Vaksinasi Covid-19 Di Batu Termasuk Rumah Sakit Di Malang

Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mempersiapkan tempat untuk mempermudah warga dalam mendapatkan vaksinasi Covid-19. Selain empat ruma sakit yang ada di Kota Batu, Dinkes juga mempersiapkan lima puskesmas sebagai tempat vaksinasi Covid-19.

Diketahui, lima puskesmas yang bisa digunakan warga untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi adalah Puskesmas Batu, Sisir, Bumiaji, Beji, dan Puskesmas Junrejo. Adapun empat rumah sakit di Malang yang ada di Kota Batu semuanya menyediakan pelayanan vaksinasi. Yaitu, RS Hasta Brata, RS Karsa Husada, RS Baptis, dan RS dr Etty Asharto.

Jadi akan ada lima vaksinator yang bertugas di lima puskesmas. Dengan kata lain di setiap puskesmas ditempatkan satu petugas vaksinator. Adapun untuk teknis nantinya satu kali sesi butuh waktu 2 jam untuk 20 sasaran dengan petugas 5 orang.

Dalam pelaksanaan vaksinasi, akan ada sembilan fasilitas kesehatan yang ditunjuk sebagai tempat vaksinasi Covid-19 untuk Kota Batu. Dan pelayanan vaksin dilakukan di luar jam kerja dengan diawasi satu dokter di masing- masing tempat.

Kemudian untuk alurnya, penerima vaksin harus datang ke tempat pendaftaran, kemudian anamnesa, pelayanan imunisasi, pencatatan dan terakhir dilakukan observasi. Dan sesuai dengan prioritas penerima vaksin pertama adalah adalah penduduk sehat yang pekerjaannya beresiko tertular Covid-19. Prioritas awal yaitu petugas kesehatan, TNI/Polri, pelayanan publik, BPJS penerima bantuan iuran. Untuk Kota Batu, mereka yang masuk prioritas pertama dari petugas nakes mencapai 785 orang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu kembali melanjutkan program vaksinasi bagi Lanjut usia (Lansia) dan Guru. Hal itu dilakukan usai Pemkot menerima vaksin AstraZeneca.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Batu dr Susan Indahwati mengatakan terdapat sekitar 2.200 orang lansia dan guru yang telah mendapatkan suntikan vaksin AstraZeneca.

Sebagai informasi pada 5 Mei 2021 lalu, Kota Batu menerima 657 vial vaksin AstraZeneca yang bisa digunakan untuk 6.570 orang.

Ia menjelaskan, selain para lansia dan guru, vaksin AstraZeneca tersebut juga diberikan kepada kelompok lain, yakni warga pesantren, termasuk pelaku usaha wisata dan pedagang di Kota Batu.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di delapan lokasi berbeda, mulai dari hotel hingga sekolah yang ada di Kota Batu. Sama seperti sebelumnya, prosedur bagi penerima vaksin diharuskan melakukan serangkaian proses pemeriksaan kesehatan.

Di Kota Batu sendiri tercatat dari target 14.443 lansia, sudah 2.777 atau 19.23 persen yang menerima dosis pertama. Sedangkan yang telah menerima dosis kedua sebanyak 734 orang atau 5,08 persen.

Secara keseluruhan ada 10.696 warga yang telah menjalani vaksinasi, diantaranya untuk tenaga kesehatan sebanyak 1.724 orang, pelayan publik 6.205 orang, untuk lansia, guru, dan lainnya kurang lebih 2.200 orang.

Pelaksanaan vaksinasi tersebut dilakukan pada delapan lokasi berbeda, mulai dari hotel hingga sekolah yang ada di Kota Batu selain di rumah sakit di Malang. Sebelum menerima vaksin AstraZeneca, calon penerima vaksin akan melakukan serangkaian proses pemeriksaan kesehatan.

Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur, akan meminta tambahan vaksin Covid-19 ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tambahan pasokan itu diminta untuk mempercepat vaksinasi warga sehingga kekebalan kelompok terhadap virus corona segera terwujud. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Kota Batu untuk meminta tambahan pasokan vaksin ke Dinas Kesehatan Provinsi Jatim.

Warga lanjut usia (lansia) dan para guru yang ada di wilayah Kota Batu, Jawa Timur, mulai menerima suntikan vaksin AstraZeneca dalam upaya menciptakan kekebalan kelompok terhadap virus corona.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batu dr. Susan Indahwati mengatakan kurang lebih 2.200 orang lansia, termasuk para guru yang telah mendapatkan suntikan vaksin AstraZeneca di wilayah tersebut.

Susan mengatakan pada 5 Mei 2021, Kota Batu mendapatkan 657 vial vaksin AstraZeneca, yang bisa dipergunakan untuk 6.570 orang. Untuk menerima dosis kedua vaksin AstraZeneca itu, para penerima vaksin harus menunggu selama 12 pekan.

Menurut Susan, selain para lansia dan guru, vaksin AstraZeneca tersebut juga diberikan kepada kelompok lain, yakni warga pesantren, termasuk pelaku usaha wisata di Kota Batu. Saat ini, pelaksanaan vaksinasi di Kota Batu terus berlangsung agar muncul kekebalan kelompok, pelaksanaanya dilakukan diberbagai tempat termasuk di rumah sakit di Malang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *