Penyakit Jantung Sianotik dan Gejalanya pada Bayi

Penyakit Jantung Sianotik dan Gejalanya pada Bayi

Penyakit jantung sianotik merupakan kondisi dimana penderita mengalami kelainan jantung sejak lahir. Penyakit tersebut menunjukkan adanya kebiruan pada beberapa bagian tubuh. Penyakit tersebut juga disebut sebagai blue babies dan kondisi tersebut timbul karena penderita kekurangan oksigen di dalam darah.

Gejala

Penyakit jantung sianotik dapat menunjukkan gejala kebiruan pada beberapa bagian tubuh seperti jari-jari. Kondisi tersebut dapat muncul sejak bayi lahir. Selain kebiruan pada tubuh, berikut adalah beberapa kondisi yang timbul akibat penyakit jantung sianotik:

  • Nafsu makan berkurang atau tidak baik.
  • Bagian wajah membengkak.
  • Tubuh terasa lelah secara terus menerus.
  • Tubuh terasa sesak.
  • Sakit pada bagian dada.
  • Pingsan.

Penyebab

Berikut adalah beberapa penyebab seseorang menderita penyakit jantung sianotik:

  • Masalah pada katup jantung (penutup jantung yang membantu aliran darah di dalam tubuh).
  • Masalah pada aorta (arteri terbesar pada tubuh).
  • Masalah pada pembuluh darah besar sehingga dapat menyebabkan ketidakteraturan pada jantung.

Faktor Risiko

Sebagian orang bisa lebih berisiko terhadap penyakit jantung sianotik jika mereka mengalami kondisi berikut:

  • Faktor genetik

Seseorang yang pernah mengalami penyakit jantung sianotik bisa menurunkan kondisi tersebut ke anaknya.

  • Sindrom

Beberapa sindrom dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sianotik pada bayi, salah satunya termasuk sindrom Down.

  • Hamil

Ibu hamil juga bisa lebih berisiko terhadap penyakit jantung sianotik jika mereka terpapar bahan kimia beracun atau menggunakan obat-obatan tertentu sehingga dapat menularkan ke bayinya.

  • Diabetes

Jika manusia menderita diabetes gestasional dan tidak terkontrol dengan baik, mereka akan lebih mudah berisiko terhadap penyakit jantung sianotik.

Komplikasi

Berikut adalah komplikasi yang bisa dialami penderita penyakit jantung sianotik:

  • Detak jantung bergerak secara tidak teratur.
  • Tekanan darah tinggi (dalam jangka panjang).
  • Infeksi di bagian jantung.
  • Stroke.
  • Gagal jantung.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika bayi Anda mengalami kondisi tertentu seperti sakit pada bagian dada atau kesulitan bernafas, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang dialami bayi Anda.
  • Daftar riwayat medis (jika dibutuhkan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisinya seperti:

  • Kapan gejala yang dialami bayi Anda terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu selama masa kehamilan?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi bayi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui ciri-ciri yang menyebabkan penderita mengalami penyakit jantung sianotik seperti kebiruan pada tubuh.

  • Stetoskop

Stetoskop digunakan untuk mengetahui kondisi jantung dan paru-paru penderita.

  • X-ray

X-ray digunakan untuk mengetahui kondisi jantung penderita.

  • MRI

MRI digunakan untuk memeriksa struktur jantung dan pembuluh darah penderita.

  • ECG

ECG digunakan untuk mengetahui apakah kondisi jantung penderita baik atau tidak.

Pengobatan

Berikut adalah pengobatan terhadap penyakit jantung sianotik:

  • Operasi

Operasi sangat diperlukan jika kondisi yang dialami penderita parah. Dokter juga dapat menunda operasinya hingga penderita sudah berada di usia tertentu, atau melakukan operasi lebih dari sekali. Prosedur tersebut tergantung pada kondisi penderita.

  • Obat-obatan

Penderita juga dapat menggunakan obat-obatan seperti diuretik, baik sebelum maupun sesudah operasi.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah penyakit jantung sianotik (jika Anda hamil):

  • Jangan merokok atau mengkonsumsi alkohol.
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil dan perlu menggunakan obat, karena sebagian obat tidak dapat digunakan oleh ibu hamil.
  • Menjaga gula darah untuk mencegah diabetes.

Kesimpulan

Penyakit jantung sianotik merupakan kondisi yang dapat membahayakan tubuh. Kondisi tersebut juga perlu ditangani sesuai dengan seberapa parah yang dialami penderita. Untuk informasi lebih lanjut tentang penyakit jantung sianotik, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *