Category: Tips

Amankah Shampoo Bayi Digunakan Orang Dewasa?

Salah satu ciri utama dari beragam jenis dan ragam produk khusu bayi adalah baunya yang wangi dan menyegarkan. Tak heran jika orang dewasa pun menyukai dan senang memakainya beragam produk khusus bayi ini. Akan tetapi apakah perilaku tersebut, memakai shampoo bayi, misalnya, aman bagi orang dewasa?

Jawabannya beragam. Beberapa ahli kesehatan menyarankan bagi orang dewasa yang kulitnya sensitif untuk menggunakan produk bayi. Karena kandungan pada produk bayi dijamin aman sehingga tidak akan menimbulkan alergi. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum seorang dewasa menggunakan shampo bayi.

  • Mengenali Kondisi Rambut

Sebenarnya tidak masalah jika orang dewasa memakai shampoo bayi untuk keramas. Namun, dengan catatam bahwa kondisi kulit kepala dan rambutnya normal. Dengan menggunakan shampoo bayi yang “lebih lembut”, rambut mereka tidak cepat rusak.

Hal di atas juga berarti bahwa ada kelompok orang dewasa yang tidak cocok menggunakan shampoo yang diformulasikan untuk bayi. Mereka adalah orang-orang yang memiliki masalah pada kulit kepala.

Orang yang kulit kepalanya berminyak, kering, dan/atau berketombe tidak akan efektif jika hanya dibersihkan dengan shampoo bayi. Pasalnya, surfaktan amfoter pada shampoo bayi kurang bekerja optimal untuk menghilangkan minyak atau penumpukan kotoran di kulit kepala.

Kelompok orang ini lebih cocok menggunakan shampoo yang mengandung natrium lauryl sulfate, yakni agen pembersih yang sifatnya lebih kuat dan bahan lain yang bisa meredakan ketombe.

Selain lebih lembut, adem, dan tidak menimbulkan efek samping, ada beberapa manfaat lain dari shampoo bayi bagi orang-orang dewasa, apa saja? Berikut di antaranya:

  • Dapat Digunakan Sebagai Make Up Remover

Anda bisa membersihkan bekas lipstik sampai eye shadow di wajah hanya dengan menggunakan shampoo bayi. Caranya, pertama-tama seseorang harus mencampur shampoo bayi secukupnya dengan air hangat. Kemudian gunakanlah kapas atau kain lembut untuk mengoleskan campuran shampoo bayi dan air hangat tadi pada wajah Anda untuk membersihkan make up. Formula pada shampoo bayi yang tidak pedih di mata, menjadikannya paling cocok sebagai pembersih make up area sekitar mata.

  • Memanjakan Kulit

Untuk mendapatkan manfaat ini, seseorang bisa memulainya dengan mengoleskan shampoo bayi pada kulit kaki. Setelah itu bungkus kaki dengan sepasang kaos kaki atau legging. Kebiasaan ini diyakini dapat membuat kulit kaki seseorang menjadi bersih, lembut, dan menguarkan bau sedap saat bangun pagi.

  • Membersihkan Kuas Make Up  dan Sisir yang Mulai Kotor

Sisa-sisa make up, minyak, hingga beragam kotoran lain mudah sekali tertinggal di kuas make up, sisir, maupun peralatan diri lain. Masalahnya, kondisi itu cukup sulit untuk dibersihkan. Nah, untuk mengatasi masalah itu, Anda bisa menggunakan shampoo bayi lantaran ampuh untuk membersihkan hampir semua peralatan diri tersebut.

Untuk membersihkan kuas make up, sisir, dan beragam peralatan diri lain, Anda harus menyiapkan wadah dan air hangat untuk kemudian mencampurkan dengan shampoo bayi. Setelah itu rendam sisir dan kuas selama beberapa menit, sambil sesekali menggosoknya di bagian yang terdapat noda membandel. Terakhir, keringkan sisir dan kuas dengan anduk.

***

Shampoo bayi dapat membuat kulit kepala lebih bersih dan lembut. Akan tetapi, shampoo bayi untuk dewasa hanya cocok digunakan untuk orang-orang dengan kondisi tertentu. Simpulannya sederhana, shampoo bayi sebenarnya tidak masalah bagi orang dewasa, jika kondisi kulit kepala dan rambutnya normal.

Ciri-Ciri Darah Implantasi yang Perlu Anda Ketahui

Kehamilan umumnya ditandai dengan tidak hadirnya menstruasi dalam periode tertentu. Namun, ada kalanya darah justru menjadi pertanda awal kehamilan. Darah seperti ini dinamakan sebagai darah implantasi. Pendarahan implantasi adalah keluarnya bercak atau cairan berwarna merah muda atau kecokelatan dari vagina. Implantasi merupakan peristiwa menempelnya empbrio di dinding rahim.

Proses ini memang tidak jarang menimbulkan bercak darah di beberapa perempuan. Tapi, pendarahan implantasi ini tidak memliki pengaruh buruk bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya. Bercak implantasi biasanya muncul 6-12 hari setelah berhubungan intim dan kerap disalahtafsirkan sebagai darah menstruasi. Pendarahan ini umumnya tidak berbahaya dan tidak membutuhkan penanganan dokter.

Ciri-ciri darah implantasi

  • Berwarna merah muda hingga kecokelatan
  • Terjadi dalam durasi 24 hingga 48 jam
  • Tidak menimbulkan kram perut
  • Tidak mengeluarkan gumpalan darah

Darah implantasi tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, ibu bisa segera menghubungi dokter jika bercak tidak juga hilang, berubah menjadi pendarahan serius atau lebih banyak dari biasanya. Jangan tunda memeriksakan diri ke dokter jika pendarahan diikuti dengan demam, meriang, atau kram perut yang terus memburuk. Bisa jadi ada kondisi lain yang menyebabkan keluarnya darah dari vagina, seperti:

  • Keguguran: trimester awal kehamilan merupakan waktu paling rentan bagi ibu hamil mengalami keguguran yang salah satu tanda utamanya adalah kelur darah dari vagina. Banyak hal yang menyebabkan keguguran dini, namun biasanya disebabkan oleh faktor internal (bukan kesalahan ibu).
  • Kehamilan ektopik: jika bercak darah muncul di awal kehamilan disertai dengan kram perut, ibu bisa jadi mengalami kehamilan ektopik alias hamil di luar dinding rahim. Ini adalah kondisi serius yang harus segera ditangani oleh dokter.
  • Hubungan seksual: keluarnya darah dari vagina juga bisa disebabkan oleh aktivitas yang berlebihan saat berhubungan seksual. Pendarahan ini tidak serius dan akan berhenti dengan cepat.

Mengalami pendarahan selama masa kehamilan bukanlah pertanda yang bisa diabaikan. Langsung periksakan diri ke dokter jika ibu mengalaminya ya.