Mengenal Silikon Payudara dan Penggunaannya Saat Operasi Payudara

Mengenal Silikon Payudara dan Penggunaannya Saat Operasi Payudara

Saat seorang wanita memutuskan untuk menjalani operasi pembesaran payudara, mereka bisa memilih untuk menggunakan implan berbahan silikon ataupun garam. Dibandingkan dengan implan berbahan garam, silikon payudara lebih umum digunakan.

Ada banyak pertanyaan yang muncul terkait penggunaan silikon sebagai bahan implan payudara. Beberapa orang meragukan kesehatan penggunaan silikon sebagai implan. Tetapi, pada kenyataannya, implan berbahan silikon masih banyak digunakan. 

Keamanan penggunaan implan silikon payudara

Silikon payudara merupakan implan yang diisi dengan gel silikon. Gel silikon tersebut berupa cairan kental dan lengket yang sangat mirip dengan tekstur lemak manusia. 

Karena tekstur tersebut, implan berbahan silikon dipercaya mampu memberikan hasil yang lebih natural dan memuaskan. Bahkan, beberapa wanita merasa implan berbahan silikon terasa seperti jaringan payudara alami. 

Bagi wanita yang ingin melakukan pembesaran payudara, implan silikon payudara hanya disediakan untuk mereka yang telah melalui usia 22 tahun. Akan tetapi, jika rekonstruksi payudara diperlukan untuk keperluan medis, wanita dari segala usia diperbolehkan untuk menggunakan implan tersebut. 

Pada dasarnya, silikon termasuk sebagai senyawa kimiawi yang cenderung stabil. Oleh sebab itu, penggunaannya sebagai bahan dasar implan dianggap aman dan tidak membahayakan kesehatan.

Akan tetapi, keamanan ini hanya berlaku untuk penggunaan silikon sebagai implan. Cairan silikon yang disuntikkan langsung ke tubuh dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan yang sangat serius, bahkan mengancam jiwa. 

Oleh sebab itu, jangan sembarang menggunakan silikon secara langsung pada bagian-bagian tubuh Anda. Selama silikon digunakan untuk implan, Anda tidak perlu mengkhawatirkan keamanannya. 

Resiko berbahaya penggunaan silikon payudara

Meskipun silikon dipercaya aman dan tidak membahayakan kesehatan Anda, tetap ada resiko dan efek samping negatif yang ditimbulkan. Beberapa resiko yang mungkin muncul meliputi: 

  • Jaringan parut yang tumbuh di sekitar implan dan merusak implan
  • Infeksi
  • Nyeri di payudara
  • Perubahan sensasi pada puting payudara, umumnya bersifat sementara
  • Kebocoran atau pecahnya implan

Pecahnya implan merupakan salah satu resiko utama dari penggunaan silikon payudara sebagai upaya memperbesar payudara. Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan pecahnya implan, seperti kesalahan operasi, jatuh dan cedera, serta tekanan yang dialami saat menjalani mammogram.

Implan berbahan silikon yang pecah akan lebih sulit untuk dideteksi. Saat implan rusak, silikon yang bocor dari implan tersebut akan menetap di dalam tubuh. Terkadang, silikon ini bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya di luar payudara dan kelenjar getah bening. 

Hal ini mungkin terkesan mengerikan. Akan tetapi, belum ada penelitian yang bisa membuktikan apa resiko dari kebocoran silikon yang menyebar ke bagian tubuh lainnya ini.

Implan silikon yang pecah hanya bisa dideteksi melalui tes pencitraan berupa MRI. Karena itu, wanita yang pernah menjalani operasi dan memiliki implan silikon dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan MRI tiga tahun setelah operasi dan setiap dua tahun sekali setelahnya.

Karena MRI harus dilakukan secara rutin, bisa dibilang akumulasi biaya yang perlu Anda keluarkan untuk menjalani MRI lebih besar dari operasi pemasangan implan.

Berbeda dengan implan silikon, implan berbahan garam lebih mudah dideteksi bila mengalami sobekan. Implan yang sobek akan membuat bentuk payudara berubah dan cairan garam yang bocor akan meresap ke dalam tubuh Anda. 

Sebelum memutuskan untuk menggunakan implan silikon payudara, konsultasikan dulu dengan dokter mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing implan. Pertimbangkan juga keamanan dan resikonya serta kondisi ekonomi Anda. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *