Tips Memilih Chocolate Bar yang Sehat

Chocolate Bar

Beberapa perusahaan chocolate bar atau cokelat batangan melabeli produknya dengan sejumlah kandungan vitamin dan nutrisi yang diklaim menyehatkan. Akan tetapi, bila diperhatikan justru memiliki bahan yang tidak sehat.

Hal ini tentu menyulitkan jika Anda ingin mencari pilihan cokelat yang benar-benar sehat. Lalu, bagaimana memilih chocolate bar yang sehat untuk dikonsumsi?

Chocolate Bar yang Sehat

Biji kokoa sebagai bahan dasar chocolate bar atau cokelat batangan dipercayai mengandung lebih dari 300 zat-zat yang bermanfaat bagi kesehatan. 

Contohnya kandungan antioksidan flavanois dan flavanol yang mampu menyingkirkan radikal bebas dari dalam tubuh yang berisiko menyebabkan penuaan dini dan penyakit jantung. 

Semakin gelap cokelat, semakin banyak kandungan antioksidannya. Beberapa penelitian juga mengungkapkan konsumsi cokelat dapat menyehatkan jantung dan mencegah risiko diabetes tipe 2 karena efek antioksidan tersebut.

Ditambah lagi dengan kandungan dopamin, feniletilamin, dan serotonin yang mampu meningkatkan mood dan memberikan rasa nyaman pada tubuh.

Dengan banyaknya kandungan vitamin dan mineral tersebut, mengapa kita tidak boleh mengonsumsi cokelat dalam jumlah banyak?

Hal ini disebabkan banyak cokelat batangan yang dijual bebas telah diberikan bahan tambahan selama proses pembuatan di pabrik. Misalnya seperti gula, krim tinggi lemak, dan susu, dengan jumlah yang tidak sedikit.

Maka dari itu, mengonsumsinya dalam jumlah banyak justru dapat menyebabkan kenaikan berat badan, yang bisa mengarah pada risiko kegemukan, obesitas, dan beberapa masalah kesehatan terkait seperti penyakit jantung dan diabetes.

Meskipun begitu, bukan berarti kita serta-merta harus menghindari konsumsi cokelat sama sekali. Anda masih tetap bisa memakan cokelat sesekali saja dan sebaiknya pilih yang bahan tambahannya tidak terlalu banyak.

Tips Memilih Chocolate Bar yang Sehat

Memilih chocolate bar yang sehat sebenarnya susah-susah gampang, karena hampir sebagian besar cokelat yang dijual bebas sudah melalui berbagai macam proses yang berisiko menghilangkan manfaat dari bahan dasarnya, kokoa.

Akan tetapi, beberapa cokelat, khususnya yang berjenis cokelat hitam memiliki kandungan kokoa yang lebih banyak dan bahan tambahan yang lebih sedikit. Cokelat hitam bisa menjadi pilihan yang lebih sehat.

Beberapa ahli juga kerap menyarankan cokelat hitam sebagai pengganti cemilan saat diet, sebab kandungan lemak di dalamnya juga tidak sebanyak jenis cokelat lainnya.

Pilihlah cokelat hitam batangan atau dark chocolate bar dengan persentase kokoa 70 persen atau lebih. Semakin banyak kandungan kokoa berarti semakin tinggi kandungan flavonoid di dalamnya.

Apabila Anda melihat di bagian daftar bahan, kokoa/kakao/cokelat harus berada di bagian paling atas karena memiliki jumlah yang lebih banyak. Segera hindari jika Anda justru melihat bahan lain seperti gula, misalnya. 

Perhatikan juga label yang tertera. Beberapa cokelat hitam impor dengan label “Dutch-processed” cenderung memiliki kandungan flavonoid yang lebih rendah karena proses pembuatan cokelatnya. 

Dutch-processed atau proses Dutching merupakan pengolahan biji kokoa dengan proses alkali sehingga cokelat yang dihasilkan tidak memiliki sifat asam sama sekali. Umumnya memiliki rasa yang lebih netral dan berwarna lebih gelap.

Bagaimana dengan jenis cokelat susu atau milk chocolate bar? Cokelat susu bisa menjadi pilihan apabila Anda tidak menyukai rasa pahit. Cokelat susu yang cukup baik dikonsumsi adalah yang memiliki kandungan kokoa di atas 38 persen.

Agar tetap mengurangi risiko buruk pada kesehatan, dianjurkan untuk tidak terlalu sering mengonsumsi cokelat walaupun itu cokelat hitam sekalipun. Konsumsi chocolate bar di siang hari, bisa menjadi pilihan cemilan juga di saat berdiet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *