Pahami Penyebab Lumpuh Otak dan Cara Mencegahnya

Pahami Penyebab Lumpuh Otak dan Cara Mencegahnya

Gangguan perkembangan otak bisa menyebabkan lumpuh otak. Kondisi ini biasanya dialami oleh bayi sejak lahir atau saat bayi masih dalam masa pertumbuhan otak yaitu sebelum usia 2 tahun. Lumpuh otak menyebabkan gangguan terhadap gerakan dan postur tubuh. Pengaruh lumpuh otak dapat berbeda pada tiap pasien tergantung tingkat keparahan. Pada kasus cukup parah, pasien bahkan tidak dapat berjalan. Di sisi lain, terdapat pasien yang mengalami cacat secara intelektual.  

Gejala lumpuh otak 

Tingkat keparahan kondisi lumpuh otak akan mempengaruhi gejala yang muncul. Hal itu menyebabkan gejala pada satu pasien bisa berbeda dengan pasien lainnya. Semakin parah kondisi lumpuh yang dialami, maka gejala yang muncul pun semakin berat. Beberapa gejala yang umumnya akan muncul jika seseorang mengalami lumpuh otak seperti:

  • Kejang dan gangguan kecerdasan
  • Masalah buang air kecil
  • Kelainan bentuk tulang
  • Masalah koordinasi dan gerakan tubuh

Penyebab dan faktor risiko lumpuh otak 

Penyebab lumpuh otak diperkirakan karena adanya cedera pada otak yang terjadi sebelum perkembangan otak sempurna. Perkembangan otak sempurna umumnya berlangsung selama 2 tahun. Meski demikian, 50% penyebab lumpuh otak hingga saat ini belum dapat dipastikan. Terdapat beberapa faktor yang akan meningkatkan risiko bayi mengalami lumpuh otak. Berikut beberapa di antaranya: 

  • Penyakit tertentu yang dialami oleh bayi dapat menyebabkan lumpuh otak seperti ikterus parah, pendarahan otak, virus ensefalitis, dan bakteri meningitis. 
  • Kondisi kehamilan tertentu seperti bayi kembar, lahir prematur, lahir sungsang, dan berat badan lahir rendah. 
  • Kondisi kesehatan ibu ketika hamil yang terpapar infeksi seperti virus Zika, toksoplasmosis, virus Rubella, sitomegalovirus, dan sipilis. 

Cara mengobati lumpuh otak 

Hingga kini, kondisi lumpuh otak belum dapat disembuhkan. Anda hanya perlu me  

  1. Fisioterapi

Fisioterapi diterapkan pada pasien dengan tujuan dapat membantu mempertahankan kemampuan fisik. Selain itu, fisioterapi juga berguna untuk memperbaiki gangguan gerakan yang dialami pasien. 

  1. Terapi wicara dan terapi okupasi 

Untuk mengatasi kesulitan berbicara, berkomunikasi, dan menelan maka dapat menggunakan terapi wicara. Selain itu, terapi okupasi juga diperlukan untuk membantu mengidentifikasi berbagai masalah yang terjadi pada kehidupan sehari-hari dan mencari solusi bersama. 

  1. Pemberian obat

Pemberian obat juga mungkin dilakukan oleh dokter untuk membantu meringankan gejala yang muncul. 

  1. Operasi 

Selain terapi dan pemberian obat, operasi juga bisa menjadi pilihan. Operasi dapat membantu mengobati gangguan pertumbuhan atau gangguan gerakan yang dialami.

Komplikasi karena lumpuh otak

Lumpuh otak merupakan kondisi serius yang memerlukan penanganan dari dokter segera. Jika tidak tertangani dengan baik, maka lumpuh otak dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Beberapa komplikasi yang mungkin muncul karena lumpuh otak, yaitu:

  • Penuaan dini
  • Malnutrisi akibat gangguan menelan
  • Masalah mental seperti depresi
  • Kelemahan pada otot
  • Kontraktur atau pemendekan jaringan otot
  • Memicu penyakit paru-paru dan jantung

Kondisi lumpuh otak tidak dapat dicegah namun Anda dapat mengurangi risiko terkena penyakit tersebut. Beberapa hal yang bisa diusahakan yaitu dengan melakukan vaksinasi pencegahan infeksi virus, menjaga kesehatan selama masa kehamilan, serta melakukan pengecekan rutin ke dokter. Selain itu, Anda juga perlu menjaga agar bayi serta balita terhindar dari cedera kepala. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai lumpuh otak, tanyakan langsung pada dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga melalui App Store atau Google Play.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *