Pentingnya Vaksin Meningitis bagi Jamaah Haji dan Umrah

vaksin meningitis

Sebelum berangkat menjalankan ibadah haji atau umroh, banyak hal yang perlu dipersiapkan, termasuk persiapan dari segi kesehatan. Salah satu vaksin yang wajib dilakukan oleh peserta adalah vaksin meningitis.

Penyakit meningitis adalah kondisi peradangan yang terjadi di selaput otak. Meningitis ini bisa sembuh sendiri setelah beberapa minggu pada kondisi tertentu. Namun, sering juga berkembnag menjadi kondisi yang berbahaya hingga berujung kematian. 

Pentingnya Vaksin Meningitis bagi Jamaah Haji

Jemaah haji wajib untuk vaksinasi meningitis dikarenakan Arab Saudi merupakan wilayah yang rawan meningitis. Arab Saudi menjadi negara epidemis terjadinya meningitis meningokokus.

Apalagi jemaah yang menjalankan ibadah haji berasal dari seluruh penjuru dunia. Apalagi negara-negara sub-sahara Afrika yang menjadi daerah meningitis belt alias sabuk meningitis karena area ini sering terjadi penyakit meningitis.

Mengantisipasi penyebaran bakteri yang menyebabkan penyakit meningitis ini bisa dengan melakukan vaksin meningitis. 

Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia sama-sama mewajibkan setiap calon jamaah haji maupun umrah untuk melakukan imunisasi meningitis yang diberikan 10 hari sebelum berangkat ke Arab Saudi. Bukti jemaah sudah melakukan vaksin adalah mendapatkan sertifikat internasional Vaksinasi yang menjadi persyaratan keberangkatan ibadah umroh atau haji.

Gejala Penyakit Meningitis

Penyakit meningitis meningokokus merupakan penyakit akibat bakteri Nesseria meningitidis. Penularan penyakit ini bisa melalui air liur ketika penderita bersin, batuk, berciuman, atau ketika menggunakan alat makan yang sama dengan penderita. 

Ada beberapa gejala orang yang menderita meningitis ini, yaitu:

  • Leher terasa kaku
  • Muntah
  • Lebih sensitif terhadap cahaya
  • Muncul nyeri di kepala
  • Kejang-kejang
  • Mengalami penurunan kesadaran
  • Demam tinggi
  • Kehilangan nafsu makan
  • Muncul ruam merah di kulit pada meningokokus meningitis.

Berbagai Kondisi yang Membuat Jemaah Haji Berisiko Terjangkit Meningitis

Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang berisiko terserang penyakit meningitis, yaitu:

  • Orang yang punya riwayat mengidap penyakit tertentu, seperti gagal ginjal dan diabetes
  • Berada di area atau wilayah padat penduduk
  • Penderita HIV
  • Sedang terkena infeksi, misalnya sinusitis
  • Berusia di atas 60 tahun
  • Memiliki gangguan sistem imun tubuh
  • Pernah berkontak dengan orang yang menderita meningitis secara langsung
  • Punya riwayat sebagai pecandu alkohol dan terkena penyakit sirosis hati
  • Memiliki kelainan bentuk tulang tengkorak

Jika ada jamaah yang mengalami salah satu kondisi tersebut, maka sebaiknya lebih ekstra menjaga kesehatan agar tidak tertular meningitis ketika beribadah di Mekah.

Cara Mencegah Penularan Meningitis Ketika Menjalankan Ibadah Haji atau Umroh

Agar ibadah Anda bisa berjalan lancar dan dalam kondisi tetap sehat, maka bisa melakukan berbagai pencegahan meningitis setelah melakukan vaksinasi, seperti:

  1. Rajin mencuci tangan dengan sabun

Bakteri bisa dicegah penyebarannya dengan mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun. Praktikkan cara mencuci tangan dengan benar setiap kali Anda akan makan atau setelahnya. Anda juga perlu mencuci tangan hingga bersih setelah menggunakan toilet dan dari tempat yang ramai.

  1. Menjalani pola hidup sehat

Pola hidup sehat bisa dijalani dengan mengonsumsi makanan bergizi, rajin berolahraga, dan beristirahat dengan cukup. Ini akan membantu mencegah dna terhindar dari penularan penyakit meningitis. Anda juga disarankan perbanyak kondumsi sayur, buah, dan gandum utuh.

Saat bersin atau batuk di tempat umum, tutup mulut dan hidung menggunakan siku atau tisu. 

  1. Menjaga kebersihan

Hindari menggunakan alat makan dan minum dengan orang yang sama apalagi tidak dikenal. Hindari juga berbagi kosmetik seperti lip balm atau sikat gigi dengan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *