Category: Penyakit

Cara Mengobati dan Mencegah Ptyalism

Air liur adalah cairan yang memiliki peran penting dalam menunjang keehatan mulut dan proses pencernaan makanan yang dikonsumsi tubuh. Meski begitu ada kalanya produksi air liur bisa berlebih meskipun umumnya kondisi ini pada bayi akan mereda sendiri ketika menginjak usia 15-36 bulan, keadaan tidak normal ini disebut dengan ptyalism.

ptyalism

Merupakan kondisi yang membuat terjadinya produksi air liur berlebih di rongga mulut, disebut juga dengan hipersalivasi atau sialorhea. Orang dengan konidsi seperti ini bisa memproduksi air liur hingga satu hingga dua liter dalam satu harinya. Keadaan ini bisa terjadi pada siapapun, meski demikian lebih sering terjadi pada ibu hamil.

Tanda dan Gejala Ptyalism

Perlu dipahami dengan benar bahwa kondisi ini sebenarnya suatu gejala yang menandakan gangguan kesehatan tertentu dan bukan merupakan penyakit yang berdiri sendiri. Meski demikian, orang yang mengalami kondisi ini juga bisa mengalami beberapa gejala seperti munculnya tanda fisik seperti berikut ini.

  • Bibir kering dan pecah-pecah.
  • Kulit di sekitar rongga mulut menjadi rusak dan lebih lembek.
  • Infeksi yang muncul di sekitar rongga mulut.
  • Bau mulut.
  • Dehidrasi.
  • Gangguan bicara.
  • Pneumonia.
  • Indera perasa menjadi terganggu.

Selain beberapa gejala di atas, produksi air liur yang berlebih juga bisa menyebabkan komplikasi psikologis, seperti gangguan kecemasam. Terdapat beberapa penyebab yang membuat munculnya kondisi ini, mulai dari gigi berlubang, infeksi, naiknya cairan lambung, kehamilan, konsumsi obat tertentu hingga paparan racun seperti merkuri.

Air liur berlebih secara umum akan kembali seperti semula setelah kondisi-kondisi di atas tak lagi dialami oleh penderitanya. Untuk ibu hamil, kondisi ini disebabkan karena gangguan keseimbangan hormon. Selain itu juga bisa dipicu oleh rasa mual yang sering timbul, rasa mual akan membuat ibu hamil sulit menelan makanan.

Gangguan pencernaan seperti heartburn yang dialami ibu hamil juga bisa memicu kondisi ini, sementara jika gejala berupa gangguan kronis yang menyebabkan otot kehilangan kemampuan untuk mengontrol pergerakan maka kondisi ini bisa muncul secara terus-menerus dan konstan. Ketika pergerakan otot tidak terkendali, kemampuan menelan otomatis akan terganggu.

Cara Mengobati dan Mencegah

Dokter akan melakukan diagnosis guna mengetahui apa yang menjadi penyebab kondisi ini, apakah karena gangguan kesehatan atau kondisi lain. Jika tidak parah, umumnya penderita tidak memerlukan perawatan khusus meskipun biasanya beberapa hal ini bisa digunakan untuk meredakan gejala yang muncul.

  • Mengurangi porsi makan, menambah frekuensi makan.
  • Sikat gigi dan kumur menggunakan obat kumur beberapa kali sehari.
  • Mengunyah permen karet tanpa gula atau menghisap permen yang keras.
  • Sering mengonsumsi air mineral.

Pada kondisi yang parah atau lebih lanjut dan memerlukan perawatan, dokter mungkin akan memberi beberapa pilihan perawatan seperti pemberian obat glikopirolat yang berfungsi untuk menghentikan kerja saraf di kelenjar air liur, sehingga produksi air liur bisa berkurang. Namun demikian konsumsi beberapa obat ini bisa menimbulkan beberapa efek samping.

Cara mencegah kondisi adalah dengan memperbaiki penyebabnya, jika karena permasalahan gigi dan mulut sangat disarankan untuk memeriksakan kondisi ke dokter gigi. Jika karena hamil, maka disarankan untuk tidak khawatir karena hingga saat ini belum ada penelitian yang menyebut bahaya ptyalism terhadap janin.

Beberapa kasus yang disebabkan karena kehamilan, gangguan kecemasan hingga cedera ringat bisa berhenti sendiri tanpa adanya penanganan dari dokter. Namun jika kondisi yang terjadi karena gangguan atau masalah kesehatan yang serius dan tak kunjung sembuh atau hilang segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Berapakah Trombosit Normal Anak? Berbahayakah Jika Terlalu Tinggi?

Tentu Anda sudah pernah mendengar apa itu trombosit. Namun, apakah Anda tahu berapakan jumlah trombosit normal anak? Trombosit memang bukan hal yang baru, namun untuk mengetahui berapa nilai trombosit yang normal bagi seorang anak tidak semua orang tua mengetahuinya. 

Kecuali jika anak pernah mengalami penyakit yang berhubungan dengan trombosit itu sendiri. Lalu, berapakah nilai normal dari trombosit seorang anak, dan apa yang terjadi jika trombosit terlalu tinggi atau terlalu rendah? Berikut penjelasannya!

Nilai trombosit normal pada anak adalah 150.000 - 450.000

Apa itu trombosit?

Trombosit merupakan sel darah kecil yang membantu Anda membentuk gumpalan untuk menghentikan pendarahan. Jika salah satu pembuluh darah Anda rusak, maka ia akan mengirimkan sinyal ke trombosit. Trombosit kemudian bergegas ke lokasi kerusakan dan mereka akan membentuk (gumpalan) untuk memperbaiki kerusakan. 

Proses penyebaran ke seluruh permukaan pembuluh darah yang rusak untuk menghentikan pendarahan disebut adhesi. Ini karena ketika trombosit mencapai lokasi cedera, mereka akan menumbuhkan tentakel lengket yang membantunya menempel satu sama lain. Mereka juga akan mengirimkan sinyal kimiawi untuk menarik lebih banyak trombosit. Trombosit tambahan menumpuk ke bekuan dalam proses yang disebut agregasi. 

Trombosit dibuat di sumsum tulang Anda bersama dengan sel darah putih dan merah. Sumsum tulang Anda adalah spons di dalam tulang Anda. Penyedia layanan kesehatan mungkin akan melakukan tes darah yang disebut hitung darah lengkap untuk mengetahui apakah sumsum tulang Anda membuat jumlah trombosit yang tepat: 

  • Nilai trombosit normal anak adalah 150.000-450.000 trombosit per microliter darah. 
  • Risiko Anda untuk pendarahan berkembang jika jumlah trombosit turun di bawah 10.000 hingga 20.000. Jika jumlah trombosit kurang dari 50.000 perdarahan cenderung menjadi lebih serius jika Anda terluka atau memar, atau mengalami luka berdarah yang tidak kunjung berhenti dan sering mengalami mimisan.
  • Beberapa orang membuat terlalu banyak trombosit. Mereka dapat memiliki jumlah trombosit dari 500.000 hingga lebih dari 1 juta. 

Apa yang terjadi jika trombosit tinggi atau rendah?

Ini adalah kondisi kesehatan yang terkait dengan trombosit abnormal atau jumlah trombosit abnormal:

  • Trombositopenia. Dalam kondisi ini, sumsum tulang Anda menghasilkan terlalu sedikit trombosit atau trombosit Anda hancur. Jika jumlah trombosit terlalu rendah, pendarahan dapat terjadi di bawah kulit sebagai memar, atau bisa juga terjadi di dalam tubuh pendarahan internal. Trombositopenia disebabkan oleh beberapa kondisi seperti beberapa obat, kanker, penyakit hati, kehamilan, infeksi, dan sistem kekebalan yang tidak normal. 
  • Trombositemia esensial. Dalam kondisi ini, sumsum tulang belakang menghasilkan terlalu banyak trombosit. Orang dengan kondisi ini mungkin memiliki jumlah trombosit lebih dari 1 juta. Gejalanya bisa berupa pembekuan darah yang terbentuk dan menghalangi suplai darah ke otak dan jantung.
  • Trombositosis sekunder. Kondisi yang disebabkan oleh terlalu banyak trombosit dan hal ini tidak disebabkan oleh masalah sumsum tulang, melainkan karena penyakit atau kondisi lain yang merangsang sumsum tulang untuk membuat lebih banyak trombosit. Penyebabnya antara lain infeksi, peradangan, beberapa jenis kanker, dan reaksi terhadap obat tertentu. 
  • Disfungsi trombosit. Banyak penyakit langka terkait dengan fungsi trombosit yang buruk. Ini berarti jumlah trombosit normal, tetapi trombosit tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Obat-obatan seperti aspirin dapat menyebabkan hal ini. Penting mengetahui obat mana yang mempengaruhi trombosit. Ketahuilah mengonsumsi obat-obatan ini, Anda memiliki peningkatan risiko pendarahan. 

Kadar trombosit normal anak dapat menjadi tolak ukur orang tua untuk mengetahui kondisi kesehatan anak secara keseluruhan. Pasalnya, trombosit adalah sel kecil tapi sangat penting dalam darah yang membantu tubuh mengontrol pendarahan. Jika si kecil memiliki gejala seperti mudah memar, luka yang terus mengeluarkan darah atau sering mimisan segera kunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penyakit Jantung Sianotik dan Gejalanya pada Bayi

Penyakit Jantung Sianotik dan Gejalanya pada Bayi

Penyakit jantung sianotik merupakan kondisi dimana penderita mengalami kelainan jantung sejak lahir. Penyakit tersebut menunjukkan adanya kebiruan pada beberapa bagian tubuh. Penyakit tersebut juga disebut sebagai blue babies dan kondisi tersebut timbul karena penderita kekurangan oksigen di dalam darah.

Gejala

Penyakit jantung sianotik dapat menunjukkan gejala kebiruan pada beberapa bagian tubuh seperti jari-jari. Kondisi tersebut dapat muncul sejak bayi lahir. Selain kebiruan pada tubuh, berikut adalah beberapa kondisi yang timbul akibat penyakit jantung sianotik:

  • Nafsu makan berkurang atau tidak baik.
  • Bagian wajah membengkak.
  • Tubuh terasa lelah secara terus menerus.
  • Tubuh terasa sesak.
  • Sakit pada bagian dada.
  • Pingsan.

Penyebab

Berikut adalah beberapa penyebab seseorang menderita penyakit jantung sianotik:

  • Masalah pada katup jantung (penutup jantung yang membantu aliran darah di dalam tubuh).
  • Masalah pada aorta (arteri terbesar pada tubuh).
  • Masalah pada pembuluh darah besar sehingga dapat menyebabkan ketidakteraturan pada jantung.

Faktor Risiko

Sebagian orang bisa lebih berisiko terhadap penyakit jantung sianotik jika mereka mengalami kondisi berikut:

  • Faktor genetik

Seseorang yang pernah mengalami penyakit jantung sianotik bisa menurunkan kondisi tersebut ke anaknya.

  • Sindrom

Beberapa sindrom dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sianotik pada bayi, salah satunya termasuk sindrom Down.

  • Hamil

Ibu hamil juga bisa lebih berisiko terhadap penyakit jantung sianotik jika mereka terpapar bahan kimia beracun atau menggunakan obat-obatan tertentu sehingga dapat menularkan ke bayinya.

  • Diabetes

Jika manusia menderita diabetes gestasional dan tidak terkontrol dengan baik, mereka akan lebih mudah berisiko terhadap penyakit jantung sianotik.

Komplikasi

Berikut adalah komplikasi yang bisa dialami penderita penyakit jantung sianotik:

  • Detak jantung bergerak secara tidak teratur.
  • Tekanan darah tinggi (dalam jangka panjang).
  • Infeksi di bagian jantung.
  • Stroke.
  • Gagal jantung.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika bayi Anda mengalami kondisi tertentu seperti sakit pada bagian dada atau kesulitan bernafas, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang dialami bayi Anda.
  • Daftar riwayat medis (jika dibutuhkan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisinya seperti:

  • Kapan gejala yang dialami bayi Anda terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu selama masa kehamilan?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi bayi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui ciri-ciri yang menyebabkan penderita mengalami penyakit jantung sianotik seperti kebiruan pada tubuh.

  • Stetoskop

Stetoskop digunakan untuk mengetahui kondisi jantung dan paru-paru penderita.

  • X-ray

X-ray digunakan untuk mengetahui kondisi jantung penderita.

  • MRI

MRI digunakan untuk memeriksa struktur jantung dan pembuluh darah penderita.

  • ECG

ECG digunakan untuk mengetahui apakah kondisi jantung penderita baik atau tidak.

Pengobatan

Berikut adalah pengobatan terhadap penyakit jantung sianotik:

  • Operasi

Operasi sangat diperlukan jika kondisi yang dialami penderita parah. Dokter juga dapat menunda operasinya hingga penderita sudah berada di usia tertentu, atau melakukan operasi lebih dari sekali. Prosedur tersebut tergantung pada kondisi penderita.

  • Obat-obatan

Penderita juga dapat menggunakan obat-obatan seperti diuretik, baik sebelum maupun sesudah operasi.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah penyakit jantung sianotik (jika Anda hamil):

  • Jangan merokok atau mengkonsumsi alkohol.
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil dan perlu menggunakan obat, karena sebagian obat tidak dapat digunakan oleh ibu hamil.
  • Menjaga gula darah untuk mencegah diabetes.

Kesimpulan

Penyakit jantung sianotik merupakan kondisi yang dapat membahayakan tubuh. Kondisi tersebut juga perlu ditangani sesuai dengan seberapa parah yang dialami penderita. Untuk informasi lebih lanjut tentang penyakit jantung sianotik, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Beberapa Kemungkinan Penyebab Kram Usus

Kram usus adalah ketidaknyamanan atau sensasi tidak nyaman lainnya yang Anda rasakan di area perut Anda, khususnya di bagian bawah. Penyebab kram usus yang serius termasuk usus buntu dan masalah kehamilan. Namun, sebagian besar kram usus tidak berbahaya dan hilang tanpa operasi.

Kram usus merupakan nyeri perut bagian bawah, atau nyeri panggul, yang mengacu pada ketidaknyamanan yang terjadi pada atau di bawah pusar Anda. Organ di panggul, seperti kandung kemih dan organ reproduksi, seringkali menjadi tempat terjadinya nyeri ini. Ada banyak penyebab yang mendasari kondisi kram usus, menelan udara berlebih, mengkonsumsi makanan berlemak tinggi yang menunda pengosongan perut, dan bahkan stres dapat menyebabkan perut kembung dan sakit perut bagian bawah. Kondisi terkait kram usus dan perut yang menyebabkan gejala-gejala ini meliputi:

  • Sembelit

Tugas utama usus besar Anda adalah menyerap air dari sisa makanan saat melewati sistem pencernaan Anda dan kemudian menciptakan tinja (limbah). Otot usus besar akhirnya mendorong kotoran keluar melalui rektum untuk dibuang. Jika tinja tetap berada di usus besar terlalu lama, maka akan menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Pola makan yang buruk sering kali menyebabkan sembelit. Serat makanan dan asupan air yang cukup diperlukan untuk membantu menjaga tinja tetap lembut.

  • Intoleransi terhadap bahan tertentu, seperti laktosa atau gluten

Intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan untuk memecah sejenis gula alami yang disebut laktosa. Laktosa banyak ditemukan pada produk susu, seperti susu dan yogurt. Anda menjadi tidak toleran terhadap laktosa ketika usus kecil Anda berhenti membuat cukup enzim laktase untuk mencerna dan memecah laktosa. Ketika ini terjadi, laktosa yang tidak tercerna pindah ke usus besar. Sedangkan banyak orang mengalami masalah pencernaan dan kesehatan akibat mengkonsumsi gluten atau gandum.

  • Gastroenteritis

Gastroenteritis bakteri terjadi ketika bakteri menyebabkan infeksi di usus Anda. Hal ini menjadi salah satu penyebab peradangan di perut dan usus Anda,. Anda mungkin juga mengalami gejala seperti muntah, kram perut atau usus yang parah, dan diare.

  • Radang usus besar

Kolitis adalah peradangan usus besar Anda, juga dikenal sebagai usus besar Anda. Jika Anda menderita kolitis, Anda akan merasakan ketidaknyamanan dan nyeri di perut yang mungkin ringan dan berulang dalam jangka waktu yang lama, atau parah dan muncul secara tiba-tiba. Ada berbagai jenis kolitis, dan pengobatan bervariasi tergantung pada jenis yang Anda alami.

  • Penyakit gastroesophageal reflux (GERD)

Refluks asam terjadi ketika isi dari perut Anda naik ke kerongkongan Anda. Kondisi ini juga disebut regurgitasi asam atau gastroesophageal reflux. Jika Anda mengalami gejala refluks asam lebih dari dua kali seminggu, Anda mungkin mengalami kondisi yang dikenal sebagai penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

  • Obstruksi usus

Obstruksi usus terjadi ketika usus kecil atau besar Anda tersumbat. Penyumbatan bisa sebagian atau total, dan mencegah keluarnya cairan dan makanan yang dicerna. Jika penyumbatan usus terjadi, makanan, cairan, asam lambung, dan gas menumpuk di belakang tempat penyumbatan. Jika tekanan yang cukup meningkat, usus Anda bisa pecah, bocornya isi usus berbahaya dan bakteri ke dalam rongga perut Anda.

  • Sindrom iritasi usus

Sindrom iritasi usus atau IBS juga dikenal sebagai kolon spastik, kolon iritasi, kolitis mukosa, dan kolitis spastik. Hal ini adalah kondisi terpisah dari penyakit radang usus dan tidak terkait dengan kondisi usus lainnya. IBS adalah sekelompok gejala usus yang biasanya terjadi bersamaan. Gejala bervariasi dalam tingkat keparahan dan durasi dari orang ke orang yang terkadang menjadi penyebab dari kram usus.

Terdapat banyak penyebab mendasar dari kram usus, rasa sakit yang ringan bisa hilang tanpa pengobatan. Namun, dalam beberapa kasus, kram usus Anda mungkin memerlukan pemeriksaan ke dokter. Oleh karena itu, jika Anda merasakan kram usus atau di bagian perut bawah tidak kunjung membaik atau hilang, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Pahami Penyebab Lumpuh Otak dan Cara Mencegahnya

Pahami Penyebab Lumpuh Otak dan Cara Mencegahnya

Gangguan perkembangan otak bisa menyebabkan lumpuh otak. Kondisi ini biasanya dialami oleh bayi sejak lahir atau saat bayi masih dalam masa pertumbuhan otak yaitu sebelum usia 2 tahun. Lumpuh otak menyebabkan gangguan terhadap gerakan dan postur tubuh. Pengaruh lumpuh otak dapat berbeda pada tiap pasien tergantung tingkat keparahan. Pada kasus cukup parah, pasien bahkan tidak dapat berjalan. Di sisi lain, terdapat pasien yang mengalami cacat secara intelektual.  

Gejala lumpuh otak 

Tingkat keparahan kondisi lumpuh otak akan mempengaruhi gejala yang muncul. Hal itu menyebabkan gejala pada satu pasien bisa berbeda dengan pasien lainnya. Semakin parah kondisi lumpuh yang dialami, maka gejala yang muncul pun semakin berat. Beberapa gejala yang umumnya akan muncul jika seseorang mengalami lumpuh otak seperti:

  • Kejang dan gangguan kecerdasan
  • Masalah buang air kecil
  • Kelainan bentuk tulang
  • Masalah koordinasi dan gerakan tubuh

Penyebab dan faktor risiko lumpuh otak 

Penyebab lumpuh otak diperkirakan karena adanya cedera pada otak yang terjadi sebelum perkembangan otak sempurna. Perkembangan otak sempurna umumnya berlangsung selama 2 tahun. Meski demikian, 50% penyebab lumpuh otak hingga saat ini belum dapat dipastikan. Terdapat beberapa faktor yang akan meningkatkan risiko bayi mengalami lumpuh otak. Berikut beberapa di antaranya: 

  • Penyakit tertentu yang dialami oleh bayi dapat menyebabkan lumpuh otak seperti ikterus parah, pendarahan otak, virus ensefalitis, dan bakteri meningitis. 
  • Kondisi kehamilan tertentu seperti bayi kembar, lahir prematur, lahir sungsang, dan berat badan lahir rendah. 
  • Kondisi kesehatan ibu ketika hamil yang terpapar infeksi seperti virus Zika, toksoplasmosis, virus Rubella, sitomegalovirus, dan sipilis. 

Cara mengobati lumpuh otak 

Hingga kini, kondisi lumpuh otak belum dapat disembuhkan. Anda hanya perlu me  

  1. Fisioterapi

Fisioterapi diterapkan pada pasien dengan tujuan dapat membantu mempertahankan kemampuan fisik. Selain itu, fisioterapi juga berguna untuk memperbaiki gangguan gerakan yang dialami pasien. 

  1. Terapi wicara dan terapi okupasi 

Untuk mengatasi kesulitan berbicara, berkomunikasi, dan menelan maka dapat menggunakan terapi wicara. Selain itu, terapi okupasi juga diperlukan untuk membantu mengidentifikasi berbagai masalah yang terjadi pada kehidupan sehari-hari dan mencari solusi bersama. 

  1. Pemberian obat

Pemberian obat juga mungkin dilakukan oleh dokter untuk membantu meringankan gejala yang muncul. 

  1. Operasi 

Selain terapi dan pemberian obat, operasi juga bisa menjadi pilihan. Operasi dapat membantu mengobati gangguan pertumbuhan atau gangguan gerakan yang dialami.

Komplikasi karena lumpuh otak

Lumpuh otak merupakan kondisi serius yang memerlukan penanganan dari dokter segera. Jika tidak tertangani dengan baik, maka lumpuh otak dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Beberapa komplikasi yang mungkin muncul karena lumpuh otak, yaitu:

  • Penuaan dini
  • Malnutrisi akibat gangguan menelan
  • Masalah mental seperti depresi
  • Kelemahan pada otot
  • Kontraktur atau pemendekan jaringan otot
  • Memicu penyakit paru-paru dan jantung

Kondisi lumpuh otak tidak dapat dicegah namun Anda dapat mengurangi risiko terkena penyakit tersebut. Beberapa hal yang bisa diusahakan yaitu dengan melakukan vaksinasi pencegahan infeksi virus, menjaga kesehatan selama masa kehamilan, serta melakukan pengecekan rutin ke dokter. Selain itu, Anda juga perlu menjaga agar bayi serta balita terhindar dari cedera kepala. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai lumpuh otak, tanyakan langsung pada dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga melalui App Store atau Google Play.

Bagaimana Cara Mengatasi Buta Warna?

Bagaimana Cara Mengatasi Buta Warna?

Buta warna merupakan gangguan dimana penderita mengalami kesulitan dalam membedakan antara warna yang satu dengan yang lain. Mungkin saja si penderita berpikir bahwa kedua warna yang dia lihat terlihat sama, namun berbeda. Jika Anda mengalami buta warna, maka Anda sebaiknya pahami cara mengatasi buta warna.

Sebagian besar penderita mengalami buta warna karena faktor genetik, namun tidak menimbulkan masalah yang besar dalam kegiatannya sehari-hari. Mungkin saja sebagian penderita mampu beradaptasi dalam kehidupannya dengan baik tanpa mengetahui cara mengatasi buta warna. Meskipun demikian, orang-orang yang menderita kondisi seperti ini tidak akan berprofesi di bidang tertentu seperti seni.

Penyebab Buta Warna

Berikut adalah beberapa penyebab seseorang menderita buta warna:

  • Faktor genetik

Salah satu penyebab paling umum adalah faktor genetik. Hal tersebut dapat mempengaruhi kedua mata penderita dan bisa dalam skala ringan, sedang, atau berat. Tingkat keparahan yang dialami penderita juga tidak akan berubah sama sekali.

  • Penyakit

Faktor lain yang dapat membuat seseorang menderita buta warna adalah penyakit-penyakit tertentu seperti diabetes, glaukoma, dan leukemia. Penyakit tersebut juga dapat mempengaruhi salah satu mata sehingga dapat menyebabkan kondisi yang lebih buruk dibandingkan dengan mata lain.

  • Penggunaan obat

Sebagian obat dapat menyebabkan buta warna. Sebagian obat digunakan untuk mengatasi kondisi seperti penyakit autoimun, infeksi, gangguan mental, dan gangguan jantung.

  • Faktor usia

Seiring bertambahnya usia, kondisi tubuh manusia semakin lemah. Hal tersebut juga dapat mempengaruhi kondisi mata manusia dimana mereka akan mengalami kesulitan dalam mengenali warna di sekitarnya.

  • Paparan bahan kimia

Jika manusia sering terkena paparan bahan kimia, terutama dalam jangka panjang, mereka bisa mengalami penurunan kemampuan untuk mengenali warna di sekitarnya. Contoh bahan kimia yang dapat mempengaruhi kondisi mata manusia adalah karbon disulfida.

Jenis Buta Warna

Berikut adalah jenis-jenis buta warna yang bisa dialami penderita:

  • Defisiensi merah-hijau

Defisiensi merah-hijau merupakan jenis buta warna yang dialami penderita dengan tidak bisa membedakan antara warna merah dengan hijau.

  • Defisiensi biru-kuning

Defisiensi biru-kuning merupakan jenis buta warna yang dialami penderita dengan tidak bisa membedakan antara warna biru dengan kuning.

  • Buta warna total

Buta warna total merupakan jenis buta warna yang dialami penderita dengan tidak dapat melihat semua warna.

Gejala Lain

Sebagian penderita buta warna mungkin disertai dengan gejala tertentu seperti mata juling atau mata sensitif terhadap cahaya.

Cara Mengobati Buta Warna

Pada umumnya, buta warna sama seperti penyakit lain dimana kondisi tersebut dapat diobati, namun bergantung pada penyebab yang dialami penderita.

Berikut adalah cara-cara untuk mengatasi buta warna:

  • Pengobatan

Penderita yang mengalami buta warna perlu menghentikan penggunaan obat-obatan tertentu jika penyebabnya adalah obat. Jika memungkinkan, dokter dapat menyesuaikan dosis pengobatan buta warna atau menggantikan obat-obatan tertentu dengan obat lain.

  • Alat bantu

Cara lain yang dapat mengatasi buta warna adalah menggunakan alat bantu. Alat tersebut dapat membantu penderita membedakan warna-warna yang ada di sekitarnya. Alat-alat bantu yang dapat digunakan penderita adalah kacamata, lensa kontak, dan alat peraga seperti alat bantu visual.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda ingin bertemu dengan dokter untuk membahas masalah pada mata Anda, Anda dapat melakukannya. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dianjurkan untuk melakukan persiapan seperti membuat daftar pertanyaan yang ingin ditanyakan ke dokter.

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap mata Anda. Setelah itu, dokter dapat menentukan pengobatan yang sesuai untuk mata Anda.

Kesimpulan

Cara mengatasi buta warna bisa melalui dua hal, antara lain pengobatan atau alat bantu. Setiap orang bisa mengalami kondisi seperti ini karena berbagai faktor. Untuk informasi lebih lanjut tentang buta warna, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Mengenal Bisinosis, Penyakit Paru Langka Yang Perlu DIwaspadai

Bisinosis merupakan sebuah penyakit paru-paru langka yang disebabkan karena menghirup partikel rami, linen, dan katun. Bisinosis juga disebut penyakit paru coklat, dan merupakan salah satu bentuk asma okupasi. Bisinosis umum dijumpai pada para pekerja industri tekstil. Di Amerika, panduan dan hukum telah membantu menurunkan angka bisinosis pada industri ini. Namun, bisinosis masih sering dijumpai di negara-negara berkembang di mana tindakan keamanan tidak ditegakkan. Merokok dapat meningkatkan risiko perkembangan bisinosis. Riwayat medis menderita asma dan alergi juga dapat meningkatkan risiko seseorang. Artikel ini akan membahas penyakit paru langka ini dengan lebih mendalam.

Gejala bisinosis

Bisinosis memiliki gejala dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Ini merupakan sebuah penyakit yang umum dijumpai pada pekerja yang terpapr serat atau debu katun atau serat tekstil lain. Gejala biasanya sering dijumpai pada hari-hari kerja dan akan berkurang pada akhir minggu atau hari libur. Gejala bisinosis mirip asma dan melibatkan rasa sesak di dada, mengi, dan batuk. Apabila Anda memiliki kasus yang parah, Anda bisa memiliki gejala mirip flu seperti demam, sakit otot dan persendian, menggigil, tubuh terasa lelah, dan batuk kering. Gejala bisinosis umumnya akan mereda saat Anda berhenti terpapar debu tekstil. Namun, fungsi paru dapat cacat permanen jika paparan terus berlangsung selama waktu yang lama.

Diagnosa dan perawatan bisinosis

Sebelum mendiagnosa bisinosis dokter akan bertanya seputar aktivitas yang Anda lakukan serta pekerjaan guna memastikan apakah Anda terpapar debu tekstil. Dokter juga akan memeriksa paru-paru dan meminta Anda melakukan pemindaian sinar-X dan CT pada paru-paru. Dokter juga akan menggunakan “peak flow meter” untuk menguji paru-paru pada saat bekerja. Alat tersebut dapat mengukur seberapa cepat Anda dapat menghembuskan udara dari paru-paru. Apabila pernapasan Anda berubah pada waktu-waktu tertentu pada suatu hari atau minggu, alat tersebut dapat membantu dokter menentukan kapan dan di mana Anda terpapar debu tekstil.

Perawatan utama bisinosis adalah dengan menghindari paparan debu berbahaya. Untuk meringankan gejala ringan hingga sedang, dokter biasanya akan meresepkan bronchodilator, sebuah obat yang dapat membantu membuka saluran udara yang menyempit. Dalam kasus-kasus yang lebih parah, corticosteroid yang dihirup dapat diresepkan. Obat ini dapat mengurangi peradangan paru-paru. Akan tetapi, obat ini dapat menyebabkan infeksi jamur di mulut dan tenggorokan. Anda bisa mengurangi risiko terbentuknya infeksi dengan mencuci mulut setelah menghirup obat.

Apabila kadar oksigen Anda rendah, Anda bisa mendapatkan terapi oksigen tambahan. Sementara itu, untuk bisinosis kronis, sebuah nebulizer atau perawatan pernapasan lain dapat direkomendasikan. Latihan bernapas dan aktivitas fisik juga dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang dan meredakan gejala yang ditimbulkan. Namun, bisinosis akan terus terjadi apabila Anda tidak merubah paparan aktivitas sehari-hari. Dalam hal ini, berhenti bekerja di industri tekstil perlu dilakukan.

Meskipun gejala bisinosis mereda pada akhir pekan saat Anda tidak bekerja, paru-paru masih terus rusak dengan perlahan. Paparan terhadap debuh katun dan tekstil lainnya selama bertahun-tahun dapat menyebabkan kerusakan permanen pada paru-paru. Bisinosis umumnya akan hilang setelah paparan terhadap debu tekstil dihentikan. Bisinosis juga tidak dianggap sebagai penyakit kronis yang mengancam nyawa. Namun, penting untuk mengidentifikasi penyebab penyakit bisinosis Anda. Dengan mengetahui penyebab utama kondisi Anda, Anda bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan agar bisinosis tidak datang kembali di kemudian hari.

Mengenal Anemia Hemolitik, Penyakit Kekurangan Darah yang Berbahaya

Anemia adalah kondisi yang terjadi ketika jumlah sel darah merah dalah tubuh terlalu rendah. Ketika sel darah merah mengalami kerusakan, tubuh secara otomatis akan bekerja untuk kembali memproduksi sel darah merah baru yang lebih sehat. Anemia hemolitik terjadi saat jumlah sel darah merah yang rusak melebihi kecepatan tubuh untuk menghasilkan sel darah merah baru.

Sel darah merah memiliki peran penting untuk membawa oksigen ke paru-paru. Oksigen ini dibawa melalui hemoglobin, yaitu protein yang terdapat dalam sel darah merah. Sel darah merah akan diproduksi oleh organ sumsum tulang belakang.

Terdapat beberapa jenis anemia hemolitik yang dapat terjadi. Gejala yang dialami pasien pun berbeda-beda, sesuai dengan jenis yang diderita.

Penyebab anemia hemolitik berdasarkan faktor ekstrinsik dan intrinsik

Saat seseorang menderita anemia hemolitik, dokter akan melakukan diagnosa dengan menentukan sifatnya. Sifat ini menentukan faktor penyebab seseorang mengalami anemia hemolitik.

Terdapat dua sifat atau jenis anemia hemolitik yang bisa menyerang Anda, yaitu anemia yang bersifat ekstrinsik dan intrinsik.

  • Anemia hemolitik ekstrinsik

Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa metode, salah satunya adalah kesalahan fungsi limpa, ketika limpa menjebak dan menghancurkan sel darah merah yang sehat. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi karena reaksi penyakit autoimun.

Dalam beberapa kasus, kerusakan sel darah merah yang menyebabkan anemia hemolitik ekstrinsik terjadi karena adanya infeksi, tumor, efek samping pengobatan, leukimia, dan penyakit limfoma

  • Anemia hemolitik intrinsik

Berbeda dengan anemia hemolitik ekstrinsik, jenis instrinsik berkembang ketika sel darah merah yang diproduksi oleh sumsum tulang belakang tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini umumnya diturunkan secara genetik dari orang tua yang mengalami talasemia atau hemoglobin abnormal.

Dalam beberapa kasus, kelainan metabolisme tubuh akibat faktor keturunan juga bisa menyebabkan kondisi ini. Kondisi ini bisa menyerang siapa pun dalam segala kelompok usia.

Gejala yang muncul saat menderita anemia hemolitik

Setiap penderita anemia hemolitik bisa saja merasakan perkembangan gejala yang berbeda-beda. Beberapa pasien pernah mengalami perkembangan gejala yang menjadi parah dalam waktu sangat cepat. Tapi, ada juga pasien yang mengalami gejalanya sedikit demi sedikit dan menjadi parah secara perlahan.

Ketika Anda menderita kondisi ini, Anda mungkin akan mengalami:

  • Wajah pucat dan tampak murung
  • Mudah merasa lelah
  • Pusing dan peningkatan detak jantung menjadi sangat cepat
  • Kesulitan bernapas
  • Mengalami penyakit kuning, khususnya kulit dan mata menguning
  • Warna urin yang sangat gelap menyerupai teh
  • Pembesaran limpa

Terkadang, anemia hemolitik juga bisa terjadi pada bayi yang baru lahir. Hal ini bisa terjadi apabila bayi dan sang ibu memiliki golongan darah yang tidak cocok.

Efek yang ditimbulkan akan serupa dengan proses transfusi darah ketika darah yang disalurkan tidak cocok dengan golongna darah penerima. Secara tidak langsung, tubuh sang ibu akan menyerang bayi, membuat bayi menderita anemia hemolitik.

Pada bayi yang baru lahir, kondisi ini menimbulkan gejala yang tidak jauh berbeda dengan gejala pada orang dewasa. Bedanya, kondisi ini menjadi jauh lebih berbahay adan bisa menyebabkan komplikasi serius pada bayi.

Kondisi ini biasanya diatasi dengan menggunakan suntikan kepada sang ibu di minggu ke-28 kehamilan. Penanganannya dilakukan sedini mungkin bahkan sebelum bayi dilahirkan.

Bila Anda mengalami gejala anemia hemolitik, segera lakukan konsultasi sedini mungkin dengan dokter. Jangan biarkan gejala tersebut semakin memburuk sampai menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Tes Viral Load dan HIV AIDS: Seberapa Erat Hubungannya dan Seperti Apa Hasilnya?

Apakah Anda pernah mendengar tentang viral load? Istilah viral load merujuk pada banyaknya jumlah virus yang ada dalam volume darah seseorang yang terinfeksi HIV AIDS. Lebih detailnya, viral load akan menunjukkan jumlah virus dalam setiap milimeter darah pasien, sebagai contoh viral load dalam konteks HIV dan AIDS akan menunjukkan jumlah HIV yang diukur dari sampel darah seorang pasien.

Tes viral load merupakan salah satu tes lanjutan yang perlu dilakukan bagi seseorang yang telah didiagnosis HIV (human immunodeficiency virus). Berdasarkan beberapa riset yang telah dilakukan, istilah viral load memang berkaitan erat dengan HIV AIDS. Selain itu, viral load juga dihubungkan dengan CD4 yang merupakan sel imun tubuh, bertugas untuk melindungi tubuh dari penyakit dan merupakan salah satu sel yang diserang oleh HIV.

Hasil implikasi viral load yang tinggi, umumnya menunjukkan tingkatan infeksi yang cukup tinggi pada tubuh pasien. Hal ini juga berarti bahwa viral load dengan hasil implikasi tinggi, berhubungan dengan rendahnya implikasi CD4.

Bagaimana mengartikan hasil viral load?

Hasil viral load dapat menunjukkan beberapa kemungkinan: tinggi, lebih rendah, atau bahkan tidak terdeteksi.

  • Viral load tinggi

Hasil viral load di atas 100.000 menunjukkan bahwa terdapat jumlah HIV yang cukup tinggi dalam darah. Angka ini bukan menjadi batas atas, karena terdapat kemungkinan bahwa seorang pasien memiliki 1 juta alinan virus dari hasil tes viral load yang dilakukan.

Dari hasil viral load tinggi ini, menegaskan fakta bahwa virus dalam tubuh pasien mengalami replikasi yang cukup pesat dan berpengaruh terhadap percepatan penyebaran infeksi virus dalam tubuh.

  • Viral load lebih rendah

Hasil viral load dengan angka di bawah 10.000 salinan virus, dikategorikan oleh para dokter sebagai kategori yang lebih rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa HIV dalam darah pasien tidak bereproduksi begitu cepat. Meskipun begitu, hasil ini dikatakan belum cukup optimal bagi seorang pasien untuk terlepas dari proses penyembuhan HIV.

  • Tidak terdeteksi (undetectable)

Hasil viral load tidak terdeteksi atau undetectable menunjukkan hasil di bawah 20 salinan virus. Kondisi ini menjadi tanda bahwa terapi penanganan HIV sudah optimal. Meskipun begitu, kategori viral load yang tidak terdeteksi, bukan merupakan pegangan bahwa pasien telah sembuh total dari HIV. Hasil ini hanya menunjukkan bahwa harapan hidup pasien HIV mendekati kondisi pada orang dengan kondisi kesehatan normal.

Viral load tidak terdeteksi juga menunjukkan hasil bahwa pasien HIV hanya memiliki risiko kecil menularkan HIV ke orang lain. Walaupun begitu, penggunaan kondom ketika berhubungan seksual tetap disarankan.

Menjaga kesehatan bagi pasien HIV secara optimal

Terapi antiretroviral diyakini mampu untuk meningkatkan harapan hidup pasien HIV dengan cara menekan viral load. Di samping itu, pasien HIV umumnya akan diresepkan obat ARV dan didukung dengan menjalani pola hidup sehat, seperti di bawah ini:

  • Belajar mengendalikan stres, seperti dengan menjaga hubungan baik dengan orang di sekitar
  • Rutin menjalani cek kesehatan dan kontrol dengan dokter
  • Berolahraga secara rutin
  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

Rapid Swab Test Corona

Jumlah kasus virus Corona atau Covid-19 semakin meningkat setiap hari. Hingga 27 April 2020, jumlah kasus mencapai lebih dari 3 juta di seluruh dunia. Hal tersebut juga mengakibatkan lebih dari 200 ribu orang meninggal dunia, namun lebih dari 800 ribu orang dinyatakan sembuh. Salah satu cara untuk mendeteksi jika seseorang terkena virus Corona adalah melakukan rapid test. Rapid swab test Corona digunakan untuk memantau seberapa luas penyebaran virus Corona di setiap negara.

WHO (World Health Organization) sangat menganjurkan setiap negara yang terdampak virus Corona untuk melakukan rapid test. Rapid test dilakukan dengan menggunakan sampel darah untuk mendeteksi kadar antibodi imunoglobulin terhadap virus di dalam tubuh.

WHO juga menyatakan bahwa rapid test lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan ELISA atau tes yang melibatkan enzim untuk mengukur cairan tubuh.

Jenis Antibodi

Antibodi adalah protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh manusia dimana kegunaannya dapat melawan bakteri, virus, dan benda asing lainnya yang membuat manusia terinfeksi. Secara keseluruhan, ada dua jenis antibodi yang akan diperiksa ketika melakukan rapid test Corona:

  • Imunoglobulin G (IgG)

Imunoglobulin G adalah jenis antibodi yang paling umum ditemukan dalam darah dan cairan tubuh lain manusia. Antibodi tersebut memiliki kegunaan dalam menyimpan memori yang berkaitan dengan bakteri atau virus yang pernah masuk ke dalam tubuh manusia sehingga dapat memberikan perlindungan dari infeksi berikutnya.

  • Imunoglobulin M (IgM)

Imunoglobulin M adalah jenis antibodi yang secara aktif melindungi tubuh manusia setelah mereka pertama kali terkena infeksi bakteri atau virus. Ketika manusia pertama kali terkena infeksi, kadar IgM akan meningkat dan dapat memberikan perlindungan jangka panjang.

Mengapa Perlu Menggunakan Rapid Test?

Rapid test Corona perlu dilakukan untuk mengetahui jika seseorang terdeteksi virus Corona atau tidak. Jika pasien mengetahui hasilnya positif (setelah melakukan rapid test), mereka perlu dibawa ke rumah sakit rujukan Covid-19 untuk menjalani pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction).

Rapid test adalah jenis tes yang direkomendasikan kepada:

  • Orang tanpa gejala (OTG).
  • Orang dalam pemantauan (ODP).
  • Pasien dalam pengawasan (PDP).

Harga Rapid Test

Beberapa fasilitas kesehatan telah menggunakan rapid test untuk mengetahui jika seseorang terkena virus Corona atau tidak. Harga tes tersebut dimulai dari Rp 350.000,00. Harga yang ditawarkan juga bisa bervariasi, tergantung paket yang ditawarkan oleh fasilitas kesehatan tersebut.

Langkah-Langkah Untuk Melakukan Rapid Test

Pada umumnya, Anda tidak perlu mempersiapkan apapun jika Anda ingin melakukan rapid test Corona. Rapid test Corona melibatkan pengambilan sampel darah pasien. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan rapid test:

  • Tenaga medis membersihkan area pengambilan darah dengan cairan antiseptik untuk membunuh kuman dan mencegah infeksi di dalam tubuh.
  • Lengan atas Anda akan diikat dengan perban elastis supaya aliran darah terkumpul dan pembuluh darah vena lebih mudah ditemukan.
  • Setelah menemukan vena, tenaga medis akan menyuntikkan jarum steril ke pembuluh darah untuk mengambil darah.
  • Tenaga medis kemudian memasang tabung khusus di belakang jarum suntik.
  • Ketika jumlah darah cukup, tenaga medis akan melepaskan jarum suntik dan menutupi bagian yang disuntik dengan perban.

Hasil Rapid Test

Pasien yang melakukan rapid test Corona bisa saja menunjukkan hasil sebagai berikut:

  • Reaktif (positif)

Hasil tes pasien reaktif disebabkan oleh salah satu atau kedua jenis antibodi menunjukkan hasil reaktif. Hal tersebut menandakan bahwa pasien terkena infeksi tertentu.

  • Non reaktif (negatif)

Hasil tes pasien non reaktif menunjukkan bahwa kedua jenis antibodi tidak menunjukkan hasil reaktif. Artinya, pasien tidak terkena infeksi.

  • Negatif palsu

Sebagian pasien kemungkinan juga bisa menunjukkan hasil negatif palsu pada rapid test. Hal tersebut dikarenakan hasil tes tersebut memang menunjukkan tanda negatif, namun pasien terkena virus Corona.

Jika hasil rapid test pasien positif, maka perlu melakukan penanganan lebih lanjut. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan:

  • OTG, ODP, atau PDP dengan gejala ringan dapat mengkarantina diri di rumah.
  • PDP yang mengalami gejala sedang perlu diisolasi di rumah sakit darurat.
  • PDP yang mengalami gejala berat perlu diisolasi di rumah sakit rujukan.

Pasien yang menerima hasil rapid test negatif perlu menjalani pemeriksaan ulang dalam 7 hingga 10 hari. Jika pasien telah menjalani tes kedua dan hasilnya tetap negatif, maka pasien bebas dari virus Corona.

Rapid test Corona adalah cara yang efektif untuk mendeteksi jika manusia terkena virus Corona. Meskipun aman untuk dilakukan, rapid test Corona juga dapat menimbulkan efek samping ringan seperti memar dan nyeri pada bagian yang disuntik.