Pahami dan Antisipasi Efek Samping Lemon Balm

Pahami dan Antisipasi Efek Samping Lemon Balm

Menyeruput seduhan teh yang dicampur lemon balm di sore hari dengan ditemani setoples biskuit sangat bisa membuat Anda menjadi rileks. Berbagai manfaat kesehatan pun bisa Anda peroleh ketika rutin mengonsumsi lemon balm, seperti mengurangi kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi sakit perut dan sakit kepala, sampai mencegah berbagai potensi penyakit kronis, seperti penyakit jantung ataupun alzheimer. 

Namun sebelum mengonsumsi tanaman herbal ini secara rutin, ada baiknya Anda juga memahami apa saja risiko yang dapat terjadi ketika menggunakan lemon balm. Ya, seperti obat herbal lainnya, lemon balm juga memiliki efek samping yang bisa menimpa Anda jika digunakan secara tidak hati-hati. 

  1. Mual dan Muntah 

Beberapa orang mungkin tidak cocok dengan rasa dan efek yang dihadirkan oleh lemon balm. Gejala mual dan muntah pun bisa menimpa orang-orang yang memang tidak menyukai aroma dari tanaman herbal ini. 

  1. Iritasi Kulit 

Dalam beberapa kasus, ditemukan efek samping dari lemon balm menyebabkan kulit menjadi iritasi. Umumnya, iritasi kulit menandakan Anda cukup alergi dengan lemon balm ini. Jika sudah demikian, sebaiknya Anda menghindari pengonsumsian lemon balm agar iritasi tidak timbul lagi.

  1. Demam 

Tubuh mungkin akan bereaksi dengan senyawa asing yang masuk dari pengonsumsian lemon balm. Reaksi tubuh ini tidak jarang dihadirkan dalam bentuk demam. Peningkatan suhu tubuh akibat mengonsumsi lemon balm biasanya akan hilang dalam waktu singkat. 

  1. Sakit Kepala 

Aroma khas dari lemon balm tidak jarang akan membuat Anda merasa sakit kepala jika tidak terbiasa. Karena itu, gunakan dosis kecil untuk penggunaan lemon balm agar tidak menimbulkan sakit kepala. 

  1. Sakit Perut 

Salah satu manfaat kesehatan dari lemon balm adalah melancarkan pencernaan sehingga dapat mencegah sakit perut. Namun menariknya, beberapa orang justru mengalami efek samping sakit perut ketika mengonsumsi jenis tanaman herbal yang sudah dikenal sejak abad ke-14 ini. 

  1. Nyeri Buang Air Kecil 

Jika Anda mendadak mengalami nyeri ketika buang air kecil, cobalah cek apakah Anda mengonsumsi makanan dengan campuran lemon balm akhir-akhir ini atau tidak? Pasalnya, lemon balm cenderung bisa menimbulkan efek samping berupa rasa nyeri saat buang air kecil. 

Anda mungkin berpikir bahwa berbagai efek samping lemon balm tergolong ringan dan tidak perlu dikhawatirkan. Jangan pernah berpendapat demikian! Soalnya untuk beberapa kondisi di bawah ini, efek samping lemon balm dapat lebih buruk. 

  • Diabetes 

Senyawa dalam lemon balm dapat menurunkan kadar gula darah. Karena itu apabila Anda merupakan diabetes yang tengah mengonsumsi obat penurun kadar gula darah, sebaiknya hindari penggunaan lemon balm. Pengonsumsian lemon balm yang dipadu dengan obat penurun kadar gula darah dapat menyeret Anda ke kondisi hipoglikemia. 

  • Pasien Bedah 

Apabila Anda hendak menjalani suatu tindakan bedah atau operasi, seminim-minimnya hentikan penggunaan lemon balm dua minggu sebelumnya. Ini karena lemon balm dapat memberikan efek ganda terkait obat anestesi yang Anda terima. Anda pun akan menjadi sangat lemas dan sulit pulih pasca operasi. 

  • Penderita Penyakit Tiroid 

Lemon balm berpotensi mengubah fungsi tiroid, khususnya menurunkan kadar hormon tiroid. Karena alasan inilah, penderita penyakit tiroid disarankan untuk menghindari pengonsumsian lemon balm selama tengah menjalani terapi. 

  • Hamil dan Menyusui

Saat ini memang belum ada studi khusus mengenai tingkat keamanan lemon balm untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Namun daripada mengambil risiko, tidak mengonsumsi tanaman herbal ini selama hamil dan menyusui menjadi langkah yang lebih bijak. Dengan demikian, hal-hal yang tidak diharapkan seperti ASI seret maupun keguguran dapat dihindari. 

*** 

Semua obat memang memiliki efek samping di balik manfaatnya. Memahami kondisi badan sendiri dan mempertimbangkan penggunaan lemon balm maupun obat lainnya berdasarkan kondisi tersebut menjadi kunci untuk meminimalkan efek samping yang tidak diharapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *