Molase: Si Manis Kaya Manfaat dan Nilai Guna

Tebu menjadi komoditas utama dalam produksi gula pasir. Dalam perjalanannya, produksi gula pasir menghasilkan sesuatu yang lain atau bisa kita sebut dengan “produk sampingan”. Tidak salah lagi, yang dimaksud sebagai produk sampingan itu adalah molase.

Molase dikenal pula sebagai “tetes tebu”. Terkadang, ia dapat digunakan sebagai pemanis pengganti gula pasir atau pemanis-pemanis lainnya. Karena diminati oleh pasar, molase yang dahulu hanya memegang predikat sebagai produk sampingan, kini sudah mulai tampil sebagai satu unit yang utuh. Maksudnya, sudah banyak produsen sengaja membuat molase secara sengaja dengan tujuan-tujuan ekonomis.

Awalnya molase hanya dipergunakan atau dimanfaatkan dalam industri makanan karena perannya sebagai pemanis tambahan. Namun belakangan, setelah banyak kajian dilakukan terhadap produk ini, molase berhasil melampaui batasan-batasan yang ada. Kini, molase banyak dimanfaatkan dalam banyak cabang industri, tak hanya dalam industri makanan saja. Apa saja industri-industri yang sudah memanfaatkan molase, berikut di antaranya:

  1. Industri Makanan

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa keberadaan molase amat menguntungkan para produsen di bidang industri manakan. Banyak peran molase di dalam industri ini, mulai dari  bahan baku pembuatan kecap karena kandungan sukrosa yang masih tinggi, pembuatan wafer sebagai pemanis, pemanis untuk minuman cendol dawet, pengembang roti, bahan baku  utama penyedap rasa (MSG), hingga penyedap rasa pembuatan masakan di restoran.

  • Industri Perikanan

Penggunaan molase dalam industri perikanan terfokus sebagai bahan fermentasi pakan komoditas industri perikanan, dari mulai beragam jenis ikan, sampai udang-udangan. Tujuan pemberian molase adalah untuk meningkatkan aktifitas bakteri yang menguntungkan di dalam tambak. Probiotik yang timbul hasil dari fermentasi molase berperan untuk memperbaiki laju pertumbuhan, memperbaiki kualitas lingkungan perairan, meningkatkan daya tahan tubuh ikan/udang, dan meningkatkan efisiensi konversi pakan.

  • Industri Pertanian

Dalam industri pertanian, molase dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk. Molase menjadi bahan utama untuk fermentasi pembuatan pupuk kompos dengan bahan baku kotoran hewan seperti ayam, kambing domba, sapi dan sampah organik. Dalam pembuatan pupuk organik diperlukan juga probiotik sebagai bakteri pengurai. Nah, molase ini menjawab kebutuhan akan probiotik tersebut.

  • Industri Konstruksi dan Baja

Mungkin penggunaan molase dalam industri konstruksi dan baja yang paling membuat orang heran. Namun, ini bukan bualan. Sebab molase berperan aktif dalam melancarkan berbagai pekerjaan di industri ini.

Sebagai contoh, dalam proses pengecoran sering ditemukan gelembung udara dalam adukan semen pasir, sehingga dapat menciptakan rongga dalam konstruksi tersebut. Penggunaan molase dapat meminimalisir rongga, sehingga akan menghasilkan bangunan yang kuat. Selain itu, molase dapat digunakan untuk menahan supaya tidak cepat kering atau tahan lama sehingga adukan semen pasir tersebut dapat diangkut dalam truk molen.

  • Industri Pengolahan Limbah Cair

Molase juga dapat dimanfaatkan sebagai water treatment di hotel atau malah pemrosesan limbah industri supaya tidak mencemari lingkungan, karena molase berfungsi mengubah atau menetralisir limbah yang berdampak merusak lingkungan menjadi ramah lingkungan, sekaligus mengurangi bau.

  • Industri Energi

Ajaibnya lagi molase bisa jadi bahan utama etil alkohol atau speritus, yang bisa diproses menjadi bahan bakar seperti premium, bio diesel, dan lainnya.

***

Setelah mengetahui informasi mengenai kebergunaan molase di atas, kita bisa menyakini bahwa tetes tebu tak dapat disepelekan begitu saja. Walau terkesan sepele, tetapi molase begitu bermanfaat bagi banyak bidang industri. Tentu saja Indonesia mesti bersyukur lantaran di negera ini masih banyak ditemukan ladang-ladang tebu sehingga efisiesnsi dalam produksi berbagai macam industri bisa dicapai dengan mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *