Manfaat Daun Komfrey dan Kontroversi Penggunaannya

Akar dan daun komfrey (Symphytum officinale L) telah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit karena memiliki sifat anti-inflamasi, analgesik, dan astringent. 

Ekstrak komprey dapat diolah menjadi salep atau teh daun komfrey. Orang Yunani dan Romawi kuno mendapat manfaat daun komfrey dengan mengolahnya menjadi teh untuk menyembuhkan luka setelah jatuh atau kecelakaan yang parah. Namun penelitian terbaru menunjukkan risiko mengonsumsinya sehingga banyak orang yang menggunakan komprei secara eksternal.

Potensi manfaat daun komfrey

Daun komprei memiliki kandungan kalsium, vitamin C, dan allatonin yang tinggi sehingga sangat efektif mempercepat penyembuhan luka. Karena hal ini daun komfrey diberi julukan dengan tulang rajut. Mengoleskan ekstrak komprei ke kulit atau area tubuh yang sakit atau nyeri terbukti dapat mengurangi rasa tidak nyaman tersebut. 

Selain itu manfaat daun komfrey diklaim dapat mengatasi kondisi seperti:

  • Aliran menstruasi yang berlebihan
  • Diare
  • Urin berdarah
  • Bekas luka jatuh dan luka bakar
  • Bronkitis
  • Rheumatoid arthritis
  • Ruam atau gigitan serangga
  • Patah tulang, keseleo, dan strain
  • Meningkatkan kesehatan gigi
  • Melancarkan sirkulasi darah
  • Jerawat
  • Mencegah kanker
  • Menghaluskan kulit

Namun hingga saat ini belum ada bukti penelitian yang mendukung manfaat daun komfrey tersebut. Bukti ilmiah baru menunjukkan manfaat terapeutik dan keamanan dari salep ekstrak  akan komfrey dalam mengobati masalah otot dan sendi, termasuk osteoartritis.

Daun komfrey dapat menyebabkan kerusakan hati

Baru-baru ini diketahui bahwa daun komfrey terbukti mengandung pyrrolizidine alkaloids (PA). Tak hanya pada tanaman komprei, PA sebenarnya juga terdapat pada tanaman keluarga borage, aster, anggrek, dan kacang polong. Pada tanaman, PA berfungsi sebagai pelindung dari hewan herbivora.

Ada lebih dari 600 jenis PA, sebagian besarnya tidak berbahaya. Namun jenis PA yang berbahaya dapat menyebabkan kerusakan hati, termasuk kanker hati. Tanaman komfrey yang umum digunakan, yaitu Symphytum officinale (common comfrey) dan Symphytum x uplandicum (comfrey Rusia, hibrida) mengandung jenis PA yang berbahaya dengan tingkat yang berbeda. 

Pada uji coba hewan, tikus yang diberi makan daun komprei dalam jumlah besar terbukti mengembangkan kanker hati, sedangkan pada manusia kasus yang sering terjadi adalah penyakit veno-oklusif. 

Penyakit veno-oklusif (VOD) terjadi ketika pembuluh darah di hati terhalang sehingga mengganggu fungsi hati dan menyebabkan adanya cadangan darah di hati. Semakin lama darah yang menumpuk menyebabkan pembengkakan dan menekan vena portal. Akibatnya terjadilah penumpukan cairan di perut, pembesaran limpa, dan sirosis.

Karena gejalanya terjadi sangat cepat, sekitar seperempat orang yang didiagnosis dengan VOD meninggal dunia. 

Pada tahun 2001, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) memerintahkan untuk menarik produk yang mengandung ekstrak komfrey.  

Mendapatkan manfaat daun komfrey secara aman

Ekstrak komprei memang dapat memicu kerusakan dan kanker hati jika dikonsumsi secara oral. Namun Database Pengobatan Alami menunjukkan manfaat daun komfrey bisa didapat secara aman bila digunakan secara topikal atau dalam bentuk oles.

Ekstrak komprei aman bagi kebanyakan orang bila diterapkan dalam jumlah kecil pada kulit yang tidak rusak selama kurang dari 10 hari. Untuk wanita hamil, menyusui, dan kulit yang rusak tidak disarankan menggunakan komfrey secara topikal atau oral. 

Catatan

Manfaat daun komfrey bisa didapat secara aman jika dioleskan ke kulit yang sehat. Namun penggunaannya bisa saja menimbulkan efek samping. Konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan daun komfrey dalam bentuk sediaan apapun. 

Anda bisa menanyakannya langsung kepada dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *