Iritabilitas: 7 Tips agar Tidak Jadi Pemarah

Iritabilitas: 7 Tips agar Tidak Jadi Pemarah

Tahukah kamu, saat kita melepaskan emosi negatif, seperti marah, orang-orang disekitarnya ikut merasakan hawa yang tidak enak. Memang, marah termasuk emosi dasar manusia. Ada banyak penyebab seseorang jadi lebih mudah tersinggung. Tapi iritabilitas atau sangat mudah marah memiliki dampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. 

Dampak suka marah-marah

Marah merupakan respon terhadap suatu kondisi dan tindakan dari stres yang kita alami. Marah terhadap suatu hal berarti sesuatu tersebut mengganggu kita sampai membuat kita stres. 

Iritabilitas atau perasaan marah yang tidak dikeluarkan bisa menyebabkan stres. Daripada menahan amarah, lebih baik mengeluarkan emosi tersebut. 

Tapi, orang yang suka marah-marah akan merasakan lelah yang sangat luar biasa. Iritabilitas juga akan mempengaruhi harga diri. Mereka yang memiliki iritabilitas merasa bersalah atas sikap mereka, dan saat mereka merasa marah dan melampiaskannya itu bisa merusak hubungan mereka dengan orang lain. Karena itu banyak orang yang lebih suka menghindari orang yang mudah marah, terutama anak-anak. 

Jika sifat lekas marah bertahan dalam jangka panjang dan merupakan masalah yang konsisten, itu bisa menjadi tanda masalah kesehatan mental. Hal ini harus segera diatasi karena dapat membuat kondisi semakin memburuk. 

Tips jadi orang yang tidak mudah marah

Mengeluarkan perasaan marah dengan meledak-ledak bukan satu-satunya cara agar Anda bisa terbebas dari emosi negatif tersebut. 

Berikut ini 7 cara agar bisa mengelola perasaan marah dengan baik:

  1. Cari tahu sumbernya

Untuk mengurangi sifat mudah marah dimulai dari mencari tahu apa yang membuat Anda mudah tersinggung. Anda bisa menggunakan jurnal emosi untuk mengidentifikasi situasi apa yang memicu kemarahan, serta reaksi yang Anda keluarkan termasuk perasaan dan tindakan Anda pada saat itu. 

Dengan jurnal tersebut, Anda bisa mencari cara mengelola emosi dan mengatasi kemarahan di masa mendatang.  

  1. Kurangi konsumsi kafein dan alkohol

Kafein dan alkohol adalah dua penyebab iritabilitas yang jarang disadari oleh banyak orang. Keduanya dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. Mengonsumsi kafein dan alkohol terlalu banyak bisa menimbulkan perasaan gelisah, khawatir, dan mudah tersinggung.

  1. Akui apa yang membuat Anda tersinggung

Kita sering mengabaikan hal-hal kecil yang mungkin membuat kesal. Misalnya, kalah dalam permainan kecil yang dimainkan dengan teman. Anda mungkin kesal tapi karena itu adalah hal yang sepele jadi Anda mengabaikan perasaan tersebut. 

Jujur pada diri sendiri mengenai hal-hal yang menyinggung Anda bisa membantu mengurangi perasaan negatif tersebut.

  1. Kasih sayang dengan diri sendiri

Mengasihi diri sendiri bisa jadi cara yang ampuh untuk menenangkan emosi. Mencintai diri sendiri dimulai dengan menerima kekurangan Anda. 

Akui bahwa Anda memang mudah tersinggung dan betapa itu sangat tidak menyenangkan. Kemudian bayangkan Anda mendapat pelukan dari seseorang yang peduli dengan Anda. 

Setelah merasa lebih baik, gunakan belas kasih kepada orang lain. Pikirkan betapa senangnya mereka jika mendapat kasih sayang seperti itu.

  1. Buat perspektif baru

Hal-hal kecil yang mengganggu bisa membuat Anda sulit melihat kebaikan lainnya. Luangkan beberapa menit untuk melihat suatu hal dari perspektif yang lebih besar, yang berjalan baik dalam hidup Anda dan bisa disyukuri, seperti kesehatan. 

  1. Menyingkir dari hawa negatif 

Iritabilitas mengaktifkan rangkaian respon negatif dalam tubuh kita, sehingga akan lebih baik untuk menghindar saat gejala itu muncul. Misalnya, saat Anda mulai gelisah atau marah, coba lakukan push-up atau sit-up untuk merilis emosi. Berjalan-jalan santai di pagi hari juga bisa membuat pikiran dan perasaanmu lebih tenang.   

  1. Menyendiri

Mengambil waktu sendiri untuk melepaskan diri dari aktivitas adalah waktu yang baik unuk memulihkan energi positif. Lakukan hal-hal yang bisa meredakan amarah, seperti mendengarkan musik, melakukan peregangan, yoga, atau sekedar mandi busa. 

Catatan 

Jika hal-hal diatas belum bisa meredakan iritabilitas, coba konsultasi ke psikolog atau psikiater. Pertimbangkan juga untuk menemui dokter untuk memastikan sifat mudah marah Anda bukan disebabkan oleh kondisi medis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *