Limbah Anorganik

limbah anorganik dan dampaknya terhadap lingkungan

Untuk menjaga kebersihan lingkungan, setiap orang perlu membuang sampah di tempat sampah. Sampah atau limbah terdiri dari dua jenis, antara lain limbah organik dan limbah anorganik.

Perbedaan Antara Limbah Organik dan Limbah Anorganik

Limbah anorganik merupakan jenis limbah yang tidak berasal dari hewan dan tidak menimbulkan bau busuk. Contoh benda yang merupakan limbah anorganik adalah plastik, kaleng, dan botol.

Tidak seperti limbah organik, sebagian besar limbah anorganik tidak dapat diuraikan secara alami. Jika ada sampah yang dapat diuraikan secara alami, hal tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama dibandingkan dengan limbah organik.

Jika limbah anorganik terus terkumpul, maka limbah tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan pada tubuh seperti diare dan kolera. Tidak hanya menimbulkan masalah bagi tubuh manusia, hal tersebut juga dapat mempengaruhi faktor lingkungan seperti pencemaran air.

Jika Anda ingin memisahkan limbah organik dari limbah anorganik, maka Anda perlu melihat kedua jenis limbah tersebut berdasarkan sifatnya. Limbah organik merupakan jenis limbah yang menggunakan bahan alami seperti daun dan sisa sayuran.

Limbah anorganik merupakan jenis limbah yang sebagian besar bahan-bahannya tidak dapat diuraikan secara alami, dan berasal dari sisa pengolahan industri seperti proses pengolahan rumahan. Selain plastik, kaleng, dan botol, contoh lain bahan yang merupakan limbah anorganik adalah kain, keramik, logam, dan deterjen.

Jika Limbah Anorganik Tidak Dikelola dengan Baik

Jika limbah anorganik tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan dampak sebagai berikut:

  1. Dampak kesehatan

Ada berbagai penyakit yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya termasuk limbah anorganik. Limbah anorganik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan penyebaran bakteri dan virus. Hal tersebut akan menimbulkan gangguan pada tubuh yang meliputi diare, kolera, tifus, demam berdarah, dan infeksi.

  1. Dampak lingkungan

Limbah anorganik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan masalah pada lingkungan seperti pencemaran air. Hal tersebut akan merusak ekosistem yang ada di lingkungan dan dapat menyebar ke makhluk hidup yang ada di dalam air seperti ikan sehingga tidak aman untuk dikonsumsi masyarakat. Limbah tersebut juga bisa menimbulkan kematian pada ikan tersebut.

Selain mempengaruhi makhluk hidup, limbah anorganik yang ada di air dapat berubah menjadi asam dan gas cair organik yang mengeluarkan bau yang tidak baik, dan jika berada pada konsentrasi yang tinggi, maka bisa meledak.

  1. Dampak sosial

Jika limbah anorganik dibiarkan secara terus menerus, maka bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lingkungan yang merupakan tempat mereka beradaptasi.

  1. Dampak ekonomi

Limbah anorganik yang tidak dikelola dengan baik juga dapat menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat dimana mereka yang terkena gangguan pada tubuh akibat limbah anorganik akan mengeluarkan biaya pengobatan.

Cara Mengatasi Dampak Lingkungan

Untuk mengatasi masalah kesehatan dan lingkungan, setiap orang dihimbau untuk memisahkan jenis-jenis sampah yang ada. Jika sampah tersebut bisa didaur ulang, maka manusia perlu membuangnya di tempat sampah khusus daur ulang. Jika tidak bisa didaur ulang, maka mereka perlu membuang di tempat yang tidak dapat didaur ulang.

Selain itu, jika ada sisa bahan atau benda dan masih bisa digunakan, manusia sebaiknya memanfaatkan bahan tersebut supaya tidak hanya menghemat pengeluaran, namun juga dapat menjaga lingkungan sekitar.

Kesimpulan

Limbah anorganik merupakan jenis limbah yang dapat menimbulkan gangguan tidak hanya pada manusia, namun juga menimbulkan gangguan pada lingkungan. Oleh karena itu, limbah anorganik perlu dikelola dengan baik supaya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan dan bisa dijadikan sebagai tempat untuk beradaptasi dengan layak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *