Mengenal Bisinosis, Penyakit Paru Langka Yang Perlu DIwaspadai

Bisinosis merupakan sebuah penyakit paru-paru langka yang disebabkan karena menghirup partikel rami, linen, dan katun. Bisinosis juga disebut penyakit paru coklat, dan merupakan salah satu bentuk asma okupasi. Bisinosis umum dijumpai pada para pekerja industri tekstil. Di Amerika, panduan dan hukum telah membantu menurunkan angka bisinosis pada industri ini. Namun, bisinosis masih sering dijumpai di negara-negara berkembang di mana tindakan keamanan tidak ditegakkan. Merokok dapat meningkatkan risiko perkembangan bisinosis. Riwayat medis menderita asma dan alergi juga dapat meningkatkan risiko seseorang. Artikel ini akan membahas penyakit paru langka ini dengan lebih mendalam.

Gejala bisinosis

Bisinosis memiliki gejala dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Ini merupakan sebuah penyakit yang umum dijumpai pada pekerja yang terpapr serat atau debu katun atau serat tekstil lain. Gejala biasanya sering dijumpai pada hari-hari kerja dan akan berkurang pada akhir minggu atau hari libur. Gejala bisinosis mirip asma dan melibatkan rasa sesak di dada, mengi, dan batuk. Apabila Anda memiliki kasus yang parah, Anda bisa memiliki gejala mirip flu seperti demam, sakit otot dan persendian, menggigil, tubuh terasa lelah, dan batuk kering. Gejala bisinosis umumnya akan mereda saat Anda berhenti terpapar debu tekstil. Namun, fungsi paru dapat cacat permanen jika paparan terus berlangsung selama waktu yang lama.

Diagnosa dan perawatan bisinosis

Sebelum mendiagnosa bisinosis dokter akan bertanya seputar aktivitas yang Anda lakukan serta pekerjaan guna memastikan apakah Anda terpapar debu tekstil. Dokter juga akan memeriksa paru-paru dan meminta Anda melakukan pemindaian sinar-X dan CT pada paru-paru. Dokter juga akan menggunakan “peak flow meter” untuk menguji paru-paru pada saat bekerja. Alat tersebut dapat mengukur seberapa cepat Anda dapat menghembuskan udara dari paru-paru. Apabila pernapasan Anda berubah pada waktu-waktu tertentu pada suatu hari atau minggu, alat tersebut dapat membantu dokter menentukan kapan dan di mana Anda terpapar debu tekstil.

Perawatan utama bisinosis adalah dengan menghindari paparan debu berbahaya. Untuk meringankan gejala ringan hingga sedang, dokter biasanya akan meresepkan bronchodilator, sebuah obat yang dapat membantu membuka saluran udara yang menyempit. Dalam kasus-kasus yang lebih parah, corticosteroid yang dihirup dapat diresepkan. Obat ini dapat mengurangi peradangan paru-paru. Akan tetapi, obat ini dapat menyebabkan infeksi jamur di mulut dan tenggorokan. Anda bisa mengurangi risiko terbentuknya infeksi dengan mencuci mulut setelah menghirup obat.

Apabila kadar oksigen Anda rendah, Anda bisa mendapatkan terapi oksigen tambahan. Sementara itu, untuk bisinosis kronis, sebuah nebulizer atau perawatan pernapasan lain dapat direkomendasikan. Latihan bernapas dan aktivitas fisik juga dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang dan meredakan gejala yang ditimbulkan. Namun, bisinosis akan terus terjadi apabila Anda tidak merubah paparan aktivitas sehari-hari. Dalam hal ini, berhenti bekerja di industri tekstil perlu dilakukan.

Meskipun gejala bisinosis mereda pada akhir pekan saat Anda tidak bekerja, paru-paru masih terus rusak dengan perlahan. Paparan terhadap debuh katun dan tekstil lainnya selama bertahun-tahun dapat menyebabkan kerusakan permanen pada paru-paru. Bisinosis umumnya akan hilang setelah paparan terhadap debu tekstil dihentikan. Bisinosis juga tidak dianggap sebagai penyakit kronis yang mengancam nyawa. Namun, penting untuk mengidentifikasi penyebab penyakit bisinosis Anda. Dengan mengetahui penyebab utama kondisi Anda, Anda bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan agar bisinosis tidak datang kembali di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *