Category: Seks & Relationship

Posisi Berhubungan yang Bagus Saat Hamil 5 Bulan, Seperti Apa?

Posisi Berhubungan yang Bagus Saat Hamil 5 Bulan, Seperti Apa?

Aktivitas berhubungan intim adalah salah satu kegiatan menyenangkan bagi pasangan suami istri agar dapat terus menjaga keharmonisan dengan pasangan. Tapi saat Ibu sedang hamil lima bulan, tak jarang banyak pasangan menganggap aktivitas ini agak riskan dilakukan dikarenakan takut akan berpengaruh pada kondisi kehamilan.

Nyatanya, berhubungan saat Ibu sedang hamil lima bulan tidak mempengaruhi kondisi kehamilan. Ketika Ibu dan janin dalam kondisi yang baik dan sehat, aktivitas ini sangat boleh dilakukan dan bahkan mendatangkan manfaat bagi sang Ibu. Yang perlu diingat, berhubungan intim saat Ibu sedang hamil 5 bulan harus dilakukan dengan lebih hati-hati. Mengingat ketika sedang hamil terdapat perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada Ibu, sangat penting untuk memerhatikan posisi dan kenyamanan Ibu saat melakukan aktivitas ini dengan pasangan. 

Berikut adalah beberapa posisi berhubungan yang bagus saat hamil 5 bulan yang bisa dicoba saat berhubungan dengan pasangan:

1. Posisi Woman on top

Posisi ini cenderung lebih aman karena Ibu berada diatas pasangan sehingga resiko perut tertekan akan semakin minim. Posisi ini dilakukan dengan meminta pasangan berbaring dan Ibu duduk di atasnya senyaman mungkin. 

Ini juga dapat membantu Ibu dalam menentukan sendiri kedalaman penetrasi yang membuatnya nyaman. 

2. Posisi berdampingan

Berbaringlah dengan saling berhadapan, kemudian kaki pasangan diletakkan diatas kaki Ibu, dan kaki Ibu ditekuk sesuai kenyamanan. Posisi ini adalah salah satu posisi yang bisa dicoba karena penetrasi akan masuk dengan lebih dangkal dan tidak terlalu dalam. 

Pada posisi berdampingan tidak ada yang memikul berat pasang sehingga aktivitas ini dapat dilakukan dengan lebih nyaman terutama pada Ibu hamil.

3. Posisi Spooning

Posisi Spooning dilakukan dengan cara Ibu berbaring senyaman dengan memunggungi pasangan lalu pasangan melakukan penetrasi dari belakang. Pastikan posisi perut Ibu senyaman mungkin dan tidak tertekan agar tetap nyaman dan rileks.

4. Posisi duduk berhadapan

Tak hanya dilakukan diatas ranjang, posisi ini juga cukup nyaman pasangan lakukan di atas sofa. Ibu akan duduk dengan menekuk kaki senyaman mungkin dan pasangan pasangan akan melakukan penetrasi dari depan seperti biasa.

Pada posisi ini Ibu juga bisa menambahkan bantal pada punggung sebagai penyangga agar lebih rileks dan nyaman.

5. Posisi Misionaris

Posisi ini dilakukan dengan berbaring berhadapan dan suami melakukan penetrasi dari atas seperti biasa. Ketika Ibu sudah memasuki usia kehamilan selanjutnya, bisa menambahkan beberapa bantal dibawah pinggul ibu agar posisinya menjadi setengah duduk. 

Dalam posisi ini, suami harus melakukannya dengan ritme yang perlahan agar Ibu tetap nyaman.

6.  Doggy style

Posisi yang satu ini mengharuskan Ibu setengah berlutut dengan bertumpu pada lengan, kemudian pasangan akan melakukan penetrasi dari belakang. Untuk menyangga perut, Ibu bisa menambahkan beberapa tumpukan bantal di bawah siku agar bisa lebih nyaman.

Apakah ada posisi yang harus dihindari saat Ibu tengah hamil?

Sebenarnya semua posisi cukup aman untuk dilakukan saat Ibu sedang hamil lima bulan. Yang perlu diperhatikan adalah pastikan Ibu dan janin dalam keadaan yang sehat dan memang tidak ada larangan dari dokter mengenai aktivitas ini. Ketika Ibu tengah memasuki trimester ketiga, sebaiknya hindari melakukan posisi berhadapan yang terlalu lama sehingga menyebabkan perut Ibu tertekan. ditakutkan,  Ibu akan mudah merasa sesak dengan aktivitas ini. 

Tips berhubungan intim agar tetap aman dan nyaman ketika hamil:

1. Periksakan kandungan dengan rutin cek ke dokter

Ini dapat membuat pasangan mengetahui apakah kehamilan normal atau terdapat gangguan serta gejala tak biasa pada Ibu dan janin. Ketika sudah mengetahui kesehatannya, dokter akan memberikan informasi mengenai anjuran aman berhubungan intim saat Ibu sedang hamil.

2. Perhatikan kondisi psikis dan biologis IbuĀ 

Saat hamil lima bulan Ibu akan terus mengalami beberapa perubahan baik secara psikis dan biologis. Beberapa juga mengalami keluhan seperti semakin mudah lelah, kram perut, perubahan suasana hati, mudah pusing, hingga penambahan berat badan. 

Kondisi-kondisi seperti ini perlu diperhatikan sebelum mengajak Ibu berhubungan. Pastikan Ibu dalam keadaan yang baik dan tidak mengalami keluhan yang dapat membuatnya enggan melakukan aktifitas berhubungan intim. 

3. Perhatikan kenyamanannya

Saat sedang hamil 5 bulan, tak semua posisi dapat dilakukan dengan leluasa. Berat badan Ibu yang semakin bertambah akan membuatnya menjadi lebih sulit dalam bergerak dan cenderung mudah lelah serta sesak nafas.

Inilah pentingnya untuk mengetahui posisi berhubungan yang bagus saat hamil 5 bulan agar Ibu tetap nyaman saat melakukan aktivitas sensual dengan pasangan.

Inilah 4 Tes Kesehatan Pra Nikah Pria Harus Dijalankan

Tes pranikah adalah tes yang menawarkan penilaian kesehatan penting dari pasangan yang akan segera menikah di mana mereka diuji untuk penyakit genetik, menular dan menular untuk mencegah risiko penularan penyakit apa pun kepada satu sama lain dan anak-anak mereka. 

Pernikahan dianggap sebagai peristiwa luar biasa dalam kehidupan pasangan, karena mereka berencana untuk memulai sebuah keluarga, dan melaluinya mereka memasuki tahap baru dalam hal membangun hubungan emosional, sosial, keluarga dan sehat.

Program tes kesehatan pranikah pria harus mendidik pasangan, memberikan informasi yang akurat dan tidak memihak. Latar belakang keluarga, faktor keturunan, usia, diet, olahraga, manajemen berat badan, dan kecanduan semuanya berkontribusi pada gambaran yang lebih besar.

Bagi pasangan yang mempertimbangkan pernikahan, pemeriksaan pranikah membantu mengidentifikasi potensi masalah kesehatan dan risiko bagi diri mereka sendiri dan juga keturunan mereka. Sangat penting bagi pasangan untuk diskrining untuk membantu mereka memahami genetika mereka dan membantu mereka mengambil tindakan pencegahan atau perawatan yang diperlukan.

1. Pemeriksaan HIV/AIDS 

Pemeriksaan kemungkinan infeksi seumur hidup seperti HIV, Hepatitis B dan C dan Herpes, serta yang dapat disembuhkan seperti gonore, sifilis, vaginosis bakteri, infeksi jamur, Klamidia. 

Jika semuanya diperiksa, itu bagus. Mengetahui status pasangan Anda akan membantu Anda mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi diri sendiri jika Anda memutuskan untuk melanjutkan. Memiliki pengetahuan sebelumnya dan mengambil langkah-langkah yang tepat seperti yang diarahkan oleh dokter Anda juga akan mengurangi risiko infertilitas atau keguguran.

2. Tes Kesuburan

Memiliki anak selalu ada saat mempertimbangkan pernikahan. Jadi aman untuk mempertimbangkan melakukan tes kesuburan untuk menghindari kejutan dan beberapa tekanan emosional yang terkait dengannya. Tes kesehatan pra nikah pria Anda dan pasangan karena pria bertanggung jawab atas hingga setengah dari semua kasus infertilitas. Tes kesuburan meliputi analisis mani, uji hormonal; pemindaian ultrasound panggul untuk memastikan keadaan organ reproduksi internal dan sebagainya.

3. Golongan Darah

Penting untuk memastikan golongan darah calon pasangan untuk menghindari masalah yang berkaitan dengan golongan darah atau ketidakcocokan rhesus. Golongan darah Anda bisa A, B, O atau AB tetapi ada komponen lain yang disebut sebagai faktor Rhesus. Faktor Rhesus bisa positif atau negatif. Jika seorang wanita Rhesus negatif menikah dengan suami Rhesus Positif, ada kemungkinan 50% bayinya akan rhesus positif. Dalam hal ini, jika tindakan pencegahan tidak dilakukan selama kehamilan, ini dapat menyebabkan penyakit hemolitik pada bayi baru lahir.

Pemahaman tentang kedua golongan darah Anda akan membantu dokter Anda mencegah masalah ketidakcocokan Rhesus selama kehamilan.

4. Kondisi Medis Kronis

Memiliki kondisi medis kronis bukanlah akhir dari dunia. Pengetahuan hanya akan membantu Anda berdua lebih siap untuk saling menjaga. Tes awal untuk kondisi seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal,., akan memungkinkan pasangan untuk mencari bantuan medis cukup dini dan juga membuat perubahan gaya hidup yang diperlukan. Ketika berbicara tentang kesehatan Anda, selalu baik untuk diketahui karena ini membuat Anda berada di jalur untuk membuat pilihan hidup sehat.

Lebih baik berhati-hati saat mengetahui status kesehatan seksual Anda sebelum menikah. Menyadari masalah apa pun atau kekurangannya membuat Anda tidak perlu khawatir lagi sebelum hari besar Anda. Jadi, pastikan untuk melakukan 5 tes kesehatan yang tercantum di atas.

Tes kesehatan pranikah pria pada reproduksi pria juga bisa diketahui melalui skrining. Apabila ditemukan gangguan, maka faktor-faktor risiko harus dihindari, misalnya merokok, terpapar radiasi dan terkena panas berlebihan yang bisa merusak sel sperma. Jika ada kelainan pada alat reproduksi, bisa dilakukan operasi dan pengobatan. Hal ini bisa meminimalisir kasus invertilitas yang sering membuat pasangan gelisah karena lama tidak mendapatkan keturunan.