Kasus Covid-19 Meningkat, RSUP Dr. M. Djamil “Tertutup”

RSUP Dr. M. Djamil

Akhir-akhir ini tren persebaran virus Corona penyebab Covid-19 di Indonesia, khususnya di Sumatra Barat kembali melonjak. Peningkatan angka positif pada dua pekan terakhir April akhirnya membuat RSUP Dr. M. Djamil, Padang, menerbitkan kebijakan untuk meniadakan jam besuk pasien pada seluruh unit layanan rawat inap. Kebijakan tersebut seakan membuat rumah sakit pemerintah tipe A ini tertutup. Kendati demikian, rumah sakit ini tetap beroperasi seperti biasa.

Artinya, kecuali membesuk pasien, masyarakat tetap dapat melakukan aktivitas berdasarkan kepentingannya masing-masing di rumah sakit yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Padang, ini. Kebijakan tersebut pertama kali disampaikan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Yusirwan, Sp.B., SpBA (K)., MARS.

Dalam sesi jumpa pers yang dilakukan beberapa waktu lalu di ruang rapat direksi yang terletak di Lantai 4 Poliklinik Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil, Padang, dokter Yusirwan menyampaikan kekhawatirannya, “Jumlah yang meningkat ini, dikhawatirkan adanya keluarga pasien yang membesuk ternyata orang tanpa gejala (OTG) tentu kondisi ini bisa menularkan ke pasien yang sedang dirawat.”

Dilansir dari website resmi RSUP Dr. M. Djamil, dr. Yusirwan khawatir para pasien berusia lanjut yang memang rentan terhadap paparan virus Corona jenis baru ini akan semakin memburuk keadaannya jika jam besuk tetap diadakan seperti biasanya. Kekhawatiran itu bermula, salah satunya, karena rumah sakit tidak dapat memastikan satu per satu pembesuk terbebas dari Covid-19.

Setelah kebijakan tersebut ditetapkan, kini tiap satu pasien hanya boleh ditemani atau dijaga oleh satu orang. Sanak famili atau penjaga tersebut nantinya akan mendapatkan fasilitas pemeriksaan covid-19 secara gratis untuk memastikan penjaga pasien benar-benar bebas dari Covid-19 atau carrier ke pasien yang ada di unit layanan rawat inap.

“Untuk yang menunggu pasien hanya satu orang dengan syarat harus dites terlebih dahulu dan dinyatakan negatif, kami memberikan gratis bagi pagi penunggu pertama. Namun, apabila ada pergantian keluarga yang menunggu, penggantinya pun harus wajib tes swab dan hasilnya negatif, tetapi akan dikenakan biaya dan ditanggung sendiri oleh keluarga pasien,” katanya, menambahkan.

Dalam pertemuan yang turut didampingi Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG dan Direktur Perencanaan, Keuangan, dan BMN, dr. Rahmadian, dokter Yusirwan juga mengungkapkan bahwa penunggu pasien pertama yang dimaksud di atas akan dipasangkan gelang khusus sebagai penanda identitas. Gelang tersebut tidak dapat dipindahtangankan, sehingga skema satu pasien satu penunggu dapat terlaksana secara baik.

Lebih lanjut, dia mengatakan kembali bahwa nantinya penunggu pasien itu tidak dapat keluar masuk rumah sakit secara bebas. Ini dilakukan untuk memastikan penunggu pasien tidak terpapar virus setelah dilakukan swab. Adapun jika suatu saat pasien atau penunggu membutuhkan sesuatu dari luar, yang bersangkutan dapat menghubungi petugas yang berjaga di RSUP Dr. M. Djamil, Padang, sebagai fasilitator.

Semisal ada titipan barang, makanan, atau lainnya, pengantar bisa menitipkannya kepada petugas dan nantinya petugas yang akan menyampaikan titipan tersebut kepada yang bersangkutan—serta sebaliknya. 

Di akhir, dokter Yusirwan berharap seluruh masyarakat, khususnya para pasien dan keluarganya dapat memaklumi kebijakan ini. Sebab tiada lain kebijakan tersebut dilakukan demi kebaikan seluruh pihak yang ada di dalam rumah sakit. “Tentu kami berharap masyarakat memaklumi kondisi ini, agar  tidak terjadi kesalah pahaman dengan keluarga pasien, kebijakan ini diambil demi menjaga kesehatan dan keselamatan kita bersama,” katanya di akhir jumpa pers.

RSUP Dr. M. Djamil sendiri sudah sejak masa awal pandemi menjadi salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di area Sumatra bagian tengah, khususnya Sumatra Barat. Melalui informasi yang didapat dari sumber yang sama, rumah sakit ini sudah cukup kewalahan menerima para pasien covid-19 yang terus berdatangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *