FOS Dalam Milna Biskuit Bayi, Apa Zat Ini?

Fructooligosaccharide, sering disingkat FOS, terbuat dari rantai-rantai fruktosa pendek. Zat tersebut adalah sejenis karbohidrat yang disebut oligosaccharide. FOS dapat terjadi secara alami di banyak tumbuhan, seperti akar yacon, bawang, bawang bombai, daun bawang, asparagus, dan pisang. Sebagai sebauh prebiotic, FOS juga dapat ditemukan di MPASI seperti Milna biskuit bayi. FOS memiliki rasa sedikit manis dan rendah kalori. Zat ini tidak dapat dicerna, sehingga tidak akan memengaruhi level gula darah. FOS juga dapat memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan. 

FOS umumnya digunakan untuk pemanis alternatif rendah kalori dan MPASI seperti Milna biskuit bayi. Orang-orang dapat makan dan minum produk yang dibuat menggunakan FOS sebagai pengganti gula, yang mana dapat meningkatkan level glukosa darah dan menyebabkan pertambahan berat badan. FOS dapat ditemukan di banyak makanan, dengan konsentrasi paling tinggi ditemukan di akar chicory, bawang putih, bawang bombai, dan artichoke Yerusalem. FOS juga tersedia dalam bentuk bubuk sebagai suplemen. Mereka juga digunakan sebagai bahan tambahan pada suplemen prebiotic dalam bentuk pil atau kapsul. FOS biasanya dimasukkan dalam label makanan sebagai bagian serat diet, di bawah angka karbohidrat total. Ini adalah sebuah bahan di beberapa merek yogurt, bar nutrisi, soda diet, dan produk lainnya. Namun, FOS hadir dengan efek sampingnya sendiri. Penggunaan, atau penggunaan berlebih, FOS dapat menyebabkan gangguan perut bagi beberapa orang, seperti diare, gas, perut kembung, dan kram perut. 

Potensi manfaat kesehatan

FOS dapat memiliki manfaat kesehatan yang menyediakan nilai penting selain kemampuannya dalam memberikan rasa manis pada makanan. Beberapa potensi kesehatan tersebut di antaranya adalah:

  • Sebagai prebiotic

Karena FOS tidak dapat dicerna, zat ini akan berjalan melewati usus kecil ke usus besar tanpa diserap tubuh. Di usus besar, FOS akan mendukung pertumbuhan bakteri sehat untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan. 

  • Dapat melindungi dari bakteri yang tidak sehat

Seperti yang dilaporkan dalam Penyakit Hati dan Pencernaan, FOS dapat membantu menekan Clostridium perfringens, bakteri beracun yang dihubungkan dengan keracunan makanan. Sebuah studi hewan melaporkan dalam Jurnal Nutrisi mengindikasikan bahwa FOS juga dapat menyediakan perlindungan terhadap salmonella, penyebab lain penyakit yang berhubungan dengan makanan. 

  • Dapat menurunkan kadar kolesterol

Sebuah tinjauan pada studi hewan mengindikasikan bahwa FOS dapat mengurangi level kolesterol dan berat badan pada tikus dan anjing, dan temuan ini dapat relevan untuk manusia. 

  • Noncarcinogenic

Menurut sebuah review atau tinjauan yang diterbitkan dalam Vetenerary and Human Toxicology, FOS tidak dihubungkan dengan kanker, dan tidak beracun untuk hewan dan manusia. 

  • Sumber serat yang baik

FOS merupakan sumber serat diet yang larut. Menurut sebuah studi yang dilaporkan dalam jurnal Nutrisi, FOS telah ditunjukkan mampu mengurangi dan mengatasi konstipasi. 

Namun, di balik potensi manfaat kesehatan tersebut, ada risiko efek samping yang menghantui penggunaan FOS. Salah satunya adalah gangguan perut. Menurut sebuah studi yang dilaporkan dalam Gastroenterology & Heaptology, FOS dapat meningkatkan gejala pada orang-orang yang memiliki toleransi terbatas terhadap segala bentuk fruktosa, seperti kembung perut, kram, diare, dan kotoran yang encer. Selain itu, FOS juga dapat memberi efek negatif terhadap orang-orang yang menderita sindrom radang usus (IBS) dan mereka yang memiliki sindrom pertumbuhan bakteri berlebih di usus (SIBO). FOS dapat dijumpai di MPASI seperti Milna biskuit bayi dan formula. Meskipun memiliki manfaat bagi kesehatan, penggunaan berlebih dapat menyebabkan risiko gejala efek samping tertentu yang perlu diwaspadai. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *