda untuk menghentikan aktivitas, khususnya aktivitas berat, agar jaringan saraf Anda bisa cepat pulih. Terkadang, penderita juga bisa saja dianjurkan untuk memakai belat khusus pada area kaki yang terkena. 

Itulah beberapa jenis pengobatan yang dilakukan untuk penderita kaki kesemutan kronis. Namun, jika kesemutan hanya terjadi sementara, Anda tidak perlu melakukan pengobatan khusus.

Sakit Kepala Belakang Apa Penyebabnya?

Sakit Kepala Belakang Apa Penyebabnya?

Sakit kepala memiliki berbagai tingkat keparahan, mulai dari menyebalkan hingga mengganggu. Sakit kepala juga dapat muncul di bagian manapun di kepala. Sakit kepala belakang, misalnya, dapat memiliki beragam penyebab. Banyak dari penyebab tersebut dapat diidentifikasi dengan mengetahui gejala lain yang menyertainya. Gejala tersebut termasuk jenis nyeri yang diderita, dan lokasi lain di mana rasa nyeri tersebut mungkin timbul. Artikel ini akan membahas kondisi ini dengan lebih detail. 

Ada beberapa penyebab berbeda yang dapat mengakibatkan sakit kepala belakang. Dalam banyak kasus, sakit kepala ini juga dapat menyebabkan rasa nyeri di daerah lain atau dipicu karena kejadian tertentu. Jenis rasa nyeri, lokasi, dan gejala lain yang Anda rasakan dapat membantu dokter membuat diagnosis apa yang menyebabkan rasa sakit tersebut dan mengetahui bagaimana mengobatinya. 

Rasa nyeri di leher dan kepala bagian belakang

Sakit kepala belakang jenis ini dapat disebabkan karena:

Arthritis. Sakit kepala arthritis disebabkan karena peradangan dan pembengkakan di daerah sekitar leher. Kondisi ini sering menyebabkan rasa nyeri di bagian belakang kepala dan leher. Gerakan biasanya akan memicu rasa nyeri lebih intens. Sakit kepala ini dapat disebabkan karena berbagai jenis arthritis, dengan rheumatoid arthritis dan osteoarthritis menjadi penyebab yang paling sering dijumpai. 

  • Postur tubuh yang buruk.

Postur yang tidak sehat juga dapat menyebabkan rasa nyeri di bagian belakang kepala dan leher. Posisi tubuh yang tidak benar dapat menyebabkan ketegangan di punggung, pundak, dan leher. Dan ketegangan tersebut juga dapat menyebabkan sakit kepala belakang, terutama di bagian bawah tulang tengkorak. 

  • Cakram yang terherniasi

Herniated disk pada leher dapat menyebabkan nyeri leher dan ketegangan. Hal ini dapat menyebabkan jenis sakit kepala yang disebut sakit kepala cervicogenic. Rasa nyeri tersebut biasanya berawal dan dapat dirasakan di bagian belakang kepala. Rasa nyeri juga dapat dirasakan pada bagian belakang mata. Gejala lain di antaranya adalah rasa tidak nyaman di pundak atau lengan atas. Sakit kepala cervicogenic dapat terasa lebih parah saat Anda berbaring. Beberapa orang bahkan akan terbangun karena rasa nyeri intens mengganggu tidur mereka. Saat berbaring, Anda juga dapat merasa tekanan di bagian atas kepala, layaknya ada beban berat. 

  • Occipital neuralgia

Occipital neuralgia merupakan sebuah kondisi yang terjadi ketika saraf yang berasal dari sumsum tulang belakang ke tempurung kepala rusak. Kondisi ini sering disalah artikan sebagai migraine. Occipital neuralgia menyebabkan rasa nyeri yang tajam yang berawal di bagian dasar kepala di leher dan bergerak menjalar ke tempurung kepala. Gejala lain di antaranya adalah rasa nyeri di bagian belakang mata, sensasi ditusuk yang taam yang terasa seperti kejutan listrik di leher dan bagian belakang kepala, sensitivitas terhadap cahaya, dan rasa nyeri saat Anda menggerakkan leher. 

Selain sakit kepala belakang, rasa nyeri tersebut juga dapat dirasakan di bagian kiri dan kanan kepala. Tension headache merupakan penyebab utama sakit kepala belakang dan samping kanan, dengan gejala seperti ketegangan di leher dan tempurung kepala. Sementara itu, migraine dapat muncul di berbagai lokasi, namun banyak orang merasakan adanya sakit kepala belakang dan bagian kiri kepala. Migraine dapat menyebabkan rasa nyeri yang berdenyut dan parah, aura, mual, muntah, mata yang berair, dan sensitivitas terhadap cahaya dan suara. Hubungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Mengenal Lebih Dekat Dokter Rehabilitas Medis

tanya dokter rehabilitasi medis

Dokter spesialis yang memiliki peran membantu mengembalikan fungsi tubuh pasien yang mengalami gangguan fungsi atau cacat disebut dengan dokter rehabilitasi medis. Beberapa kondisi yang disebabkan karena cedera, kecelakaan atau terkena penyakit, pasien dengan leluasa bisa tanya dokter rehabilitasi medis mengenai proses penyembuhan.

Dokter ini bisa memberikan perawatan kepada pasien berdasarkan riwayat kesehatan yang dimiliki atau sedang dialami. Beberapa macam terapi akan dilakukan bersama dokter ini untuk memulihkan kesehatan fisik dan emosional dari pasien, tujuan utama proses penyembuhan dengan bantuan dokter ini nantinya pasien diharapkan mendapat kualitas hidup yang lebih baik

Tanya Dokter Rehabilitasi Medis

Bukan sembarang pasien yang bisa mengajukan pertanyaan ke dokter spesialis ini, hanya para pasien yang mengalami proses pemulihan. Berikut ini beberapa kondisi yang ditangani oleh dokter rehabilitasi medis dan secara otomatis bisa mengajukan pertanyaan sekaligus konsultasi seputar proses pemulihannya.

  • Pasien korban kecelakaan dan menderita cedera sehingga mengalami keterbatasan fungsi dalam tubuh.
  • Pasien yang menjalani perawatan penyakit yang menyebabkan kelemahan anggota gerak tubuh, seperti stroke.
  • Pasien dengan penyakit nyeri kronis, seperti artritis, nyeri punggung dan cedera berulang karena kondisi tertentu.
  • Pasien dengan berat badan berlebih, sehingga sulit untuk bergerak atau melakukan kegiatan olahraga.
  • Perubahan fase kehidupan, bisa seperti pasca melahirkan atau menopause suatu kondisi yang memengaruhi kemampuan fisik seseorang.

Macam Terapi Dokter

Dalam memulihkan kondisi pasien, berbagai macam terapi dilakukan oleh dokter rehabilitasi, jenisnya yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien. Berikut ini beberapa jenis terapi yang dilakukan.

  1. Terapi Okupasi

Merupakan perawatan khusus yang dilakukan dokter rehabilitasi medis untuk membantu pasien yang mengalami keterbatasan fisik, mental dan kognitif. Terapi okupasi membuat pasien bisa lebih mandiri dalam menjalani berbagai macam aktivitas sehari-hari, ketika terapi ini dilakukan, dokter akan memerhatikan dan menilai kesulitan pasien dalam melakukan aktivitas.

  1. Terapi Fisik

Perawatan yang dianjurkan atau diberikan dokter dengan tujuan meningkatkan fungsi atau kekuatan sendiri dan otot. Ketika melakukan terapi ini, keterbatasan gerak yang dialami pasien bisa teratasi sehingga kemampuan pasien dalam berdiri, bergerak dan berjalan bisa menjadi lebih baik ketimbang sebelumnya.

  1. Terapi Bicara

Terapi ini diberikan dokter rehabilitasi medis pada pasien dengan gangguan bicara dan sulit untuk merangkai kata. Seperti pasien yang menderita gagap, nantinya disarankan untuk menjalani terapi ini dan termasuk bagi penderita apraksia dan disartria. Terapi akan diberikan sesuai dengan gangguan bicara yang diderita pasien dan tujuannya memperkuat otot di wajah dan tenggorokan.

  1. Rehabilitasi Sosial

Dilakukan dengan tujuan membantu pasien dalam beradaptasi dengan perubahan yang dialami sebagai akibat dari penyakit tertentu, cedera hingga kecacatan. Adanya rehabilitasi sosial diharapkan pasien kembali bisa bersosialisasi atau membaur dengan masyarakat dengan lebih percaya diri, biasanya dilakukan oleh fisioterapis.

Kapan ke Dokter Rehabilitasi Medis

Terdapat beberapa waktu yang disarankan bagi seseorang untuk berkonsultasi atau sekedar tanya dokter rehabilitasi medis. Disamping juga telah disarankan dokter umum karena kondisi yang dialami, berikut beberapa saran untuk mengunjungi dokter spesialis ini.

  • Ketika pasien menderita penyakit tertentu atau cedera yang menyebabkan gangguan fisik, seperti kelumpuhan atau hilangnya fungsi normal pada bagian tubuh tertentu.
  • Menderita cacat fisik yang menyebabkan ruang gerak untuk melakukan aktivitas normal menjadi terbatas atau terhambat.
  • Ketika pasien memiliki keterbatasan fisik atau disabilitas.

Luka Pada Kaki? Mungkin Tanda Chronic Venous Insufficiency

Chronic venous insufficiency merupakan kondisi yang terjadi ketika katup di pembuluh darah tidak berfungsi dengan baik. Hal ini akan mengakibatkan ketidakmampuan pembuluh darah vena untuk mengangkut darah kembali ke jantung. 

Salah satu tanda umum dari kondisi ini adalah luka yang muncul di kaki dan sulit sembuh. Luka ini terbentuk karena penumpukan darah di kaki yang menyebabkan pembengkakan. 

Gejala chronic venous insufficiency

Secara garis besar, gejala dari kondisi chronic venous insufficiency adalah sebagai berikut: 

  • Pembengkakan di kaki atau pergelangan kaki
  • Kaki kram, gatal, dan melemah
  • Rasa sakit yang berdenyut serta sensasi berat pada kaki
  • Perasaan sesan di area betis
  • Rasa sakit yang bertambah parah saat berdiri, namun membaik saat mengangkat kaki
  • Penebalan kulit di area kaki dan pergelangan kaki
  • Pembuluh darah mekar atau membengkak

Kondisi di atas mungkin serupa dengan beberapa penyakit lain yang menyerang kaki. Namun, jika merasakannya, Anda juga patut curiga bahwa Anda menderita kondisi ini. 

Anda bisa mendapatkan gambaran lebih jelas ketika berkonsultasi dengan dokter. Sampaikan pada dokter secara lengkap mengenai gejala yang dirasakan, agar dokter bisa melakukan diagnosa dengan tepat. 

Mengapa chronic venous insufficiency bisa terjadi?

Sebenarnya, kondisi ini paling umum disebabkan oleh pembekuan darah atau varises. Hal ini bisa terjadi apabila pembuluh darah Anda tidak sehat. 

Pada pembuluh darah yang sehat, aliran darah bisa mengalir dengan lancar ketika dipompa keluar dan kembali ke jantung. Namun, ketika katup pada vena tidak berfungsi dengan baik, darah tidak bisa bergerak kembali ke jantung. Akibatnya, darah pun akan menggumpal pada area kaki.

Saat darah menggumpal, aliran darah terhalang melalui vena yang rusak. Darah akan menjadi menumpuk dan lama-kelamaan membentuk gumpalan. 

Hilangnya fungsi katup vena paling umum disebabkan oleh kasus pembekuan darah atau varises yang sudah pernah Anda alami sebelumnya. Jadi, jika pernah terkena varises, Anda lebih rentan mengalami kondisi ini.

Pada varises, katup vena sering hilang atau mengalami kerusakan. Inilah yang membuat darah bocor dari katup yang rusak itu. 

Selain itu, ada beberapa faktor risiko lain yang membuat Anda lebih mungkin mengalami chronic venous insufficiency. Faktor risiko tersebut antara lain: 

  • Obesitas
  • Di tengah masa kehamilan
  • Kebiasaan merokok
  • Penyakit kanker
  • Riwayat genetik

Perubahan gaya hidup untuk mengatasi chronic venous insufficiency

Salah satu cara mengatasi kondisi ini adalah melakukan perubahan gaya hidup. Gaya hidup Anda akan menentukan bagaimana performa aliran darah pada vena di kaki Anda. Berikut ini berbagai macam perubahan gaya hidup yang bisa Anda lakukan: 

  • Gerakan yang stabil

Pastikan Anda melakukan setiap gerakan secara seimbang. Misalnya, jangan berdiri atau duduk terlalu lama. Ketika duduk, sesekali regangkan kaki Anda atau goyangkan pergelangan kaki.

  • Stocking kompresi

Dokter mungkin menyarankan Anda menggunakan stocking kompresi. Stocking ini berfungsi untuk memberi tekanan pada kaki, membantu darah untuk bergerak. 

  • Olahrag

Olahraga selalu bisa meningkatkan kesehatan Anda, termasuk jika Anda menderita chronic venous insufficiency. Sekedar berjalan kaki saja sudah bisa membantu untuk memompa darah dan meningkatkan aliran darah menjadi lebih baik.Anda akan mendapatkan arahan dari dokter mengenai pengobatan yang perlu dilalui untuk mengatasi chronic venous insufficiency. Ikuti arahan dari dokter supaya penyembuhan menjadi lebih maksimal.

Tromboflebitis: Gangguan Aliran Darah pada Betis

Tromboflebitis: Gangguan Aliran Darah pada Betis

Tromboflebitis merupakan peradangan pada vena dimana kondisi tersebut menyebabkan pembekuan darah mengganggu aliran darah dalam vena. Pada umumnya, tromboflebitis terjadi di bagian kaki, namun kondisi tersebut juga bisa terjadi di bagian tubuh lain. Tromboflebitis tidak hanya terjadi di setiap tubuh, namun juga dapat membahayakan kondisi pasien.

Gejala

Seseorang yang mengalami tromboflebitis akan menunjukkan gejala berupa:

  • Kemerahan pada kulit.
  • Pembengkakan.
  • Nyeri.

Penyebab

Pada dasarnya, seseorang mengalami tromboflebitis karena adanya gumpalan darah atau pembekuan darah. Berikut adalah hal-hal yang dapat memicu gumpalan darah:

  • Kurangnya pergerakan

Kurangnya pergerakan merupakan salah satu faktor yang membuat manusia mengalami pembekuan darah. Manusia yang terlalu lama berbaring di tempat tidur setelah menjalani operasi atau duduk dalam waktu yang terlalu lama dapat meningkatkan risiko tersebut.

  • Cedera

Gumpalan darah juga terjadi karena manusia mengalami cedera yang melibatkan pembuluh darah. Gumpalan darah juga bisa terjadi ketika manusia menjalani prosedur medis yang melibatkan jarum atau kateter intravena (IV).

Faktor Risiko

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko tromboflebitis:

  • Usia di atas 60 tahun.
  • Kurangnya pergerakan.
  • Memiliki berat badan yang berlebihan.
  • Penyakit varises.
  • Menggunakan alat pacu jantung sehingga dapat menimbulkan iritasi pada dinding pembuluh darah.
  • Faktor genetik.
  • Sedang hamil atau baru melahirkan.
  • Pernah mengalami kanker.
  • Pernah mengalami stroke.
  • Merokok.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda mengalami tromboflebitis, Anda sebaiknya menemui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat tromboflebitis.
  • Daftar riwayat medis (jika keluarga Anda memilikinya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Seberapa parahkah kondisi tersebut Anda alami?
  • Apakah keluarga Anda pernah mengalami kondisi ini?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Ultrasonografi

Ultrasonografi (USG) dilakukan untuk memberikan gambaran terhadap kondisi vena. USG dilakukan dengan menggunakan transduser (alat yang tampak seperti tongkat). Alat tersebut dapat bergerak di bagian kaki yang terjangkit dan memancarkan gelombang suara pada kaki. Alat tersebut juga dapat memantulkannya kembali sehingga kondisi vena terlihat.

  • Tes darah

Tes darah dilakukan untuk mengetahui kadar zat pembekuan darah yang disebut sebagai D-dimer.

Pengobatan

Berikut adalah beberapa cara untuk mengobati tromboflebitis:

  • Menggunakan sumber panas seperti lampu yang diterapkan ke bagian tubuh yang mengalami nyeri.
  • Menggunakan stoking kompresi.
  • Mengkonsumsi obat anti-peradangan seperti ibuprofen.
  • Mengatur posisi kaki dengan menaruhnya di atas.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah tromboflebitis:

  • Meregangkan tubuh

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah meregangkan tubuh. Jika Anda telah melakukan aktivitas dalam waktu yang terlalu lama, Anda sebaiknya beristirahat dengan berdiri terlebih dahulu, kemudian Anda meregangkan tubuh dan berjalan-jalan di sekitar tempat kerja Anda untuk mengurangi risiko cedera pada tubuh.

  • Mengkonsumsi air putih

Mengkonsumsi air putih tidak hanya mencegah dehidrasi, namun juga dapat membantu Anda berkonsentrasi dan mencegah tromboflebitis.

  • Memakai pakaian yang longgar

Jika Anda memakai pakaian yang ketat, Anda akan memberikan tekanan pada bagian tubuh sehingga dapat meningkatkan risiko tromboflebitis.

Kesimpulan

Tromboflebitis merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat membahayakan kesehatan pasien. Pada dasarnya, semua orang bisa berpotensi mengalami tromboflebitis karena ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko tersebut. Oleh karena itu, jika Anda mengalami tromboflebitis, Anda sebaiknya minta tolong dokter.

Cara Mengobati dan Mencegah Ptyalism

Air liur adalah cairan yang memiliki peran penting dalam menunjang keehatan mulut dan proses pencernaan makanan yang dikonsumsi tubuh. Meski begitu ada kalanya produksi air liur bisa berlebih meskipun umumnya kondisi ini pada bayi akan mereda sendiri ketika menginjak usia 15-36 bulan, keadaan tidak normal ini disebut dengan ptyalism.

ptyalism

Merupakan kondisi yang membuat terjadinya produksi air liur berlebih di rongga mulut, disebut juga dengan hipersalivasi atau sialorhea. Orang dengan konidsi seperti ini bisa memproduksi air liur hingga satu hingga dua liter dalam satu harinya. Keadaan ini bisa terjadi pada siapapun, meski demikian lebih sering terjadi pada ibu hamil.

Tanda dan Gejala Ptyalism

Perlu dipahami dengan benar bahwa kondisi ini sebenarnya suatu gejala yang menandakan gangguan kesehatan tertentu dan bukan merupakan penyakit yang berdiri sendiri. Meski demikian, orang yang mengalami kondisi ini juga bisa mengalami beberapa gejala seperti munculnya tanda fisik seperti berikut ini.

  • Bibir kering dan pecah-pecah.
  • Kulit di sekitar rongga mulut menjadi rusak dan lebih lembek.
  • Infeksi yang muncul di sekitar rongga mulut.
  • Bau mulut.
  • Dehidrasi.
  • Gangguan bicara.
  • Pneumonia.
  • Indera perasa menjadi terganggu.

Selain beberapa gejala di atas, produksi air liur yang berlebih juga bisa menyebabkan komplikasi psikologis, seperti gangguan kecemasam. Terdapat beberapa penyebab yang membuat munculnya kondisi ini, mulai dari gigi berlubang, infeksi, naiknya cairan lambung, kehamilan, konsumsi obat tertentu hingga paparan racun seperti merkuri.

Air liur berlebih secara umum akan kembali seperti semula setelah kondisi-kondisi di atas tak lagi dialami oleh penderitanya. Untuk ibu hamil, kondisi ini disebabkan karena gangguan keseimbangan hormon. Selain itu juga bisa dipicu oleh rasa mual yang sering timbul, rasa mual akan membuat ibu hamil sulit menelan makanan.

Gangguan pencernaan seperti heartburn yang dialami ibu hamil juga bisa memicu kondisi ini, sementara jika gejala berupa gangguan kronis yang menyebabkan otot kehilangan kemampuan untuk mengontrol pergerakan maka kondisi ini bisa muncul secara terus-menerus dan konstan. Ketika pergerakan otot tidak terkendali, kemampuan menelan otomatis akan terganggu.

Cara Mengobati dan Mencegah

Dokter akan melakukan diagnosis guna mengetahui apa yang menjadi penyebab kondisi ini, apakah karena gangguan kesehatan atau kondisi lain. Jika tidak parah, umumnya penderita tidak memerlukan perawatan khusus meskipun biasanya beberapa hal ini bisa digunakan untuk meredakan gejala yang muncul.

  • Mengurangi porsi makan, menambah frekuensi makan.
  • Sikat gigi dan kumur menggunakan obat kumur beberapa kali sehari.
  • Mengunyah permen karet tanpa gula atau menghisap permen yang keras.
  • Sering mengonsumsi air mineral.

Pada kondisi yang parah atau lebih lanjut dan memerlukan perawatan, dokter mungkin akan memberi beberapa pilihan perawatan seperti pemberian obat glikopirolat yang berfungsi untuk menghentikan kerja saraf di kelenjar air liur, sehingga produksi air liur bisa berkurang. Namun demikian konsumsi beberapa obat ini bisa menimbulkan beberapa efek samping.

Cara mencegah kondisi adalah dengan memperbaiki penyebabnya, jika karena permasalahan gigi dan mulut sangat disarankan untuk memeriksakan kondisi ke dokter gigi. Jika karena hamil, maka disarankan untuk tidak khawatir karena hingga saat ini belum ada penelitian yang menyebut bahaya ptyalism terhadap janin.

Beberapa kasus yang disebabkan karena kehamilan, gangguan kecemasan hingga cedera ringat bisa berhenti sendiri tanpa adanya penanganan dari dokter. Namun jika kondisi yang terjadi karena gangguan atau masalah kesehatan yang serius dan tak kunjung sembuh atau hilang segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Berapakah Trombosit Normal Anak? Berbahayakah Jika Terlalu Tinggi?

Tentu Anda sudah pernah mendengar apa itu trombosit. Namun, apakah Anda tahu berapakan jumlah trombosit normal anak? Trombosit memang bukan hal yang baru, namun untuk mengetahui berapa nilai trombosit yang normal bagi seorang anak tidak semua orang tua mengetahuinya. 

Kecuali jika anak pernah mengalami penyakit yang berhubungan dengan trombosit itu sendiri. Lalu, berapakah nilai normal dari trombosit seorang anak, dan apa yang terjadi jika trombosit terlalu tinggi atau terlalu rendah? Berikut penjelasannya!

Nilai trombosit normal pada anak adalah 150.000 - 450.000

Apa itu trombosit?

Trombosit merupakan sel darah kecil yang membantu Anda membentuk gumpalan untuk menghentikan pendarahan. Jika salah satu pembuluh darah Anda rusak, maka ia akan mengirimkan sinyal ke trombosit. Trombosit kemudian bergegas ke lokasi kerusakan dan mereka akan membentuk (gumpalan) untuk memperbaiki kerusakan. 

Proses penyebaran ke seluruh permukaan pembuluh darah yang rusak untuk menghentikan pendarahan disebut adhesi. Ini karena ketika trombosit mencapai lokasi cedera, mereka akan menumbuhkan tentakel lengket yang membantunya menempel satu sama lain. Mereka juga akan mengirimkan sinyal kimiawi untuk menarik lebih banyak trombosit. Trombosit tambahan menumpuk ke bekuan dalam proses yang disebut agregasi. 

Trombosit dibuat di sumsum tulang Anda bersama dengan sel darah putih dan merah. Sumsum tulang Anda adalah spons di dalam tulang Anda. Penyedia layanan kesehatan mungkin akan melakukan tes darah yang disebut hitung darah lengkap untuk mengetahui apakah sumsum tulang Anda membuat jumlah trombosit yang tepat: 

  • Nilai trombosit normal anak adalah 150.000-450.000 trombosit per microliter darah. 
  • Risiko Anda untuk pendarahan berkembang jika jumlah trombosit turun di bawah 10.000 hingga 20.000. Jika jumlah trombosit kurang dari 50.000 perdarahan cenderung menjadi lebih serius jika Anda terluka atau memar, atau mengalami luka berdarah yang tidak kunjung berhenti dan sering mengalami mimisan.
  • Beberapa orang membuat terlalu banyak trombosit. Mereka dapat memiliki jumlah trombosit dari 500.000 hingga lebih dari 1 juta. 

Apa yang terjadi jika trombosit tinggi atau rendah?

Ini adalah kondisi kesehatan yang terkait dengan trombosit abnormal atau jumlah trombosit abnormal:

  • Trombositopenia. Dalam kondisi ini, sumsum tulang Anda menghasilkan terlalu sedikit trombosit atau trombosit Anda hancur. Jika jumlah trombosit terlalu rendah, pendarahan dapat terjadi di bawah kulit sebagai memar, atau bisa juga terjadi di dalam tubuh pendarahan internal. Trombositopenia disebabkan oleh beberapa kondisi seperti beberapa obat, kanker, penyakit hati, kehamilan, infeksi, dan sistem kekebalan yang tidak normal. 
  • Trombositemia esensial. Dalam kondisi ini, sumsum tulang belakang menghasilkan terlalu banyak trombosit. Orang dengan kondisi ini mungkin memiliki jumlah trombosit lebih dari 1 juta. Gejalanya bisa berupa pembekuan darah yang terbentuk dan menghalangi suplai darah ke otak dan jantung.
  • Trombositosis sekunder. Kondisi yang disebabkan oleh terlalu banyak trombosit dan hal ini tidak disebabkan oleh masalah sumsum tulang, melainkan karena penyakit atau kondisi lain yang merangsang sumsum tulang untuk membuat lebih banyak trombosit. Penyebabnya antara lain infeksi, peradangan, beberapa jenis kanker, dan reaksi terhadap obat tertentu. 
  • Disfungsi trombosit. Banyak penyakit langka terkait dengan fungsi trombosit yang buruk. Ini berarti jumlah trombosit normal, tetapi trombosit tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Obat-obatan seperti aspirin dapat menyebabkan hal ini. Penting mengetahui obat mana yang mempengaruhi trombosit. Ketahuilah mengonsumsi obat-obatan ini, Anda memiliki peningkatan risiko pendarahan. 

Kadar trombosit normal anak dapat menjadi tolak ukur orang tua untuk mengetahui kondisi kesehatan anak secara keseluruhan. Pasalnya, trombosit adalah sel kecil tapi sangat penting dalam darah yang membantu tubuh mengontrol pendarahan. Jika si kecil memiliki gejala seperti mudah memar, luka yang terus mengeluarkan darah atau sering mimisan segera kunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penyakit Jantung Sianotik dan Gejalanya pada Bayi

Penyakit Jantung Sianotik dan Gejalanya pada Bayi

Penyakit jantung sianotik merupakan kondisi dimana penderita mengalami kelainan jantung sejak lahir. Penyakit tersebut menunjukkan adanya kebiruan pada beberapa bagian tubuh. Penyakit tersebut juga disebut sebagai blue babies dan kondisi tersebut timbul karena penderita kekurangan oksigen di dalam darah.

Gejala

Penyakit jantung sianotik dapat menunjukkan gejala kebiruan pada beberapa bagian tubuh seperti jari-jari. Kondisi tersebut dapat muncul sejak bayi lahir. Selain kebiruan pada tubuh, berikut adalah beberapa kondisi yang timbul akibat penyakit jantung sianotik:

  • Nafsu makan berkurang atau tidak baik.
  • Bagian wajah membengkak.
  • Tubuh terasa lelah secara terus menerus.
  • Tubuh terasa sesak.
  • Sakit pada bagian dada.
  • Pingsan.

Penyebab

Berikut adalah beberapa penyebab seseorang menderita penyakit jantung sianotik:

  • Masalah pada katup jantung (penutup jantung yang membantu aliran darah di dalam tubuh).
  • Masalah pada aorta (arteri terbesar pada tubuh).
  • Masalah pada pembuluh darah besar sehingga dapat menyebabkan ketidakteraturan pada jantung.

Faktor Risiko

Sebagian orang bisa lebih berisiko terhadap penyakit jantung sianotik jika mereka mengalami kondisi berikut:

  • Faktor genetik

Seseorang yang pernah mengalami penyakit jantung sianotik bisa menurunkan kondisi tersebut ke anaknya.

  • Sindrom

Beberapa sindrom dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sianotik pada bayi, salah satunya termasuk sindrom Down.

  • Hamil

Ibu hamil juga bisa lebih berisiko terhadap penyakit jantung sianotik jika mereka terpapar bahan kimia beracun atau menggunakan obat-obatan tertentu sehingga dapat menularkan ke bayinya.

  • Diabetes

Jika manusia menderita diabetes gestasional dan tidak terkontrol dengan baik, mereka akan lebih mudah berisiko terhadap penyakit jantung sianotik.

Komplikasi

Berikut adalah komplikasi yang bisa dialami penderita penyakit jantung sianotik:

  • Detak jantung bergerak secara tidak teratur.
  • Tekanan darah tinggi (dalam jangka panjang).
  • Infeksi di bagian jantung.
  • Stroke.
  • Gagal jantung.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika bayi Anda mengalami kondisi tertentu seperti sakit pada bagian dada atau kesulitan bernafas, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang dialami bayi Anda.
  • Daftar riwayat medis (jika dibutuhkan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisinya seperti:

  • Kapan gejala yang dialami bayi Anda terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu selama masa kehamilan?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi bayi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui ciri-ciri yang menyebabkan penderita mengalami penyakit jantung sianotik seperti kebiruan pada tubuh.

  • Stetoskop

Stetoskop digunakan untuk mengetahui kondisi jantung dan paru-paru penderita.

  • X-ray

X-ray digunakan untuk mengetahui kondisi jantung penderita.

  • MRI

MRI digunakan untuk memeriksa struktur jantung dan pembuluh darah penderita.

  • ECG

ECG digunakan untuk mengetahui apakah kondisi jantung penderita baik atau tidak.

Pengobatan

Berikut adalah pengobatan terhadap penyakit jantung sianotik:

  • Operasi

Operasi sangat diperlukan jika kondisi yang dialami penderita parah. Dokter juga dapat menunda operasinya hingga penderita sudah berada di usia tertentu, atau melakukan operasi lebih dari sekali. Prosedur tersebut tergantung pada kondisi penderita.

  • Obat-obatan

Penderita juga dapat menggunakan obat-obatan seperti diuretik, baik sebelum maupun sesudah operasi.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah penyakit jantung sianotik (jika Anda hamil):

  • Jangan merokok atau mengkonsumsi alkohol.
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil dan perlu menggunakan obat, karena sebagian obat tidak dapat digunakan oleh ibu hamil.
  • Menjaga gula darah untuk mencegah diabetes.

Kesimpulan

Penyakit jantung sianotik merupakan kondisi yang dapat membahayakan tubuh. Kondisi tersebut juga perlu ditangani sesuai dengan seberapa parah yang dialami penderita. Untuk informasi lebih lanjut tentang penyakit jantung sianotik, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Beberapa Kemungkinan Penyebab Kram Usus

Kram usus adalah ketidaknyamanan atau sensasi tidak nyaman lainnya yang Anda rasakan di area perut Anda, khususnya di bagian bawah. Penyebab kram usus yang serius termasuk usus buntu dan masalah kehamilan. Namun, sebagian besar kram usus tidak berbahaya dan hilang tanpa operasi.

Kram usus merupakan nyeri perut bagian bawah, atau nyeri panggul, yang mengacu pada ketidaknyamanan yang terjadi pada atau di bawah pusar Anda. Organ di panggul, seperti kandung kemih dan organ reproduksi, seringkali menjadi tempat terjadinya nyeri ini. Ada banyak penyebab yang mendasari kondisi kram usus, menelan udara berlebih, mengkonsumsi makanan berlemak tinggi yang menunda pengosongan perut, dan bahkan stres dapat menyebabkan perut kembung dan sakit perut bagian bawah. Kondisi terkait kram usus dan perut yang menyebabkan gejala-gejala ini meliputi:

  • Sembelit

Tugas utama usus besar Anda adalah menyerap air dari sisa makanan saat melewati sistem pencernaan Anda dan kemudian menciptakan tinja (limbah). Otot usus besar akhirnya mendorong kotoran keluar melalui rektum untuk dibuang. Jika tinja tetap berada di usus besar terlalu lama, maka akan menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Pola makan yang buruk sering kali menyebabkan sembelit. Serat makanan dan asupan air yang cukup diperlukan untuk membantu menjaga tinja tetap lembut.

  • Intoleransi terhadap bahan tertentu, seperti laktosa atau gluten

Intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan untuk memecah sejenis gula alami yang disebut laktosa. Laktosa banyak ditemukan pada produk susu, seperti susu dan yogurt. Anda menjadi tidak toleran terhadap laktosa ketika usus kecil Anda berhenti membuat cukup enzim laktase untuk mencerna dan memecah laktosa. Ketika ini terjadi, laktosa yang tidak tercerna pindah ke usus besar. Sedangkan banyak orang mengalami masalah pencernaan dan kesehatan akibat mengkonsumsi gluten atau gandum.

  • Gastroenteritis

Gastroenteritis bakteri terjadi ketika bakteri menyebabkan infeksi di usus Anda. Hal ini menjadi salah satu penyebab peradangan di perut dan usus Anda,. Anda mungkin juga mengalami gejala seperti muntah, kram perut atau usus yang parah, dan diare.

  • Radang usus besar

Kolitis adalah peradangan usus besar Anda, juga dikenal sebagai usus besar Anda. Jika Anda menderita kolitis, Anda akan merasakan ketidaknyamanan dan nyeri di perut yang mungkin ringan dan berulang dalam jangka waktu yang lama, atau parah dan muncul secara tiba-tiba. Ada berbagai jenis kolitis, dan pengobatan bervariasi tergantung pada jenis yang Anda alami.

  • Penyakit gastroesophageal reflux (GERD)

Refluks asam terjadi ketika isi dari perut Anda naik ke kerongkongan Anda. Kondisi ini juga disebut regurgitasi asam atau gastroesophageal reflux. Jika Anda mengalami gejala refluks asam lebih dari dua kali seminggu, Anda mungkin mengalami kondisi yang dikenal sebagai penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

  • Obstruksi usus

Obstruksi usus terjadi ketika usus kecil atau besar Anda tersumbat. Penyumbatan bisa sebagian atau total, dan mencegah keluarnya cairan dan makanan yang dicerna. Jika penyumbatan usus terjadi, makanan, cairan, asam lambung, dan gas menumpuk di belakang tempat penyumbatan. Jika tekanan yang cukup meningkat, usus Anda bisa pecah, bocornya isi usus berbahaya dan bakteri ke dalam rongga perut Anda.

  • Sindrom iritasi usus

Sindrom iritasi usus atau IBS juga dikenal sebagai kolon spastik, kolon iritasi, kolitis mukosa, dan kolitis spastik. Hal ini adalah kondisi terpisah dari penyakit radang usus dan tidak terkait dengan kondisi usus lainnya. IBS adalah sekelompok gejala usus yang biasanya terjadi bersamaan. Gejala bervariasi dalam tingkat keparahan dan durasi dari orang ke orang yang terkadang menjadi penyebab dari kram usus.

Terdapat banyak penyebab mendasar dari kram usus, rasa sakit yang ringan bisa hilang tanpa pengobatan. Namun, dalam beberapa kasus, kram usus Anda mungkin memerlukan pemeriksaan ke dokter. Oleh karena itu, jika Anda merasakan kram usus atau di bagian perut bawah tidak kunjung membaik atau hilang, segera konsultasikan dengan dokter Anda.