Category: Tips

Cara Mengukur Tinggi Badan Sendiri di Rumah

Cara mengukur tinggi badan sangat penting untuk diketahui agar bisa menentukan apakah tinggi badan Anda sudah ideal atau belum. Mengukur tinggi badan bisa dilakukan sendiri di rumah, atau dengan bantuan dokter.

Cara mengukur tinggi badan dari rumah

Dokter akan mengukur tinggi badan Anda dengan cara menggunakan alat timbangan bernama stadiometer, yang berbentuk penggaris panjang dan menempel di dinding. Di bagian atas akan ada potongan petunjuk yang biasanya disesuaikan dengan bagian atas kepala.

Namun apabila Anda ingin mencoba mengukur tinggi badan sendiri di rumah, Anda bisa menggunakan beberapa alat sederhana atau bantuan dari anggota keluarga lainnya. 

Cara Mengukur Tinggi Badan Sendiri di Rumah

Mengukur tinggi badan sendiri tanpa bantuan di rumah memang mudah, akan tetapi memerlukan teknik yang benar dan tepat. Sebab bisa berisiko pengukurannya meleset dan tidak akurat.

Supaya lebih mudah, kamu juga bisa menggunakan microtoise atau alat pengukur yang ditempelkan di dinding. Kemudian ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Lepaskan sepatu, topi, dan aksesoris kepala lainnya agar tidak mengacaukan hitungan
  • Cari benda lurus seperti buku, penggaris, atau kotak
  • Taruh benda tersebut di atas kepala dan berdirilah di tembok dengan punggung yang lurus tegap dan kaki lurus mendatar. Jangan membungkuk, berjinjit, atau terlalu mendongakkan kepala.
  • Pastikan benda tersebut lurus, jika memungkinkan Anda bisa menggunakan kaca di depan
  • Pakai pensil atau alat tulis yang mudah dihapus lainnya untuk menandai dinding di mana benda tersebut menyentuh bagian atas kepala
  • Ukur tinggi Anda dari lantai hingga tanda yang dibuat tadi, bisa menggunakan meteran atau penggaris
  • Jika Anda menggunakan microtoise, cara mengukur tinggi badan cukup dengan menarik penanda ke puncak kepala, lalu lihat di angka berapa penanda tersebut. 

Cara Mengukur Tinggi Badan Sendiri di Rumah dengan Bantuan

Apabila ada anggota keluarga yang lain di rumah, Anda bisa meminta tolong untuk membantu mengukur tinggi badan. Tentunya dengan tambahan bantuan, hasilnya akan lebih akurat dan cepat.

  • Lepaskan sepatu, topi, atau aksesoris kepala lainnya
  • Pastikan kaki lurus mendatar di lantai dan berdiri tegap di depan tembok, jaga agar dagu tetap lurus paralel dengan lantai
  • Minta anggota keluarga untuk menaruh benda lurus di atas kepala dan menandai dinding, atau menggunakan pensil yang ditaruh di atas kepala dan langsung tandai dinding
  • Jika menggunakan microtoise, mintalah untuk menarik microtoise hingga menyentuh rambut Anda dan tepat mengenai kepala
  • Ukur jarak dari lantai hingga titik atau tanda yang dibuat di dinding untuk mengetahui tinggi badan Anda

Cara lainnya, Anda juga bisa mengukur tinggi badan dengan menggunakan aplikasi di ponsel. Beberapa aplikasi yang sudah teruji akurat dan cukup terkenal untuk mengukur tinggi seperti Measure by Google, GHeight, Ruler by Nix Game, Measure Kit, dan Moasure.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengukur Tinggi Badan?

Fakta uniknya, tinggi badan seseorang bisa berubah-ubah dalam sehari. Anda menyentuh angka paling tinggi di pagi hari saat bangun tidur dan perlahan kehilangan beberapa angka seiring waktu.

Walaupun begitu, tidak ada waktu yang tepat untuk mengukur tinggi badan. Namun jika ingin memonitor tinggi Anda, sebaiknya ukur secara konsisten di waktu yang sama tiap harinya menggunakan alat yang sama. 

Sebab bisa jadi perubahan kecil yang timbul antara tinggi di pagi hari dan malam hari tidak terlalu signifikan.

Tinggi badan seseorang juga berhenti bertambah begitu memasuki usia 18-20 tahun. Bahkan mulai usia 40 tahun tinggi kita bisa berkurang.

Penurunan tersebut disebabkan oleh lempeng di tulang punggung kehilangan air dan mulai tertekan seiring waktu, sehingga tinggi badan tidak bisa bertambah.

Banyak yang mengklaim bahwa kita bisa menambah tinggi kita di usia dewasa dengan beberapa olahraga atau teknik peregangan. Sayangnya, klaim ini tidak memiliki bukti yang mendukung kebenaran.

Akan tetapi, menjaga postur tubuh tetap baik bisa mengurangi penurunan tinggi badan dengan cepat. Anda bisa melakukan olahraga seperti peregangan, yoga, atau berkonsultasi dengan chiropractor atau terapis fisik. 

Berapa Tinggi Badan yang Ideal?

Hampir sebanyak 60-80 persen tinggi badan kita ditentukan oleh genetik, sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti faktor lingkungan atau nutrisi yang diasup sejak kecil.

Kementerian Kesehatan RI menyatakan tinggi badan ideal untuk laki-laki di Indonesia dengan rentang usia 19-64 tahun adalah 168 cm. Perlu dicatat, angka ini ideal bagi laki-laki yang memiliki status gizi normal dan berat badan sekitar 60-62 kg.

Sedangkan tinggi badan ideal untuk perempuan di Indonesia dengan rentang usia 19-64 tahun adalah 159 cm. Tentunya dengan catatan yang sama, angka ini ideal untuk perempuan dengan status gizi normal dan berat badan sekitar 54-55 kg. 

Tinggi badan yang ideal juga dipengaruhi oleh berat badan, begitu juga sebaliknya. Untuk mengetahui apakah keduanya ideal, Anda bisa mengetahuinya melalui Indeks Massa Tubuh.

Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index digunakan untuk mengukur lemak tubuh yang didapatkan dari tinggi dan berat badan pada laki-laki dan perempuan. 

Untuk bisa mengukur atau menghitung IMT biasanya menggunakan cara atau rumus berat badan (dalam kg) dibagi tinggi badan (dalam cm) dikuadratkan. Kemudian hasil yang didapat akan menentukan hasil sebagai berikut:

  • Nilai IMT di bawah 18,5 = underweight
  • Nilai IMT 18,5-24,9 = ideal
  • Nilai IMT antara 25-29,9 = overweight
  • Nilai IMT di atas 30 = obesity

Obesitas menunjukkan lemak tubuh yang berlebihan. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang berisiko tinggi terkena berbagai penyakit, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan masalah jantung. 

Oleh karena itu, melakukan cara mengukur tinggi badan yang tepat dan juga menimbang berat badan secara rutin bisa membantu Anda menjaga berat badan tetap ideal dan menurunkan risiko terkena penyakit kronis.

Tumbuh Dalam Seminggu, Begini 5 Cara Memanjangkan Rambut Pria

Cara memanjangkan rambut pria hingga 1 inci dalam seminggu ternyata mudah dilakukan. Tak perlu membeli serum mahal atau vitamin rambut dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah, rambut sehat dan panjang bisa diperoleh dengan menjalani hidup yang sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi hingga rajin olahraga.

Gaya hidup sehat menjadi salah satu faktor utama agar rambut bisa tumbuh dengan cepat. Menurut ahli, rambut merupakan sel yang memiliki pertumbuhan paling cepat kedua pada tubuh setelah sel usus. Untuk itu, diperlukan nutrisi yang baik agar rambut bisa tumbuh subur dan cepat.

Mengelola stres dan menjalankan pola hidup yang sehat adalah cara memanjangkan rambut yang baik

Cara memanjangkan rambut pria

Terdapat 5 cara memanjangkan rambut pria yang mudah dan bisa dilakukan di mana saja. Kamu pun tak perlu membeli serum mahal, cukup mengubah beberapa kebiasaan sehat ini saja. 

Mengonsumsi makanan sehat

Rambut yang kita miliki mencerminkan kesehatan tubuh kita secara keseluruhan. Jadi, tak heran jika rambut bermasalah menandakan apa yang kita konsumsi tidak sehat. Untuk mengatasinya, kita perlu mengubah kebiasaan makan ke arah yang lebih sehat, sepert:

  • Minum setidaknya 1,5-2 liter ai setiap hari agar kulit kepala terhidrasi dengan baik.
  • Rambut terdiri dari protein, dengan mengonsumsi lebih banyak protein bisa membuat rambut jadi lebih sehat dan panjang dengan cepat. Kamu bisa mengonsumsi protein hewani seperti daging atau protein nabati seperti kacang-kacangan, buncis, polong, dan tahu.
  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan sumber biotin seperti salmon, alpukat, dan kacang-kacangan
  • Mengonsumsi Vitamin C yang berfungsi untuk memproduksi kolagen yang dibutuhkan rambut dan kulit.s
  • Jangan pernah melewatkan sarapan, sebab sarapan menjadi salah satu bahan bakar untuk kulit kepala dan folikel rambut. 

Hindari keramas dengan air dingin

Cobalah untuk tidak keramas menggunakan air yang terlalu dingin. Menurut para ahli, air yang terlalu dingin bisa membatasi kapiler pada kulit kepala serta mengambil nutrisi pada kulit kepala. 

Sebaiknya gunakan air hangat untuk memulai membasuh kulit kepala agar tidak kaget dengan suhu air yang tiba-tiba dingin. Setelah membasuhnya dengan air hangat, kamu bisa membilasnya dengan sedikit air dingin. 

Jangan terlalu sering menggunakan shampoo

Terlalu sering keramas menggunakan shampo bisa membuat rambut jadi lebih kering dan rapuh. Sebaiknya perbanyak menggunakan kondisioner untuk memberikan vitamin pada rambut. Hindari penggunaan kondisioner dengan kandungan wax karena bisa membuat rambut jadi tipis dan kusam. 

Shampo memiliki kandungan detergen dan sulfat yang tinggi sehingga bisa menghilangkan minyak alami pada rambut dan kulit kepala. Agar aman, kamu bisa melakukan keramas setiap 3 kali dalam seminggu, jangan keramas setiap hari. 

Jangan menyisir rambut saat basah

Hindari menyisir rambut saat masih basah. Rambut yang disisir saat masih basah rentan putus dan juga bercabang pada ujungnya.

Keringkan rambut dengan handuk terlebih dahulu secara perlahan dan jangan dilakukan dengan digosok secara cepat atau maju mundur. Tunggu hingga kering, lalu kamu bisa mengatasinya. 

Ubah kebiasaan buruk

Selain mengonsumsi makanan sehat, kamu juga perlu mengubah gaya hidup  dengan melakukan olahraga secara teratur. Sering berolahraga membuat pasokan oksigen bisa mencapai kepala, sehingga sel-sel rambut juga mendapatkan sirkulasi udara yang baik dan bermanfaat untuk folikel rambut. Biasakan olahraga minimal 30 menit dalam sehari.

Selain olahraga, kamu juga perlu menjaga waktu tidur lebih banyak dan jangan begadang. Sebaiknya tidur selama 7-8 jam setiap harinya untuk membuat rambut bisa tumbuh dengan sehat dan optimal. 

Tidur cukup bisa membuat reproduksi sel lebih cepat sehingga proses pemanjangan rambut juga bisa lebih cepat. Tidur juga bisa meningkatkan sirkulasi darah di area folikel rambut.

Itu dia beberapa cara memanjangkan rambut pria dengan cepat hingga mencapai 1 inci setiap minggunya.

Amankah Shampoo Bayi Digunakan Orang Dewasa?

Salah satu ciri utama dari beragam jenis dan ragam produk khusu bayi adalah baunya yang wangi dan menyegarkan. Tak heran jika orang dewasa pun menyukai dan senang memakainya beragam produk khusus bayi ini. Akan tetapi apakah perilaku tersebut, memakai shampoo bayi, misalnya, aman bagi orang dewasa?

Jawabannya beragam. Beberapa ahli kesehatan menyarankan bagi orang dewasa yang kulitnya sensitif untuk menggunakan produk bayi. Karena kandungan pada produk bayi dijamin aman sehingga tidak akan menimbulkan alergi. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum seorang dewasa menggunakan shampo bayi.

  • Mengenali Kondisi Rambut

Sebenarnya tidak masalah jika orang dewasa memakai shampoo bayi untuk keramas. Namun, dengan catatam bahwa kondisi kulit kepala dan rambutnya normal. Dengan menggunakan shampoo bayi yang “lebih lembut”, rambut mereka tidak cepat rusak.

Hal di atas juga berarti bahwa ada kelompok orang dewasa yang tidak cocok menggunakan shampoo yang diformulasikan untuk bayi. Mereka adalah orang-orang yang memiliki masalah pada kulit kepala.

Orang yang kulit kepalanya berminyak, kering, dan/atau berketombe tidak akan efektif jika hanya dibersihkan dengan shampoo bayi. Pasalnya, surfaktan amfoter pada shampoo bayi kurang bekerja optimal untuk menghilangkan minyak atau penumpukan kotoran di kulit kepala.

Kelompok orang ini lebih cocok menggunakan shampoo yang mengandung natrium lauryl sulfate, yakni agen pembersih yang sifatnya lebih kuat dan bahan lain yang bisa meredakan ketombe.

Selain lebih lembut, adem, dan tidak menimbulkan efek samping, ada beberapa manfaat lain dari shampoo bayi bagi orang-orang dewasa, apa saja? Berikut di antaranya:

  • Dapat Digunakan Sebagai Make Up Remover

Anda bisa membersihkan bekas lipstik sampai eye shadow di wajah hanya dengan menggunakan shampoo bayi. Caranya, pertama-tama seseorang harus mencampur shampoo bayi secukupnya dengan air hangat. Kemudian gunakanlah kapas atau kain lembut untuk mengoleskan campuran shampoo bayi dan air hangat tadi pada wajah Anda untuk membersihkan make up. Formula pada shampoo bayi yang tidak pedih di mata, menjadikannya paling cocok sebagai pembersih make up area sekitar mata.

  • Memanjakan Kulit

Untuk mendapatkan manfaat ini, seseorang bisa memulainya dengan mengoleskan shampoo bayi pada kulit kaki. Setelah itu bungkus kaki dengan sepasang kaos kaki atau legging. Kebiasaan ini diyakini dapat membuat kulit kaki seseorang menjadi bersih, lembut, dan menguarkan bau sedap saat bangun pagi.

  • Membersihkan Kuas Make Up  dan Sisir yang Mulai Kotor

Sisa-sisa make up, minyak, hingga beragam kotoran lain mudah sekali tertinggal di kuas make up, sisir, maupun peralatan diri lain. Masalahnya, kondisi itu cukup sulit untuk dibersihkan. Nah, untuk mengatasi masalah itu, Anda bisa menggunakan shampoo bayi lantaran ampuh untuk membersihkan hampir semua peralatan diri tersebut.

Untuk membersihkan kuas make up, sisir, dan beragam peralatan diri lain, Anda harus menyiapkan wadah dan air hangat untuk kemudian mencampurkan dengan shampoo bayi. Setelah itu rendam sisir dan kuas selama beberapa menit, sambil sesekali menggosoknya di bagian yang terdapat noda membandel. Terakhir, keringkan sisir dan kuas dengan anduk.

***

Shampoo bayi dapat membuat kulit kepala lebih bersih dan lembut. Akan tetapi, shampoo bayi untuk dewasa hanya cocok digunakan untuk orang-orang dengan kondisi tertentu. Simpulannya sederhana, shampoo bayi sebenarnya tidak masalah bagi orang dewasa, jika kondisi kulit kepala dan rambutnya normal.

Ciri-Ciri Darah Implantasi yang Perlu Anda Ketahui

Kehamilan umumnya ditandai dengan tidak hadirnya menstruasi dalam periode tertentu. Namun, ada kalanya darah justru menjadi pertanda awal kehamilan. Darah seperti ini dinamakan sebagai darah implantasi. Pendarahan implantasi adalah keluarnya bercak atau cairan berwarna merah muda atau kecokelatan dari vagina. Implantasi merupakan peristiwa menempelnya empbrio di dinding rahim.

Proses ini memang tidak jarang menimbulkan bercak darah di beberapa perempuan. Tapi, pendarahan implantasi ini tidak memliki pengaruh buruk bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya. Bercak implantasi biasanya muncul 6-12 hari setelah berhubungan intim dan kerap disalahtafsirkan sebagai darah menstruasi. Pendarahan ini umumnya tidak berbahaya dan tidak membutuhkan penanganan dokter.

Ciri-ciri darah implantasi

  • Berwarna merah muda hingga kecokelatan
  • Terjadi dalam durasi 24 hingga 48 jam
  • Tidak menimbulkan kram perut
  • Tidak mengeluarkan gumpalan darah

Darah implantasi tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, ibu bisa segera menghubungi dokter jika bercak tidak juga hilang, berubah menjadi pendarahan serius atau lebih banyak dari biasanya. Jangan tunda memeriksakan diri ke dokter jika pendarahan diikuti dengan demam, meriang, atau kram perut yang terus memburuk. Bisa jadi ada kondisi lain yang menyebabkan keluarnya darah dari vagina, seperti:

  • Keguguran: trimester awal kehamilan merupakan waktu paling rentan bagi ibu hamil mengalami keguguran yang salah satu tanda utamanya adalah kelur darah dari vagina. Banyak hal yang menyebabkan keguguran dini, namun biasanya disebabkan oleh faktor internal (bukan kesalahan ibu).
  • Kehamilan ektopik: jika bercak darah muncul di awal kehamilan disertai dengan kram perut, ibu bisa jadi mengalami kehamilan ektopik alias hamil di luar dinding rahim. Ini adalah kondisi serius yang harus segera ditangani oleh dokter.
  • Hubungan seksual: keluarnya darah dari vagina juga bisa disebabkan oleh aktivitas yang berlebihan saat berhubungan seksual. Pendarahan ini tidak serius dan akan berhenti dengan cepat.

Mengalami pendarahan selama masa kehamilan bukanlah pertanda yang bisa diabaikan. Langsung periksakan diri ke dokter jika ibu mengalaminya ya.