Category: Penyakit

Sariawan di Gusi Belakang, Apa Penyebabnya?

Setiap orang perlu menjaga kesehatan tubuh, termasuk bagian mulut. Jika manusia tidak menjaga kesehatan mulut, manusia bisa mengalami berbagai risiko seperti sariawan. Sariawan bisa terjadi di bagian mulut manapun, termasuk di gusi belakang. Walaupun sariawan di gusi belakang dapat menimbulkan iritasi pada mulut, kondisi tersebut bukan merupakan kondisi yang berbahaya bagi tubuh.

Salah satu penyebab gusi belakang bengkak adalah perikoronitis

Gejala

Seseorang yang mengalami sariawan dapat menunjukkan kondisi berikut:

  • Bercak putih yang disertai dengan benjolan yang berukuran sangat kecil pada gusi.
  • Rasa sakit pada gusi.
  • Kemerahan di dalam mulut.
  • Iritasi.
  • Pendarahan (jika digigit).
  • Kulit kering dan pecah-pecah pada mulut.
  • Kehilangan rasa.
  • Kesulitan menelan.

Penyebab

Sariawan di gusi belakang bisa terjadi karena faktor berikut:

  • Masalah pada sistem imun

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami sariawan adalah masalah pada sistem imun. Pada dasarnya, sistem imun manusia bekerja dalam mengusir organisme yang berbahaya seperti virus dan bakteri. Jika sistem imun bermasalah, manusia bisa mengalami sariawan.

  • Jamur

Selain mencegah organisme yang berbahaya, sistem imun juga dapat menjaga keseimbangan antara mikroba baik dan jahat. Namun, mekanisme tersebut tidak selalu terjaga dengan baik sehingga dapat menyebabkan jumlah jamur candida meningkat dan menimbulkan sariawan. Jamur tersebut disebut sebagai Candida albicans.

  • Diabetes

Jika Anda mengalami diabetes, namun tidak terkontrol dengan baik, maka kondisi tersebut dapat melemahkan sistem imun dengan mudah, meningkatkan kadar gula darah, dan memperkuat pertumbuhan Candida albicans.

  • HIV

HIV merupakan faktor lain yang perlu diwaspadai, karena tidak hanya membuat penderita lebih rentan terhadap sariawan, namun juga dapat menular orang lain.

  • Pengobatan kanker

Pengobatan kanker seperti terapi radiasi dan kemoterapi dapat merusak atau menghancurkan sel-sel sehat. Hal tersebut juga dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami sariawan.

Jika Kondisi Anda Memburuk

Jika Anda mengalami sariawan, namun kondisi Anda memburuk, Anda bisa bertemu dengan dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang Anda gunakan (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda mengalami kondisi lain?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter akan melakukan diagnosis berupa:

  • Pemeriksaan fisik

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa kondisi mulut Anda untuk mengetahui karakteristik sariawan yang Anda alami.

  • Biopsi

Dokter dapat melakukan biopsi dengan mengambil sampel dari bagian mulut yang mengalami sariawan, kemudian sampel tersebut dibawa ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut.

  • Tes darah

Dokter dapat melakukan tes darah untuk mengetahui apa yang menyebabkan Anda mengalami sariawan.

Pengobatan

Untuk mengobati sariawan, Anda dapat melakukannya melalui dua cara, antara lain:

  • Menggunakan obat

Ada berbagai obat yang dapat mengatasi sariawan. Salah satu obat yang bisa Anda gunakan adalah obat antijamur oral.

  • Menggunakan cara alami

Anda juga bisa menggunakan berbagai pilihan bahan untuk mengobati sariawan dengan cara alami. Contohnya, Anda bisa mencampurkan air dengan garam.

Pencegahan

Anda bisa melakukan beberapa cara di bawah untuk mencegah sariawan:

  • Sikat gigi secara rutin (dua kali sehari).
  • Menjaga kadar gula darah.
  • Lindungi diri dari HIV.

Kesimpulan

Sariawan di gusi belakang merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai, karena tidak hanya menimbulkan berbagai gejala, namun juga terjadi karena berbagai faktor. Jika Anda ingin mengobati sariawan, cara-caranya sederhana. Untuk informasi lebih lanjut tentang sariawan, Anda bisa bertanya kepada dokter.

Seberapa Ampuh Cataflam untuk Sakit Gigi?

Sakit gigi merupakan rasa nyeri yang sangat mengganggu. Kondisi ini umumnya menandakan ada yang tidak beres dengan gigi atau gusi. Rasa sakitnya dapat bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga nyeri parah yang tidak tertahankan. Untungnya, ada beragam obat sakit gigi yang dapat dengan mudah diperoleh. Salah satunya ialah obat cataflam untuk sakit gigi.

Cara mengobati sakit gigi ada yang alami maupun dengan obat

Rasa nyeri yang begitu menyiksa dapat diredakan dengan minum obat anti nyeri dari golongan NSAID, salah satunya Cataflam. Obat ini mengandung kalium diklofenak yang diketahui sebagai salah satu obat pereda nyeri (analgesik) dan cukup ampuh meredakan rasa sakit.

Obat Cataflam bekerja sekitar 10-30 menit untuk meredakan nyeri parah akibat sakit gigi. Obat ini umumnya digunakan untuk mengatasi sakit gigi akut yang terasa mengganggu.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa Cataflam bukan untuk mengatasi penyebab utama sakit gigi, melainkan hanya meredakan rasa sakit dan peradangan untuk sementara waktu. Paling tidak, obat ini akan meredam sementara rasa sakitnya sebelum kamu periksa ke dokter gigi.

Jika sakit gigi menunjukkan ciri-ciri seperti pembengkakan di gusi, rasa sakit saat menggigit, dan rasa tidak enak di mulut yang semakin parah dan sangat menyakitkan, terutama jika sudah mengalami pembengkakan di rahang dan demam, maka segera temui dokter gigi.

Dosis dan Aturan Minum Obat Cataflam

Obat Cataflam untuk sakit gigi ini tersedia dalam sediaan tablet salut gula, bubuk, dan obat tetes (drop). Obat ini tergolong obat keras, terlihat dari kode merah dengan huruf K pada kemasannya. Jadi, penggunaannya harus hati-hati dan memerlukan resep dari dokter.

Secara umum, dokter biasanya akan meresepkan Cataflam dalam bentuk tablet salut gula atau bubuk pada pasien dewasa. Sedangkan untuk anak-anak usia 6 tahun ke atas akan diberikan Cataflam berbentuk drop.

Dosis Cataflam untuk dewasa adalah 100-150 mg dibagi dalam 2-3 bagian per harinya, atau satu butir tablet salut gula Cataflam 2-3 kali sehari 50 mg. Sementata dosis Cataflam untuk anak usia lebih dari 6 tahun adalah 2 mg/kg berat badan dibagi dalam 2-3 dosis per hari.

Ingat! Dosis obat Cataflam yang tepat adalah dosis yang diresepkan oleh dokter, karena dosisnya pasti sudah disesuaikan dengan kondisimu. Hindari mengonsumsi obat keras secara sembarangan untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan. 

Tips Tambahan untuk Mengatasi Sakit Gigi Membandel

Sakit gigi bisa sangat menjengkelkan. Bahkan setelah diberikan obat pereda nyeri seperti Cataflam, rasa sakitnya masih mungkin muncul.

Beberapa tips berikut bisa dilakukan untuk membantu meredakan sakit gigi membandel dengan segera, namun tentu saja efeknya lebih ringan daripada obat Cataflam:

1. Kumur larutan garam hangat

Berkumur dengan air garam bisa menjadi pertolongan pertama untuk mengatasi sakit gigi. Air garam dapat sedikit meredakan rasa nyeri dan pembengkakan di gusi. Namun, larutan ini hanya untuk dikumur-kumur, bukan untuk ditelan.

2. Kompres hangat

Tempelkan kompres hangat pada rahang di bagian gigi yang sakit. Sensasi panas dari alat kompres ini akan membantu mengurangi rasa sakit yang muncul.

Jika tidak punya alat kompres, kamu bisa menggunakan beras yang dibungkus kain bersih dan sudah panaskan beras tadi di microwave. Tempelkan bungkusan beras selagi hangat.

3. Akupresur

Memberikan tekanan pada titik-titik tertentu di bagian tubuh dipercaya dapat membantu meningkatkan rasa nyaman dan mengurangi rasa sakit. Mintalah bantuan ahli akupresur untuk membantu meringankan sakit gigi yang kamu derita.

4. Cuka apel

Cuka apel terkenal dengan kemampuan anti inflamasinya. Selain itu, sifat asamnya juga dapat membantu membunuh bakteri yang menginfeksi gigi. 

Gunakan kapas yang sudah dibasahi dengan cuka apel, lalu tempelkan pada gigi yang sakit untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri.

Demikian penjelasan mengenai cataflam untuk sakit gigi. Semoga menambah wawasanmu.

Pentingnya Vaksin Meningitis bagi Jamaah Haji dan Umrah

vaksin meningitis

Sebelum berangkat menjalankan ibadah haji atau umroh, banyak hal yang perlu dipersiapkan, termasuk persiapan dari segi kesehatan. Salah satu vaksin yang wajib dilakukan oleh peserta adalah vaksin meningitis.

Penyakit meningitis adalah kondisi peradangan yang terjadi di selaput otak. Meningitis ini bisa sembuh sendiri setelah beberapa minggu pada kondisi tertentu. Namun, sering juga berkembnag menjadi kondisi yang berbahaya hingga berujung kematian. 

Pentingnya Vaksin Meningitis bagi Jamaah Haji

Jemaah haji wajib untuk vaksinasi meningitis dikarenakan Arab Saudi merupakan wilayah yang rawan meningitis. Arab Saudi menjadi negara epidemis terjadinya meningitis meningokokus.

Apalagi jemaah yang menjalankan ibadah haji berasal dari seluruh penjuru dunia. Apalagi negara-negara sub-sahara Afrika yang menjadi daerah meningitis belt alias sabuk meningitis karena area ini sering terjadi penyakit meningitis.

Mengantisipasi penyebaran bakteri yang menyebabkan penyakit meningitis ini bisa dengan melakukan vaksin meningitis. 

Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia sama-sama mewajibkan setiap calon jamaah haji maupun umrah untuk melakukan imunisasi meningitis yang diberikan 10 hari sebelum berangkat ke Arab Saudi. Bukti jemaah sudah melakukan vaksin adalah mendapatkan sertifikat internasional Vaksinasi yang menjadi persyaratan keberangkatan ibadah umroh atau haji.

Gejala Penyakit Meningitis

Penyakit meningitis meningokokus merupakan penyakit akibat bakteri Nesseria meningitidis. Penularan penyakit ini bisa melalui air liur ketika penderita bersin, batuk, berciuman, atau ketika menggunakan alat makan yang sama dengan penderita. 

Ada beberapa gejala orang yang menderita meningitis ini, yaitu:

  • Leher terasa kaku
  • Muntah
  • Lebih sensitif terhadap cahaya
  • Muncul nyeri di kepala
  • Kejang-kejang
  • Mengalami penurunan kesadaran
  • Demam tinggi
  • Kehilangan nafsu makan
  • Muncul ruam merah di kulit pada meningokokus meningitis.

Berbagai Kondisi yang Membuat Jemaah Haji Berisiko Terjangkit Meningitis

Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang berisiko terserang penyakit meningitis, yaitu:

  • Orang yang punya riwayat mengidap penyakit tertentu, seperti gagal ginjal dan diabetes
  • Berada di area atau wilayah padat penduduk
  • Penderita HIV
  • Sedang terkena infeksi, misalnya sinusitis
  • Berusia di atas 60 tahun
  • Memiliki gangguan sistem imun tubuh
  • Pernah berkontak dengan orang yang menderita meningitis secara langsung
  • Punya riwayat sebagai pecandu alkohol dan terkena penyakit sirosis hati
  • Memiliki kelainan bentuk tulang tengkorak

Jika ada jamaah yang mengalami salah satu kondisi tersebut, maka sebaiknya lebih ekstra menjaga kesehatan agar tidak tertular meningitis ketika beribadah di Mekah.

Cara Mencegah Penularan Meningitis Ketika Menjalankan Ibadah Haji atau Umroh

Agar ibadah Anda bisa berjalan lancar dan dalam kondisi tetap sehat, maka bisa melakukan berbagai pencegahan meningitis setelah melakukan vaksinasi, seperti:

  1. Rajin mencuci tangan dengan sabun

Bakteri bisa dicegah penyebarannya dengan mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun. Praktikkan cara mencuci tangan dengan benar setiap kali Anda akan makan atau setelahnya. Anda juga perlu mencuci tangan hingga bersih setelah menggunakan toilet dan dari tempat yang ramai.

  1. Menjalani pola hidup sehat

Pola hidup sehat bisa dijalani dengan mengonsumsi makanan bergizi, rajin berolahraga, dan beristirahat dengan cukup. Ini akan membantu mencegah dna terhindar dari penularan penyakit meningitis. Anda juga disarankan perbanyak kondumsi sayur, buah, dan gandum utuh.

Saat bersin atau batuk di tempat umum, tutup mulut dan hidung menggunakan siku atau tisu. 

  1. Menjaga kebersihan

Hindari menggunakan alat makan dan minum dengan orang yang sama apalagi tidak dikenal. Hindari juga berbagi kosmetik seperti lip balm atau sikat gigi dengan orang lain.

Ini Syarat Memberikan Susu Formula untuk Bayi Prematur

Susu Formula untuk Bayi Prematur

Pemberian susu formula untuk bayi prematur sangatlah penting karena bayi prematur membutuhkan nutrisi lebih agar bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat.  

Hal ini karena proses pematangan organ pada bayi prematur belum sempurna. Di luar pemberian ASI, biasanya dokter akan menyarankan bayi prematur diberikan susu formula yang memiliki kandungan kalori tinggi atau susu khusus untuk BBLR. 

Namun, sebaiknya mengonsumsi susu formula untuk bayi prematur tidak bisa sembarang. Anda melakukan konsultasi dengan dokter anak untuk penanganan yang tepat.

Yuk simak syarat memberikan susu formula untuk bayi prematur berikut ini. 

Waktu Tepat Memberikan Susu untuk Bayi Prematur 

Sebenarnya, fase tumbuh kembang bayi prematur sama saja dengan bayi normal. Namun, pada bayi prematur ada kondisi medis yang memaksa bayi harus mendapatkan nutrisi tambahan dari susu formula. Hal inilah yang biasanya juga terjadi pada bayi BBLR. 

Selama enam bulan pertama, ASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi baik itu bayi lahir normal maupun prematur. Jika produksi ASI kurang mencukupi atau ibu mengalami kendala menyusui, bayi masih bisa dicarikan alternatif ibu susu (donor ASI). 

Saat donor ASI belum dapat menjadi solusi alternatif yang cocok, barulah pertimbangkan untuk memberi susu formula untuk bayi prematur. 

Selalu konsultasikan kondisi bayi dengan dokter untuk membantu menentukan solusi yang terbaik. 

Sesuaikan dengan Kondisi Medis 

Susu formula memang sudah diformulasikan dengan kandungan gizi yang mirip dengan ASI. Namun, nutrisi terbaik memang hanya bisa didapatkan dari ASI yang mengandung antibodi alami. 

Jika bayi lahir dalam kondisi prematur dengan usia kurang dari 32 minggu, biasanya komponen ASI belum optimal. 

Hal ini bisa diatasi dengan memberikan susu formula sebagai pelengkap nutrisi anak.  Selain itu, produksi ASI yang lambat juga mengharuskan bayi untuk diberikan susu formula. Hal ini biasanya ditandai jika si kecil mengalami penurunan berat badan atau kesulitan buang air besar.

Bayi BBLR juga membutuhkan nutrisi yang lebih banyak sehingga susu formula bisa diberikan sesuai dengan saran dokter.

Sesuaikan Dosis dengan Saran Dokter 

Frekuensi dan dosis ASI yang diberikan untuk anak harus sesuai dengan usianya. Biasanya, bayi menyusu setiap 3 – 4 jam sekali sebanyak 45 – 90 mililiter di minggu pertamanya. Hal ini harus diperhatikan karena ukuran lambung anak masih terus berkembang.

Mengenai sampai kapan bayi prematur perlu diberi susu BBLR, maka semuanya tergantung dari perkembangan dan berat badan bayi itu sendiri. 

Artinya, jika bayi sudah mencapai berat badan yang sesuai dengan usia koreksinya, maka penggunaan susu BBLR bisa dihentikan dan beralih ke susu formula biasa.

Selalu Berkonsultasi dengan Dokter

Untuk menangani bayi prematur, harus selalu berkonsultasi dengan dokter. Hal ini termasuk dalam konsumsi susu formula untuk bayi prematur. 

Menurut WHO selaku badan kesehatan dunia, bayi prematur yang mengalami BBLR perlu mendapatkan susu formula dengan standar khusus sampai usianya genap 6 bulan.

Kandungan nutrisi di dalam susu tersebut umumnya sudah dirancang sesuai kebutuhan bayi prematur yang mengalami BBLR.

Bayi prematur dengan BBLR butuh asupan susu formula yang bagus atau sesuai standar untuk memenuhi kebutuhannya. 

Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan saran susu formula untuk bayi prematur dan BBLR yang bagus dan tepat untuk si kecil.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai tips mengonsumsi susu formula untuk bayi prematur. Saat ini mendapatkan susu formula untuk bayi prematur cukup mudah. Banyak e-commerce yang menjualnya dengan merk dan harga terbaik. Semoga bermanfaat! 

Obat Sariawan Anak

Setiap orang perlu menjaga kesehatan supaya terhindar dari berbagai risiko seperti sariawan. Sariawan bisa terjadi pada siapapun, termasuk anak-anak. Jika anak mengalami sariawan, obat sariawan anak bisa digunakan.

Sariawan, atau istilah medisnya disebut sebagai stomatitis aphtosa, adalah luka kecil berwarna putih yang terjadi di bagian mulut manapun. Sariawan tidak hanya terjadi di bagian mulut, namun juga bisa terjadi di sekitar mulut seperti sisi dalam pipi.

Gejala Sariawan

Seseorang yang mengalami sariawan bisa menunjukkan berbagai gejala, termasuk:

  • Kemerahan.
  • Nyeri.
  • Sakit tenggorokan.

Seseorang juga bisa mengalami gejala yang lebih serius. Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala yang lebih serius, Anda sebaiknya temui dokter supaya kondisinya bisa segera ditangani.

Penyebab Sariawan

Sariawan bisa disebabkan oleh faktor berikut:

  • Kurang menjaga kesehatan mulut.
  • Sistem imun di dalam tubuh lemah.
  • Infeksi virus atau bakteri.
  • Kekurangan nutrisi seperti zat besi dan vitamin B12.
  • Alergi terhadap makanan atau minuman.
  • Iritasi di mulut atau sekitarnya.
  • Stres.
  • Efek samping obat.

Jika Gejalanya Serius

Jika Anda atau anak Anda mengalami kondisi yang lebih serius, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang timbul.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang digunakan (jika dokter memerlukannya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda atau anak Anda dengan menanyakan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala tersebut dialami?
  • Berapa lama gejala kondisi terjadi?
  • Apakah Anda atau anak Anda menggunakan obat-obatan tertentu?

Setelah mengetahui kondisi anak Anda, dokter akan melakukan diagnosis seperti pemeriksaan fisik.

Pada umumnya, sariawan tidak perlu diobati karena sariawan akan hilang dalam waktu paling singkat beberapa hari. Obat sariawan anak mungkin juga diperlukan untuk anak.

Pengobatan Sariawan Melalui Obat

Jika pasien ingin menggunakan obat, berikut adalah pilihan yang bisa digunakan:

  1. Obat pereda nyeri

Contoh obat pereda nyeri yang bisa digunakan pasien adalah paracetamol dan ibuprofen. Kedua obat tersebut tidak perlu menggunakan resep dokter, namun obat tersebut perlu digunakan sesuai anjuran dokter.

  1. Obat antiseptik

Obat antiseptik seperti chlorhexidine gluconate juga bisa digunakan pasien jika mereka ingin mengatasi sariawan. Obat tersebut dapat mencegah pertumbuhan bakteri jahat dan meringankan gejala seperti pembengkakan di mulut.

Chlorhexidine tersedia dalam bentuk obat kumur. Obat tersebut perlu digunakan setelah menggosok gigi. Pasien juga jangan menelan chlorhexidine supaya terhindar dari risiko lain pada tubuh. Pasien sebaiknya jangan langsung makan atau minum setelah kumur dengan chlorhexidine, karena obat tersebut membutuhkan waktu untuk bekerja secara maksimal.

  1. Obat kortikosteroid

Jika pasien mengalami sariawan dalam ukuran yang besar, pasien sebaiknya gunakan obat kortikosteroid. Obat tersebut tersedia dalam kemasan salep. Contoh obat kortikosteroid yang bisa dibeli pasien adalah triamcinolone acetonide. Triamcinolone acetonide perlu digunakan sesuai anjuran dokter.

  1. Obat topikal

Obat tersebut tersedia dalam bentuk pasta, krim, gel, atau cairan. Obat tersebut bisa meringankan rasa nyeri di mulut. Obat tersebut terdiri dari berbagai kandungan seperti benzocaine dan fluoxinonide.

Pengobatan Sariawan Melalui Bahan Alami

Pasien juga bisa menggunakan bahan alami seperti:

  • Kompres dingin

Kompres dingin bisa digunakan untuk meredakan peradangan dan pembengkakan di mulut. Pasien perlu menggunakan beberapa butir es dan kain atau handuk untuk melakukan hal tersebut.

  • Madu

Madu yang tidak dipasteurisasi adalah madu yang cocok untuk mengatasi sariawan, karena madu tersebut memiliki nutrisi alami yang bisa mencegah bakteri dan peradangan di mulut.

  • Garam

Garam juga bisa menjadi pilihan lain untuk mengatasi sariawan. Pasien perlu mencampurkan satu sendok teh garam dengan air gelas hangat. Setelah itu, pasien kumur selama 15 sampai 30 detik. Pasien perlu kumur dengan garam sebanyak 2 sampai 3 kali.

Kesimpulan

Ada berbagai obat yang bisa digunakan, termasuk obat sariawan anak, untuk mengatasi sariawan. Sebelum menggunakan obat sariawan, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apakah aman bagi Anda dan anak Anda atau tidak.

Sering Alami Kaki Kesemutan, Apa Penyebabnya?

kaki kesemutan

Semua orang mungkin pernah merasakan yang namanya kesemutan, baik di tangan, kaki, atau bagian tubuh manapun. Seringkali, kaki kesemutan terjadi ketika Anda duduk, berdiri, atau berdiam dalam satu posisi dalam waktu yang terlalu lama. 

Perlu diketahui, rasa kesemutan yang muncul berhubungan dengan kondisi saraf Anda. Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi hal ini. Faktor penyebabnya bisa ringan, namun bisa juga cukup berat. 

Faktor yang menyebabkan kaki kesemutan

Pada dasarnya, tidak mudah untuk mendeteksi apa yang membuat Anda mengalami kaki kesemutan. Bila kesemutan terjadi hanya sementara, kemungkinan besar disebabkan oleh tekanan pada saraf atau sirkulasi darah yang buruk.

Namun, dalam kasus kesemutan yang lebih parah, bisa saja kesemutan muncul karena adanya kerusakan pada saraf Anda. Ada dua jenis kerusakan saraf yang bisa membuat kaki Anda jadi kesemutan, yaitu radiculopathy dan neuropathy.

  • Radiculophaty

Kondisi ini terjadi ketika akar saraf menjadi terkompresi, teriritasi, atau mengalami peradangan. Hal ini lebih mungkin terjadi pada Anda yang memiliki kondisi disk hernia yang menekan saraf, atau mengalami penyempitan saluran saraf dari sumsum tulang belakang.

  • Neuropathy

Kondisi neuropathy terjadi karena adanya kerusakan saraf kronis. Penyebab yang paling umum adalah hiperglikemia atau kadar gula darah yang terlalu tinggi. 

Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi ketika Anda mengalami tumor, penyakit autoimun, stroke, penyakit ginjal dan hati, memiliki vitamin D terlalu banyak, hipotiroidisme, dan lain sebagainya.

Bagaimana cara tepat mengatasi kaki kesemutan?

Apabila kaki kesemutan yang dirasakan hanya sementara, Anda tidak memerlukan perawatan medis khusus. Akan tetapi, jika dokter mendiagnosa adanya kerusakan saraf parah yang mengakibatkan hal ini, Anda mungkin akan menjalani perawatan dengan:

  • Terapi fisik

Terapi fisik digunakan untuk membangun kekuatan pada otot di sekitar saraf yang mengalami kerusakan. Ketika otot Anda menjadi lebih kuat, otot bisa membantu meredakan kompresi jaringan. 

Dengan begitu, kompresi jaringan saraf yang menyebabkan kesemutan bisa dihindari agar tidak terulang kembali. Selain itu, otot yang kuat juga bisa meningkatkan kelenturan, rentang gerak, dan mobilitas.

  • Obat-obatan

Beberapa jenis obat bisa bekerja untuk menghilangkan rasa sakit sekaligus mengurangi pembengkakan dan peradangan. Ini bisa berkontribusi dalam meredakan kaki kesemutan. 

Obat-obatan yang digunakan biasanya adalah obat berjenis ibuprofen, naproxen sodium, dan bahan suntikan steroid. Apabila kesemutan yang diderita terjadi jangka panjang, obat yang digunakan bisa lebih bervariasi, meliputi duloxetine atau pregabalin.  

  • Operasi

Operasi atau pengobatan dengan pembedahan dilakukan jika masalah pada saraf Anda sudah cukup parah. Khususnya, operasi dilakukan apabila berbagai macam perawatan lainnya tidak berhasil mengatasi gejala.

Prosedur operasi dilakukan dengan mengangkat ligamen carpal, menghilangkan taji tulang, atau mengangkat bagian dari disk hernia di punggung. Semua itu tergantung dari kondisi masing-masing penderita. 

  • Istirahat

Istirahat mungkin bukan merupakan perawatan medis, tapi selalu dianjurkan oleh dokter bagi penderita kesemutan kronis. Istirahat adalah cara yang paling dianjurkan untuk masalah saraf terjepit. 

Penting bagi Anda untuk menghentikan aktivitas, khususnya aktivitas berat, agar jaringan saraf Anda bisa cepat pulih. Terkadang, penderita juga bisa saja dianjurkan untuk memakai belat khusus pada area kaki yang terkena. 

Itulah beberapa jenis pengobatan yang dilakukan untuk penderita kaki kesemutan kronis. Namun, jika kesemutan hanya terjadi sementara, Anda tidak perlu melakukan pengobatan khusus.

Sakit Kepala Belakang Apa Penyebabnya?

Sakit Kepala Belakang Apa Penyebabnya?

Sakit kepala memiliki berbagai tingkat keparahan, mulai dari menyebalkan hingga mengganggu. Sakit kepala juga dapat muncul di bagian manapun di kepala. Sakit kepala belakang, misalnya, dapat memiliki beragam penyebab. Banyak dari penyebab tersebut dapat diidentifikasi dengan mengetahui gejala lain yang menyertainya. Gejala tersebut termasuk jenis nyeri yang diderita, dan lokasi lain di mana rasa nyeri tersebut mungkin timbul. Artikel ini akan membahas kondisi ini dengan lebih detail. 

Ada beberapa penyebab berbeda yang dapat mengakibatkan sakit kepala belakang. Dalam banyak kasus, sakit kepala ini juga dapat menyebabkan rasa nyeri di daerah lain atau dipicu karena kejadian tertentu. Jenis rasa nyeri, lokasi, dan gejala lain yang Anda rasakan dapat membantu dokter membuat diagnosis apa yang menyebabkan rasa sakit tersebut dan mengetahui bagaimana mengobatinya. 

Rasa nyeri di leher dan kepala bagian belakang

Sakit kepala belakang jenis ini dapat disebabkan karena:

Arthritis. Sakit kepala arthritis disebabkan karena peradangan dan pembengkakan di daerah sekitar leher. Kondisi ini sering menyebabkan rasa nyeri di bagian belakang kepala dan leher. Gerakan biasanya akan memicu rasa nyeri lebih intens. Sakit kepala ini dapat disebabkan karena berbagai jenis arthritis, dengan rheumatoid arthritis dan osteoarthritis menjadi penyebab yang paling sering dijumpai. 

  • Postur tubuh yang buruk.

Postur yang tidak sehat juga dapat menyebabkan rasa nyeri di bagian belakang kepala dan leher. Posisi tubuh yang tidak benar dapat menyebabkan ketegangan di punggung, pundak, dan leher. Dan ketegangan tersebut juga dapat menyebabkan sakit kepala belakang, terutama di bagian bawah tulang tengkorak. 

  • Cakram yang terherniasi

Herniated disk pada leher dapat menyebabkan nyeri leher dan ketegangan. Hal ini dapat menyebabkan jenis sakit kepala yang disebut sakit kepala cervicogenic. Rasa nyeri tersebut biasanya berawal dan dapat dirasakan di bagian belakang kepala. Rasa nyeri juga dapat dirasakan pada bagian belakang mata. Gejala lain di antaranya adalah rasa tidak nyaman di pundak atau lengan atas. Sakit kepala cervicogenic dapat terasa lebih parah saat Anda berbaring. Beberapa orang bahkan akan terbangun karena rasa nyeri intens mengganggu tidur mereka. Saat berbaring, Anda juga dapat merasa tekanan di bagian atas kepala, layaknya ada beban berat. 

  • Occipital neuralgia

Occipital neuralgia merupakan sebuah kondisi yang terjadi ketika saraf yang berasal dari sumsum tulang belakang ke tempurung kepala rusak. Kondisi ini sering disalah artikan sebagai migraine. Occipital neuralgia menyebabkan rasa nyeri yang tajam yang berawal di bagian dasar kepala di leher dan bergerak menjalar ke tempurung kepala. Gejala lain di antaranya adalah rasa nyeri di bagian belakang mata, sensasi ditusuk yang taam yang terasa seperti kejutan listrik di leher dan bagian belakang kepala, sensitivitas terhadap cahaya, dan rasa nyeri saat Anda menggerakkan leher. 

Selain sakit kepala belakang, rasa nyeri tersebut juga dapat dirasakan di bagian kiri dan kanan kepala. Tension headache merupakan penyebab utama sakit kepala belakang dan samping kanan, dengan gejala seperti ketegangan di leher dan tempurung kepala. Sementara itu, migraine dapat muncul di berbagai lokasi, namun banyak orang merasakan adanya sakit kepala belakang dan bagian kiri kepala. Migraine dapat menyebabkan rasa nyeri yang berdenyut dan parah, aura, mual, muntah, mata yang berair, dan sensitivitas terhadap cahaya dan suara. Hubungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Mengenal Lebih Dekat Dokter Rehabilitas Medis

tanya dokter rehabilitasi medis

Dokter spesialis yang memiliki peran membantu mengembalikan fungsi tubuh pasien yang mengalami gangguan fungsi atau cacat disebut dengan dokter rehabilitasi medis. Beberapa kondisi yang disebabkan karena cedera, kecelakaan atau terkena penyakit, pasien dengan leluasa bisa tanya dokter rehabilitasi medis mengenai proses penyembuhan.

Dokter ini bisa memberikan perawatan kepada pasien berdasarkan riwayat kesehatan yang dimiliki atau sedang dialami. Beberapa macam terapi akan dilakukan bersama dokter ini untuk memulihkan kesehatan fisik dan emosional dari pasien, tujuan utama proses penyembuhan dengan bantuan dokter ini nantinya pasien diharapkan mendapat kualitas hidup yang lebih baik

Tanya Dokter Rehabilitasi Medis

Bukan sembarang pasien yang bisa mengajukan pertanyaan ke dokter spesialis ini, hanya para pasien yang mengalami proses pemulihan. Berikut ini beberapa kondisi yang ditangani oleh dokter rehabilitasi medis dan secara otomatis bisa mengajukan pertanyaan sekaligus konsultasi seputar proses pemulihannya.

  • Pasien korban kecelakaan dan menderita cedera sehingga mengalami keterbatasan fungsi dalam tubuh.
  • Pasien yang menjalani perawatan penyakit yang menyebabkan kelemahan anggota gerak tubuh, seperti stroke.
  • Pasien dengan penyakit nyeri kronis, seperti artritis, nyeri punggung dan cedera berulang karena kondisi tertentu.
  • Pasien dengan berat badan berlebih, sehingga sulit untuk bergerak atau melakukan kegiatan olahraga.
  • Perubahan fase kehidupan, bisa seperti pasca melahirkan atau menopause suatu kondisi yang memengaruhi kemampuan fisik seseorang.

Macam Terapi Dokter

Dalam memulihkan kondisi pasien, berbagai macam terapi dilakukan oleh dokter rehabilitasi, jenisnya yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien. Berikut ini beberapa jenis terapi yang dilakukan.

  1. Terapi Okupasi

Merupakan perawatan khusus yang dilakukan dokter rehabilitasi medis untuk membantu pasien yang mengalami keterbatasan fisik, mental dan kognitif. Terapi okupasi membuat pasien bisa lebih mandiri dalam menjalani berbagai macam aktivitas sehari-hari, ketika terapi ini dilakukan, dokter akan memerhatikan dan menilai kesulitan pasien dalam melakukan aktivitas.

  1. Terapi Fisik

Perawatan yang dianjurkan atau diberikan dokter dengan tujuan meningkatkan fungsi atau kekuatan sendiri dan otot. Ketika melakukan terapi ini, keterbatasan gerak yang dialami pasien bisa teratasi sehingga kemampuan pasien dalam berdiri, bergerak dan berjalan bisa menjadi lebih baik ketimbang sebelumnya.

  1. Terapi Bicara

Terapi ini diberikan dokter rehabilitasi medis pada pasien dengan gangguan bicara dan sulit untuk merangkai kata. Seperti pasien yang menderita gagap, nantinya disarankan untuk menjalani terapi ini dan termasuk bagi penderita apraksia dan disartria. Terapi akan diberikan sesuai dengan gangguan bicara yang diderita pasien dan tujuannya memperkuat otot di wajah dan tenggorokan.

  1. Rehabilitasi Sosial

Dilakukan dengan tujuan membantu pasien dalam beradaptasi dengan perubahan yang dialami sebagai akibat dari penyakit tertentu, cedera hingga kecacatan. Adanya rehabilitasi sosial diharapkan pasien kembali bisa bersosialisasi atau membaur dengan masyarakat dengan lebih percaya diri, biasanya dilakukan oleh fisioterapis.

Kapan ke Dokter Rehabilitasi Medis

Terdapat beberapa waktu yang disarankan bagi seseorang untuk berkonsultasi atau sekedar tanya dokter rehabilitasi medis. Disamping juga telah disarankan dokter umum karena kondisi yang dialami, berikut beberapa saran untuk mengunjungi dokter spesialis ini.

  • Ketika pasien menderita penyakit tertentu atau cedera yang menyebabkan gangguan fisik, seperti kelumpuhan atau hilangnya fungsi normal pada bagian tubuh tertentu.
  • Menderita cacat fisik yang menyebabkan ruang gerak untuk melakukan aktivitas normal menjadi terbatas atau terhambat.
  • Ketika pasien memiliki keterbatasan fisik atau disabilitas.

Luka Pada Kaki? Mungkin Tanda Chronic Venous Insufficiency

Chronic venous insufficiency merupakan kondisi yang terjadi ketika katup di pembuluh darah tidak berfungsi dengan baik. Hal ini akan mengakibatkan ketidakmampuan pembuluh darah vena untuk mengangkut darah kembali ke jantung. 

Salah satu tanda umum dari kondisi ini adalah luka yang muncul di kaki dan sulit sembuh. Luka ini terbentuk karena penumpukan darah di kaki yang menyebabkan pembengkakan. 

Gejala chronic venous insufficiency

Secara garis besar, gejala dari kondisi chronic venous insufficiency adalah sebagai berikut: 

  • Pembengkakan di kaki atau pergelangan kaki
  • Kaki kram, gatal, dan melemah
  • Rasa sakit yang berdenyut serta sensasi berat pada kaki
  • Perasaan sesan di area betis
  • Rasa sakit yang bertambah parah saat berdiri, namun membaik saat mengangkat kaki
  • Penebalan kulit di area kaki dan pergelangan kaki
  • Pembuluh darah mekar atau membengkak

Kondisi di atas mungkin serupa dengan beberapa penyakit lain yang menyerang kaki. Namun, jika merasakannya, Anda juga patut curiga bahwa Anda menderita kondisi ini. 

Anda bisa mendapatkan gambaran lebih jelas ketika berkonsultasi dengan dokter. Sampaikan pada dokter secara lengkap mengenai gejala yang dirasakan, agar dokter bisa melakukan diagnosa dengan tepat. 

Mengapa chronic venous insufficiency bisa terjadi?

Sebenarnya, kondisi ini paling umum disebabkan oleh pembekuan darah atau varises. Hal ini bisa terjadi apabila pembuluh darah Anda tidak sehat. 

Pada pembuluh darah yang sehat, aliran darah bisa mengalir dengan lancar ketika dipompa keluar dan kembali ke jantung. Namun, ketika katup pada vena tidak berfungsi dengan baik, darah tidak bisa bergerak kembali ke jantung. Akibatnya, darah pun akan menggumpal pada area kaki.

Saat darah menggumpal, aliran darah terhalang melalui vena yang rusak. Darah akan menjadi menumpuk dan lama-kelamaan membentuk gumpalan. 

Hilangnya fungsi katup vena paling umum disebabkan oleh kasus pembekuan darah atau varises yang sudah pernah Anda alami sebelumnya. Jadi, jika pernah terkena varises, Anda lebih rentan mengalami kondisi ini.

Pada varises, katup vena sering hilang atau mengalami kerusakan. Inilah yang membuat darah bocor dari katup yang rusak itu. 

Selain itu, ada beberapa faktor risiko lain yang membuat Anda lebih mungkin mengalami chronic venous insufficiency. Faktor risiko tersebut antara lain: 

  • Obesitas
  • Di tengah masa kehamilan
  • Kebiasaan merokok
  • Penyakit kanker
  • Riwayat genetik

Perubahan gaya hidup untuk mengatasi chronic venous insufficiency

Salah satu cara mengatasi kondisi ini adalah melakukan perubahan gaya hidup. Gaya hidup Anda akan menentukan bagaimana performa aliran darah pada vena di kaki Anda. Berikut ini berbagai macam perubahan gaya hidup yang bisa Anda lakukan: 

  • Gerakan yang stabil

Pastikan Anda melakukan setiap gerakan secara seimbang. Misalnya, jangan berdiri atau duduk terlalu lama. Ketika duduk, sesekali regangkan kaki Anda atau goyangkan pergelangan kaki.

  • Stocking kompresi

Dokter mungkin menyarankan Anda menggunakan stocking kompresi. Stocking ini berfungsi untuk memberi tekanan pada kaki, membantu darah untuk bergerak. 

  • Olahrag

Olahraga selalu bisa meningkatkan kesehatan Anda, termasuk jika Anda menderita chronic venous insufficiency. Sekedar berjalan kaki saja sudah bisa membantu untuk memompa darah dan meningkatkan aliran darah menjadi lebih baik.Anda akan mendapatkan arahan dari dokter mengenai pengobatan yang perlu dilalui untuk mengatasi chronic venous insufficiency. Ikuti arahan dari dokter supaya penyembuhan menjadi lebih maksimal.

Tromboflebitis: Gangguan Aliran Darah pada Betis

Tromboflebitis: Gangguan Aliran Darah pada Betis

Tromboflebitis merupakan peradangan pada vena dimana kondisi tersebut menyebabkan pembekuan darah mengganggu aliran darah dalam vena. Pada umumnya, tromboflebitis terjadi di bagian kaki, namun kondisi tersebut juga bisa terjadi di bagian tubuh lain. Tromboflebitis tidak hanya terjadi di setiap tubuh, namun juga dapat membahayakan kondisi pasien.

Gejala

Seseorang yang mengalami tromboflebitis akan menunjukkan gejala berupa:

  • Kemerahan pada kulit.
  • Pembengkakan.
  • Nyeri.

Penyebab

Pada dasarnya, seseorang mengalami tromboflebitis karena adanya gumpalan darah atau pembekuan darah. Berikut adalah hal-hal yang dapat memicu gumpalan darah:

  • Kurangnya pergerakan

Kurangnya pergerakan merupakan salah satu faktor yang membuat manusia mengalami pembekuan darah. Manusia yang terlalu lama berbaring di tempat tidur setelah menjalani operasi atau duduk dalam waktu yang terlalu lama dapat meningkatkan risiko tersebut.

  • Cedera

Gumpalan darah juga terjadi karena manusia mengalami cedera yang melibatkan pembuluh darah. Gumpalan darah juga bisa terjadi ketika manusia menjalani prosedur medis yang melibatkan jarum atau kateter intravena (IV).

Faktor Risiko

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko tromboflebitis:

  • Usia di atas 60 tahun.
  • Kurangnya pergerakan.
  • Memiliki berat badan yang berlebihan.
  • Penyakit varises.
  • Menggunakan alat pacu jantung sehingga dapat menimbulkan iritasi pada dinding pembuluh darah.
  • Faktor genetik.
  • Sedang hamil atau baru melahirkan.
  • Pernah mengalami kanker.
  • Pernah mengalami stroke.
  • Merokok.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda mengalami tromboflebitis, Anda sebaiknya menemui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat tromboflebitis.
  • Daftar riwayat medis (jika keluarga Anda memilikinya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Seberapa parahkah kondisi tersebut Anda alami?
  • Apakah keluarga Anda pernah mengalami kondisi ini?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Ultrasonografi

Ultrasonografi (USG) dilakukan untuk memberikan gambaran terhadap kondisi vena. USG dilakukan dengan menggunakan transduser (alat yang tampak seperti tongkat). Alat tersebut dapat bergerak di bagian kaki yang terjangkit dan memancarkan gelombang suara pada kaki. Alat tersebut juga dapat memantulkannya kembali sehingga kondisi vena terlihat.

  • Tes darah

Tes darah dilakukan untuk mengetahui kadar zat pembekuan darah yang disebut sebagai D-dimer.

Pengobatan

Berikut adalah beberapa cara untuk mengobati tromboflebitis:

  • Menggunakan sumber panas seperti lampu yang diterapkan ke bagian tubuh yang mengalami nyeri.
  • Menggunakan stoking kompresi.
  • Mengkonsumsi obat anti-peradangan seperti ibuprofen.
  • Mengatur posisi kaki dengan menaruhnya di atas.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah tromboflebitis:

  • Meregangkan tubuh

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah meregangkan tubuh. Jika Anda telah melakukan aktivitas dalam waktu yang terlalu lama, Anda sebaiknya beristirahat dengan berdiri terlebih dahulu, kemudian Anda meregangkan tubuh dan berjalan-jalan di sekitar tempat kerja Anda untuk mengurangi risiko cedera pada tubuh.

  • Mengkonsumsi air putih

Mengkonsumsi air putih tidak hanya mencegah dehidrasi, namun juga dapat membantu Anda berkonsentrasi dan mencegah tromboflebitis.

  • Memakai pakaian yang longgar

Jika Anda memakai pakaian yang ketat, Anda akan memberikan tekanan pada bagian tubuh sehingga dapat meningkatkan risiko tromboflebitis.

Kesimpulan

Tromboflebitis merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat membahayakan kesehatan pasien. Pada dasarnya, semua orang bisa berpotensi mengalami tromboflebitis karena ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko tersebut. Oleh karena itu, jika Anda mengalami tromboflebitis, Anda sebaiknya minta tolong dokter.