Category: Penyakit

Mengenal Bisinosis, Penyakit Paru Langka Yang Perlu DIwaspadai

Bisinosis merupakan sebuah penyakit paru-paru langka yang disebabkan karena menghirup partikel rami, linen, dan katun. Bisinosis juga disebut penyakit paru coklat, dan merupakan salah satu bentuk asma okupasi. Bisinosis umum dijumpai pada para pekerja industri tekstil. Di Amerika, panduan dan hukum telah membantu menurunkan angka bisinosis pada industri ini. Namun, bisinosis masih sering dijumpai di negara-negara berkembang di mana tindakan keamanan tidak ditegakkan. Merokok dapat meningkatkan risiko perkembangan bisinosis. Riwayat medis menderita asma dan alergi juga dapat meningkatkan risiko seseorang. Artikel ini akan membahas penyakit paru langka ini dengan lebih mendalam.

Gejala bisinosis

Bisinosis memiliki gejala dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Ini merupakan sebuah penyakit yang umum dijumpai pada pekerja yang terpapr serat atau debu katun atau serat tekstil lain. Gejala biasanya sering dijumpai pada hari-hari kerja dan akan berkurang pada akhir minggu atau hari libur. Gejala bisinosis mirip asma dan melibatkan rasa sesak di dada, mengi, dan batuk. Apabila Anda memiliki kasus yang parah, Anda bisa memiliki gejala mirip flu seperti demam, sakit otot dan persendian, menggigil, tubuh terasa lelah, dan batuk kering. Gejala bisinosis umumnya akan mereda saat Anda berhenti terpapar debu tekstil. Namun, fungsi paru dapat cacat permanen jika paparan terus berlangsung selama waktu yang lama.

Diagnosa dan perawatan bisinosis

Sebelum mendiagnosa bisinosis dokter akan bertanya seputar aktivitas yang Anda lakukan serta pekerjaan guna memastikan apakah Anda terpapar debu tekstil. Dokter juga akan memeriksa paru-paru dan meminta Anda melakukan pemindaian sinar-X dan CT pada paru-paru. Dokter juga akan menggunakan “peak flow meter” untuk menguji paru-paru pada saat bekerja. Alat tersebut dapat mengukur seberapa cepat Anda dapat menghembuskan udara dari paru-paru. Apabila pernapasan Anda berubah pada waktu-waktu tertentu pada suatu hari atau minggu, alat tersebut dapat membantu dokter menentukan kapan dan di mana Anda terpapar debu tekstil.

Perawatan utama bisinosis adalah dengan menghindari paparan debu berbahaya. Untuk meringankan gejala ringan hingga sedang, dokter biasanya akan meresepkan bronchodilator, sebuah obat yang dapat membantu membuka saluran udara yang menyempit. Dalam kasus-kasus yang lebih parah, corticosteroid yang dihirup dapat diresepkan. Obat ini dapat mengurangi peradangan paru-paru. Akan tetapi, obat ini dapat menyebabkan infeksi jamur di mulut dan tenggorokan. Anda bisa mengurangi risiko terbentuknya infeksi dengan mencuci mulut setelah menghirup obat.

Apabila kadar oksigen Anda rendah, Anda bisa mendapatkan terapi oksigen tambahan. Sementara itu, untuk bisinosis kronis, sebuah nebulizer atau perawatan pernapasan lain dapat direkomendasikan. Latihan bernapas dan aktivitas fisik juga dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang dan meredakan gejala yang ditimbulkan. Namun, bisinosis akan terus terjadi apabila Anda tidak merubah paparan aktivitas sehari-hari. Dalam hal ini, berhenti bekerja di industri tekstil perlu dilakukan.

Meskipun gejala bisinosis mereda pada akhir pekan saat Anda tidak bekerja, paru-paru masih terus rusak dengan perlahan. Paparan terhadap debuh katun dan tekstil lainnya selama bertahun-tahun dapat menyebabkan kerusakan permanen pada paru-paru. Bisinosis umumnya akan hilang setelah paparan terhadap debu tekstil dihentikan. Bisinosis juga tidak dianggap sebagai penyakit kronis yang mengancam nyawa. Namun, penting untuk mengidentifikasi penyebab penyakit bisinosis Anda. Dengan mengetahui penyebab utama kondisi Anda, Anda bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan agar bisinosis tidak datang kembali di kemudian hari.

Mengenal Anemia Hemolitik, Penyakit Kekurangan Darah yang Berbahaya

Anemia adalah kondisi yang terjadi ketika jumlah sel darah merah dalah tubuh terlalu rendah. Ketika sel darah merah mengalami kerusakan, tubuh secara otomatis akan bekerja untuk kembali memproduksi sel darah merah baru yang lebih sehat. Anemia hemolitik terjadi saat jumlah sel darah merah yang rusak melebihi kecepatan tubuh untuk menghasilkan sel darah merah baru.

Sel darah merah memiliki peran penting untuk membawa oksigen ke paru-paru. Oksigen ini dibawa melalui hemoglobin, yaitu protein yang terdapat dalam sel darah merah. Sel darah merah akan diproduksi oleh organ sumsum tulang belakang.

Terdapat beberapa jenis anemia hemolitik yang dapat terjadi. Gejala yang dialami pasien pun berbeda-beda, sesuai dengan jenis yang diderita.

Penyebab anemia hemolitik berdasarkan faktor ekstrinsik dan intrinsik

Saat seseorang menderita anemia hemolitik, dokter akan melakukan diagnosa dengan menentukan sifatnya. Sifat ini menentukan faktor penyebab seseorang mengalami anemia hemolitik.

Terdapat dua sifat atau jenis anemia hemolitik yang bisa menyerang Anda, yaitu anemia yang bersifat ekstrinsik dan intrinsik.

  • Anemia hemolitik ekstrinsik

Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa metode, salah satunya adalah kesalahan fungsi limpa, ketika limpa menjebak dan menghancurkan sel darah merah yang sehat. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi karena reaksi penyakit autoimun.

Dalam beberapa kasus, kerusakan sel darah merah yang menyebabkan anemia hemolitik ekstrinsik terjadi karena adanya infeksi, tumor, efek samping pengobatan, leukimia, dan penyakit limfoma

  • Anemia hemolitik intrinsik

Berbeda dengan anemia hemolitik ekstrinsik, jenis instrinsik berkembang ketika sel darah merah yang diproduksi oleh sumsum tulang belakang tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini umumnya diturunkan secara genetik dari orang tua yang mengalami talasemia atau hemoglobin abnormal.

Dalam beberapa kasus, kelainan metabolisme tubuh akibat faktor keturunan juga bisa menyebabkan kondisi ini. Kondisi ini bisa menyerang siapa pun dalam segala kelompok usia.

Gejala yang muncul saat menderita anemia hemolitik

Setiap penderita anemia hemolitik bisa saja merasakan perkembangan gejala yang berbeda-beda. Beberapa pasien pernah mengalami perkembangan gejala yang menjadi parah dalam waktu sangat cepat. Tapi, ada juga pasien yang mengalami gejalanya sedikit demi sedikit dan menjadi parah secara perlahan.

Ketika Anda menderita kondisi ini, Anda mungkin akan mengalami:

  • Wajah pucat dan tampak murung
  • Mudah merasa lelah
  • Pusing dan peningkatan detak jantung menjadi sangat cepat
  • Kesulitan bernapas
  • Mengalami penyakit kuning, khususnya kulit dan mata menguning
  • Warna urin yang sangat gelap menyerupai teh
  • Pembesaran limpa

Terkadang, anemia hemolitik juga bisa terjadi pada bayi yang baru lahir. Hal ini bisa terjadi apabila bayi dan sang ibu memiliki golongan darah yang tidak cocok.

Efek yang ditimbulkan akan serupa dengan proses transfusi darah ketika darah yang disalurkan tidak cocok dengan golongna darah penerima. Secara tidak langsung, tubuh sang ibu akan menyerang bayi, membuat bayi menderita anemia hemolitik.

Pada bayi yang baru lahir, kondisi ini menimbulkan gejala yang tidak jauh berbeda dengan gejala pada orang dewasa. Bedanya, kondisi ini menjadi jauh lebih berbahay adan bisa menyebabkan komplikasi serius pada bayi.

Kondisi ini biasanya diatasi dengan menggunakan suntikan kepada sang ibu di minggu ke-28 kehamilan. Penanganannya dilakukan sedini mungkin bahkan sebelum bayi dilahirkan.

Bila Anda mengalami gejala anemia hemolitik, segera lakukan konsultasi sedini mungkin dengan dokter. Jangan biarkan gejala tersebut semakin memburuk sampai menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Tes Viral Load dan HIV AIDS: Seberapa Erat Hubungannya dan Seperti Apa Hasilnya?

Apakah Anda pernah mendengar tentang viral load? Istilah viral load merujuk pada banyaknya jumlah virus yang ada dalam volume darah seseorang yang terinfeksi HIV AIDS. Lebih detailnya, viral load akan menunjukkan jumlah virus dalam setiap milimeter darah pasien, sebagai contoh viral load dalam konteks HIV dan AIDS akan menunjukkan jumlah HIV yang diukur dari sampel darah seorang pasien.

Tes viral load merupakan salah satu tes lanjutan yang perlu dilakukan bagi seseorang yang telah didiagnosis HIV (human immunodeficiency virus). Berdasarkan beberapa riset yang telah dilakukan, istilah viral load memang berkaitan erat dengan HIV AIDS. Selain itu, viral load juga dihubungkan dengan CD4 yang merupakan sel imun tubuh, bertugas untuk melindungi tubuh dari penyakit dan merupakan salah satu sel yang diserang oleh HIV.

Hasil implikasi viral load yang tinggi, umumnya menunjukkan tingkatan infeksi yang cukup tinggi pada tubuh pasien. Hal ini juga berarti bahwa viral load dengan hasil implikasi tinggi, berhubungan dengan rendahnya implikasi CD4.

Bagaimana mengartikan hasil viral load?

Hasil viral load dapat menunjukkan beberapa kemungkinan: tinggi, lebih rendah, atau bahkan tidak terdeteksi.

  • Viral load tinggi

Hasil viral load di atas 100.000 menunjukkan bahwa terdapat jumlah HIV yang cukup tinggi dalam darah. Angka ini bukan menjadi batas atas, karena terdapat kemungkinan bahwa seorang pasien memiliki 1 juta alinan virus dari hasil tes viral load yang dilakukan.

Dari hasil viral load tinggi ini, menegaskan fakta bahwa virus dalam tubuh pasien mengalami replikasi yang cukup pesat dan berpengaruh terhadap percepatan penyebaran infeksi virus dalam tubuh.

  • Viral load lebih rendah

Hasil viral load dengan angka di bawah 10.000 salinan virus, dikategorikan oleh para dokter sebagai kategori yang lebih rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa HIV dalam darah pasien tidak bereproduksi begitu cepat. Meskipun begitu, hasil ini dikatakan belum cukup optimal bagi seorang pasien untuk terlepas dari proses penyembuhan HIV.

  • Tidak terdeteksi (undetectable)

Hasil viral load tidak terdeteksi atau undetectable menunjukkan hasil di bawah 20 salinan virus. Kondisi ini menjadi tanda bahwa terapi penanganan HIV sudah optimal. Meskipun begitu, kategori viral load yang tidak terdeteksi, bukan merupakan pegangan bahwa pasien telah sembuh total dari HIV. Hasil ini hanya menunjukkan bahwa harapan hidup pasien HIV mendekati kondisi pada orang dengan kondisi kesehatan normal.

Viral load tidak terdeteksi juga menunjukkan hasil bahwa pasien HIV hanya memiliki risiko kecil menularkan HIV ke orang lain. Walaupun begitu, penggunaan kondom ketika berhubungan seksual tetap disarankan.

Menjaga kesehatan bagi pasien HIV secara optimal

Terapi antiretroviral diyakini mampu untuk meningkatkan harapan hidup pasien HIV dengan cara menekan viral load. Di samping itu, pasien HIV umumnya akan diresepkan obat ARV dan didukung dengan menjalani pola hidup sehat, seperti di bawah ini:

  • Belajar mengendalikan stres, seperti dengan menjaga hubungan baik dengan orang di sekitar
  • Rutin menjalani cek kesehatan dan kontrol dengan dokter
  • Berolahraga secara rutin
  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

Rapid Swab Test Corona

Jumlah kasus virus Corona atau Covid-19 semakin meningkat setiap hari. Hingga 27 April 2020, jumlah kasus mencapai lebih dari 3 juta di seluruh dunia. Hal tersebut juga mengakibatkan lebih dari 200 ribu orang meninggal dunia, namun lebih dari 800 ribu orang dinyatakan sembuh. Salah satu cara untuk mendeteksi jika seseorang terkena virus Corona adalah melakukan rapid test. Rapid swab test Corona digunakan untuk memantau seberapa luas penyebaran virus Corona di setiap negara.

WHO (World Health Organization) sangat menganjurkan setiap negara yang terdampak virus Corona untuk melakukan rapid test. Rapid test dilakukan dengan menggunakan sampel darah untuk mendeteksi kadar antibodi imunoglobulin terhadap virus di dalam tubuh.

WHO juga menyatakan bahwa rapid test lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan ELISA atau tes yang melibatkan enzim untuk mengukur cairan tubuh.

Jenis Antibodi

Antibodi adalah protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh manusia dimana kegunaannya dapat melawan bakteri, virus, dan benda asing lainnya yang membuat manusia terinfeksi. Secara keseluruhan, ada dua jenis antibodi yang akan diperiksa ketika melakukan rapid test Corona:

  • Imunoglobulin G (IgG)

Imunoglobulin G adalah jenis antibodi yang paling umum ditemukan dalam darah dan cairan tubuh lain manusia. Antibodi tersebut memiliki kegunaan dalam menyimpan memori yang berkaitan dengan bakteri atau virus yang pernah masuk ke dalam tubuh manusia sehingga dapat memberikan perlindungan dari infeksi berikutnya.

  • Imunoglobulin M (IgM)

Imunoglobulin M adalah jenis antibodi yang secara aktif melindungi tubuh manusia setelah mereka pertama kali terkena infeksi bakteri atau virus. Ketika manusia pertama kali terkena infeksi, kadar IgM akan meningkat dan dapat memberikan perlindungan jangka panjang.

Mengapa Perlu Menggunakan Rapid Test?

Rapid test Corona perlu dilakukan untuk mengetahui jika seseorang terdeteksi virus Corona atau tidak. Jika pasien mengetahui hasilnya positif (setelah melakukan rapid test), mereka perlu dibawa ke rumah sakit rujukan Covid-19 untuk menjalani pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction).

Rapid test adalah jenis tes yang direkomendasikan kepada:

  • Orang tanpa gejala (OTG).
  • Orang dalam pemantauan (ODP).
  • Pasien dalam pengawasan (PDP).

Harga Rapid Test

Beberapa fasilitas kesehatan telah menggunakan rapid test untuk mengetahui jika seseorang terkena virus Corona atau tidak. Harga tes tersebut dimulai dari Rp 350.000,00. Harga yang ditawarkan juga bisa bervariasi, tergantung paket yang ditawarkan oleh fasilitas kesehatan tersebut.

Langkah-Langkah Untuk Melakukan Rapid Test

Pada umumnya, Anda tidak perlu mempersiapkan apapun jika Anda ingin melakukan rapid test Corona. Rapid test Corona melibatkan pengambilan sampel darah pasien. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan rapid test:

  • Tenaga medis membersihkan area pengambilan darah dengan cairan antiseptik untuk membunuh kuman dan mencegah infeksi di dalam tubuh.
  • Lengan atas Anda akan diikat dengan perban elastis supaya aliran darah terkumpul dan pembuluh darah vena lebih mudah ditemukan.
  • Setelah menemukan vena, tenaga medis akan menyuntikkan jarum steril ke pembuluh darah untuk mengambil darah.
  • Tenaga medis kemudian memasang tabung khusus di belakang jarum suntik.
  • Ketika jumlah darah cukup, tenaga medis akan melepaskan jarum suntik dan menutupi bagian yang disuntik dengan perban.

Hasil Rapid Test

Pasien yang melakukan rapid test Corona bisa saja menunjukkan hasil sebagai berikut:

  • Reaktif (positif)

Hasil tes pasien reaktif disebabkan oleh salah satu atau kedua jenis antibodi menunjukkan hasil reaktif. Hal tersebut menandakan bahwa pasien terkena infeksi tertentu.

  • Non reaktif (negatif)

Hasil tes pasien non reaktif menunjukkan bahwa kedua jenis antibodi tidak menunjukkan hasil reaktif. Artinya, pasien tidak terkena infeksi.

  • Negatif palsu

Sebagian pasien kemungkinan juga bisa menunjukkan hasil negatif palsu pada rapid test. Hal tersebut dikarenakan hasil tes tersebut memang menunjukkan tanda negatif, namun pasien terkena virus Corona.

Jika hasil rapid test pasien positif, maka perlu melakukan penanganan lebih lanjut. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan:

  • OTG, ODP, atau PDP dengan gejala ringan dapat mengkarantina diri di rumah.
  • PDP yang mengalami gejala sedang perlu diisolasi di rumah sakit darurat.
  • PDP yang mengalami gejala berat perlu diisolasi di rumah sakit rujukan.

Pasien yang menerima hasil rapid test negatif perlu menjalani pemeriksaan ulang dalam 7 hingga 10 hari. Jika pasien telah menjalani tes kedua dan hasilnya tetap negatif, maka pasien bebas dari virus Corona.

Rapid test Corona adalah cara yang efektif untuk mendeteksi jika manusia terkena virus Corona. Meskipun aman untuk dilakukan, rapid test Corona juga dapat menimbulkan efek samping ringan seperti memar dan nyeri pada bagian yang disuntik.

Kanker Testis Penyebab Kemandulan pada Pria, Benarkah?

Kanker testis adalah penyakit kanker yang terjadi pada salah satu atau dua testis, yaitu bagian dari organ reproduksi pria yang terletak di dalam skrotum atau kantong kulit di bawah penis, yang biasa juga disebut buah zakar atau biji kemaluan. Dalam sistem reproduksi, testis sendiri memiliki fungsi untuk memproduksi hormon dan sperma.

Tanda dan gejala kanker testis

  • Muncul gumpalan, bengkak, atau benjolan di salah satu atau kedua testis
  • Rasa berat di area skrotum
  • Rasa sakit dan kebas di area perut bagian bawah dan juga paha bagian dalam atau selangkangan
  • Terdapat pengumpulan cairan di skrotum
  • Rasa sakit atau tidak nyaman baik di bagian testis atau skrotum
  • Pembesaran atau pelunakkan bagian payudara
  • Rasa sakit di bagian punggung bawah

Tidak ada faktor pasti yang dapat menjadi penyebab terjadinya kanker testis. Namun beberapa ahli percaya bahwa kanker testis terjadi saat sel baik yang ada pada testis berubah bentuk. Umumnya, sel tumbuh dan berkembang biak secara teratur untuk menjaga tubuh agar berfungsi dengan baik, namun ada beberapa kasus sel yang berkembang secara abnormal walaupun tidak dibutuhkan, dan menyebabkan sel ini tumbuh di luar kontrol.

Benarkah Dapat Menyebabkan Kemandulan?

Di antara beberapa jenis penyakit kanker yang terjadi pada pria, kanker testikular adalah salah satu yang memiliki kemungkinan besar untuk diobati walaupun jika kanker sudah menyebar ke luar area testis.  Namun, kanker testikular juga berbahaya karenaternyata memang terbukti dapat mempengaruhi reproduksi pria dan menyebabkan kemandulan.

Kanker testikular beserta pengobatannya dapat mempengaruhi level hormon dan juga mempengaruhi kemampuan laki-laki untuk memiliki anak. Maka penting sekali untuk mendiskusikan efek pengobatan dengan dokter sebelum melakukan pengobatan agar para penderita kanker testikular memahami betul risiko yang kemungkinan terjadi.

Mayoritas laki-laki yang menderita kanker testikular hanya mengalaminya di salah satu testis saja sedangkan testis yang satunya masih dapat berfungsi baik untuk menghasilkan hormon testosteron (hormon utama laki-laki). Namun jika kanker menyebar sampai mempengaruhi fungsi testis yang lainnya atau jika kedua testis harus diangkat maka penderita kanker testikular harus mengonsumsi hormon testosteron secara manual sepanjang hidup, bisa dengan cara mengaplikasikan gel, patch atau injeksi (suntik) secara teratur setiap bulan.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kanker testikular dan juga pengobatannya dapat menyebabkan kemandulan bagi pria. Sebelum pengobatan dimulai, penderita kanker testikular disarankan untuk menyimpan spermanya di bank sperma untuk digunakan di kemudian hari. Tetapi kanker testikular juga dapat menyebabkan turunnya kadar sperma, yang mana menyebabkan proses pengambilan sampel akan menjadi sulit.

Di beberapa kasus, jika penderita kanker testis masih memiliki satu testis dengan kondisi sehat, maka kesuburan akan kembali setelah pengobatan. Umumnya, kesuburan pada penderita kanker testikular akan kembali 2 tahun setelah kemoterapi.

Ini Dia Jenis Infeksi Jamur dan Gejalanya yang Perlu Anda Tahu

Tahukah Anda bahwa infeksi jamur dapat berbeda-beda, bergantung pada jenis jamur dan gejalanya? Penyebaran infeksi jamur juga dapat berbeda, seperti penyebaran dari manusia ke manusia lainnya, dari hewan ke manusia, maupun dari lingkungan sekitar.

Jamur yang menyebabkan infeksi pada kulit manusia dapat disebabkan oleh jamur yang secara alami berada di dalam tubuh manusia maupun jamur dari lingkungan sekitar luar tubuh manusia. Jamur yang secara alami berada di dalam tubuh manusia berisiko memicu infeksi jika pertumbuhannya terjadi secara berlebihan.

Ini dia jenis infeksi jamur dan gejalanya

Gejala infeksi jamur timbul berdasarkan lokasi maupun jenis infeksinya. Namun, secara keseluruhan, infeksi jamur di kulit dapat menyebabkan perubahan warna dan tekstur pada kulit, serta menimbulkan rasa gatal yang mengganggu. Secara rinci, di bawah ini terdapat informasi lengkap mengenai jenis infeksi jamur beserta gejalanya:

  • Infeksi jamur area vagina

Kondisi ini disebabkan oleh jamur Candida albicans. Jamur ini dapat menyebabkan rasa gatal, perih, dan bengkak pada sekitar area kulit yang terinfeksi. Di samping itu, infeksi ini dapat menyebabkan rasa panas ketika buang air kecil dan melakukan hubungan seksual. Jenis jamur Candida albicans juga menjadi penyebab dari infeksi dalam rongga mulut dan sariawan.

  • Kutu air (athlete’s foot)

Kondisi ini juga dikenal dengan tinea pedis yang seringkali terjadi pada atlet maupun orang yang gemar berolahraga. Umumnya, infeksi jamur ini disebabkan oleh kondisi sepatu dan kaos kaki yang lembab akibat berkeringat ketika melakukan aktivitas olahraga.

Gejala yang dapat timbul, antara lain adanya benjolan berisi cairan, kulit melunak dan mengelupas, rasa gatal dan panas hingga kulit kemerahan.

  • Kurap atau tinea corporis

Infeksi jamur ini tumbuh pada area jaringan tubuh yang sudah mati, seperti pada kulit, rambut, dan kuku. Gejala umum yang seringkali muncul yaitu tekstur kulit yang kasar dan perubahan warna kulit menjadi kemerahan yang disertai rasa gatal. Area infeksi tersebut serupa dengan bentuk cincin dengan permukaan luar yang menonjol.

  • Infeksi jamur pada pangkal paha (jock’s itch)

Kondisi ini juga dikenal sebagai tinea cruris yang memiliki gejala warna kulit kemerahan, gatal, panas, dan iritasi. Gejala utama dari infeksi ini yaitu munculnya ruam merah yang berbentuk lingkaran dengan tepi yang sedikit menonjol.

Waspada, Lepuh di Bibir Bukanlah Sariawan tapi Herpes pada Anak

Herpes biasanya dikenal sebagai salah satu infeksi menular seksual yang menyerang kelamin. Padahal infeksi herpes juga bisa terjadi pada anak. Herpes pada anak yang biasa terjadi bukanlah herpes kelamin yang disebabkan oleh Herpes Simplex Virus tipe 2 (HSV-2), melainkan herpes pada mulut yang disebabkan oleh Herpes Simplex Virus tipe 1 (HSV-1). Herpes oral dapat muncul dengan gejala lepuhan di bibir dan mulut (cold sores), kadang lepuhan bisa muncul di bawah hidung, dagu atau pipi.

Kondisi anak juga mungkin mengalami demam ringan serta sakit tenggorokan. Setelah beberapa hari, lepuhan itu akan pecah dan mengering menjadi semacam kerak lalu sembuh sendiri dalam dua minggu. Berbeda dengan sariawan yang merupakan luka kecil di dalam mulut dan bibir, pada infeksi herpes lepuhan yang muncul berisi cairan dan bisa pecah.

Herpes pada anak sangat menular. Anak yang sedang terinfeksi dan mengalami cold sores bisa menularkan HSV-1 lewat air ludah dan kontak tubuh. Virus juga bisa menular lewat benda-benda yang sudah disentuh oleh anak penderita infeksi. Pada anak yang sudah tertular HSV-1 akan selamanya memiliki virus tersebut. HSV-1 akan berdiam di kumpulan sel syaraf tubuh dan tidak mengganggu kecuali saat sewaktu-waktu kambuh.

Saat ini tidak ada obat yang bisa mengobati infeksi herpes oral sehingga yang bisa dilakukan adalah menunggunya sembuh sendiri kurang-lebih selama dua minggu. Pada masa infeksi herpes pada anak, orang tua dapat membantu meringankan gejalanya, misalnya dengan memberi kompres dingin pada lepuhan di bibir anak. Anak juga perlu menghindari makanan dan minuman asam karena berisiko mengiritasi lepuhan di bibir.

Jika cold sores terasa sakit, konsultasilah dengan dokter anak untuk mendapat obat seperti ibuprofen atau acetaminophen yang akan meredakan rasa sakit. Selain itu cegahlah penularan lebih lanjut, jangan biarkan si kecil berbagi penggunaan alat makan dan minum dengan temannya. Cuci saputangan dan handuk yang digunakan anak dengan air panas. Jangan biarkan anak memegang-megang apalagi mengorek lepuhnya, dan ingatkan selalu untuk cuci tangan dengan sabun.

Gejala Lupus pada Bayi yang Baru Lahir

Lupus adalah penyakit autoimun yang muncul ketika sistem kekebalan dalam tubuh menyerang tubuh sendiri. Akibatnya, terjadi peradangan pada sendi, jantung, paru-paru, pembuluh darah, ginjal, atau otak. Gejala lupus dapat berupa ruam di wajah, nyeri dada, nyeri otot atau sendi, demam, mudah merasa lelah, berat badan turun, hingga gangguan fungsi otak dan mental.

Tidak hanya menyerang orang dewasa, lupus juga bisa muncul pada bayi yang baru lahir sekalipun. Kondisi ini dikenal dengan istilah lupus neonatal. Lupus neonatal diperkirakan disebabkan oleh masuknya autoantibodi ibu ke dalam peredaran darah bayi melalui plasenta. Kejadian ini terjadi pada 1-2% dari ibu yang positif autoantibodi lupus. Namun, lupus neonatal juga mungkin timbul pada bayi yang lahir dari ibu yang sehat dan tidak menderita lupus.

Gejala Lupus pada bayi yang baru lahir

  1. Gejala lupus pada kulit

Gejala lupus pada kulit terjadi pada 70% kasus, yaitu berupa bercak kemerahan yang dapat timbul pada kulit kepala, leher, atau wajah. Selain itu, ruam juga dapat ditemukan pada batang tubuh dan lengan atau tungkai gejala ini dapat muncul sejak lahir atau muncul dalam 2-5 bulan kedepan. Biasanya ibu dapat menyadari bahwa bayi lebih sensitif pada sinar matahari.

  • Gejala lupus pada jantung

Pada jantung juga sering terjadi yaitu sekitar 65% kasus. Kelainan yang terjadi dapat berupa kelainan irama jantung dan aliran listrik jantung. Salah satu yang khas adalah complete heart block. Kondisi ini dapat ditemukan sejak bayi dalam kandungan berupa detak jantung yang lambat. Komplikasi dari blok jantung yang paling berat adalah gagal jantung.

  • Gejala lupus pada hati

Gejala lupus berupa kelainan hati dapat terjadi, dari yang ringan seperti kenaikan enzim hati, hingga gejala yang berat seperti hiperbilirubinemia.

  • Gejala lupus pada darah

Penyakit lupus neonatal mampu mengakibatkan kerusakan pada sel darah, dengan gejala berupa anemia hemolitik, trombositopenia, dan neutropenia. Gejala lupus pada darah terjadi dalam dua minggu pertama kehidupan, namun mungkin hilang pada bulan kedua, yaitu ketika semua antibodi ibu sudah dimetabolisme.

  • Gejala lupus pada otak

Pada otak, penyakit lupus neonatal bisa menyebabkan hidrosefalus atau mikrosefali. Gejala yang ditimbulkan dapat berupa kejang, kelemahan otot spastis, atau gangguan kesadaran.

Waspada Emboli pada Paru, Begini Cara Mencegahnya

Pernahkah Anda mendengar tentang istilah emboli? Secara awam. Emboli adalah penggumpalan darah yang terjadi dalam tubuh. Kondisi emboli juga dapat terjadi pada paru-paru. Dalam situasi tertentu, emboli bahkan dapat menyebabkan hilangnya nyawa pasien.

Emboli bukanlah suatu kondisi yang dapat dibiarkan begitu saja. Pasalnya, jika terjadi gangguan pada sirkulasi darah, maka fungsi tubuh lainnya tidak dapat berjalan secara normal.

Emboli paru, dalam hal ini terjadi di pembuluh darah paru-paru yang mampu memicu kehilangan nyawa dalam hitungan detik saja. Hal ini didorong fakta bahwa paru-paru berperan penting dalam memberikan asupan oksigen dan karbon monoksida tiap kali bernapas.

Seperti apa gejala emboli paru?

Gejala emboli paru dapat berbeda antarsatu pasien dengan lainnya. Di samping itu, gejala emboli paru serupa dengan penyakit lainnya. Di bawah ini, terdapat beberapa gejala emboli paru yang telah diketahui sejauh ini:

  • Merasakan nyeri pada dada hingga sebabkan sesak napas.
  • Mengalami batuk kering.
  • Dada terasa sakit ketika menarik napas dalam-dalam maupun ketika makan.
  • Mengalami pusing bahkan hingga tidak sadarkan diri.
  • Terjadinya pembengkakan di kaki atau betis akibat penggumpalan darah yang mulanya terjadi di kaki.
  • Kondisi kaki memerah.

Gejala yang disebutkan di atas hanyalah beberapa tanda yang perlu diperhatikan dari timbulnya emboli paru. Ada pun rasa nyeri pada dada menjadi gejala utama dari emboli paru.

Bagaimana caranya untuk mencegah emboli paru?

Mencegah terjadinya emboli paru dapat dilakukan dengan melakukan gerakan secara terus menerus. Secara logika, darah akan mengalami penggumpalan ketika Anda terlalu duduk atau berdiam diri. Sebagai contoh, ketika Anda mengalami kesemutan setelah berjam-jam duduk di satu posisi tertentu.

Emboli paru dapat dicegah dengan terus aktif beraktif. Hal ini dapat Anda terapkan dengan melakukan olahraga ringan secara rutin. Anda juga perlu untuk mempertimbangkan jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Di samping aktif berolahraga, Anda juga perlu untuk menghindari pola hidup yang tidak sehat, seperti kebiasan merokok. Kandungan racun yang terdapat di dalam rokok dapat merusakn pembuluh darah.

Cantengan Dapat Bermula dari Kebiasaan Gigit Kuku Jari

Kebiasaan gigi kuku jari bisa menjadi kebiasaan yang dilakukan anak-anak. Namun, bukan berarti tidak ada orang dewasa yang melakukannya. Biasanya kebiasaan ini terjadi dengan spontan dan tanpa disadari. Namun, perlu Anda tahu gigit kuku jari bisa membuat Anda cantengan. Kebiasaan ini memang tidak pernah menjadi sebuah kebiasaan baik. Bahkan orang tua pun pasti akan melarang anaknya untuk menggigit kuku jarinya sendiri. Larangan ini biasanya beralasan karena kuku jari kotor dan membawa kuman yang menjadi penyebab penyakit.

Selain itu, ternyata larangan ini pun menghindarkan Anda dari risiko terkena cantengan. Menggigit kuku jari membuat bentuk kuku tidak beraturan dan terkadang membuat kuku terlalu pendek. Saat kondisi kuku tidak beraturan, risiko cantengan bertambah. Cantengan berasal dari pertumbuhan kuku ke arah dalam jari sehingga pada akhirnya melukai jari Anda sendiri. Menggigit kuku jari biasanya dilakukan saat seseorang merasa cemas, tegang, atau sedang bosan dan tidak ada hal yang dilakukan.

Jika Anda sering menggigit kuku jari Anda sendiri, Anda dapat mencoba beberapa tips untuk mengganti kebiasaan yang tidak baik tersebut. Mengunyah permen karet saat bosan dapat menghindarkan Anda dari menggigit kuku jari Anda sendiri. Pilihlah permen karet low sugar atau sugar free agar mengurangi risiko kerusakan gigi Anda. Namun, akan lebih baik jika Anda menyibukkan diri dengan aktivitas yang bermanfaat.

Pasalnya, kecemasan dapat membuat kebiasaan ini muncul. Atasi kecemasan Andan dengan mengambil waktu sejenak untuk berdiam diri. Jika Anda memerlukan bantuan dalam mengatasi kecemasan Anda, carilah konselor, psikolog, atau psikiater yang dapat membantu Anda lebih jauh. Rajin memotong kuku juga merupakan salah satu pilihan yang baik. Saat kuku Panjang, Kebiasaan Anda akan otomatis berjalan tanpa berpikir panjang. Ketika kuku sudah dipotong maka terkadang Anda akan berpikir ulang untuk menggigitnya.

Ingat, rajit memotong kuku perlu diimbangi dengan pengetahuan memotong kuku yang baik dan benar. Kebiasaan menggigit kuku jari sebisa mungkin dihilangkan. Selain berisiko menjadi pintu masuk ke dalam tubuh, risiko jari Anda mengalami cantengan pun akan bertambah.