Ketahui Ciri-ciri Anak Depresi yang Perlu Diwaspadai

Ciri-ciri anak depresi salah satunya adalah menarik diri dari pergaulan

Depresi adalah suatu kondisi di mana terjadi gangguan suasana hati sehingga menyebabkan seseorang menjadi merasa sedih, mudah marah atau bahkan putus asa. Depresi juga dapat membuat beberapa orang menjadi kehilangan minat pada hobi atau aktivitas yang dulu bisa dinikmati. Bahkan, depresi bisa menimbulkan pikiran untuk bunuh diri. Depresi juga bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Oleh karena itu, para orang tua harus mengetahui apa saja ciri-ciri anak depresi.

Meskipun pada saat proses tumbuh kembang anak-anak mereka sering mengalami perubahan suasana hati, depresi berbeda dari perubahan suasana hati. Gangguan depresi dapat mempengaruhi cara anak berinteraksi dengan teman dan keluarga. Selain itu, depresi pada anak-anak juga membuatnya kesulitan untuk melakukan kegiatan seperti bersekolah, olahraga, menekuni hobinya, atau beraktivitas normal yang kerap dilakukan anak-anak seusianya.

Pada anak-anak, depresi dan kecemasan sering hadir secara beriringan. Kecemasan sendiri merupakan suatu kondisi medis yang menimbulkan perasaan takut, panik, dan khawatir terhadap situasi sehari-hari. Depresi dan kecemasan justru menjadi salah satu gangguan kesehatan mental yang kerap terjadi pada anak-anak. Sekitar 7% anak yang berusia 3 sampai 17 tahun mengalami kecemasan, dan sekitar 3% di antaranya mengalami depresi.

Depresi dan kecemasan akan cenderung lebih tinggi pada anak-anak dan remaja yang berusia lebih tua, yaitu yang sudah memasuki usia 12 sampai 17 tahun. Seperti yang dilansir dari laman Cleveland Clinic, ada 3,2 juta remaja berusia 12 sampai 17 tahun di Amerika Serikat mengalami satu episode depresi mayor. Jumlah tersebut mewakili 13,3% dari populasi Amerika Serikat yang berusia 12 sampai 17 tahun. Diperkirakan 31,9 % remaja tersebut juga memiliki gangguan kecemasan.

Penyebab Depresi pada Anak-anak

Ada beberapa hal yang meningkatkan timbulnya ciri-ciri anak depresi. Berikut beberapa penyebab yang dapat meningkatkan risiko depresi pada anak-anak.

Kesehatan Fisik

Anak-anak yang memiliki kondisi kesehatan kronis atau parah lebih mungkin terkena depresi. Kondisi fisik yang dimaksud juga termasuk seperti obesitas.

Peristiwa yang Menimbulkan Stres

Perubahan yang terjadi baik di rumah, di sekolah, atau dengan teman dapat meningkatkan risiko anak-anak untuk terkena gejala depresi.

Lingkungan

Kehidupan di dalam rumah yang kacau atau menimbulkan stres dapat membuat anak pada risiko yang lebih besar untuk mengalami gangguan mood seperti depresi.

Sejarah Keluarga

Jika anak-anak memiliki anggota keluarga yang memiliki gangguan mood atau depresi, anak-anak akan lebih mudah terkena depresi pada usia muda.

Ketidakseimbangan Biokimia

Tingkat hormon dan bahan kimia tertentu yang tidak merata juga dapat mempengaruhi cara kerja otak. Hal ini juga yang dapat meningkatkan risiko depresi.

Risiko Depresi Saat Masa Kecil

Depresi yang terjadi pada masa kanak-kanak adalah kondisi yang serius tetapi juga dapat diobati. Namun, jika depresi tidak segera diobati, maka anak-anak dapat mengalami konsekuensi tersebut selama bertahun-tahun yang akan datang.

Ciri-ciri Anak Depresi

Berikut beberapa ciri-ciri anak depresi atau yang bisa menjadi pertanda bahwa anak-anak sedang mengalami depresi.

Suasana Hati Anak Menjadi Sedih

Anak yang sedang depresi bisa tampak sedih, kesepian, tidak bahagia, atau terlihat kesal. Hal tersebut bisa berlangsung sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Tidak hanya itu, anak-anak mungkin jadi lebih mudah menangis. Mereka juga mungkin akan lebih sering mengamuk atau marah daripada sebelumnya.

Menjadi Lebih Kritis Terhadap Diri Sendiri

Anak-anak yang mengalami depresi mungkin akan menjadi sering mengeluh. Mereka akan mengatakan beberapa hal yang mengkritik diri sendiri seperti, “Saya sepertinya tidak bisa melakukan apapun dengan benar”, “Aku tidak bisa melakukan hal ini”, “Ini terlalu sulit bagiku”, dan “Aku tidak punya teman”.

Kurang Tenaga dan Usaha

Depresi dapat menguras energi anak-anak. Anak-anak mungkin kurang berusaha untuk menuntaskan pekerjaan rumah atau urusan sekolah daripada sebelumnya. Bahkan, mereka tampaknya tidak bertenaga untuk melakukan tugas-tugas kecil. Mereka bisa jadi tampak lelah, mudah menyerah, atau tidak berusaha.

Tidak Terlihat Menikmati Sesuatu

Anak-anak tidak lagi bisa bersenang-senang dengan teman atau menikmati aktivitas bermainnya bersama teman-teman. Mereka mungkin juga tidak lagi menginginkan hal-hal yang dulu mereka sukai.

Perubahan Pola Makan dan Tidur

Jika anak-anak mengalami depresi, maka biasanya mereka tidak bisa tidur nyenyak atau tetap tampak lelah meskipun cukup tidur. Bahkan anak-anak juga tidak terlihat ingin makan. Ada juga anak-anak yang justru makan secara berlebihan.

Sakit dan Nyeri

Anak-anak mungkin juga akan mengalami sakit perut. Mereka jadi ingin bolos atau tidak masuk sekolah karena tidak enak badan padahal tubuhnya sebetulnya tidak sakit.

Itu tadi beberapa ciri-ciri anak depresi yang perlu Anda ketahui dan waspadai. Jika Anda mengetahui anak Anda menunjukkan ciri-ciri tersebut, terus beri dukungan pada anak agar segera pulih. Anda juga bisa mengajaknya untuk berkonsultasi kepada dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *