Tes Folikel Rambut untuk Mengetahui Penggunaan Obat-Obatan

Tes folikel rambut bisanya digunakan untuk mendeteksi penggunaan obat-obatan terlarang atau penyalahgunaan resep obat. Tes ini mampu mendeteksi kemungkinan penggunaannya mengonsumsi obat-obatan tersebut selama 90 hari ke belakang. Beberapa pihak menggunakannya untuk menyeleksi pekerja atau untuk memastikan seseorang yang dicurigai menggunakan narkoba.

Apakah tes folikel rambut akurat?

Tes folikel rambut mengikuti serangkaian standar yang sangat spesifik untuk meningkatan keakuratannya. Saat tes dilakukan, sampel rambut dicuci dan dilakukan uji kontaminasi untuk mengetahui hal-hal yang dapat mengubah hasil akhir. Bahkan hasil tidak akan berubah hanya dengan aktivitas keramas, pewarnaan rambut, atau kebiasaan menggunakan produk hairstyling lainnya.

Untuk menghindari hasil yang tidak akurat atau positif palsu, petugas labotarorium melakukan dua jenis tes. Yang pertama tes Antibodi Immunosorbent Enzime-linked (ELISA) dilakukan dengan cara mengukur antigen atau antibodi dalam sampel. Tes ELISA dapat memberikan hasil negatif atau positif dalam waktu 24 jam.

Yang kedua tes GC/MS yaitu metode tes untuk memastikan tes folikel rambut benar-benar positif serta melindungi positif palsu akibat makanan seperti biji rami. Tes GC/MS dapat menguji sebanyak 17 obat yang berbeda.

Yang perlu digarisbawahi, penggunaan obat-obatan tambahan dapat memengaruhi hasil tes. Misalnya, jika anda menggunakan obat penghilang rasa sakit opioid karena menderita masalah kesehatan tertentu. Tes akan menunjukkan hasil positif. Oleh karena itu, sertakan resep dokter sebagai bukti Anda sedang melakukan pengobatan medis.

Bagaimana caranya?

Beberapa obat-obatan yang mungkin akan terdeteksi diantaranya:

  • Amfetamin
  • Metamfetamin
  • Ektasi
  • Mariyuana
  • Kokain
  • PCP (Phencylidine)

Setelah memastikan indentitas Anda, petugas akan mengambil 100 sampai 120 helai rambut. Akan tetapi jangan khawatir, meskipun dinamakan tes folikel rambut bukan berarti helai rambut diambil dengan cara dicabut. Petugas mengumpulkan rambut dari beberapa titik kepala agar menghindari kebotakan di satu tempat.

Apabila Anda memilik rambut yang tipis, petugas akan mengambil rambut di bagian tubuh lainnya. Kemudian sampel akan disimpan di dalam foil yang dimasukkan ke amplop untuk dikirim ke laboratorium.  

Pembacaan hasil

Hasil negatif akan keluar setelah 24 jam pengambilan sampel. Hasil negatif berarti Anda tidak terbukti menggunakan obat-obatan terlarang selama 90 hari terakhir. Untuk memastikan keakuratan hasil, maka dilakukan tes ELISA sebagai tes skrining.

Sedangkan hasil positif akan muncul setelah 72 jam. Kemudian divalidasi menggunakan tes kromatografi gas/ spektrometri massa (GC/MS). Tes GC/MS juga dilakukan untuk mengidentifikasi jenis obat spesifik yang digunakan

Meskipun demikian, hasil yang meragukan masih mungkin akan terjadi. Pada beberapa kasus, pengambilan sampel yang tidak tepat menyebakan tes tidak dapat dilakukan sehingga diperlukan tes ulang.

Petugas laboratorium bertanggungjawab terhadap prosedur dan hasil tes folikel rambut ini, serta bertugas menyampaikan hasilnya ke pihak terkait, baik individu maupun organisasi. Dokumen bersifat dangat rahasia sehinngga penyampaiannya pun biasanya menggunakan faks, telepon, atau bertatap muka secara online.

Tes folikel rambut dapat mengidentifikasi pola penggunaan obat terlarang selama 90 hari ke terakhir. Akan tetapi berkaitan dengan tingkat pertumbuhan rambut yang bervariasi, tes ini tidak dapat memastikan kapan obat tersebut digunakan.

Pada dasarnya, tes folikel rambut dapat dilakukan karena obat yang digunakan akan masuk ke aliran darah dan menjadi bagian sel-sel rambut Anda. Kemudian tumbuh menjadi masing-masing helai rambut. Tes ini mungkin tidak bisa digunakan untuk mendeteksi jenis narkoba baru-baru ini. Narkoba jenis baru tersebut dapat dideteksi dengan tes urin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *