Meski Bermanfaat, Ini Efek Samping Seledri yang Berlebihan

Seledri merupakan salah satu jenis sayuran yang dipercaya kaya akan segudan manfaat. Akan tetapi, meski menyehatkan, ada juga efek samping seledri yang dikonsumsi secara berlebihan. 

seledri

Sebaiknya, sebelum memutuskan untuk mengonsumsi seledri secara terus menerus setiap hari, kenali dulu efek samping yang akan ditimbulkannya. 

Macam-macam efek samping seledri

Bila dikonsumsi atau digunakan secara berlebihan, seledri bisa menimbulkan efek samping berupa: 

  • Reaksi alergi

Beberapa orang mungkin memiliki alergi terhadap seledri. Hal ini bisa memicu kemunclan berbagai gejala alergi, seperti reaksi pada kulit, masalah pencernaan, dan gangguan pernapasan.

Terkadang, reaksi alergi dari konsumsi seledri cenderung ringan. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, reaksi ini juga menimbulkan reaksi parah seperti anaphylaxis, yaitu reaksi alergi yang membuat tubuh menjadi sangat sensitif.

  • Gangguan kehamilan

Bagi wanita hamil, konsumsi seledri juga sebaiknya diperhatikan. Menurut penelitian, seledri dapat memicu kontraksi rahim dan menyebabkan keguguran. Dampak ini tidak hanya akan dirasakan setelah konsumsi seledri dalam wujud sayur, tapi juga dalam bentuk minyak seledri dan jus.

Sebenarnya, konsumsi seledri tidak terlalu berbahaya bagi wanita hamil apabila tidak berlebihan. Perhatikan juga komposisi seledri yang terdapat dalam beberapa jenis obat-obatan tertentu. 

  • Memicu penyakit gondok

Efek samping seledri lainnya adalah kemungkinan terkena penyakit gondok atau tiroid. Menurt penelitian, seledri yang tidak dimasak dan dimakan dalam jumlah besar secara terus menerusa bisa menyebabkan gondok.

Seledri mentah yang dikonsumsi dalam jumlah besar akan mempengaruhi proses fungsi yodium di tiroid. Hal ini akan menyebabkan gondok, lalu berujung pada masalah pernapasan dan kemungkinan hipotiroidisme. 

  • Membuat kulit sensitif

Di dalam seledri, terdapat kandungan bahan kimia, yaitu psoralen, yang bereaksi terhadap sinar matahari. Kadar psoralen yang terlalu tinggi bisa menyebabkan kulit menjadi semakin sensitif, khususnya terhadap papar sinar matahari. 

Kulit yang terlalu sensitif pada sinar UV bisa lebih mudah mengalami penyakit dermatitis, iritasi, kerusakan kulit, serta photoaging

  • Reaksi saat operasi

Ketika akan melakukan operasi atau pembedahan, Anda akan dianjurkan untuk berhenti menggunakan seledri setidaknya dua minggu sebelum operasi berjalan. Kandungan seledri dalam tubuh akan menimbulkan reaksi negatif bila dikombinasikan dengan anestesi dan obat-obatan lain saat operasi.

Dampak negatif tersebut dapat berupa kerusakan sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat Anda berpotensi mengalami kelambatan pasca operasi bila Anda tidak menghentikan konsumsi dan penggunaan seledri tepat waktu. 

  • Reaksi dengan obat-obatan 

Anda akan merasakan efek samping seledri bila dikombinasikan dengan obat-obatan tertentu. Biji seledri dapat menunjukkan reaksi negatif jika terpapar oleh beberapa jenis obat, seperti obat pengencer darah, obat diuretik, litium, dan obat tiroid.

Karena itu, ketika Anda akan mengonsumsi obat-obatan ini, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai reaksi negatif yang bisa ditimbulkan bila dikombinasikan dengan seledri. 

  • Tekanan darah rendah

Efek samping seledri yang lainnya adalah kemungkinan menyebabkan tekanan darah rendah. Bila seledri dikonsumsi terlalu berlebihan, tekanan darah Anda akan berangsur-angsur menurun.

Oleh sebab itu, seledri sangat tidak direkomendasikan untuk Anda yang pada dasarnya sudah memiliki kondisi tekanan darah rendah. Konsumsi seledri hanya akan membuat tekanan darah Anda semakin rendah dan membahayakan kesehatan.

Sebagai sayuran, seledri memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Meski begitu, seledri juga bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Karena itu, waspadai konsumsi seledri pada batas yang wajar. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *